Sunday, January 3, 2016

Pariwisata Sejarah dan Budaya Di Indonesia

KAMPUNG KOREA DAN BENTENG TERLUAS SEDUNIA
DI PULAU BUTON

          Saya bangga menjadi bangsa Indonesia yang memilki banyak kekayaan alam dan budaya yang beraneka ragam.Mulai dari sabang sampai merauke semua lengkap dengan keberagaman mulai dari budaya sampai flora dan fauna.Jika dibandingkan dengan kekayaan alam di luar negri sana, Indonesia tidak kalah menarik,bahkan mungkin kekayaan Indonesia lebih menarik dan luar biasa.

Pariwisata Indonesia dianggap sangat menarik karenamempunyai sesuatu hal yang membedakan pariwisata Indonesia dengan pariwisata dinegara lainnya yaitu keragaman budaya yang dimiliki oleh Indonesia.Indonesia memiliki keragaman dalam hal adat istidat, tarian adat, makanan khas, pakaian adat, rumah adat, sampai bahasa.Ini merupakan keunikan yang dimilikioleh Indonesia yang harus kita jaga kelestarian agar tidak hilang dan tergeser dengan kebudayaan baru yang datang. Kebudayan merupakan suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi. Seperti yang terdapat disebuah wilayah di Sulawesi Tenggara tepatnya diPulau Buton. Terdapat sebuah kampung dengan kebudayaan yang sangat unik yaitu menggunakan huruf haenggul/ alphabet korea.

Tahukah kita bahwa sebuah etnis kecil di Pulau Buton punya nama yang sangat harum di negri Korea Selatan ?tahukah kita bahwa bangsa korea begitu peduli dengan keberadaan suatu etnis di Tanah Air kita? Nama etnis tersebut adalah etnis CIA CIA.Suatu etnis besar yang ada dikota Bau-Bau, yang terletak dipulau Buton, Sulawesi Tenggara. Pada masa lalu , etnis ini adalah bagian dari keragaman etnis dibawah pemerintahan kasultanan Buton. Kini etnis ini banyak menjadi buah bibir di Korea karena keberaniannya untuk mengadopsi huruf Hangeul –huruf khas Korea untuk menuturkan bahasa cia cia. Pemerintah kota Bau-Bau bekerja sama dengan Hunminjeongeum Research Institute – Lembaga Riset Bahasa Korea-telah menyusun bahan ajar kurikulum muatan lokal menegenai bahasa cia-cia  dengan huruf korea. Huruf ini dipelajari disemua tingkatan pendidikan , mulai dari sekolah Dasar (SD), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) . ini sangat menarik bukan ? ini menunjukkan bagaimana respond adaptasi lokal terhadap globalisasi.

Nama jalan disana dibawahnya terdapat huruf korea, seperti gambar diatas

Sejak beberapa tahun terakhir ini, namacia cia popular di Negri Cina. Banyak jurnalis Korea  dan Jepang yang khusus datang meliput di Bau-Bau. Beberapa media internasional ikut meliput antusiame warga Cia-Cia yang mempelajari Karakter huruf korea.
Beberapa siswa, guru, masyarakat cia-cia, serta pemerintahan kota (Pemkot)  Bau-Bau diundang Langsung Ke Korea. Bersama walikota Bau-Bau Amirul Tamim, mereka mendemostrasikan kemampuan menuliskan huruf Hanggeul untuk bahasa Cia-Cia. Bahkan beberapa guru dari korea didatangkan langsung ke Bau-Bau untuk mengajarkan huruf  Haenggul. Mereka menyempurnakan kurikulum serta menjadi pembuka jalan bagi dibangunnya pusat Kebudayaan Korea (Korean Center) yang rencananya akan dibangun dengan biaya Rp. 1 Miliar di Bau-Bau. Pemerintah Korea telah mendatangkan seorang arsitektur kenamaan untuk membuat bangunan besar yang memadukan arsirektur Tradisional Korea dengan arsitektur istana Kesultanan Buton. Tak hanya itu, juga akan dibangun infrastruktur pendukung berupa resort center, kompleksperhotelan, serta masuknya perusahaan tambang asal korea. Warga Cia-Cia sendiri melihat itu dengan penuh kebanggaan. Beberapa warga korea telah dikirim ke korea untuk Diva Pop asal Korea, Jang Yun Jeong, yang dinobatkan sebagai Putri Cia-Cia demi mempromosikan Cia-Cia dan Bau-Bau ke mancanegara.memperdalam pengetahuan Bahasa. Belum lama berselang, dalam acara pertemuan akbar yang dihadiri sekitar 5.000 warga Korea diJakarta, masyarakat Cia-Cia ikut diundang untuk mementaskan tarian Buton.saat itu pula, seorang Diva Pop Korea yakni Jang Yun Jeong Park atau lebih akrab disapa Jang Yun Jeong dinobatkan  sebagai putri Cia-Cia yang akan mempromosikan Cia-Cia dan Bau-Bau ke negri Ginseng tersebut.

Ø  Awal Kerjasama
Bagaimanakah kisah awal diperkenalkannya huruf korea? Menurut banyak pihak, pada tahun 2005 .pemkot Bau-Bau bekerjasama dengan masyarakat Pernaskahan Nusantara (Manassa) menggelar symposium Internasional Pernaskahan Nusantara. Dalam symposium (diskusi)ini , seorang pemakalah asal Korea Prof Chun Thay Hyun tertarik dengan papran tentang keragaman bahasa dan adat istiadat diwilayah luarKasultanan Buton.. ia lalu menyempatkan waktu untuk penelitian selama beberapa waktu. Ia lalu memilih Cia-Cia dikarenakan wilayah ini belum memiliki alphabet sendiri, serta adanya kesamaan pelafalan dan struktur bahasa dengan korea.
Dalam wawancara dengan Korean Times, Prof Chun Thay Hyun pengajar di Seoul National mengatakan upaya ini tidak untuk melakukan koreanisasi atas kebudayaan Buton. Upayanya adalah memepertahankan bahasa-bahasa yang hidup di Kasultanan Buton melalui alphabet Korea. “in Indonesia, ethnic minority communities are losing their own spoken languages. We realized that the Korean alphabet could actually help preserve these endangered local languages”.sementara bagi pemerintahan Bau-Bau , langkah ini jelas akan memberikan efek kerjasama yang luas di masa mendatang. Dengan kerjasama itu, Cia-Cia akan lebih dikenal oleh dunia luar dan kelak akan memberikan manfaat berupa kerjasama dibidang investasi dan kebudayaan.

Bekerjasama dengan sejumlah lembaga kebudayaan yang disponsori bangsawan tradisional Korea, Chun lalu mengundang pihak Pemkot Bau-Bau dan sejumlah masyarakat Cia-Cia untuk berkunjung ke Korea.Dalam kunjungan tersebut, disepakati kerjasama berupa uji coba karakter huruf Haenggul untuk melafalkan bahasa Cia-Cia sejak tahun 2007. Dalam kunjungan itu, juga disepakati kerjasama antara Walikota Bau-Bau dengan Walikota Seoul dan Busan,dua kota utama di Korea Selatan.
Kini selangkah lagi Korea Center akan berdiri di Bau-Bau. Pandangan seorang Warga yang berdiam di Pulau ini adalah mereka melihatnya dengan optimis sekaligus cemas. Mungkin kelak Bau-Bau akan menjadi kota yang dikenal di Mancanegara dan hilir-mudik banyak orang korea yang berseliweran di daerah ini.mereka  juga khawatir kelak kebudayaan Buton akan tinggal nama. Kebudayaan Buton hanya menjadi catatan kaki dari pencapaian emas jejak kebudayaan Korea  yang merambah jauh hingga kesini.

Buton juga mempunyai sebuah filosofi seperti dibawah ini
“Man arafa nafsahu fakad arafa rabbahu” artinya “barangsiapa yang mengenal keadaan dirinya yang sejati, tentunya ia mengenal pula keadaan tuhannya yang kekal”.
Sebagai sebuah negeri,keberadaan Butontercatat dalam Negara Kertagama karya Mpu Prapanca pada Tahun 1365 M. dalam naskah kuno itu, negeri Buton disebut dengan nama Butuni. Digambarkan , yang digambarkan sebagai sebuah desa tempat tinggal para resi yang dilengkapi tama, lingga dan saluran air. Dan Rajanya bergelar Yang Mulia Mahaguru.
Dalam sejarahnya, cikal bakal Buton sebagai negeri telah dirintis oleh empat orang yang disebut dengan Mia Patamiana. Mereka adalah :sipanjonga, simalui,sitamanajo,sijawangkati. Menurut sumber sejarah lisan Buton, empat orang pediri negeri ini berasal semenanjung melayu yang datang ke Buton pada akir abad ke-13 M. empat orang (Mia Patamiana) tersebut terbagi dalam dua kelompok : sipanjongan dan sijawangkati;simalui dan sitamanajo.  Kelompok pertama beserta para pengikutnya menguasai daerah Gundu-Gundu, sementara kelompok kedua dengan para pengikutnya menguasai daerah barangkatopa.Sipanjongan dan para pengikutnya meninggalkan tanah asal disemenanjung Melayu menuju kawasan timur dengan menggunakan sebuah perahu palolang pada bulan syaban 634 Hijriyah (1236 M).dalam perjalanan itu, mereka singgahpertama kalinya dipulau Malalang, terus ke kalaotoa dan akhirnya sampai di Buton, mendarat didaerah kalampa.kemudian mereka mengibarkan bendera kerajaan Melayu yang disebut bendera Longa-Longa. Ketika Buton berdiri, bendera Longa-Longa ini dipakai sebagai bendera resmi dikerajaan Buton.
Buton adalah nama pulau yang disebelah tenggara jazirah Pulau Sulawesi.Pulau ini diapit oleh lautan yaitu laut Bandandan Kabupaten Muna disebelah utara, laut Flores disebelah selatan, sebelah timur berbatasan dengan kabupaten Wakatobi sedangkan disebelah barat terdapat selat Buton, kabupaten Bombana dan Teluk Bone. Kabupaten Buton yang terletak pada posisi geografis 4.96 o – 6.25o LS membentang dari barat ke timur diantara 120,000o-123,34o BT memiliki luas wilayah daratan sekitar 2.488,71 km2 atau 248.871 ha dan wilayah perairan laut diperkirakan seluas kurang lebih 21.054 km2 .di pulau ini, dulunya pernah berdiri sebuah kerajaan atau kesultanan yang bernama Buton atau Wolio. Daerah kekuasaan Kesultanan Buton pernah meliputi, selain pulau Buton, juga beberapa pulau di kawasan antara pulau Sulawesi dan Kepulauan Maluku. Pusat pemerintahannya terletak dipesisir Barat bagian selatan pulau Buton, sekitar kota Bau Bau, yang dikenal dengan nama Wolio atau keratin Buton.

Benteng Keraton Malige Keraton.
Binci-Binciki kuli adalah bahasa adat, artinya “cubitmencubit kulit”. Maksudna “cubitlah kulitmu sendiri dan kalau rasa sakit, maka tentunya sakit pula bagi orang lain”.
Untuk mewujudkannya serta terpelihara dan terjaganya apa yang dimaksudkan dengan binci-binciki kuli, pengsyaratannya perlu ada sifat-sifat pada diri sendiri dengan sara patanguna (empat prinsip hidup)
Ø  Pomae maeka           : saling takut sesama manusia
Ø  Popia piara               : saling memelihara sesama manusia
Ø  Pomaa maasiaka       : saling menyayangi sesama manusia
Ø  Poangka angkataka  : saling menghargai sesama manusia
Secara umum,ada empat prinsip yang dipegang teguh oleh masyarakat Buton dalam kehidupan sehari-hari saat itu yakni:
1.      Yinda Yindamo Arata Somanamo Karo ( harta rela dikorbankan demi keselamatan diri)
2.      Yinda Yindamo Karo Somanamo Lipu (diri rela dikorbankan demi keselamatan negri)
3.      Yinda Yindamo Lipu Somanamo Sara (negri rela dikorbankan demi keselamatan pemerintah)
4.      Yinda Yindamo Sara Somanamo Agama (pemerintah rela dikorbankan dem keselamatan agama)

v  TRADISI PUSUO
Upacara adat Pusuo merupakan salah satu upacara adat provinsi Sulawesi Tenggara tepatnya didaerah Buton. Yang dimaksud Buton secara umum adalah wilayah Sulawesi Tenggara meliputi kota Bau Bau, Kabupaten Wakatobi, Kabupaten Buton, dan Kabupaten Utara. Dalam perkembangan masyaraka Buton, ada 3 jenis pusuo yang dikenal sampai saat ini upacara tersebut masih berkembang. Pertama, pasuo wolio , merupakan tradisi posuo awal yang berkembang dalam masyarakat Buton. Kedua, Posuo Johoro yang berasal dari Johor-Melayu (Malaysia) dan ketiga posuo Arabuyang berkembang setelah Islam masuk ke Buton.Posuo Arabu merupakan hasil modifikasi nilai-nilai posuo Wolio dengan nilai-nilai ajaran agama islam.
Masyarakat buton mengenal adanya tradisi upacara posuo.posuo yang berarti pingitan yang dikenal sebagai ritual adat yang telah ada sejak zaman kesultanan buton. Pelaksanaan Tradisi Upacara Posuo bertujuan sebagai symbol masa transisi atau peralihan status seorang gadis dari remaja (kabuabua) menjadi dewasa ( kalambe), serta untuk mempersiapkan mentalnya dalam membina rumah tangga.

v  PESERTA POSUO
Upacara tersebut dilaksanakan selama delapan hari delapan malam dalam ruangan khusus yang oleh masyarakat buton menyebutnya dengan suo. Selama dikurung di suo anak-anak perempuan diajarkan mendalami agama,adat istiadat, menjaga kebersihan dan kecantikan diri seperti cara melulur tubuh dengan kunyit yang dicampuri tepung beras. Para peserta dijauhkan dari pengaruh dunia luar, baikdari keluarga, kerabat maupun lingkungan sekitarnya.Para peserta hanya boleh berhubungan dengan bhisa (pemimpin upacara posuo) yang telah ditunjuk oleh pemangku adat setempat. Para Bhisa akan membimbing dan memberi petuah berupa pesan moral, spiritual, dan pengetahuan membina keluarga yang baik kepada para peserta dalam posuo. Dalam upacara posuo ada tiga tahap yang harus dilalui oleh para peserta agar mendapat status sebagai gadis dewasa.
Pertama, sesi pauncura atau pengukuhan peserta sebagai calon peserta posuo.Pada tahap ini prosesi dilakukan oleh bhisa senior (parika). Acara tersebut dimulai dengan tunuana dupa (membakar kemenyan) kemudian dilanjutkan dengan pembacaan doa. Setelah pembacaan doa selesai parika, melakukan panimpa (pemberkatan) kepada para peserta dengan memberikan sapuan asap kemenyan ke tubuh calon peserta posuo.
Setelah itu parika menyampaikan dua pesan, yaitu menjelaskan tujuan dari diadakannya upacara posuo diiringi dengan pembacaan nama-nama para peserta upacara dan memeberitahu kepada seluruh peserta dan juga keluarga bahwa selama upacara berlangsung, para peserta diisolasi dari dunia luar dan hanya boleh berhubungan dengan bhisa yang bertugas menemani para peserta yang sudah ditunjuk oleh pemangku adat. Sebelum peserta posuo dimasukan kedalam suo terlebih dahulu peserta dimandikan oleh bhisa dengan tujuan untuk memebersihkan anggota tubuh. Para peserta mandi dengan menggunakan sarung tenunan butondan sarung tersebut tidak dapa dipakai lagi sampai kapanpu, karena menurut kepercayaan masyarakat buton jika sarung tersebut dipakai ulang maka dia akan mengalami hal-hal yang buruk dikehidupannya nanti.
Selama delapan hari delapan malam dalam upacara posuo tersebut diiringi dengan gendang dan lagu-lagu (nyanyian) dalam bahasa wolio.Pemukulan gendang (paganda) ini juga merupakan ujian bagi kesucian (keperawanan) peserta posuo.Jika dalam pemukulan gendang tersebut ada gendang yang pecah maka hal tersebut menjadi tanda bahwa diantara peserta posuo ada yang sudah tidak perawan.

v  PEMUKUL GENDANG (PAGANDA)
Kedua, sesi bhaliana yimpo merubah penampilan, kegiatan ini dilaksanakan setelah upacara berjalan selama lima hari. Pada tahap ini peserta diubah posisinya.Jika sebelumnya arah kepala menghadap keselatan dan kaki kearah utara, pada tahap ini kepala peserta dihadapkan learah barat dan kaki kearah timur. Sesi ini berlangsung selama hari ketujuh
Ketiga, sesi mata kariya atau upacara selamat dengan mengundang sanak saudara dan sahabat.Kegiatan ini biasanya dilakukan tepat pada malam ke delapan dengan memandikan seluruh peserta posuo yang ikut dalam Upacara Posuo menggunakan wadah bhosu (berupa buyung yang terbuat dari tanah liat).Khusus para peserta yang siap menikah, airnya dicampur dengan bunga cempaka dan bunga kamboja.Setelah selesai mandi, seluruh peserta didandani dengan busan ajo kalembe (khusus pakain gadis dewasa). Biasanya peresmian tersebut dipimpin oleh istri moji (pejabat Masjid Keraton Buton atau petua adat) dan kemudian peserta posuo duduk berbaris dan diadakan semacam acara tari-menari
Tarian yang dipakai dalam acara posuo adalah tari kallegoa dan mangaru (manca).

v  TARI KALEGOA
Peserta posuo yang diberi selendang, harus menari dihadapan para peserta posuo lainnya dan para pemuka adat.Tarian Kalegoa ini adalah suatu tari tradisional yang menggambarkan suka duka gadis-gadis Buton sewaktu dalam posuo dengan bercirikan berupa gerakan memakai sapu tangan.

v  TARI MANGARU
Mangaru adalah tari klasik rakyat Butonyang melukiskan kobar semangat kesatria para leluhur dahulu kala. Ketajaman mata hati dan konsentrasi yang terpusat dan terkendali akan dapat mematahkan keampuhan senjata tajam
Setelah acara selamatan pada malam hari selesai ,dilanjutkan lagi pada siang hari yang mana peserta posuo didandani dengan menggunakan pakaian adat wolio (aja kalambe). Setelah semua peserta posuo sudah didandani mereka duduk berbaris dan para bhisa (parika) membacakan doa kepada semua peserta posuo. Kemudian para peserta posuo sudah bisa menginjakan kaki ditanah, setelah itupeseta posuo menuju sebuah tempat (sungai atau laut) untuk mengadakan ritual terakhir yaitu semua peserta diberikan sebuah benda oleh bhisa (parika) untuk kemudian dihanyutkan disungai atau dilaut. Masyrakat buton mempercayai bahwa proses itu bertujuan untuk melepaskan semua maslah-masalah yang dihadapi sebelumnya oleh peserta pusuo selama berada di dalam suo. Pada proses ini para peserta didampingi oleh keluarganya. Dalam proses pelepasan atau melepaskan suatu benda diair, jika benda tersebut berhenti atau terhalang oleh seduatu maka peserta tersebut tidak akan berumur panjang, jika benda ang dilepaskan diair berjalan mengikuti aliran air, sampa tidak kelihatan maka jodohnya juga tika akan jauh.
Setelah proses terakhir selesai maka peserta posuo dapat kembali kerumahnya masing-masing dengan harapan mereka adalah seorang gadis yang telah baliq (kalambe).

v  TARI LINDA
Tari linda merupakan salah satu tradisional,yang ditarikan oleh gadis-gadis yang sedang tumbuh menjadi gadis dewasa. Pelakunya terdiri dari wanita yang berjumlah enam sampai delapan orang saja.Pakaian mereka terdiri dari baju kombo yang bahannya terdiri dari kain polos, dan leher yang pinggir bawahnya dibis dengan warna merah. Seluruh pakaian ini dihiasi dengan manik-manik yang terbuat dari perunggu , sarungnya dibuat empat warna dimana bagian paling dalam berwarna merah, kemudian  hijau, putih dan paling luar berwarna hitam. Kepala mereka dihiasi dengan beberapa hiasan seperti tiga buah panto  ( gelang kepala) di pasang pada bagian atas dari pada konde penari yang telah di lingkar dengan bandol konde dari kain berwarna merah yang dihiasi pula dengan picing dan manik-manik pada bagian belakang kepala dipasang kabunsale yang berwarna merah. Mereka juga memakai kalung leher dan beberapa gelang di kedua tangan mereka.
Pakaian ini khusus digunakan pada saat seorang gadis keluar dari pingitan (kagombo) untuk melaksanakan tari linda.cara memakainya yaitu penari-penari keluar dari dua penjuru dengan gaya lego (berlenggang) setelah menghadapi penonton, mulailah gerakan pertama. Kedua tangan mengambil selendang yang melilit dileher dan dibawa ke sebelah kiri , laksana orang yang sedang memetik sesuatu bersamaan dengan gerak kaki yang digesekkan ke kiri sambil mengaunkan kaki kanan ke arah dengan perhitungan tiga dan dibalas dengan kaki kiri dengan perhitungan empat. Pengiring dari tarian ini adalah alat music gendang, gong, dan dengu-dengu, dengan cara ditabu atau dipukul.
Dengan catatan sejarah yang pernah dijajah selama 350 tahun, membuat Indonesia memiliki banyak bangunan-bangunan pertahanan seperi benteng yang bertujuan sebagai tempat perlindungan dari serangan musuh.Salah satunya adalah benteng yang berada dipulau buton

v  BENTENG KERATON WOLIO BUTON SULAWESI TENGGARA


       Sebuah benteng yang terletak di kota Bau Bau, Pulau Buton, Sulwesi Tenggara ini merupakan bekas peninggalan kesultanan Wolio/Buton dan biasa disebut dengan Benteng Keraton Wolio. Benteng Buton berada di pulau Buon (kota BauBau) secar geografis merupakan kawasan timur jazirah tenggara pulau Celebes/Sulawesi. Benteng Keraton Buton yang aslinya disebut keraton Wolio yang dibangun pada masa pemerintahan Sultan Buton VI (1632-1645), bernama Gafurul Wadudu. Benteng ini berbentuk huruf dhal dalam alphabet arab yang diambil dalam huruf terakhir nabi Muhammad SA.

     Benteng yang berbentuk lingkaran ini panjang kelilingnya sekitar 2.740 meter.Benteng Keraton Buton mendapat penghargaan dari MuseumRekor Indonesia (MURI) dan Guiness Book Record yang dikeluarkan bulan September 2006 sebgai benteng terluas didunia dengan luas sekitar 23,375 hektare.Benteng keratin Buton ini merupakan bekas ibukota kesultanan Buton.
Benteng Keraton Buton dibangun pada abad ke-16 oleh sultan Buton IIIbernama La Sangaji yang bergelar sultan Kaimuddin (1591-1596).Awal mulanya, benteng ini hanya dibangun dalam bentuk tumpukan batu yang disusun mengelilingi komplek istana denga tujuan untuk membuat pagar pembatas antara kompelek istana dengan perkampungan masyarakat dan sebagai benteng pertahanan.Pada masa pemerintahan Sultan Buton IV yang bernama La Elangi atau Sultan Dayanu Ikhsanuddin, benteng yang berupa tumpukan batu tersebut dijadikan bangunan permanen.
Selain menyimpan sejarah benteng ini juga mempunyai daya tarik tersendiri. Dimana,dari tepi benteng yang sampai saat ini masih berdiri kokoh anda dapat menikmati pemandangan kota BauBau dan hilir mudik kapal di selat Buton dengan jelas dari ketinggian , suatu pemandangan yang cukup menakjubkan. Selain itu, didalam kawasan benteng dapat dijumpai berbagai peninggalan sejarah Kesultanan Buton.

     Bila berkunjung ditempat ini, pertama anda akan melihat disisi kanan pintu gerbang benteng itu adalah Masjid Agung Wolio yang memiliki nama lain Masjid Al Muqarrabin Syafyi Shaful Mu’min. masjid yang sudah berumur 300 tahun ini masih aktif digunakan hingga kini, terutama saat salat Jum’at.

     Didepan masjid ini juga ada aula kesultanan yang biasa digunakan untuk kegiatan kesultanan.Di masjid terdapat tiang bendera Kesultanan Buton yang menjulang disisinya.Semua pewaris sejarah lisan di Buton bersepakat bahwa tiang bendera kayu itu sudah beusia sekitar empat abad lamanya.
Tidak jauh dari masjid agung ini anda dapat menginjakkan kaki ke malige (mahligai Kasultanan Buton) yang berdiri anggun di pertengahan kota BauBau. Rumah adat itu asli buah tangan arsitektur Tradisional Buton, yang merupakan panggung berjenjang dan bertingkat tanpa menggunakan pasak sebagai perangkainya.

     Banyak objek menarik yang bisa anda lihat didalam benteng Keraton Wolio itu. Seperti Batu Wolio, batu popaua,masjid agung, makam sultan Murhum (Sultan Buton Pertama), Istanan Badia, dan meriam-meriam kuno. Batu Wolio adalah sebuah batu biasa berwarna gelap. Besarnya kurang lebih sama dengan seekor lembu sedang duduk berkubang. Konon, disekitar batu inilah rakyat seempat menemukan seorang putri jelita bernama wakaa-kaa yang dikatakan berasal dari Tiongkok. Bila anda menjelajahi lebih jauh kedalam keraton ini,.Disalah satu sebuah kamar Kamli (Istana) Badia, masih di kompleks keratin, terdapat meriam bermoncong naga.Meriam Bersimbol naga tersebut dibawa leluhurnya Wakaa-kaa dari Tiongkok sekitar 700 tahun silam.Meriam itu masih memilki peluru dan masih bisa diledakkan. Ada Kamali Badia yang seperti tidak lebih dari rumah konstruksi kayu khas Buton , sebagaimana rumah anjungan Sultra di Taman Mini Indonesia Indah Jakarta. Sesuai tradisi, rumah atau istana Kesultanan Buton harus dibuat keluarga sultan dengan biaya sendiri.

    Bangunannya terdiri dari atas susunan batu gunung bercampur kapur dengan bahan perekat dari agar-agar, sejenis rumput laut.Luas seluruh kompleks keraton yang diitari benteng meliputi 401.911 meter persegi.Area yang demikian luas itu mengalahkan benteng terluas didunia sebelumnya yang berada di Denmark.Arsitektur banguna ini memilki bentuk yang cukup unik dan menarik yang terbuat dari batu kapur/gunung.Benteng ini mempunyai 12 pintu gerbang yang dinamakan Lawa dan 16 emplasmen meriam yang mereka sebut Baluara.Karena letaknya pada puncak bukit yang cukup tinggi dengan lereng yang cukup terjal memungkinkan tempat ini sebagai tempat pertahanan terbaik dizamannya.

    Pada masa kejayaan pemerintahan Kesultanan Buton, keberadaan Benteng Keraton Buton memeberi pengaruh besar terhadap eksistensi kerajaan.Dalam kurun waktu lebih dari empat abad, kesultanan Buton bisa bertahan dan terhindar dari ancaman musuh. Dari tepi benteng yang sampai ini masih berdiri kokoh anda dapat menikmati pemandangan kota BauBau dan melihat hilirmudik kapal diselat Buton denga jelas dar ketinggian masing-masing pintu gerbang meiliki ciri khas yang sama yaitu dengan meriam dan bangunan seperti bungalow. Dari situ anda bisa melihat kecantikan Buton dari ketinggian.Perumahan yang tersusun sedemikian rupa, dilengkapi denga pepohonan dan laut menghampar dikejauhan.

     Benteng ini luasnya 23,375 hektar dengan panjang keliling 2,7 Km. benteng ini meiliki 12 pintu gerbang dengan satu pintu tersembunyi yang konon jadi tempat persembunyian Arung Palakka. Salah satu pintu yang terkenal ada didekat Masjid Agung Walio dan diaula Kesultanan.
Jika anda berkeliling di benteng ini tidak cukup sehari, jika anda mendatangi

   Dari paparan diatas dapat disimpulkan bahwa Kampung Cia Cia sudah mengalami Koreanisasi.Menurut saya ini memiliki dampakpositif dan negatif. Dampak positifnya, kampung ini bisa menjadi pusat pembelajaran bahasa Korea karena sudah menjalin kerjasama dengan  Hunminjeongeum Research Institute(Lembaga Riset Bahasa Korea). Dan dampak negatifnya, akibat dari berkembangnya bahasa korea diButonmengundang banyak orang korea datang kesana.Ditakutkan makin berkembang pula budaya korea lainnya di buton sehingga budaya asli buton akan tergeser dengan kebudayaan korea.
Salah satu budaya buton yang masih rutin dilaksanakan adalah Tradisi Pusuo yang bertujuan  sebagai symbol masa transisi atau peralihan status seorang gadis dari remaja (kabuabua) menjadi dewasa ( kalambe), serta untuk mempersiapkan mentalnya dalam membina rumah tangga. Upacara ini dilaksanakan selama delapan hari delapan malam dalam ruangan khusus yang oleh masyarakat buton menyebutnya dengan suo.Serta di pimpin oleh pemimpin upacara yang disebut Bhisa.Upacara ini juga dilengkapi dengan Tarian Kalegoa yang menggambarkan suka duka gadis-gadis Buton sewaktu dalam posuo dengan bercirikan berupa gerakan memakai sapu tangan.


  Untuk pariwisata sejarah di buton yaitu benteng Keraton Wolio adalah sebuah benteng terbesar dunia.benteng ini merupakan saksi bisu perjuangan  masyarakat buton dalam melawan para penjajah.Tempat ini dapat menjadi sarana edukasi untuk mempelajari sejarah  kasultanan Buton. Dari atas benteng ini anda bisa melihat pemandangan kota Bau Bau. 

DAFTAR PUSTAKA
http://wisata-muna.blogspot.com/2010/05

 

Izdni Mariah Sabilla
NIM: 4423143972
Usaha Jasa Pariwisata UNJ 2014 (B)
Email: mariahizdni@gmail.com


No comments:

Post a Comment