Tuesday, October 6, 2015

Tugas 1 - Suka Duka Menjadi Pemandu Wisata

PENGALAMAN  MENJADI PEMANDU WISATA

Sebelum saya bercerita tentang pengalaman memandu, perkenankan saya untuk memperkenalkan diri saya. Nama saya Annisa Oktviana namun dari saya lahir hingga sekarang nama panggilan saya adalah Oca. Begitu pula ketika saya sedang memandu, saya memperkenalkan diri dengan nama Oca agar terkesan lebih dekat dan nyaman. Saya adalah anak oertama dari dua bersaudara. Saya tinggal di Rawamangun, Jakarta Timur. Saat ini saya adalah Mahasiswi Usaha Jasa Pariwisata angkatan 2014 di Universitas Negeri Jakarta. 
Mengapa saya memilih Usaha Jasa Pariwisata atau yang biasa disebut dengan UJP ini karena saya ingin menekuni bidang yang saya inginkan. Karna saya tau, kerja sesuai passion itu sangatlah nyaman dan tentunya akan dijalani dengan sepenuh hati walaupun terkadang terdapat hambatan – hambatan yang akan kita temukan. Memang rencana awal saya bukan kuliah di Jakarta, tetapi karena Ibu saya tidak menyutujui saya untuk meneruskan kuliah di Bandung jadi saya memutuskan untuk mencari Universitas Negeri di Jakarta yang ada Jurusan Pariwisata. Dan akhirnya saya lulus tes perguruan tinggi negeri dan saya masuk ke Program Study ini. Usaha Jasa Pariwisata di Unj lebih fokus kepada Tour and Travel. Tetapi di UJP UNJ itu sendiri saya juga dapat mata kuliah tentang hotel dan mata kuliah lain yang mendukung saya di bidang Pariwisata ini.
Pertama kali belajar dan menekuni mata kuliah di Pariwisata ini saya agak sedikit gugup karena saya masih kurang percaya diri untuk berbicara didepan dan memandu orang banyak. Rasa ingin menyerah pernah datang menghantui saya dan saya sempat berfikir untuk tidak meneruskan atau pindah program study tetapi saya mendapat banyak motivasi dari kedua orangtua saya bahwa belajar bidang pariwisata saat sekarang sangat menguntungkan dan membuat saya sedikit tahu banyak hal. Terutama pada Era sekarang banyak sekali orang orang yang semakin gemar untuk berwisata dan banyak pula turis turis asing yang datang untuk berkunjung ke Indonesia untuk berwisata.  Sehingga membuat banyak peluang kerja dalam bidang pariwisata itu sendiri. Bukan sekedar menjadi tour gouide tetapi banyak sekali bidang bidang lain. Dan motivasi ini membuat saya bangkit dan kembali bersemangat dalam bidang ini.
Setelah saya menjalani beberapa bulan disemester pertama, saya mendapatkan titik terang dan saya nyaman menekuni bidang pariwisata ini. Ternyata belajar dalam bidang pariwisata sangatlah menyenangkan. Selain saya belajar tentang Tour and Travel, saya juga berkesempatan untuk belajar Management, Public Speaking dan mata kuliah – mata kuliah lainnya yang membuat saya semakin tertarik untuk menekuni bidang ini. Terutama, menurut pengalaman senior atau angkatan sebelum saya, nanti ketika masuk semester akhir akan ada mata kuliah SAR yang akan mengajarkan saya untuk menjadi pemandu saat diving atau snorkeling, hal tersebut membuat saya lebih menambah minat saya dalam bidang pariwisata ini. Dan tentunya ada kuliah yang sangat penting juga yaitu mata kuliah pengantar pemanduan dan psikologi pelayanan serta saya juga mempelajari tentang geografi. Menurut saya itu semua sangatlah menarik dan membuat saya tertantang untuk menjadi insan pariwisata yang baik terutama menjadi pemandu wisata.
Pada semester pertama saya kuliah pada program study usaha jasa pariwisata di Universitas Negeri Jakarta ini saya mendapat mata kuliah ‘pengantar pemanduan’. Dan dalam matakuliah tersebut ada program belajar yaitu praktek memandu atau biasa di sebut dengan ‘City Tour’. Bisa dibilang karena matakuliah inilah saya dapat percaya diri untuk berbicara dan tampil didepan banyak orang. Pada pertengahan semester pertama kami mendapat kesematan untuk ikut City Tour Jawa Barat dengan rute Jakarta – Bogor – Bandung. Angkatan saya yaitu angkatan 2014 berangkat bersama dengan angkatan 2013. Nah inilah pengalaman pertama saya memandu. Pada moment ini saya mendapat kesempatan untuk belajar menjadi pemandu atau tour guide d Museum Geologi, Bandung. Museum Geologi ini beralamatkan di Jalan Diponegoro No 57, Cibeunying Kaler, Bandung, Jawa Barat. Di museum inilah pengalaman saya pertama kali berbicara untuk memandu didepan teman – teman dan dosen yang berperan sebagai penilai. Nah, kalo kata pribahasa sih sambil menyelam minum air, maksutnya disamping saya belajar memandu agar lebih percaya diri juga saya memaksimalkan diri untuk mendapat nilai yang baik dari dosen yang menilai.
(Gambar 1: Museum Geologi, Badung)
Sebelum saya mulai memandu di Museum Geologi ini saya merasakan kecemasan yang sangat membuat saya gugup. Awalnya saya takut, keringat dingin memikirkan kalau saya akan memandu. Tetapi saya mulai menenangkan diri dan memahami materi yang akan saya bawakan. Ketika sampai di Museum Geologi, saya mulai kecemasan saya mulai berkurang karena saya bisa berdiri didepan objek yang saya akan ceritakan di Museum Geologi ini sambil kembali belajar untuk nanti saat giliran memandu. Saya mendapat urutan ke tiga setelah dua teman saya berbicara. Ketika dua teman saya telah selesai, tibalah waktu saya untuk memandu teman – teman saya di Museum Geologi. Pertama saya mengucapkan salam dan kemudian tidak upa untuk memperkenalkan diri. Ketika berbiacara di depan banyak orang rasanya seperti semua mata tertuju pada saya untuk memperhatikan saya dan mereka semua mendengarkan dengan baik. Setalah memperkenalkan diri saya lanjut untuk menyampaikan materi. Disaat itulah saya merasakan seluruh ingatan saya harus di optimalkan untuk menyampaikan apa yang telah saya pelajari. Setelah selesai rasanya sangat lega seperti telah melepaskan semua beban. Kemudian setlah saya selesai menyampaikan meteri dan teman – teman saya memberikan tepuk tangan dan saya di berikan masukan atau komentar oleh salah satu dosen yang menilai bahwa penampilan saya tadi baik dan sudah sangat percaya diri. Alhamdulillah dari situlah saya belajar untuk membangun rasa kepercayaan terahadap diri saya dan membuat saya ingin terus mengoptimalkan kemampuan saya untuk menjadi pemandu yang baik. Pengalaman saya memandu di Museum Geologi inilah yang membuat saya lebih percaya diri dan berani berbicara didepan banyak orang. Kesempatan yang sangat baik bagi saya untuk belajar menjadi pemandu.
(Gambar 2 : Museum Geologi, Bandung)
Semester berikutnya, saya kembali mendapatkan mata kuliah yang menambah wawasan saya dalam bidang pariwisata dan tak hanya itu. Saya juga diberikan tugas yaitu untuk Praktek Kerja Lapangan atau yang biasa disingkat dengan PKL. Di semester dua ini saya diwajibkan untuk Praktek Kerja Lapangan demi memenuhi nilai. Disinilah saya kembali dilema untuk menentukan tempat Praktek Kerja Lapangan yang akan saya ambil karena ditentukan oleh pihak kampus harus menjadi tour guide disuatu tempat. Tempat praktek kerja lapangan kmi tidak ditentukan oleh kampus, jadi boleh memilih di museum atau ditempat wisata wisata lainnya. Dan kami tidak dibatasi dengan kota, sehingga kami dapat bebas memilih dimanapun tempat kami ingin praktek kerja lapangan.
Akhirnya setelah dilemma dalam memilih tempat mana yang cocok untuk saya jadikan tempat praktek kerja lapangan saya memilih untuk praktek kerja lapangan di Museum Nasional atau yang biasa dikenal juga dengan nama Museum Gajah. Museum Nasional sendiri ber alamatkan di Jalan Medan Merdeka Barat nomer 12, Jakarta Pusat. Alasan saya mengapa saya memilih untuk praktek kerja lapangan disini adalah selain jarak yang tidak terlalu jauh juga karna saya ada ketertarikan untuk belajar tentang sejarah peninggalan yang ada disana. Praktek kerja lapangan di Museum Nasional ini tentunya saya tidak sendiri, saya bersama tiga teman saya.
Selesai saya mengurus semua berkas berkas untuk praktek kerja lapangan disana, saya langsung bergegas untuk datang ke Museum Nasional. Setelah saya sampai di Museum Nasional ini saya bertemu dengan salah seorang guide di Museum Nasional dan saya langsung diarahkan untuk bertamu dengan divisi yang menangani siswa, siswi dan mahasiswa, mahasiswi yang akan pratek kerja langan di Museum Nasional. Lalu saya diberikan pengenalan tentang sejarah bangunan Museum Nasional ini. Dari mulai mengapa ada patung gajah di depan hingga koleksi – koleksi yang lainnya.
Kesan awal melihat museum ini yaitu sangat membuat saya kagum dan agak sedikit gugup. Mengapa? Karena saya harus memandu mengelilingi museum yang bisa dibilang luas karena Museum Nasional itu sendiri mepunyai dua gedung. Gedung tersebut adalah gedung yaitu gedung baru dan gedung lama. Di gedung baru tedapat empat lantai. Isi dari empat lantai digedung baru adalah tentang manusia dan lingkungan, ilmu pengetahuan, teknologi dan ekonomi, organisasi social dan pola permukiman dan yang paling atas dan sangat di jaga keamanannya yaitu khasana emas dan keramik. Dan di gedung baru terdapat peninggalan peninggalan bersejarah juga seperti patung – patung bersejarah dll. Bukan hanya gedungnya saja yang luas tetapi Museum Nasional juga mempunyai koleksi bersejarah yang sangat banyak. Yaitu terdapat kurang lebih 141.000 jenis koleksi yang ada di Museum Nasional.
Tamu yang datang ke Museum Nasional dapat dibilang banyak. Selain wisatawan lokal banyak pula wisatawan asing yang datang berkunjung dan belajar ke museum ini. Menurut saya, mengapa mereka tertarik untuk datang ke museum nasional itu sendiri karena harga tiket yang terbilang tidak terlalu menguras kocek atau dapat dibilang murah, tetapi mereka juga mendapatkan fasilitas yang sangat nyaman. Mulai dari setiap sudut ruangan terdpat Air Conditioner atau AC sehingga wisatawan tidak merasa kepanasan ketika berkunjung dan faktor yang sangat penting pula yaitu karena seluruh karyawan sangat ramah. Tidak hanya tour guide saja yang murang, mulai dari cleaning man/girl, keamanan dan hingga karyawan lain dan hingga atasan di museum atau kepala museum disana juga sangat ramah kepada seluruh pengunjung. Sehingga para tamu yang datang sangat merasanya nyaman dan mendapat kesan yang sangat baik.
Setelah diberi waktu selama satu minggu untuk belajar di museum akhirnya saya diberi kesempatan untuk menjadi tour gouide di Museum Nasional dengan membawa rombongan pelajar sd atau smp. Dimuseum inilah saya banyak belajar tentang cara memandu yang baik dan benar. Karena saya banyak berbagi pengalaman dengan peman pemandu disana dan teman-teman pkl dari tempat lain.  
(Gambar 3 : Museum Nasional, Jakarta Pusat)
Ketika saya memenadu di Museum Nasional ini saya mendapat banyak pegalaman, mulai memahami karakter tamu hingga mengerti cara memahami ketika mereka bosan mendengarkan cerita. Terutama ketika tamu yang kita bawa adalah anak anak sekolah dasar yang masih ingin banyak bermain. Nah dimuseum nasional ini sendiri memiliki tempat bermain untuk anak sekolah dasar untuk belajar membatik, bermain alat musik tradisonal, melukis kendi dll, tempat ini dinamankan ‘kids corner’. ketika melihat anak anak yang saya pandu mulai sedikit jenuh saya dapat membawa mereka ketempat bermain tersebut. 
Banyak pengalaman lain yang saya dapatkan ketika memandu. Menjadi pemandu tidak menakutkan yang seperti saya fikirkan. Ketika kita senang untuk menjalaninya, saya yakin kita akan cinta dengan hal tersebut. Saya merasa beruntung karena diberikan kesempatan untuk pkl di Museum Nasional dan diberikan pengalaman menjadi pemandu wisata di Museum Nasional.  Dan berkat mendapat kesempatan untuk pkl disana saya menjadi seorang yang cinta museum dan ingin terus ada didalamnya untuk melestarikan kebudayaan dan sejarah Indonesia.
Saya merasa sanggat bangga karena saya adalah bagian dari Insan Pariwisata yang sedang belajar di Universitas Negri Jakarta dengan Program study Usaha Jasa Pariwisata. Pengalaman dan pelajaran yang saya dapat membuat saya semakin cinta dengan Indonesia dan ingin terus mempelajari tentang kekayaan alam Indonesia. Karena menurut saya ‘Travel is the language of peace’ karena pariwisata dapat berperan untuk perdamaian Negara satu dengan Negara yang lain.

Mungkin hanya itu yang dapat saya tuliskan dan sampaikan. Apabila terdapat kekurangan atau kesalahan dalam penulisan mohon dimaklumi. Karena tak ada manusia yang luput dari kesalahan. Semoga tulisan saya ini dapat bermanfaat untuk saya sebagai penulis dan untuk kalian sebagai pembaca. TerimakasihJ






ANNISA OKTAVIANA

4423143916
USAHA JASA PARIWISATA B 2014
annisaoktaviaoca@gmail.com

No comments:

Post a Comment