Showing posts with label UsahaJasaPariwisata. Show all posts
Showing posts with label UsahaJasaPariwisata. Show all posts

Sunday, January 3, 2016

T5_Observasi Baduy_Raja Nurasima

”Pakaian Orang Baduy Dalam”

Suku baduy merupakan salah satu suku asli Banten dengan jumlah penduduk suku baduy sekitar 5000-8000 orang. Lokasi suku baduy berada di kaki pegunungan Kendeng, Desa Kenkes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten. Baduy merupakan sebutan yang diberikan oleh masyarakat luar dan berawal dari sebutan para peneliti. Peneliti menyamakan mereka dengan kelompok masyarakat yang berpindah atau nomaden. Pada sejarah “baduy” diberikan oleh pemerintahan kesultanan banten, ketika itu masyarakat asli Banten enggan menerima ajaran islam mereka menolak dan diasingkan ke daerah pedalaman.
Namun orang suku baduy lebih senang dengan sebutan lain untuk mereka yaitu “urang kenakes” atau dalam artinya orang kenakes berdasarkan asal daerah mereka yang tinggal di Kenakes.
                                              Gambar 1. Pakaian orang Baduy dalam. 
sumber : http://sukubaduydalam2.blogspot.com/
Masyarakat Baduy dibedakan menjadi dua kelompok, yaitu Baduy dalam dan Baduy luar. Pada dasarnya pakaian adat yang dikenakan oleh keduanya sama, hanya saja pakaian yang dikenakan oleh suku Baduy Dalam berwarna putih sebagai perlambang kesucian, sementara pakaian yang dikenakan suku Baduy Luar berwarna hitam. Untuk memenuhi kebutuhan sandangnya masyarakat suku Baduy melakukan penanaman biji kapas, memanen, memintal, dan menenun sendiri kain yang digunakan sebagai bahan pakaian.
Pakaian yang dikenakan oleh kaum pria suku Baduy Dalam berupa baju lengan panjang yang disebut jamang sangsang. Hal ini dikarenakan penggunaannya hanya disangsangkan atau dilekatkan di badan. Desain baju sangsang cukup sederhana yaitu hanya dilubangi pada bagian leher sampai bagian dada, tanpa kerah, tanpa kancing dan tanpa kantong baju. Pembuatan baju adat ini hanya boleh dilakukan dengan tangan dan tidak boleh dijahit dengan mesin. Bahan yang digunakan pun harus terbuat dari benang kapas asli yang ditenun.
Penggunaan baju sangsang ini dipadukan dengan kain sarung berwarna biru kehitaman, yang hanya dililitkan pada bagian pinggang dan diikat dengan selembar kain agar tidak terlepas. Ciri khas yang terdapat pada pakaian adat Baduy Dalam adalah penggunaan ikat kepala berwarna putih yang berfungsi untuk menutup rambut mereka yang panjang. Pemilihan warna putih pada pakaian adat suku Baduy Dalam mengandung makna bahwa kehidupan mereka masih suci dan belum terpengaruh budaya luar. Pada bagian bawah atau celana, Suku Baduy hanya menggunakan kain bewarna biru kehitaman yang dililitkan pada bagian pinggang. Celana ini diikat dengan selembar kain yang berfungsi sebagai ikat pinggang. Bagi masyarakat Baduy Dalam maupun Luar biasanya jika hendak bepergian selalu membawa senjata berupa golok yang diselipkan di balik pinggangnya serta dilengkapi dengan membawa tas kain atau tas koja yang dicangklek (disandang) di pundaknya. 
-          Ikat kepala disebut romal, iket, atau telekung
-          Baju disebut jamang sangsang atau kutung
-          Sejenis kain sarung yang digunakan sebagai pakaian bagian bawah disebut aros
-          Selembar kain yang mengikat kain disebut beubeur
Kaum pria Baduy Dalam menggunakan celana dalam.

      Gambar 2. Kaum perempuan Baduy Dalam. sumber http://tugaskab.blogspot.co.id/2013/01/kearifan-lokal-suku-baduy.html

Untuk kaum perempuan Suku Baduy Dalam pakaian yang mereka gunakan juga berwarna putih, pakaian adatnya hanya berupa kain atau semacam sarung bewarna biru kehitam-hitaman. Kain ini berupa kebaya dengan motif batik yang dipakai dari tumit hingga ke dada. Perbedaan yang paling mencolok terlihat jika pakaian ini dipakai oleh perempuan yang sudah menikah dan belum. Jika yang sudah menikah baju terlihat terbuka di bagian dada sedangkan untuk perempuan yang belum menikah maka bagian dada akan tertutup.
-          Kain yang menutupi tubuh bagian atas disebut kemben
-          Kain yang menutupi tubuh bagian bawah disebut lunas
Bagi kalangan orang tua, mereka hanya menggunakan lunas untuk menutup dari bagian dada hingga kebawah. Perempuan Baduy Dalam, mereka tidak menggunakan pakaian dalam.

Untuk memenuhi kebutuhan pakaiannya, masyarakat suku Baduy menenun sendiri yang dikerjakan oleh kaum wanita. Dimulai dari menanam biji kapas, kemudian dipanen, dipintal, ditenun sampai dicelup menurut motifnya khasnya. Penggunaan warna pakaian untuk keperluan busana hanya menggunakan warna hitam, biru tua dan putih. Kain sarung atau kain wanita hampir sama coraknya, yaitu dasar hitam dengan garis-garis putih, sedangkan selendang berwana putih, biru, yang dipadukan dengan warna merah. Semua hasil tenunan tersebut umumnya tidak dijual tetapi dipakai sendiri.
Bertenun biasanya dilakukan oleh wanita pada saat setelah panen. Jenis busana yang dikerjakan antara lain, baju, kain sarung, kain wanita, selendang dan ikat kepala. Selain itu, ada kerajinan yang dilakukan oleh kalangan pria di antaranya adalah membuat golok dan tas koja, yang terbuat dari kulit pohon teureup atau pun benang yang dicelup. 

Bagi masyarakat Baduy pakaian tidak hanya berfungsi melindungi tubuh saja, melainkan sebagai identitas budaya. Tidak heran jika hanya dengan melihat model, potongan dan cara berbusananya saja, secara sepintas orang akan tahu bahwa itu adalah suku Baduy. Mereka mempercayai bahwa pakaian diwariskan oleh nenek moyang mereka untuk dijaga. penggunaan warna pakaian untuk keperluan busana hanya menggunakan warna hitam, biru tua dan putih. Kain sarung atau kain wanita hampir sama coraknya, yaitu dasar hitam dengan garis-garis putih. Untuk pakaian bepergian, biasanya wanita Baduy memakai kebaya, kain tenunan sarung berwarna biru kehitam-hitaman, karembong, kain ikat pinggang dan selendang. Warna baju untuk Baduy Dalam adalah putih dan bahan dasarnya dibuat dari benang kapas yang ditenun sendiri.

Terima kasih telah membaca postingan ini. setelah dibaca, mohon di komentari ya. Terima Kasih :)


Sumber

Nama : Raja Nurasima
Nim : 4423143944
Usaha Jasa PariwisataUniversitas Negeri Jakarta

T4_Raja Nurasima_Kota-Kota di Pulau Jawa_Garut

“Garut Swiss Van Java”
Garut adalah salah satu kabupaten yang berada di provinsi Jawa Barat. Ibukota kabupaten tersebut adalah Tarogong Kidul. Adanya kabupaten garut berawal dari pembubaran kabupaten Limbangan oleh Daendels pada tahun 1811. Pembubaran ini dikarenakan produksi kopi kabupaten Limbangan pada saat itu menurun drastis. Pada saat pembubaran tersebut  Bupati Adiwijaya (1813-1831) membentuk panitia survei lokasi untuk ibukota kabupaten yang baru. Pilihan akhirnya jatuh di tempat yang dikelilingi gunung dan memiliki mata air yang mengalir ke Ci Manuk. Tempat tersebut berjarak ± 17 km dari pusat kota lama. Saat menemukan mata air, seorang panitia kakarut (bahasa sunda: tergores) belukar. Orang Belanda yang ikut survei tak dapat menirukan kata tadi, dan menyebutnya gagarut. Pada awalnya, nama kabupaten yang ibukotanya telah dipindahkan tidak akan diubah, masih Kabupaten Limbangan. Namun, atas saran sesepuh hendaknya nama kabupaten diganti dengan nama baru sehingga tidak menimbulkan bencana dan malapetaka dikemudian hari seperti yang sering menimpa kabupaten Limbangan. Dari kejadian kakarut tersebut, yang dilafalkan oleh orang Belanda dengan gagarut, muncullah nama kebupaten baru, Garut. Hari jadi Garut diperingati setiap tanggal 16 Februari.
Sekarang kota Garut yang dijuluki Swiss van java ini sudah sangat populer di kalangan wisatawan Indonesia. Garut sangat terkenal dengan panganan khas Sunda yaitu Dodol Garut. Tidak hanya dodol yang menjadi ciri khas kota Garut, ada juga industri jaket kulit domba yang di produksi di Garut dan menjadi ciri khas kota ini. Adapun yang menjadi ciri khas dari kota Garut adalah
-          Jaket Kulit
Jaket kulit merupakan produk kunggulan dan komoditas inti kota Garut yang telah menembus pasar nasional dan internasional. Produk jaket kulit Garut di kalah kualitasnya dibandingkan dengan jaket kulit produksi daerah lain. Hal ini dikarenakan dalam proses produksi jaket, para produsen telah menerapkan teknologi tinggi. Meskipun dalam proses pengerjaannya masih mengandalkan tangan untuk mejaga kelestarian bahwa jaket kulit merupakan kerajinan tangan. Dan hal tersebutlah yang menjadi kelebihan dari produk jaket kuit khas Garut. Jaket kulit dipasarkan di jalan A.Yani Sukaregang Garut, disepanjang jalan hampir semua toko menjual hasil produksi jaket kulit.
-          Dodol Garut
Dodol Garut merupakan makanan khas Kabupaten Garut. Komoditas ini sudah berlangsung sejak tahun 1962 yang dipelopori oleh seorang wanita yang bernama Ibu Karsinah yang menggunakan proses dan cara pembuatan sederhana. Seiring berjalannya waktu dodol terus berkembang dan tetap menjadi komoditas kebanggaan kota Garut. Bahkan dodol merupakan oleh-oleh wajib yang harus dibawa oleh wisatawan yang berkunjung ke Kabupaten Garut.

Terlepas dari dodol dan jaket kulit, tentu saja objek-objek wisatanya yang menarik para wisatawan dari segala penjuru negeri bahkan mancanegara untu berkunjung ke Garut. Beberapa tempat wisata Garut yang terkenal akan keindahan dan cerita yang berkembang di masyarakat tentang objek tersebut adalah
1.  Situ Bagendit
Situ Bagendit merupakan sebuah situ atau danau yang terletak di Kecamatan Banyuresmi. Di tempat wisata ini terdapat sebuah legenda tentang asal mula Danau Situ Bagendi dan mitos yang berkembang di masyarakat Garut yaitu jika pasangan yang telah putus berkunjung ke situ bagendit ini maka mereka akan kembali bersama lagi.  Legenda dan mitos itu  yang menjadi salah satu hal yang menarik perhatian pengunjung. Situ Bagendit juga memiliki pemandangan yang indah yaitu air danau yang jernih serta terdapat rakit, perahu dan sepeda air yang disewakan untuk keperluan pengunjung.

2.   Curug Orok


Garut juga terdapat tempat wisata berupa curug atau air terjun. Curug Orog adalah tempat wisata di garut yang berlokasi di Desa Cikandang. Ketinggian air terjun di Curug Orog ini mencapai 45 meter. Saat liburan tiba banyak sekali wisatawan yang berkunjung ke tempat wisata yang indah di Garut ini. Mitos yang beredar di masyarakat tentang curug ini adalah pada zaman dahulu ada seorang ibu yang membuang bayinya ke curug ini. Sehingga oleh masyarakat sekitar menyebut curug ini sebagai curug orok yang artinya bayi.

3.  Gunung Papandayan 
Nama Gunung Papandayan sepertinya sudah sangat familiar di telinga warga masyarakat Jawa barat. Gunung Papandayan terdapat di Kecamatan Cisurupan Kabupaten Garut dan merupakan salah satu gunung aktif di Jawa barat. Potensi wisata yang ada di Gunung Papandayan adalah berupa pemandanganya yang indah dan masih asri serta terdapat kawah dan sumber air panasnya. Bagi anda yang suka mendaki gunung, Gunung Papandayan juga sering didatangi oleh para pendaki untuk menikmati indahnya pemandangan gunung dan matahari terbit atau sunrise.

2. Air panas Cipanas




Di lokasi tempat wisata Cipanas terdapat pemandian air panas yang sudah cukup dikenal masyarakat. Lokasi pemandian air panas Cipanas terdapat di 6 km dari Kota Garut. Di sepanjang jalan menuju tempat wisata Cipanas ini anda akan disajikan dengan pemandangan alami pedesaan yang masih asri. Pemandian air panas cipanas banyak digunakan warga untuk  mandi, selain menyegarkan, air panas didalamnya dipercaya dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit.

3. Candi Cangkuang

Candi Cangkuang di Garut adalah salah satu candi peninggalan Agama Hindu yang terdapat di Kecamatan Leles, Garut jawa barat. Menurut sejarah candi ini dibangun pada saat pemerintahan Kerajaan Sunda Galuh. Lokasi tempat wisata ini sangat cocok untuk berwisata bersama keluarga dan mengenal sejarah yang ada di Kabupaten Garut Jawa Barat. Jika mitos yang berkembang mengatakan bahwa jika berkunjung ke situ Bagendit pasangan yang putus akan kembali bersama. Di candi cangkuang, mitos yang berkembang adalah jika pasangan mengunjungi candi ini, maka pasangan tersebut akan putus.

4. Pantai Santolo

Pantai Santolo adalah pantai yang terdapat atau berlokasi di Kecamatan Sikelet Kabupaten Garut. Tempat Wisata Pantai Santolo ini sangat ramai dikunjungi oleh wisatawan yang kebanyakan berasal dari Bandung. Mereka ingin menyaksikan pemandangan alam yang sangat indah beserta melepaskan lelah setelah sibuk bekerja

Garut memiliki potensi wisata yang sangat menarik untuk dikembangkan. Selain komoditas seperti kerajinan dan makanan yang sedang dikembangkan, objek wisata di Garut juga harus dikembangkan. Perlu kerja sama antar pemerintah, masyarakat Garut, dan para wisatawan untuk mempopulerkan potensi wisata Garut. Agar wisata Garut semakin populer dikalangan wisatawan nasional dan internasional.
Terimakasih untuk para pembaca yang telah membaca postingan ini. Setelah dibaca tolong di komentari ya. Terima Kasih :)

Sumber

Nama : Raja Nurasima
Nim : 4423143944
Usaha Jasa Pariwisata
Universitas Negeri Jakarta


Tuesday, October 6, 2015

Tugas 1 - Suka Duka Menjadi Pemandu Wisata

PENGALAMAN  MENJADI PEMANDU WISATA

Sebelum saya bercerita tentang pengalaman memandu, perkenankan saya untuk memperkenalkan diri saya. Nama saya Annisa Oktviana namun dari saya lahir hingga sekarang nama panggilan saya adalah Oca. Begitu pula ketika saya sedang memandu, saya memperkenalkan diri dengan nama Oca agar terkesan lebih dekat dan nyaman. Saya adalah anak oertama dari dua bersaudara. Saya tinggal di Rawamangun, Jakarta Timur. Saat ini saya adalah Mahasiswi Usaha Jasa Pariwisata angkatan 2014 di Universitas Negeri Jakarta. 
Mengapa saya memilih Usaha Jasa Pariwisata atau yang biasa disebut dengan UJP ini karena saya ingin menekuni bidang yang saya inginkan. Karna saya tau, kerja sesuai passion itu sangatlah nyaman dan tentunya akan dijalani dengan sepenuh hati walaupun terkadang terdapat hambatan – hambatan yang akan kita temukan. Memang rencana awal saya bukan kuliah di Jakarta, tetapi karena Ibu saya tidak menyutujui saya untuk meneruskan kuliah di Bandung jadi saya memutuskan untuk mencari Universitas Negeri di Jakarta yang ada Jurusan Pariwisata. Dan akhirnya saya lulus tes perguruan tinggi negeri dan saya masuk ke Program Study ini. Usaha Jasa Pariwisata di Unj lebih fokus kepada Tour and Travel. Tetapi di UJP UNJ itu sendiri saya juga dapat mata kuliah tentang hotel dan mata kuliah lain yang mendukung saya di bidang Pariwisata ini.
Pertama kali belajar dan menekuni mata kuliah di Pariwisata ini saya agak sedikit gugup karena saya masih kurang percaya diri untuk berbicara didepan dan memandu orang banyak. Rasa ingin menyerah pernah datang menghantui saya dan saya sempat berfikir untuk tidak meneruskan atau pindah program study tetapi saya mendapat banyak motivasi dari kedua orangtua saya bahwa belajar bidang pariwisata saat sekarang sangat menguntungkan dan membuat saya sedikit tahu banyak hal. Terutama pada Era sekarang banyak sekali orang orang yang semakin gemar untuk berwisata dan banyak pula turis turis asing yang datang untuk berkunjung ke Indonesia untuk berwisata.  Sehingga membuat banyak peluang kerja dalam bidang pariwisata itu sendiri. Bukan sekedar menjadi tour gouide tetapi banyak sekali bidang bidang lain. Dan motivasi ini membuat saya bangkit dan kembali bersemangat dalam bidang ini.
Setelah saya menjalani beberapa bulan disemester pertama, saya mendapatkan titik terang dan saya nyaman menekuni bidang pariwisata ini. Ternyata belajar dalam bidang pariwisata sangatlah menyenangkan. Selain saya belajar tentang Tour and Travel, saya juga berkesempatan untuk belajar Management, Public Speaking dan mata kuliah – mata kuliah lainnya yang membuat saya semakin tertarik untuk menekuni bidang ini. Terutama, menurut pengalaman senior atau angkatan sebelum saya, nanti ketika masuk semester akhir akan ada mata kuliah SAR yang akan mengajarkan saya untuk menjadi pemandu saat diving atau snorkeling, hal tersebut membuat saya lebih menambah minat saya dalam bidang pariwisata ini. Dan tentunya ada kuliah yang sangat penting juga yaitu mata kuliah pengantar pemanduan dan psikologi pelayanan serta saya juga mempelajari tentang geografi. Menurut saya itu semua sangatlah menarik dan membuat saya tertantang untuk menjadi insan pariwisata yang baik terutama menjadi pemandu wisata.
Pada semester pertama saya kuliah pada program study usaha jasa pariwisata di Universitas Negeri Jakarta ini saya mendapat mata kuliah ‘pengantar pemanduan’. Dan dalam matakuliah tersebut ada program belajar yaitu praktek memandu atau biasa di sebut dengan ‘City Tour’. Bisa dibilang karena matakuliah inilah saya dapat percaya diri untuk berbicara dan tampil didepan banyak orang. Pada pertengahan semester pertama kami mendapat kesematan untuk ikut City Tour Jawa Barat dengan rute Jakarta – Bogor – Bandung. Angkatan saya yaitu angkatan 2014 berangkat bersama dengan angkatan 2013. Nah inilah pengalaman pertama saya memandu. Pada moment ini saya mendapat kesempatan untuk belajar menjadi pemandu atau tour guide d Museum Geologi, Bandung. Museum Geologi ini beralamatkan di Jalan Diponegoro No 57, Cibeunying Kaler, Bandung, Jawa Barat. Di museum inilah pengalaman saya pertama kali berbicara untuk memandu didepan teman – teman dan dosen yang berperan sebagai penilai. Nah, kalo kata pribahasa sih sambil menyelam minum air, maksutnya disamping saya belajar memandu agar lebih percaya diri juga saya memaksimalkan diri untuk mendapat nilai yang baik dari dosen yang menilai.
(Gambar 1: Museum Geologi, Badung)
Sebelum saya mulai memandu di Museum Geologi ini saya merasakan kecemasan yang sangat membuat saya gugup. Awalnya saya takut, keringat dingin memikirkan kalau saya akan memandu. Tetapi saya mulai menenangkan diri dan memahami materi yang akan saya bawakan. Ketika sampai di Museum Geologi, saya mulai kecemasan saya mulai berkurang karena saya bisa berdiri didepan objek yang saya akan ceritakan di Museum Geologi ini sambil kembali belajar untuk nanti saat giliran memandu. Saya mendapat urutan ke tiga setelah dua teman saya berbicara. Ketika dua teman saya telah selesai, tibalah waktu saya untuk memandu teman – teman saya di Museum Geologi. Pertama saya mengucapkan salam dan kemudian tidak upa untuk memperkenalkan diri. Ketika berbiacara di depan banyak orang rasanya seperti semua mata tertuju pada saya untuk memperhatikan saya dan mereka semua mendengarkan dengan baik. Setalah memperkenalkan diri saya lanjut untuk menyampaikan materi. Disaat itulah saya merasakan seluruh ingatan saya harus di optimalkan untuk menyampaikan apa yang telah saya pelajari. Setelah selesai rasanya sangat lega seperti telah melepaskan semua beban. Kemudian setlah saya selesai menyampaikan meteri dan teman – teman saya memberikan tepuk tangan dan saya di berikan masukan atau komentar oleh salah satu dosen yang menilai bahwa penampilan saya tadi baik dan sudah sangat percaya diri. Alhamdulillah dari situlah saya belajar untuk membangun rasa kepercayaan terahadap diri saya dan membuat saya ingin terus mengoptimalkan kemampuan saya untuk menjadi pemandu yang baik. Pengalaman saya memandu di Museum Geologi inilah yang membuat saya lebih percaya diri dan berani berbicara didepan banyak orang. Kesempatan yang sangat baik bagi saya untuk belajar menjadi pemandu.
(Gambar 2 : Museum Geologi, Bandung)
Semester berikutnya, saya kembali mendapatkan mata kuliah yang menambah wawasan saya dalam bidang pariwisata dan tak hanya itu. Saya juga diberikan tugas yaitu untuk Praktek Kerja Lapangan atau yang biasa disingkat dengan PKL. Di semester dua ini saya diwajibkan untuk Praktek Kerja Lapangan demi memenuhi nilai. Disinilah saya kembali dilema untuk menentukan tempat Praktek Kerja Lapangan yang akan saya ambil karena ditentukan oleh pihak kampus harus menjadi tour guide disuatu tempat. Tempat praktek kerja lapangan kmi tidak ditentukan oleh kampus, jadi boleh memilih di museum atau ditempat wisata wisata lainnya. Dan kami tidak dibatasi dengan kota, sehingga kami dapat bebas memilih dimanapun tempat kami ingin praktek kerja lapangan.
Akhirnya setelah dilemma dalam memilih tempat mana yang cocok untuk saya jadikan tempat praktek kerja lapangan saya memilih untuk praktek kerja lapangan di Museum Nasional atau yang biasa dikenal juga dengan nama Museum Gajah. Museum Nasional sendiri ber alamatkan di Jalan Medan Merdeka Barat nomer 12, Jakarta Pusat. Alasan saya mengapa saya memilih untuk praktek kerja lapangan disini adalah selain jarak yang tidak terlalu jauh juga karna saya ada ketertarikan untuk belajar tentang sejarah peninggalan yang ada disana. Praktek kerja lapangan di Museum Nasional ini tentunya saya tidak sendiri, saya bersama tiga teman saya.
Selesai saya mengurus semua berkas berkas untuk praktek kerja lapangan disana, saya langsung bergegas untuk datang ke Museum Nasional. Setelah saya sampai di Museum Nasional ini saya bertemu dengan salah seorang guide di Museum Nasional dan saya langsung diarahkan untuk bertamu dengan divisi yang menangani siswa, siswi dan mahasiswa, mahasiswi yang akan pratek kerja langan di Museum Nasional. Lalu saya diberikan pengenalan tentang sejarah bangunan Museum Nasional ini. Dari mulai mengapa ada patung gajah di depan hingga koleksi – koleksi yang lainnya.
Kesan awal melihat museum ini yaitu sangat membuat saya kagum dan agak sedikit gugup. Mengapa? Karena saya harus memandu mengelilingi museum yang bisa dibilang luas karena Museum Nasional itu sendiri mepunyai dua gedung. Gedung tersebut adalah gedung yaitu gedung baru dan gedung lama. Di gedung baru tedapat empat lantai. Isi dari empat lantai digedung baru adalah tentang manusia dan lingkungan, ilmu pengetahuan, teknologi dan ekonomi, organisasi social dan pola permukiman dan yang paling atas dan sangat di jaga keamanannya yaitu khasana emas dan keramik. Dan di gedung baru terdapat peninggalan peninggalan bersejarah juga seperti patung – patung bersejarah dll. Bukan hanya gedungnya saja yang luas tetapi Museum Nasional juga mempunyai koleksi bersejarah yang sangat banyak. Yaitu terdapat kurang lebih 141.000 jenis koleksi yang ada di Museum Nasional.
Tamu yang datang ke Museum Nasional dapat dibilang banyak. Selain wisatawan lokal banyak pula wisatawan asing yang datang berkunjung dan belajar ke museum ini. Menurut saya, mengapa mereka tertarik untuk datang ke museum nasional itu sendiri karena harga tiket yang terbilang tidak terlalu menguras kocek atau dapat dibilang murah, tetapi mereka juga mendapatkan fasilitas yang sangat nyaman. Mulai dari setiap sudut ruangan terdpat Air Conditioner atau AC sehingga wisatawan tidak merasa kepanasan ketika berkunjung dan faktor yang sangat penting pula yaitu karena seluruh karyawan sangat ramah. Tidak hanya tour guide saja yang murang, mulai dari cleaning man/girl, keamanan dan hingga karyawan lain dan hingga atasan di museum atau kepala museum disana juga sangat ramah kepada seluruh pengunjung. Sehingga para tamu yang datang sangat merasanya nyaman dan mendapat kesan yang sangat baik.
Setelah diberi waktu selama satu minggu untuk belajar di museum akhirnya saya diberi kesempatan untuk menjadi tour gouide di Museum Nasional dengan membawa rombongan pelajar sd atau smp. Dimuseum inilah saya banyak belajar tentang cara memandu yang baik dan benar. Karena saya banyak berbagi pengalaman dengan peman pemandu disana dan teman-teman pkl dari tempat lain.  
(Gambar 3 : Museum Nasional, Jakarta Pusat)
Ketika saya memenadu di Museum Nasional ini saya mendapat banyak pegalaman, mulai memahami karakter tamu hingga mengerti cara memahami ketika mereka bosan mendengarkan cerita. Terutama ketika tamu yang kita bawa adalah anak anak sekolah dasar yang masih ingin banyak bermain. Nah dimuseum nasional ini sendiri memiliki tempat bermain untuk anak sekolah dasar untuk belajar membatik, bermain alat musik tradisonal, melukis kendi dll, tempat ini dinamankan ‘kids corner’. ketika melihat anak anak yang saya pandu mulai sedikit jenuh saya dapat membawa mereka ketempat bermain tersebut. 
Banyak pengalaman lain yang saya dapatkan ketika memandu. Menjadi pemandu tidak menakutkan yang seperti saya fikirkan. Ketika kita senang untuk menjalaninya, saya yakin kita akan cinta dengan hal tersebut. Saya merasa beruntung karena diberikan kesempatan untuk pkl di Museum Nasional dan diberikan pengalaman menjadi pemandu wisata di Museum Nasional.  Dan berkat mendapat kesempatan untuk pkl disana saya menjadi seorang yang cinta museum dan ingin terus ada didalamnya untuk melestarikan kebudayaan dan sejarah Indonesia.
Saya merasa sanggat bangga karena saya adalah bagian dari Insan Pariwisata yang sedang belajar di Universitas Negri Jakarta dengan Program study Usaha Jasa Pariwisata. Pengalaman dan pelajaran yang saya dapat membuat saya semakin cinta dengan Indonesia dan ingin terus mempelajari tentang kekayaan alam Indonesia. Karena menurut saya ‘Travel is the language of peace’ karena pariwisata dapat berperan untuk perdamaian Negara satu dengan Negara yang lain.

Mungkin hanya itu yang dapat saya tuliskan dan sampaikan. Apabila terdapat kekurangan atau kesalahan dalam penulisan mohon dimaklumi. Karena tak ada manusia yang luput dari kesalahan. Semoga tulisan saya ini dapat bermanfaat untuk saya sebagai penulis dan untuk kalian sebagai pembaca. TerimakasihJ






ANNISA OKTAVIANA

4423143916
USAHA JASA PARIWISATA B 2014
annisaoktaviaoca@gmail.com

Monday, October 5, 2015

Tugas-1 Suka Duka Menjadi Pemandu Wisata


MENJADI PEMANDU ITU MENYENANGKAN

Perkenalkan nama saya Lisa Hardianti dan biasanya di panggil dengan panggilan Lisa. Saya lahir di keluarga yang sederhana dan lahir  pada tanggal 26 November 1995 di Jayapura. Jangan berfikir saya orang jayapura asli ya, apa lagi melihat wajah saya tidak ada wajah orang orang timur disana. Saya akan bercerita sedikit kenapa saya bisa lahir disana padahal orang tua saya bukan orang sana, Ayah saya orang Jawa dan Ibu saya orang Sulawesi. Ini dikarenakan waktu itu orang tua saya yang profesinya sebagai anggota TNI-AL sedang berdinas disana dan lahir lah saya.Saya anak ke 2 dari 3 bersaudara. Kaka saya adalah seorang Laki-laki yang hanya beda setahun dengan saya dan sekarang dia sedang bersekolah militer Angkatan Laut di Surabaya dan adek saya adalah seorang laki laki juga yang umurnya beda 4 tahun dengan saya dan sekarang dia masih Sekolah Menengah Atas di daerah jonggol. Saya tinggal bersama orang tua saya di daerah jonggol.Saya sekarang berkuliah di Universitas Negeri Jakarta Fakultas Ilmu Sosial Jurusan Sejarah Prodi Usaha Jasa Pariwisata.

Pariwisata?Pemandu?Mungkin itu hal 2 yang awalnya sangat asing ditelinga saya.Itu kenapa?Karena dikeluarga saya tidak ada yang basic nya dalam bidang Pariwisata. Ya mungkin saya sedikit mengabil jalur lain yang berbeda profesi dengan keluarga saya. Alasan saya dahulu milih Pariwisata karena tante saya menyarankan saya untuk milih bidang itu karena Pariwisata di Indonesia sekarang sangatlah bagus dan menjamin untuk masa depan. Ketika saya masuk kuliah saya tidak tau apa itu Pariwisata. Tetapi dengan seiringannya berjalannya waktu saya tau apa itu Pariwisata. Pariwisata tidak lepas dari yang namanya Pemandu. Awalnya saya takut akan yang namanya menjadi pemandu. Berbicara di depan saja saya takut apalagi untuk memandu didepan orang banyak. Tetapi saya tahu itu karena saya tidak terbiasa. Ketika sudah terbiasa pasti semuanya akan berjalan dengan mudah. Mungkin Karena saya berasal dari dunia SMA saya tidak ada pengalaman mamandu sama sekali, berbeda dengan teman teman saya yang yang berada di kampus mungkin sebagian dari  mereka berasal dari SMK Pariwisata atau Perhotelan dan pastinya dia lebih berpengalaman dalam dunia Pariwisata apalagi Pemandu. 

Selama saya 19 tahun, pengalaman pertama saya menjadi pemandu adalah ketika saya didunia perkuliahan pastinya dan itu ketika kegiatan study tour di kampus ke Museum Geologi dan Museum KAA Bandung.Pada saat itu dikampus saya, mengadakan kegiatan study tour bersama kakak kakak angkatan 2013, teman teman 2014 serta dosen Usaha Jasa Pariwisata.Saya pada saat itu kebagian memandu ketika pulang dari Bandung menuju Jakarta yaitu di daerah Karawang-Cikarang pada saat itu perasaan saya takut dan cemas karena saya tidak pernah sebelumnnya menjadi pemandu di dalam bus. Berbicara didepan kelas saja saya takut dan gugup apa lagi berbicara didalam bus. Tetapi saya mecoba dengan tenang ketika berbicara dalam bus. Walaupun saya takut apa yang saya bicarakan itu membosankan atau tidak, tetapi saya terus berusaha, yang terpenting saya sudah mencobanya. Tepuk tangan pun terdengar ketika saya selesai memandu, perasaan saya sangat lega ketika semuanya sudah selesai.Saya hanya tersenyum senang ketika saya sudah selesai memandu di dalam bus, ya walaupun masih banyak yang harus dipelajari.Semoga itu menjadi awal yang baik buat saya agar bisa lebih baik kedepannya.Itu lah pengalaman pertama saya ketika menjadi Pemandu.

Pengalaman menjadi Pemandu tidak berakhir disitu pengalaman yang kedua kali nya yaitu ketika saya PKL di Taman Buah Mekarsari (5 mei 2015 - 5 juli 2015) . Alasan saya waktu itu memilih PKL di Taman Buah Mekarsari karena selain tempatnya dekat rumah saya dan juga karena menurut saya sebenarnya Taman Buah Mekarsari memiliki daya tarik sendiri dimana Taman Buah ini adalah Taman Buah terbesar di Indonesia bahkan di dunia. Waktu PKL saya bersama 3 teman saya diberitahu kalau disana itu PKL nya menjadi pemandu.Itu sontak membuat saya kaget karena saya dan teman-teman saya sebenernya mencari tempat PKL yang bukan menjadi pemandu eh malah dapat pemandu.Namun namanya juga Pariwisata pastinya tidak lepas dari yang namanya Pemandu.Mau kemanapun kalau namanya Pariwisata pasti harus bisa menjadi Pemandu. Tapi itu menurut saya tidak apa apa karena mungkin saya belum terbiasa jadinya saya takut dan saya yakin lama kelamaan pasti saya akan terbiasa dalam hal Pemandu.

Awal PKL di Taman Buah Mekarsari saya dan teman-teman saya dikenal kan tempat apa saja yang ada di mekarsari. Setelah itu saya ditugaskan ikut bersama pemandu senior untuk tahu gimana cara memandu yang baik. Tugas pertama , saya diajarkan menjadi Tour Leader dimana Tour Leader ini bertugas untuk memandu kegiatan di Mekarsari. Dimekarsari memiliki beberapa kegiatan paket seperti Paket Paddy Lagend dimana yang biasa melakukan kegiatan ini adalah Anak anak PAUD sampai SD. Kegiatan ini meliputi kegiatan menanam padi, memandikan kerbau lalu melukis topi caping atau topinya bapak petani. Selanjutnya ada kegiatan Kids farm dimana yang biasanya yang melakukan kegiatan ini adalah anak PAUD sampai anak SD. Dimana kegiatan ini biasanya dipilih karena tidak mau basah - bahasan atau main lumpur seperti paket paddy yang bermain lumpur.Kegiatannya meliputi kegiatan memberi makan ikan, menanam tamanan buah dalam pot atau sering disebut dengan tabulampot dan habis itu ada kreasi tanah liat. Ada juga nih paket yang bernama Paddy village. Dimana kegiatan ini biasanya di lakukan oleh anak PAUD sampai SMP. Kegiatan ini tidak jauh beda dari paket paddy legend bedanya kegiatan ini lebih lengkap. Kegiatan ini meliputi kegiatan menanam padi, memandikan kerbau, melukis topi caping, menari dan menangkap ikan.Tapi aja juga paket yang bernama Paddy Village Opstional dimana paket ini tergantung permintaan sipelanggan jadi mungkin ada kegiatan yg ditambah atau dikurangin.Semua kegiatan itu untuk kegiatan Edukasi atau pendidikan, dan ada juga paket Family Gathering, Company Gathering sampai School Gathering.Lumayan banyak paket dan kegiatan menjadi Tour Leader di Taman Buah Mekarsari.

Kurang lebih seminggu saya di ajarkan atau ikut bersama pemandu senior yang ada disana.Setelah itu saya dilepas dan dipercayai menjadi Tour leaderdan membawa rombongan.Saya ingat rombangan yang pertama kali saya bawa sendirian yaitu rombangan reguler atau paket reguler dimana paket ini biasanya rombongan hanya memesan tiket masuk+tiket kereta atau menyewa tempat untuk mengadakan gathering. pertama yang saya lakukan adalah mengambil gelang (tanda masuk) dan mengambil order form, dimana order form ini fungsinya untuk mengetahui apa saja permintaan customer, nama customer yang bertanggung jawab, jumlah orang , jam kedatangan, nama lembaga atau sebagainya. Setelah itu saya keatas atau menuju gerbang pintu masuk untuk menunggu customer.Setelah customer datang hal yang saya lakukan adalah memperkenalakan diri "Selamat pagi Pak dengan Bapak Juli?perkenalakan nama Lisa, saya adalah Tour leader nya" setelah itu saya menanyakan adakah penambahan jumlah peserta, dan kalau ada saya akan mengantarkan customer untuk membeli tiket pemambahan tersebut tetapi kalau tidak saya langsung memberikan gelang tanda masuk. Setelah itu saya mengantarkan customer ke tempat tujuan, misalnya dia menyewa tempat, saya akan mengantar kannya ketempat tujuan. Kemudian saya mengantar customer ke tempat tujuan , dan saya bertukaran nomor untuk kalau dia membutuh kan bantuan bisa menghubungi saya. Dan biasanya sebelum pulang customer harus menghubungi Tour Leader untuk mendatangani kwitansi dan sehabis itu tugas tour leader selesai.

Lain halnya kalau menjadi Tour Leader paket Paddy atau kids farm. Ini lah paket yang paling saya senangi, kenapa demikian karena kegiatan ini sangatlah seru.Dimana paket Paddy ini biasanya bertemu anak-anak kecil yang biasanya PAUD/TK/SD. Mereka biasanya lucu-lucu dan menggemaskan sekali.Pertama-tama ketika membawa paket ini setelah menyapa PIC nya dan semua anak anak sudah mendapatkan gelang tanda masuk dan berbaris dengan rapih saya tersenyum melihat adik-adik yang polos dan lucu itu.Saya memulai mengangkat megaphone saya dan menyapa adik-adik yang lucu itu "Selamat pagi adik-adik. Perkenalkan nama kaka, kaka Lisa. Hayo coba ulangin nama kaka, kaka siapa? Ya pinter nama kaka, kaka Lisa" hahaha, itu sepenggal kata-kata yang saya ucapkan untuk awalan menyapa anak-anak itu dan saya mengucapkannya dengan wajah sumringah dan bersemangat. Karena kita membawa anak kecil jadi kita harus menyesuaikannya kita harus tersenyum dan bersemangat.Tidak dengan wajah yang cuek, murung dan tidak bersemangat soalnya ntar anak-anak itu menjadi takut kepada kita. Setelah menyapa anak-anak itu saya menjelaskan apa saja yang akan anak-anak itu lakukan ketika ada di Taman Buah Mekarsari dan ketika sudah selesai menjelaskannya saya melanjutkan perjalanan ke Area Family Garden dimana Area itu menjadi Tempat kegiatan mereka.

"Menjadi kereta!Jess jess jess" ya itu kata-kata yang saya ingat ketika melihat mereka yang sedang berbaris seperti kereta dan saya hanya bisa tersenyum melihat tingkah mereka.Sesampainya disana saya memandu adik-adik itu untuk melakukan kegiatan yang sudah disediakan.Menari dan melukis topi caping yang menjadi kegiatan awal kami setelah itu baru kegiatan kotor-kotoran dan basah-basahan.Saya mengarahkan adik-adik itu turun dalam kubangan lumpur itu dan tidak jarang adik-adik itu menagis dan takut untuk turun ke lumpur itu untuk melakukan kegiatan seperti menanam padi, memandikan kerbau dan menangkap ikan.Yang saya lakukan ketika itu adalah membantu mereka dan membujuk mereka agar mereka turun ke lumpur.Setelah semuanya turun baru kegiatan bermain kotor-kotorannya dimulai.Kegiatan Paket pun selesai dan saya langsung menghapiri PIC nya dan menanyakan kapan mau di antarkan untuk berkeliling Taman Buah Mekarsari dengan menggunakan kereta dan disana mereka bisa bersantai/berekreasi bebas di area danau atau Water Zone.

Itu lah sedikit cerita gimana menjadi Tour Leader Paket Paddy yang ada di Taman Buah Mekarsari.Kurang lebih sebulan saya menjadi Tour Leader setelah itu adalah hal yang bikin saya takut yaitu menjadi Pemandu Di kereta Mekarsari karena pas kita Final Test saya di test memandu di kereta Mekarsari. Tetapi sebelum itu saya disuruh belajar tentang apa itu Mekarsari dan Product Knowlageapa saja yang ada di Mekarsari. Saya sedikit akan menceritakan sejarah Mekarsari. Taman Buah Mekarsari berdiri di lahan seluas ± 264 Ha dan didirikan oleh gagasan Ibu Hj. Tien Soeharto pada tahun 1991 dan diresmikan oleh Presiden kita yang ke-2 yaitu Bapak H. M. Soeharto pada tanggal 14 Oktober 1995 yang bertepatan dengan Hari Pangan Sedunia. Taman Buah Mekarsari terbagi menjadi 6 zona, yaitu Festival Point, Family Walk Zone, Central Park Zone, Greenland Zone, Excotic Mediterian Zone, dan Water Zone.

Bangunan Air Terjun ? Ya, itu adalah ikon nya Taman Buah Mekarsari atau yang sering di sebut dengan Puri Tirto Sari yang menjadi kantor pusatnya PT. Mekar Unggul Sari yang memiliki ketinggian 7 Lantai. Dengan bentuk bangunan yang berbentuk seperti Air Terjun menjadi daya tarik sendiri ketika orang yang melihatnya. Tidak jarang banyak yang berfoto-foto di depan Bangunan Air Terjun itu. Plaza Air Mancur adalah titik tengah Taman Buah Mekarsari.Dimana Plaza Air Mancur tersebut Taman yang berbentuk segitiga.Di tengah Taman tersebut ada air mancur yang airnya ketika keluar berbentuk seperti Bunga Rafflesia Arnoldi.Yang biasanya di kunjungi pada pagi dan sore hari dan kegiatannya seperti bersantai dengan keluarga atau teman, berfoto, shooting dan foto Pra-Wedding. Lokasi Plaza Air Mancur ini terletak di depan Bangunan Air Terjun. 

Dimekarsari juga ada pertunjukan dengan nama Pongo Show. Dimana pertunjukan ini menampilkan pertunjukan Orang Utan secara Animasi 3D. Pertunjukan ini menceritakan gimana kehidupan Orang Utan di Indonesia yang sudah hampir punah. Dipenghujung pertunjukan ada interaksi dengan Animasi Pongo nya itu sendiri secara live. 

Taman Buah Mekarsari menyediakan paket buat berkeliling Taman Buah Mekarsari. Kebayang dong kalau kita berkeliling Mekarsari yang luasnya ± 264.GreenLand Tour adalah nama paket berkeliling Taman Buah Mekarsari dengan durasi ± 1 jam dan singgah ke kebun buah yang sedang panen seperti ke kebun buah melon, salak dan belimbing. Ketiga buah tersebut adalah jenis buah yang tidak mengenal musim dan di Mekarsari memiliki beberapa buah unggulan salah satunya Melon Golden dimana kulit buahnya berwarna kuning dan daging buahnya berwarna putih dan rasanya renyah dan sangat manis. Tetapi kalau ada buah yang saat itu sedang panen juga seperti waktu itu saya disana sedang panen Jambu Bol Jamaika dan Abiu. Buah Abiu masih sejenis dengan sawo yang berasal dari Australia dan sering disebut dengan sawonya orang Australia. Dimana bentuknya itu seperti Lemon daging buahnya berwarna putih dan rasanya segar seperti kelapa muda atau kelapa kopyor.

Gambar 2 : Foto bersama Idzni ketika panen jambu bol jamaika
GreenLand Tour ini adalah paket unggulan Mekarsari dan menjadi bahan Final Test saya.Saya harus mengetahui berbagai macam buah-buahan yang ada di Taman Buah Mekarsari. Pada saat Final Test perasaan saya campur aduk sekali rasa takut, cemas, gugup dan lain lain deh tidak tahu harus menggambarkannya gimana. Apakah hasil 2 bulan saya PKL di Taman buah Mekarsari akan membuahi hasil yang baik atau tidak. Ketika Final Test saya kebagian di Test terakhir dan Test tersebut di test oleh atasan Mekarsari. Dengan memakai Almamater UNJ saya maju dan berdiri di depan kereta yang sudah tersediakan. Kereta pun jalan dengan perlahan dengan mengucapkan bismillah saya melakukan Opening ketika membawa paket Greenland Tour, dengan tenang dan tidak lupa dengan senyuman.Setelah itu saya ditanya-tanya tentang Mekarsari dan yang saya ingat saya ditanya "Kenapa di Mekarsari banyak wisatawan dari Arab?Apa karena di Mekarsari ada Pohon kurmanya?"dan saya sempat bingung untuk menjawab tetapi saya menjawabnya dengan berkata "Karena Mekarsari dekat dengan Puncak makanya banyak wisatawan Arab yang berwisata di Taman Buah Mekarsari." Ternyata jawab saya hampir benar tetapi sebenarnya kenapa banyak wisatawan Arab yang berwisata di Mekarsari karena ternyata di Arab ketika datang ke Indonesia mereka mempunyai susunan acara sendiri yaitu 1.Puncak 2.Taman Safari 3.Taman Buah Mekarsari.

Final Test telah selesai, perasaan saya sangat senang dan lega sekali. Tidak terasa 2 bulan PKL di Taman Buah Mekarsari telah berakhir, banyak pembelajaran dari sana. Setelah PKL saya dan teman-teman saya ditawarkan untuk Freelance di pekan lebaran.Wah, sangat menyenangkan sekali bukan bisa Freelance di Taman Buah Mekarsari di pekan lebaran.Lumayan buat nambah uang jajan dan THR bukan? Hahaha.Saya dan teman-teman saya sangat senang, kalau begitu kita di Taman Buah Mekarsari sangat baik sampai dipercayai menjadi Freelance Pemandu disana.PKL di Taman Buah Mekarsari sangat sangat berkesan buat saya. Banyak sekali pembelajaran dari PKL saya 2 bulan disana suka dan duka pun ada disana, dan saya menjadi banyak teman di Mekarsari sana, dan saya merasa tingkat kepercayaan diri saya meningkat, yang pas awalnya saya takut untuk bertemu dan berbicara didepan orang banyak, sekarang saya bisa mengangkat wajah saya dan tersenyum kepada mereka. Ternyata menjadi pemandu itu mengasyikan dan menyenangkan.Saya sekarang yakin kita tidak boleh takut akan sesuatu hal yang kita takut akan gagal tetapi kita harus melawan itu semua karena ketika berusaha dan membiasakan diri dengan itu, semuanya akan berjalan dengan mudah dan lancar. "Bisa Karena terbiasa dan tidak bisa karena tidak terbiasa. Usaha keras tak akan mengkhianati kita." Itu adalah dua kutipan yang menjadi motivasi saya.

Gambar 3 : Foto bersama Crew Staff Mekarsari ketika menjadi Freelance pekan lebaran di Mekarsari

Mungkin itu sedikit cerita pengalaman saya menjadi pemandu dan suka duka saya menjadi pemandu.Saya berharap kelak suatu saat nanti saya bisa menjadi Pemandu Profesional. Walaupun awalnya saya tidak tau apa itu Pariwisata dan Pemandu dan takut akan yang namanya menjadi Pemandu tetapi sekarang saya yakin kalo saya bisa menjadi Pemandu.


Lisa Hardianti
4423145742
UJP’14 A
Lisahardianti95@gmail.com