Sunday, October 4, 2015

Tugas-1 Suka Duka Menjadi Pemandu Wisata



Pengalaman Yang Tak Terlupakan Menjadi Seorang Pemandu Wisata


Tak kenal maka tak sayang, maka dari itu izinkanlah saya memperkenalkan diri saya,  nama saya Isnaini Putri Yunita, saya adalah salah satu mahasiswi Usaha Jasa Pariwisata di Universitas Negeri Jakarta tahun 2014. Saya adalah anak kedua dari 2 bersaudara, saya lahir dan dibesarkan di Kota Bekasi bersama kedua orang tua saya.

Pertama-tama izinkanlah saya mengucapkan puji dan syukur atas kehadirat dan limpahan karunia dari Allah S.W.T atas izin-Nya saya diberikan kelancaran untuk dapat hidup sesuai aturan-Nya. Saya berterimakasih juga kepada Bapak M. Shobiriennur Rasyid selaku dosen mata kuliah Pemanduan I tentang wisatavbudaya yang telah memberikan ilmu yang amat sangat bermanfaat selama proses perkuliahan. Dan tidak lupa saya berterimakasih kepada kedua orang tua saya yang telah mendukung dan membimbing untuk memilih jalan hidup saya yang menurut saya akan membawa saya ke arah yang lebih baik. Serta untuk semua teman-teman saya yang saya sayangi, khususnya Mahasiswa/i UJP UNJ’14 kita harus terus berjuang bersama untuk mendapatkan hasil yang terbaik. Semangat!

Pada kesempatan kali ini saya akan menjelaskan tentang pengalaman memandu selama 19 tahun ini. Saya mulai menjajaki dunia Pariwisata pada tahun 2011, tepatnya  saat memutuskan untuk memilih Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) bidang Perhotelan (Hospitality) di SMKN 24 Jakarta. Beberapa bulan sebelum kelulusan, saya masih dipusingkan oleh 2 pilihan, yaitu: melanjutkan ke Universitas di bidang yang sama atau berbelok ke jurusan yang sama sekali tidak ada sangkut pautnya dengan dunia Pariwisata. Akhirnya setelah berfikir, berdoa, dan meminta saran yang terbaik kepada kedua orang tua, saya memilih untuk tetap meneruskan mengambil di bidang yang sama yaitu bidang Pariwisata. Akhirnya setelah pengumuman kelulusan, banyak program ujian yang ditawarkan di berbagai Universitas negeri mapun swasta. Impian terbesar saya saat itu adalah masuk dan menjadi bagian dari Vokasi UI, tetapi Allah berkata lain dan menggantikan yang tak kalah baik dengan impian saya yaitu mendapatkan kesempatan besar untuk masuk dan menjadi bagian dari Pariwisata UNJ tahun 2014, syukur Alhamdulillah saya selalu panjatkan dan ini adalah proses untuk menjadi orang yang sukses.

Setelah beberapa bulan menjadi bagian dari Pariwisata UNJ’14, diadakanlah program city tour untuk mengembangkan kepercayaan diri menjadi seorang Pemandu Wisata. Lokasi program city tour yaitu Jakarta-Bogor-Bandung, dan kebetulan saya mendapatkan bagian menjadi seorang Pemandu Wisata di dalam bus saat perjalanan pulang yaitu dari Museum Geologi-Bandung sampai Tol Padalarang, tak lupa juga di dalam bus kami bersama para senior dan dosen yang siap menilai kemampuan Guiding kami.

 (Gambar 1: Foto bersama UJP UNJ'14 di Puncak, Jawa Barat)

Pada awalnya ketika mendapatkan kesempatan menjadi seorang Pemandu Wisata, hati saya merasakan sedikit kegelisahan antara bisa atau tidak, antara mampu atau tidak, tetapi untuk mengatasi masalah tersebut saya terlebih dahulu harus menguasai materi yang akan saya sampaikan. Rasa cemas, grogi dan kurang percaya diri pun hinggap ketika melihat teman-teman saya menyampaikan dengan gaya mereka masing-masing dan terlihat baik. Ketika nama saya dipanggil untuk menjadi Pemandu Wisata, entah mengapa ketika berada di depan saya dapat melihat bahwa orang-orang yang ada di dalam bus sedang memperhatikan saya seakan-akan seperti harimau yang siap memangsa seekor rusa, menakutkan. Tapi apadaya saya harus tetap berbicara karna ini sebuah tuntutan yang harus dipenuhi dalam Mata Kuliah Pengantar Pemanduan.

(Gambar 2: Saat menjadi Pemandu Wisata di dalam Bus)

Awal yang baik untuk seorang pemula seperti saya, menyenangkan sekali ketika dapat menyampaikan sebuah informasi kepada banyak orang, menyenangkan juga ketika melihat senyuman dan mendengar tepuk tangan dari penumpang di dalam bus ketika telah mendengarkan informasi yang saya sampaikan. Ternyata menjadi seorang Tour Guide adalah hal yang amat sangat menyenangkan.

Tak sampai disitu saja, ketika naik tingkat ke semester 2 ada hal yang harus diselesaikan yaitu Praktek Kerja Lapangan bertemakan tempat wisata selama 2 bulan. Well, pertama kali saya sempat berfikir mengapa harus secepat ini berada di lingkungan kerja yang sesungguhnya, akan tetapi pada saat saya berada di bangku Sekolah Menengah Kejuruan pun saya sudah merasakan berada di lingkungan kerja yang sesungguhnya selama 6 bulan maka dari itu saya sudah tau pasti bagaimana rasanya.

Akhirnya kami pun dibebaskan untuk memilih tempat wisata untuk menjadi tempat kami berorientasi di lingkungan kerja selama 2 bulan kedepan. Saya pun memilih Trans Studio Bandung sebagai tempat praktek kerja kali ini dengan alasan lain saya ingin hidup mandiri dan saya ingin tahu bagaimana rasanya berada di tempat yang jauh dari keluarga. Akhirnya 3 bulan pun saya tempuh hidup mandiri di Kota Bandung bersama dengan sahabat saya yaitu Ardianny dengan bantuan dari saudara sahabat saya tetapi tetap dipantau oleh orang tua kami masing-masing. Banyak suka dan duka ketika berada jauh dari kedua orang tua, sebagai contoh untuk suka saya bisa mengenal lebih jauh kerlap-kerlip lampu kota Bandung di malam hari bersama teman-teman kerja saya yang usianya di atas saya, untuk duka yaitu ketika saya harus mengurus hidup saya sendiri mulai dari memasak, mencuci, dll. Tapi dari semua itu saya mencoba mengambil hikmah dan hal positif selama saya hidup mandiri jauh dari kedua orang tua.

Praktek Kerja Lapangan kali ini saya dipercayakan berada di dalam Department Sales Edutainment khususnya dibagian Event. Pekerjaan saya biasanya adalah mengescort pengunjung dari mulai mereka sampai di theme park hingga masuk ke dalam theme park. Sebenarnya masih banyak lagi pekerjaan lain yang saya dapatkan selama saya berada di lingkungan kerja, akan tetapi saya akan menjelaskan tentang pekerjaan Guiding saja. Pengalaman mengguide di Trans Studio Bandung hampir setiap hari saya lakukan. Disana saya bertemu banyak orang dengan karakter orang yang berbeda-beda, tetapi sebagai pegawai yang mengutamakan SOP, saya berusaha keras untuk tetap tersenyum dan ramah kepada pengunjung.

(Gambar 3: Saat escort pengunjung dalam event Marching Band Indonesia)

Guiding yang saya lakukan biasanya khusus untuk mengguide para pelajar yang berasal dari sekolah ataupun Universitas yang datang ke Trans Studi Bandung untuk berwisata. Pertama kali saya hanya melihat dan mencoba menyerap informasi yang disampaikan senior saya ketika menyampaikan beberapa informasi di depan pengunjung, dan ketika ada kesempatan saya mencoba utnuk memberanikan diri berada di depan antrian barisan kelopok pelajar yang hendak masuk ke dalam theme park untuk menjelaskan beberapa informasi seperti yang biasa dilakukan oleh senior saya. Setelah itu setiap hari saya dipercayakan untuk membawa rombongan pelajar dan menjelaskan kepada mereka tentang Trans Studio Bandung mulai dari area loket tiket hingga ke pintu masuk. Aktifitas ini telah berlangsung kurang lebih 2 bulan.

Dari kedua pengalaman saya diatas, saya mendapatkan banyak sekali pelajaran yang sangat berharga. Kalian semua tahu bahwa semua orang menyukai Travelling, kegiatan wisata itu sangat menyenangkan karena berhubungan dengan kesehatan, kesegaran, dan kesenangan serta pengalaman yang tak terlupakan, apalagi bisa menjadi bagian dari proses terjadinya Pariwisata itu sendiri sebagai contoh menjadi seorang Pemandu Wisata. Semua dapat terlihat sangat menyenangkan ketika kita melaksakanannya dengan kesungguhan hati dan dengan niat yang baik juga tentunya.

Saat ini saya merasa sangat bangga menjadi salah satu mahasiswi program studi Usaha Jasa Pariwisata di Universitas Negeri Jakarta karena kecintaan saya akan kekayaan alam di Indonesia maupun dunia. Karena tak hanya menjadi seorang Pemandu Wisata, kami diajarkan juga bagaimana sejarah destinasi wisata itu muncul, diajarkan bagaimana menjaga dan memajukan destinasi wisata di Indonesia dan masih banyak lagi.

Mungkin itu saja yang dapat saya sampaikan kali ini, apabila ada kekurangan dalam kalimat mohon dimaklumi karena taka da satupun manusia yang sempurna. Semoga ketika kalian membaca tulisan ini kalian akan berfikiran sama dengan saya yaitu berniat untuk menjaga dan memajukan negara Indonesia ini agar lebih maju khususnya dalam sektor Pariwisata.


Isnaini Putri Yunita
4423143927
Usaha Jasa Pariwisata A 2014

isnainiputriyunita@gmail.com

Tugas - 1 Suka Duka Menjadi Pemandu Wisata

Menjadi Pemandu Wisata Yang Tak Terlupakan

     Salam sejahtera bagi para pembaca blog ini.

     Sebelumnya saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Soebirin selaku Dosen Usaha Jasa Pariwisata, Universitas Negeri Jakarta pada mata kuliah Pemanduan I : Wisata Budaya yang telah membimbing saya dalam menyelesaikan tugas ini.Tak lupa kepada Tuhan Yang Maha Esa karena kita masih diberi kesehatan serta pihak – pihak yang telah membantu saya baik materil maupun non materil.

     Perkenalkan saya Rizqi Aulia Paramitha dari Usaha Jasa Pariwisata di Universitas Negeri Jakarta. Saya lahir di Jakarta pada tanggal 2 November 1996. Sudah kurang lebih 1,5 tahun saya menjalankan tugas sebagai mahasiswi di jurusan Usaha Jasa Pariwisata. Tak terasa sudah semester 3 ini saya jalani, banyak sekali tugas – tugas yang harus dengan senang hati saya kerjakan demi memenuhi segala syarat kelulusan dan tentunya mendapatkan nilai A dari dosen. Namun, dibalik semua tugas – tugas yang diberikan oleh dosen itu membuat segala pengetahuan saya terbuka. Semasa SMA dulu saya tidak mengerti apa itu ilmu pariwisata, yang saya tahu hanyalah jalan – jalan. Secara saya sama sekali tidak belajar pariwisata karena saya berada di jurusan IPS alias Ilmu Pengetahuan Sosial dimana IPS mempelajari tentang ilmu sosial masyarakat. Mungkin selama 18 tahun ini baru 1,5 tahun saya mengenal ilmu pariwisata sesungguhnya. Dulu mungkin saya sama sekali tidak tertarik untuk kuliah di jurusan ini, kalau kata orang – orang sih iseng – iseng milih eh keceplung juga. Namun setelah dijalani, tak seburuk yang dibayangkan. Walau banyak orang yang mengatakan bahwa kuliah pariwisata itu santai, asyik, jalan – jalan terus ya coba lah kalian duduk – duduk di bangku kelas saya J. Kuliah pariwisata itu sama saja kok dengan kuliah jurusan lain, ada saat yang enak ada juga saat yang tidak enaknya. Jadi masing – masing jurusan punya porsinya masing – masing.

     Sebagai orang baru di dunia pariwisata, saya mempunyai segudang pertanyaan tentang pariwisata pastinya. Pelan – pelan tapi pasti semua tugas yang diberikan dosen itu sangatlah bermanfaat bagi saya. Di mata kuliah ini contohnya, saya akan menceritakan suka duka saya sebagai pemandu wisata. Saya memang masih asing dengan hal ini, karena baru 2 kali pengalaman saya menjadi seorang pemandu wisata. Inilah senangnya saya dapat berkuliah dijurusan pariwisata, belajar menjadi seorang pemandu wisata.

     Sekedar informasi, pemandu wisata adalah seseorang yang memandu atau memimpin sebuah rombongan wisata dimana ia yang menjelaskan secara detail segala informasi objek – objek wisata yang dikunjungi dan ia juga yang memimpin sebuah rombongan wisata. Bergerak dibidang jasa dimana harus mengutamakan sebuah service excellent kepada para wisatawan. Berikut adalah hal – hal yang harus dikuasai seorang pemandu wisata :
  1.     Pemandu wisata harus mempunyai pengalaman dan keahlian yaitu mengerti akan bagaimana memimpin serta bertanggung jawab pada seluruh wisatawan.
  2.    . Pemandu wisata harus memberikan pelayanan terbaik untuk semua para wisatawan.
  3.      Pemandu wisata harus mampu memecahkan segala masalah yang terjadi saat tour berlangsung.
  4.   Pemandu wisata harus mampu berimajinasi dan berkreativitas dalam berbicara ataupun menjelaskan tentang objek – objek wisata kepada para wisatawan yang didalamnya ada sedikit humor serta memberikan kenyamanan bagi yang mendengarkan agar tidak merasa bosan.

     Pengamalaman pertama saya menjadi seorang pemandu wisata adalah saat saya menduduki usia 18 tahun tepatnya pada bulan desember 2014 saya bersama teman – teman saya berkesempatan untuk memenuhi tugas untuk menjadi seorang pemandu wisata. Kami tour menuju Kota Bandung, Jawa Barat. Dari sekitar 60 mahasiswa dibagi menjadi 2 bus dengan dua destinasi berbeda yaitu bus pertama menuju Museum Geologi dan bus kedua menuju Museum KAA. Dengan melewati rute puncak menuju Bandung saya berkesempatan memandu teman – teman saya di Museum Geologi.

     Museum Geologi yang terletak di Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Jawa Barat,  Indonesia adalah sebuah museum yang wajib dikunjungi wisatawan saat berkunjung ke Kota Bandung. Museum Geologi adalah museum yang mempelajari segala sesuatu tentang bumi seperti memahami dinamika bumi, fenomena geologi serta jejak – jejak kehidupan didalamnya. Terdapat ruang sejarah kehidupan, ruang geologi Indonesia, ruang sumber daya geologi serta dapat menyaksikan pemutaran kisah awal mula terbentuknya muka bumi.

     Saat itu saya berkesempatan memandu teman – teman di ruang sayap barat tepatnya pada penjelasan keadaan geologi Sumatra, Jawa, Sulawesi, Maluku, Nusa Tenggara serta Papua. Saat itu saya benar – benar harus memahami isi materi yang akan saya bicarakan dihadapan teman – teman serta dosen yang akan menilai saya. Perasaan campur aduk karena pertama kalinya saya memandu sebuah rombongan dengan semua mata tertuju pada saya. Berusaha mengucapkan semua kata – kata yang telah dipersiapkan sebelumnya namun, karena jantung berdegup kencang rasanya mulut tak mampu berkata. Saya tak tahu apa yang saya bicarakan, yang saya tahu hanyalah semua mata memandang saya. Selesai sudah bagian saya untuk memandu rombongan, tentunya perasaan pun lega. Saat itu saya berfikir, bahwa apapun hasilnya setidaknya saya telah berusaha menampilkan yang terbaik.

     Saya melihat teman – teman saya yang tampil cukup baik, tidak gemetaran, dan lancar menyampaikan materinya. Sungguh iri dan rasanya ingin melihat bagaimana cara saya tampil tadi. Rata – rata mereka yang tidak gugup sudah pernah menjadi seorang pemandu wisata. Sudah tidak heranlah saya melihat mereka begitu asyik berbicara.

     Pengalaman kedua saya berawal dari kegiatan Praktek Kerja Lapangan atau yang sering dikenal PKL. Pkl yang saya jalani terhitung sekitar 3 bulan yaitu bulan april, mei, juni 2015 lalu tepatnya pada semester 2. Dimana jadwal untuk semester 2 tersebut adalah 3 bulan materi dan 3 bulan PKL di sebuah destinasi wisata di Indonesia. Berhubung Taman Mini Indonesia Indah terletak sekitar 9 km dari rumah saya maka dari itu saya bersama keempat teman saya PKL di TMII.    

     Taman Mini Indonesia Indah terletak di daerah Jakarta Timur. Sebuah destinasi wisata di Indonesia yang sangat populer dan menjadi salah satu ikon wisata yang wajib dikunjungi para wisatawan domestik ataupun mancanegara saat berkunjung ke Kota Jakarta, Indonesia. Tempat yang luasnya mencapai 150 hektar ini dilengkapi dengan berbagai macam keunikan seperti terdapatnya 33 anjungan provinsi di Indonesia, 15 museum yang berbau Indonesia serta wahana – wahana lainnya yang dapat menarik wisatawan yang berkunjung.

     Di tempatkan di bagian bussiness center TMII tepatnya pusat informasi TMII, saya merasa sangat bangga karena disitulah saya belajar memberikan informasi seputar TMII bagi wisatawan yang datang ke tempat saya. Mungkin bukan sebagai pemandu wisata yang memandu secara langsung wisatawan di suatu objek wisata. Namun, posisi saya di informasi center tak jauh beda dengan pemandu wisata. Karena saya juga harus menjawab segala kebutuhan para wisatawan yang datang. Seperti para turis asing  yang berasal dari Amerika, Eropa, China, Jepang, Arab, Afrika dan lainnya dengan logat bahasa inggris mereka masing - masing yang menanyakan suatu hal kepada saya dan saya harus bisa menjawab pertanyaan tersebut. Itulah yang saya senangi saat PKL disana, belajar berkomunikasi dengan orang banyak serta memperlancar bahasa inggris saya.

     Saya tidak ditempatkan sebagai seorang pemandu wisata memang, namun pada satu kesempatan saya pernah sekali diajak memandu anak – anak SD pada suatu acara Pameran Bersama Museum Se - Indonesia dalam memperingati HUT TMII yang ke - 40. Pameran Bersama Museum Se – Indonesia adalah sebuah acara pameran yang diikuti sekitar 46 museum dari Sabang hingga Merauke. Seperti Museum Wayang Jakarta, Museum Geologi Bandung serta kerajinan – kerajinan daerah di Indonesia dan pameran hewan maupun tumbuhan maupun acara hiburan lainnya. Acara ini sengaja mengajak beberapa para siswa dan siswi Sekolah Dasar di sekitar TMII. Mereka akan diajak berkeliling dahulu untuk berwisata pendidikan lalu akan diantarkan ke tempat pameran ini berada. Tugas saya adalah memandu siswa – siswi Sekolah Dasar pada saat mereka berada di pameran tersebut. Dengan memperkenalkan satu per satu museum yang turut serta dalam pameran ini. Berbeda memang pengalaman pertama saya dengan pengalaman kedua saya ini, karena rombongan saya pada saat di Bandung adalah teman – teman saya yang seumuran dengan saya namun lain hal pada siswa SD ini. Mereka ada yang memperhatikan, masa bodo bahkan ada yang kabur begitu saja tak ikut dalam barisan. Melelahkan memang untuk mengurus puluhan anak SD tersebut namun dengan kepolosan mereka saya harus menjawab segudang pertanyaan yang sangat lucu – lucu. Mereka terlihat sangat senang, tertawa, lari – larian, mengambil satu per satu brosur dari museum satu ke museum yang lain. Terasa tak ada beban memang karena mereka mungkin tak akan mengkritik omongan kita karena mereka mungkin tak mengerti apa yang kita bicarakan.

     Dari kedua pengalaman saya diatas yang telah saya bagikan kepada para pembaca, balik lagi kepada suka duka menjadi pemandu wisata. Suka nya menjadi pemandu wisata adalah yang pasti bisa jalan – jalan gratis tanpa memikirkan ongkos, transportasi, akomodasi yang dimana justru kita yang dibayar, dapat melatih cara berkomunikasi saya pada khalayak, saya tahu bagaimana rasanya diperhatikan oleh orang banyak, menyenangkan karena dapat mengenal banyak orang, melatih kepercayaan diri saya, dengan berbagai macam materi yang saya siapkan sebelum saya memandu dapat memperluas pengetahuan saya pastinya. Intinya, alangkah bahagianya dalam memandu wisatawan adalah saat kita berhasil memandu wisatawan dengan melihat wajah mereka yang terlihat bahagia dan selalu antusias terhadap apa yang kita beri ataupun informasikan.

     Duka nya menjadi seorang pemandu wisata adalah  yang pasti harus bisa menguasai bahasa asing minimal bahasa inggris, harus rajin membaca agar wawasan terus berkembang, harus siap menghadapi segala komplain dari wisatawan, harus siap menghadapi berbagai macam karakter wisatawan yang terkadang membuat kita pusing, harus bisa menutupi segala keegoisan saya dan mengutamakan kepentingan wisatawan, harus bisa menjawab segala pertanyaan yang mereka ajukan dengan menjawab secara benar. Intinya, wisatawan adalah raja dan akan selalu menuntut apa yang mereka bayar dan apa yang mereka harapkan tanpa peduli bagaimana keadaan kita.

     Saya sebagai salah satu mahasiswi jurusan Pariwisata di Indonesia, akan sangat bangga dapat menjadi seorang pemandu wisata yang profesional. Saya dengan senang hati akan mengatakan siap jika saya dapat berpartisipasi dalam berbagai macam tour yang akan membutuhkan seorang pemandu wisata. Dengan berkembangnya atau meningkatnya mutu pemandu wisata di Indonesia akan menarik para wisatawan asing datang ke Indonesia tentunya. Indonesia mempunyai segudang emas kebudayaan dan kekayaan yang wajib digali bagi semua orang, maka dari itu saya sebagai mahasiswi Pariwisata sangat mendukung segala aspek positif ataupun kegiatan positif yang dapat memajukan para pemandu wisata Indonesia maupun citra pariwisata di Indonesia. Seharusnya setiap daerah dapat meniru peraturan yang berlaku di Bali dimana para travel agent yang mengantarkan para wisatawan ke Bali wajib memakai pemandu wisata lokal, karena itu akan sangat membantu pertumbuhan perekonomian masyarakat lokal di Bali. Jadi tidak hanya pemerintah yang mendapatkan keuntungan akan berkembangnya wisata di daerahnya namun berdampak baik pula bagi para masyarakat lokal terutama yang berprofesi sebagai pemandu wisata.

     Selesai sudah saya akhiri tulisan ini, Insha Allah tulisan ini dapat memperluas wawasan para pembaca blog ini. Semoga profesi pemandu wisata akan terus berjaya dan mendapatkan tempat yang lebih layak di mata wisatawan, karena seburuk apapun pemandu wisata, wisatawan akan tetap membutuhkan seorang pemandu wisata demi memperlancar kegiatan tour mereka. Mohon dimaafkan apabila terjadi ketidaksengajaan kesalahan dalam tulisan ini yang dapat menyinggung seseorang. Saya akhiri dengan mengucapkan terima kasih dan semoga bermanfaat.


Usaha Jasa Pariwisata Kelas A
Rizqi Aulia Paramitha
4423143954

paramithaul@gmail.com

Saturday, October 3, 2015

Tugas-1 Suka Duka Menjadi Pemandu Wisata

 Pengalaman Menyenangkan Menjadi Pemadu Wisata

Nama saya Anisa Dyah Ayu Kartika Sari (18 tahun), saat ini saya kuliah di Universitas Negeri Jakarta, Fakultas Ilmu Sosial, Program Studi Usaha Jasa Pariwisata angkatan 2014 semester 3.
Pemandu Wisata, mungkin menurut sebagian orang menjadi pemandu merupakan tugas yang melelahkan, membosankan, dan cukup sulit. Namun menjadi Pemandu Wisata adalah hal yang menyenangkan bagi saya sendiri. Selama 18 tahun hidup saya, pengalaman menjadi Pemandu Wisata masih bisa dihitung dengan jari. Karena saya memang bukan seorang Pemandu Wisata Profesional, namun secara bertahap saya terus belajar menjadi pemandu wisata yang profesional. Dan banyak kesempatan yang membuat saya menjadi pemandu wisata yang lebih baik lagi.
Pengalaman pertama saya menjadi pemandu adalah  saat saya masih duduk di bangku SMK (Sekolah Menengah Kejuruan) dengan nama SMK Wisata Kharisma Depok. Sekolah saya merupakan jurusan perhotelan, namun yang saya pelajari tidak hanya sekedar ilmu mengenai perhotelan tetapi juga mengenai kepariwisataan. Karena perhotelan merupakan bagian dari industri pariwisata. Dan biasanya saat sekolah saya mengadakan study tour maka pada saat perjalanan menuju tempat wisata siswa-siswinya tidak sekedar duduk menunggu sampai di tempat tujuan tetapi kami diharuskan menjadi pemandu wisata di dalam bus tersebut. Jadi beberapa hari sebelum pelaksanaan study tour tersebut, kami diberikan tugas untuk memandu daerah yang sudah ditentukan. Misalnya dari sekolah hingga daerah jalan Margonda, dan begitu seterusnya sampai di tempat tujuan dan semua siswa kebagian untuk memandu.
Pertama kali saya memandu saat program Jakarta City Tour yaitu menjelaskan tentang daerah Universitas Pancasila hingga Pasar Minggu. Perjalanan kami mengelilingi kota Jakarta dan singgah di Museum Gajah, Kota Tua Jakarta, lalu ke Taman Buah Mekarsari, dan kembali ke sekolah. Saat memandu kami diharuskan berpakaian rapi, memakai sseragam hitam-putih, dasi, ikat pinggang, jas sekolah, nametag, pin lambang sekolah, dan juga sepatu pantopel. Layaknya seorang pemandu yang memang berpakaian rapi dan bersih.
Saat tiba giliran saya memandu, saya pun maju ke depan dan memegang mic agar suara saya terdengar oleh semua kawan-kawan dan guru-guru. Saya memulai pemanduan dengan membahas tentang Universitas Pancasila, bagaimana sejarahnya, fakultas apa yang ada disana, berapa luasnya, dan masih banyak lagi. Hingga sampai di daerah Pasar Minggu saya mengajak teman-teman menyanyikan lagu “Pepaya, mangga, pisang, jambu. Dibawa dari Pasar Minggu”. Setelah itu saya pun selesai memandu dan kembali duduk ke bangku saya. Perasaan saya saat memandu sangat gugup, grogi, dan takut saat selesai memandu perasaan saya sangatlah lega dan ada rasa ingin kembali maju untuk memandu. Kemudian pada akhir kegiatan Jakarta City Tour dipilihlah 3 orang yang mendapatkan juara, menurut penilaian para  guru. Dan tanpa diduga ternyata sayalah yang memenangkan juara 1.
Kegiatan berikutnya untuk memandu adalah saat sekolah saya berkunjung ke STP Bandung (ENHAII), dalam perjalanan 2 kelas yang sebelumnya dipisah bus pada saat Jakarta City Tour sekarang digabung menjadi 1 bus dan yang memandu adalah 3 pemenang dari 2 kelas sebelumnya. Saya memandu dari Sekolah sampai daerah Jalan Siliwangi Depok. Dan saya kembali memenangkan kegiatan pemanduan ini.
Dan di kegiatan terakhir pemandu dari sekolah saya yaitu saat Overland Tour and Table Manner Jakarta – Bali. Semua siswa-siswi kembali maju ke depan di dalam bus untuk pemanduan. Tidak seperti saat ke Bandung, dan sistem yang dipakai masih sama dengan pemanduan yang sebelumnya yaitu setiap siswa-siswi mendapat bagian untuk memandu berdasarkan daerah yang telah ditentukan dan diacak tidak sesuai daftar hadir di dalam kelas. Saya memandu untuk daerah Pekalongan, lalu saya menceritakan tentang Batik Pekalongan yang kaya akan warna sebagai ciri khas batik pesisir. Di kesempatan pemanduan yang terakhir ini saya tidak dapat memenangkan juara 1, melainkan hanya mendpat juara 2. Yang menarik dari perjalanan kami ini yaitu pada saat sudah di Pulau Bali kami tidak diperbolehkan memandu di dalam bus, melainkan harus menggunakan pemandu lokal yang sudah disediakan disana.
Semua pengalaman yang saya dapatkan semasa sekolah ini membuat saya menjadi lebih berani untuk berbicara di depan banyak orang, yang pada awalnya dahulu saya sangat pemalu bila di suruh maju ke depan kelas dan berbicara di depan banyak orang.
Di kesempatan berikutnya saya masuk ke Universitas Negeri Jakarta dai jurusan Pariwisata, di tempat ini saya dapat lebih mengembangkan kembali wkemampuan saya untuk memandu. Di awal semester saya diajak oleh BEMJ Sejarah untuk mengisi acara Taman Anak Langit sebagai Pemandu Wisata di Museum Nasional Indonesia atau yang lebih di kenal sebagai Museum Gajah. Saya memandu anak-anak dari Sekolah Master Depok untuk acara wisata pendidikan diluar kelas. Saya tidak sendiri dalam pemanduan kali ini, saya mengajak pula Sabilah Ulfa Harnum sebagai partner saya dalam memandu.
Kami membagi kelompok anak-anak ini menjadi 2 kelompok, kelompok pertama terdiri dari anak-anak kelas 1 sampai 3 SD dan kelompok kedua terdiri dari anak-anak kelas 4 dan 5. Kemudian 2 kelompok ini tidak kami pandu secara bersamaan melainkan kami pisah. Kelompok 1 ikut dengan Sabila berkeliling di gedung baru. Sedangkan kelompok 2 ikut dengan saya sendiri berkeliling ke Gedung Arca dan Gedung Lama. Di Gedung Arca banyak peninggalan berupa arca-arca yang merupakan koleksi dari Museum Nasional Indonesia tersebut. Dan di Gedung Lama terdapat berbagai koleksi kesenian dan adat yang ada di Indonesia.
Saat memandu anak-anak master ini saya merasa sangat gugup karena ini merupakan pertama kalinya saya memandu tanpa menggunakan kertas untuk membantu materi saya. Awalnya memang merasa sangat gugup sekali. Namun setelah sekali saya bicara di depan mereka saya pun menjadi asik dan mengikuti alur memandu disana saja. Memang anak-anak ini sedikit susah diaturnya, namun saya senangi dari mereka adalah mereka sangat antusias dengan kegiatan yang sedang mereka jalani. Mereka banyak bertanya tentang beberapa penjelasan saya berikan, semua anak-anak itu mendengarkan penjelasan saya dengan cermat dan beberapa juga mencatatnya sebagai informasi baru yang mereka dapat.
Kemudian pengalaman saya yang selanjutnya saat kegiatan study tour di kampus ke Museum Geologi dan Museum KAA Bandung. Dari dua kelas yang ada di campur menjadi satu dan dibagi lagi ke dalam 2 bus. Jadi sebagian kelas A 2014 sebagian kelas B 2014 dan sebagian ankatan 2013 yang juga ikut memandu. Dan perjalanan kami dipisah, dimana bus 1 ke Museum KAA sedangkan bus 2 ke Museum Geologi. Saya ikut bus 2 yang menuju ke Museum Geologi. Di awal perjalanan angkatan 2013 terlebih dahulu yang memandu, kemudian setelahnya baru angkatan kami. Tidak hanya di dalam bus kami juga memandu di dalam Museum Geologi. Dan saat giliran saya memandu, saya menjelaskan tentang Ekporasi dan Eksploitasi Sumber Daya Mineral. Setelah itu kami menonton sebuah film dari Museum Geologi dan kembali ke dalam bus untuk perjalanan pulang.
Dan pengalaman terakhir saya memandu adalah saat saya PKL (Praktek Kerja Lapangan) di Taman Buah Mekarsari. PKL ini sendiri merupakan kegiatan rutin yang diadakan oleh jurusan saya agar mahasiswanya mendapat praktek langsung di lapangan, dan tidak hanya teori saja. Saya PKL di Taman Buah Mekarsari ini selama 2 bulan, mulai dari 5 Mei 2015 – 6 Juli 2015. Di Mekarsari saya PKL di bagian wisata menjadi seorang Pemandu Wisata. Awalnya saat ditetapkan menjadi pemandu saya sedikit takut, karena tidak mudah menjalankan peran sebagai Pemandu Wisata ini.
Sedikit saya akan menjelaskan beberapa informaasi tentang Taman Buah Mekarsari ini. Taman Buah Mekarsari ini dibangun atas dasar gagasan Ibu Tien Soeharto pada tahun 1991 dan kemudian di resmikan oleh Presiden kedua yaitu Bapak H. M. Soeharto pada tanggal 14 Oktober 1995 yang bertepatan dengan Hari Pangan Sedunia. Luas Mekarsari sendiri adalah ± 264 Ha dan terbagi menjadi 6 zona, yaitu Festival Point, Family Walk Zone, Central Park Zone, Greenland Zone, Excotic Mediterian Zone, dan Water Zone.
Di mulai dari pintu masuk Taman Buah Mekarsari memiliki 5 loket pembelian tiket masuk yang jika pada high session semua loket ini terpakai, namun jika pada low session hanya 1 atau 2 loket saja yang dibuka. Harga tiket masuknya yaitu Rp. 25.000,- per orang dan akan mendapatkan gelang sebagai tanda tiket masuknya saja. Kemudian berjalan menuju ke gerbang masuk akan ada petugas gate (gerbang) yang akan mengecek bukti tanda masuk. Setelah itu menuruni tangga dan sampailah di zona pertama yaitu Festival Point. Di zona ini terdapat halaman yang luas dimana biasanya digunakan untuk mengadakan berbagai acara. Ada pula Garden Center yang merupakan sentra penjualan bibit tanaman yang ada di Mekarsari. Terdapat pula Information Hall dimana di tempat ini terdapat loket pembelian tiket terusan seperti tiket kereta keliling, tiket Greenland Tour, tiket Family Train, dan masih banyak lagi. Di Information Hall terdapat pula Family Tour yang merupakan tempatnya para Pemandu.
Di area Family Walk Zone terdapat berbagai fasilitas yang dapat dinikmati pengunjung, seperti Pongo Show atau teater animasi orang hutan yang dapat berinteraksi langsung kepada pengunjung, Shelter Kereta atau tempat menunggu kereta bagi pengunjung yang membeli tiket kereta keliling dimana para pengunjung akan diajak berkeliling Taman Buah Mekarsari dan turun di pemberhentian terakhir yaitu di Water Zone, lalu ada are Family Garden dimana para pengunjung dapat melakukan berbagai kegiatan seperti memancing, fish teraphy, berkuda, melukis topi caping, menanam padi, memandikan kerbau, dan masih banyak lagi. Kemuadian ada juga Kids Fun Valley atau lembah bermain anak dimana para pengunjung dapat memanjakan anak-anak mereka dengan berbagai permainan yang terdapat disini, seperti Bom-Bom Car, Monorail, Aeroplan, ATV, dan masih banyak lagi. Selain itu juga terdapat Toko Buah dan Souvenir Shop di Family Walk Zone ini.
Memasuki Central Park Zone terdapat taman yang berbentuk segitiga yaitu Plaza Air Mancur dimana taman ini biasa dikunjungi untuk berfoto-foto, bersantai dengan keluarga, hingga kegiatan Pra Wedding dan juga syuting. Di belakang Plaza Air Mancur  ini terdapat Bangunan Air Terjun yang menjadi latar belakang taman ini. Bangunan Air Terjun sendiri merupakan kantor pusatnya dari PT. Mekar Unggul Sari yang memiliki 7 lantai di dalamnya. Disamping itu terdapat Country Side dimana di area ini terdapat penyewaan sepeda BMX, single, tundem, hingga sepeda Tuk-Tuk. Selain itu di area dalam Country Side terdpat pula D’Cabin atau penginapan di dalam kontainer dengan pemandangan danau Wiratama.
Area Greenland Zone merupakan area perkebunan hijau yang biasa dilewati untuk jalur kereta keliling, Greenland Tour , dan juga Family Train. Kemudian di area Excotic Mediterian Zone terdapat tanaman langka dan tanaman yang biasa ditanam di area yang sangat panas. Selain itu juga terdapat Rumah Pohon Leo dimana penginapan ini memiliki nuansa alam yang sangat asri dan pengalaman  menarik menginap di atas rumah pohon. Dan yang terakhir yaitu Water Zone dimana di area ini terdapat berbagai permainan wahana air seperti Banana Bout, Rolling Doughnat, Flying Fish, Water Bike, SpeedBout, dan juga Perahu Naga. Selain itu juga terdapat Paintball dan juga Outbound dengan berbagai rintangan.
Di awal kegiatan PKL ini saya melakukan observasi lapangan terlebih dahulu untuk mengenal area yang nantinya akan saya jelaskan kepada para pengunjung. Beberapa minggu kemudian saya menjadi Tour Leader (TL) untuk rombongan karena sedang High Session masa liburan sekolah. Saat menjadi Tour Leader saya membawa berbagai rombongan seperti rombongan paket Paddy Village, Paddy Legend, Kids Farm, Outbound, rombongan reguler, rombongan keagamaan, hingga kegiatan Gathering. Untuk usia rombongan berbagai macam dari mulai anak Play Group, PAUD, TK, SD, hingga yang sudah bekerja. Saat menjadi Tour Leader saya menemani rombongan melakukan berbagai kegiatan dan mengarahkan mereka.
Seperti contoh saat saya menjadi TL untuk rombongan kegiatan Paddy Village Optional dari TK Az-Zahra Cileungsi. Sebelum kegiatan dilakukan saya mendapatkan Order Form untuk kegiatan yang akan dilakukan, untuk berapa jumlah rombongan yang saya bawa, berapa fasilitas dan oleh-oleh yang mereka dapatkan, dan tiket masuk serta tiket kereta keliling. Setelah itu saya menunggu rombongan datang di gerbang depan. Ketika sudah datang saya langsung menemani mereka menuju area kegiatan yaitu di Family Garden. Disana mereka mendapatkan tenda dan juga tikar. Kemudian saya mengarahkan anak-anak untuk melakukan berbagai kegiatan. Di awal kegiatan biasanya saya akan mengarahkan anak-anak untuk melakukan kegiatan menari tarian tradisional, kemudian melukis topi caping dan saya akan membantu anak-anak yang mengalami kesusahan dalam melukis. Berikutnya kegiatan menanam padi, sebelum turun ke kolam padi anak-anak harus mendengarkan arahan dari Pak Tani bagaimana menanam padi dengan sistem Tandur (Tanam Mundur) kemudian setelah itu mereka pun turun ke kolam padi untuk menanam padinya saya pun ikut turun ke kolam lumpur ini. Setelah menanam padi anak-anak kembali turun ke kolam kerbau untuk memandikan kerbau. Dan kegiatan terakhir yaitu mengkap ikan dimana ikan ini dpat dibawa pulang. Setelah kegiatan di Family Garden selesai saya mengantarkan mereka keliling kebun buah Mekarsari dan turun di area Water Zone dimana mereka dapat melakukan acara bebas dan antinya akan saya jemput kembali di Shelter kereta danau jika mereka sudah ingin pulang.
Di bulan berikutnya saya pun ditugaskan untuk observasi kembali karena masa liburan sekolah telah usai. Kemudian setiap minggunya saya akan di tes untuk memandu di dalam kereta wisata Taman Buah Mekarsari. Yang cukup saya banggakan adalah saya sudah dapat dilepas untuk memandu sendiri di dalam kereta untuk kegiatan wisata Greenland Tour disaat teman-teman saya masih harus melakukan observasi lagi.
Untuk kegiatan Greenland Tour ini saya menemani pengunjung untuk berkeliling Taman Buah Mekarsari dan singgah di kebun buah yang sedang panen seperti biasanya Kebun Buah Melon, Kebun Buah Salak, dan Kebun Buah Belimbing dimana buah-buah ini tidak mengenal musim dan dapat dipanen kapan saja. Jalur yang dilalui yaitu jalur Greenland Zone hingga Water Zone. Pengunjung yang datang pun beragam tidak hanya orang Indonesia tapi juga banyak wisatawan asing seperti wisatawan China, Korea, Eropa, dan yang paling banyak adalah wisatawan Arab.
Saat menjadi Pemandu
di Taman Buah Mekarsari
Setelah masa PKL selesai saya dan teman-teman saya yang lain dipanggil kembali untuk menjadi Freelance sebagai Pemandu di pekan lebaran karena pada saat itu merupakan High Session. Dan pengalaman saya menjadi pemandu di Taman Buah Mekarsari ini merupakan pengalaman paling berkesan dan menyenagkan karena saya bisa jauh lebih mendalami tugas sebagai seorang Pemandu Wisata. Selain itu saya juga mendapat banyak teman, bukan hanya karyawan Mekarsari saja tapi juga beberapa dari para pengunjung. Sedikit demi sedikit saya telah belajar menjadi pemandu wisata yang profesional.


Nama : Anisa Dyah Ayu Kartika Sari
Prodi : Usaha Jasa Pariwisata 2014
Email : anisadyahayu.kartikasari@yahoo.com
Gmail : anisadyahayuks@gmail.com