Showing posts with label tourism. Show all posts
Showing posts with label tourism. Show all posts

Sunday, January 3, 2016

Tugas 5- Observasi Baduy_Bunga Riezki

Jalan-jalan ke Baduy dipandu oleh Kang Arji

Dipenghujung akhir tahun 2015, tepatnya pada tanggal 22 Desember Pariwisata UNJ angkatan 2014 mengadakan observasi daerah tujuan wisata di tempat yang jauuuuhh dari hiruk pikuk ibukota dan peradaban manusia moderen. Observasi kali ini diadakan untuk memenuhi ujian akhir semester Wisata Budaya dibawah naungan Bapak Sobirin serta ditemani dua dosen lainnya Bapak Fuad dan Bapak Dede. Sebelum acara ini belangsung tentunya panitia acara sudah mempersiapkan acara ini dengan sebaik mungkin dan tak lupa kita berpamitan pada orang terkasih mamah papah kakak adek nenek kakek om tante teman pacar gebetan cemceman dan lain sebagainya. Pagi yang cerah untuk awal nan indah hari ini dan untuk dua hari kedepan kita akan berpetualang mengarungi melewati menjelajah desa yang amat unik dan masih memegang teguh kepercayaan leluhur nenek moyang nya yang terletak di provinsi Banten. Tuttt... tutt.. bunyi kereta api pagi ini terdengar jelas, kereta api jurusan Rangkas Bitung inilah yang menjadi transportasi pertama yang akan menghantar kita menuju desa Baduy yuhuuy...Semua rombongan telah berkumpul di stasiun Tanah Abang kereta api akan berangkat tepat jam 8 pagi teman-teman sudah mendapat tiket ekonomi murah meriah seharga Rp.15.000 dan masuk ke gerbong masing-masing. Perjalanan ke RangkasBitung memakan waktu dua jam perjalanan, sesampai nya di stasiun kita disambut hangat oleh tour guide kita, namanya kang Arji. 
Kang Arji OOTD
Kang Arji pria paruh baya yang telah menghabiskan hampir setengah abad hidup nya inilah yang akan setia setiap saat memenani perjalanan panjang kita selama di Baduy. Perjalanan selanjutnya menuju desa Ciboleger pintu masuk menuju Baduy kita menggunakan mini Elf yang sudah disewa, satu Elf mengangkut 15- 20 penumpang harga untuk satu penumpang kisaran Rp. 30.000 dengan jarak tempuh 4 jam perjalanan. Disepanjang perjalanan kita merasakan  suasana village dengan hamparan bukit, sawah, pepohonan, pemandangan hijau yang menyegarkan mata.

Terik matahari begitu menyengat menandakan pukul 12.00 siang, sampai lah kita di desa Ciboleger tak lupa mengisi perut yang sedari tadi meraung-raung meminta makan lalu istirahat sejenak melepas penat. Panitia memberi ancang-ancang agar rombongan mempersiapkan diri untuk melanjutkan perjalanan. Dengan hati riang sembari bernyanyi liburrr tlah tibaa oyee libur tlah tiba oyee hatikuu gembiraa... tiba-tiba datang seorang pria menawarkan...... bukaan! Bukan! menawarkan naik kuda bersama bagai prince charming di negeri dongeng tetapi menawarkan jasa angkut untuk membawakan tas atau barang ke Baduy Luar. Uwaat?? Jasa angkut?? buat apa? Lalu pria tersebut berkata “mau saya bawain neng tas nya? Jauuh lho neng perjalanan nya ke Baduy luar itu satu jam jalan kaki kira-kira. Demi apa??? Hm.. nggak percaya ahh kita masih optimis dan beraggapan  baduy luar itu deket kok. Menanjak sedikit ketemu palang bertuliskan selamat datang di desa Baduy kita mengisi buu tamu dan bertemu dengan kepala desa lalu bertanya-tanya seputar tentang baduy dari masyarakat, rumah,  sistem pemerintahan, lingkungan, adat, dan pantangan selama kita berada disini.
Raut muka yang masih pada semangat
Panitia memberikan aba-aba pada rombongan untuk melanjtukan perjalana. Ternyata bener gengss.. baduy luar itu masih jauh bukan disini bukan di tempat balai desa ini. Pertempuran pun dimulai tidak ada akses sama sekali menuju baduy luar kecuali kedua kaki kita ini nih. Melewati jalan yang dikelilingi hutan rimba dengan jalan setapak mendakiii meuruuun menanjaaakkk menuruni satu persatu anak tangga ternyata lelah juga yaah. Setiap kali kita bertanya kepada kang Arji “masih jauh nggak kang?” kang Arji selalu menjawab “enggak kok dikit lagi, tinggal lurus belok kiri belok kanan” yaiyalaah emang jalanan nya lurus belok kiri belok kanan hadeee kang Arji-_- tapi kita paham kang Arji berkata seperti itu agar kita tetap semangat dan berusaha melewati ujian dan cobaan hidup ini. Semangat yang membara dari diri kang Arji membuat kita semua berlomba-lomba ingin sampai di tempat tujuan kang Arji selalu setia dengan senyum dan perkataan “Ayook ayok pasti bisa dikit lagi sampai dikit lagi sampai” Kang Arji juga tak lupa bertanya jika ada yang sakit, capek atau ada yang kenapa-kenapa dan butuh bantuan. Kang Arji memberikan seluruh perhatian dan kasih sayang nya yang membuat kita Falling in Love hihi.
Homestay di Baduy

Akhirnyaaa.... sampai juga di baduy luar tempat yang hampir sama dengan baduy dalam tetapi bedanya disini masih diperbolehkan menggunakan alat teknolgi, penduduk disini juga menggunakan lampu sebagai penerang, diperbolehkan menggunakan sabun untuk mandi dan rumah penduduk di baduy ini menggunakan paku dalam proses pembuatan nya. Homestay yang dibagikan panitia terdiri dari 1 Homestay untuk dosen, 3 Homestay untuk perempuan dan 2 Homestay untuk anak laki-lakinya. Homestay satu yang dihuni oleh dosen kita adalah rumah milik kang Arji, disini juga kita mengumpulkan bahan makanan untuk dimasak, dan tempat berkumpul. Kabarnya kang Arji orang baduy luar yang pertama kali mengajak wisatawan untuk mengexplore baduy dan dia juga layaknya informan yang memberikan seputar informasi mengenai baduy luar dan baduy dalam dan untuk pariwisata UNJ sendiri kang Arji tlah ditunjuk sebagai pemandu bagi anak-anak parwis.
Bermalam di Baduy merasakan suasana berbeda, nyaman tentram dan damai dengan homestay yang cukup luas diisi dengan12 orang suasana bersahabat dan dipenuhi gelak canda tawa membuat hari pertama yang kita jalani di Baduy terasa menyenangkan. Tapi tunggu dulu masih ada dua hari berikutnya yang lebih menantang dan tentu lebih banyak lagi cerita menarik yang akan saya lanjutkan di blog ini.
Hari kedua di Baduy kita akan melanjutkan perjalanan ke Baduy dalam. Pagi ini kita semua berkumpul dengan kelompok masing-masing untuk melakukan kegiatan guiding dari desa Marengo ke desa Cibeo. Kelompok ini dibagi menjadi tiga bagian yang masing-masing dibimbing oleh tiga dosen. Perjalanan kali ini lebih menguras tenaga dan tiga kali lebih ekstrim daripada perjalanan kita kemarin. Kita akan naik turun melewati tiga desa tiga bukit tiga jembatan bambu berjalan kaki sekitar 5 jam, huft... jangan dibayangin dulu gengss gimana capek nya kan belum dijalanin hehe.. selalu bersikap optimis dan semangat muda yang membara apalagi ditemani kang Arji soulmate kita yang selalu memberikan semangat untuk melewati hari ini.
satu team guiding
Masih pagi masih pada semangat teman-teman berlari kesana kemari, berfoto-foto, selfie ceria, sesekali bercanda melontarkan lelucon dan berjalan sambil mendengarkan teman kita yang bercerita mengenai baduy.  Waktu terus berganti detik berganti menit, menit berganti jam tidak terasa sudah hampir 3 jam perjalanan yang kita tempuh, teman-teman mulai merasa lelah, letih, lesu lunglai, haus, jenuh, bosan dan banyak sekali keluh kesah lainnya. Muka lecek tak beraturan sudah tidak memikirkan penampilan satu-satunya yang diharapkan bagaimana cepat sampai di tempat tujuan. 

Semangat juang melewati jalanan di Baduy
Kang Arji sang penunjuk jalan yang everything to us, tak merasa lelah sama sekali bahkan tetap tersenyum dan memberikan support agar kita tidak putus asa. Ditemani dengan rekan nya kang Harja orang baduy dalam yang juga ikut dalam rombongan. Kaki-kaki ini memang sudah lelah tapi saat kita berhenti dan melihat sekelompok anak-anak kecil yang tengah menopang beban dibahunya, rasanya malu bila mengeluh dan menyerah begitu saja. Mereka sejak kecil sudah didik untuk membantu orang tua dan bekerja keras. Semangat ini muncul untuk melanjutkan perjalanan, jalanan yang mendaki sangat terjal dan turunan bagai perosotan langkah kaki ini menyelusuri alam baduy dengan pemandangan indah cantik sejuk serta asri sungguh indah tuhan... benar-benar indah tempat tersembunyi yang kau ciptakan ini.
Pemandangan dengan hamparan bukit
Melewati jembatan bambu dibawah nya mengalir air sungai yang jernih, kita segara berlari menuju kebawah untuk mendapatkan mata air yang bisa langsung diminum. Sungai yang berada di bawah jembatan yang menghubungkan antara kampung Cibeo dengan tempat leuit atau lumbung padi yang berjejer menyambut kedatangan kita dari Baduy luar. Sebelum memasuki jembatan terakhir ketika kita akan masuk wilayah baduy dalam, panitia memberitahukan untuk menyimpan handphone, camera dan lebih menjaga tutur kata. Karena di baduy dalam adat istiadat nya masih sangat kental penduduk disini juga menggunakan baju yang seragam berwarna putih menyimbolkan kesucian. Penduduk disini tidak mengenal teknologi semua peralatan dan kebutuhan disini berasal dari alam.
Akhirnyaaa... sampai juga ditempat yang kita nantikan berada disini benar-benar seperti berada jauh dari kehidupan nyata tak terbayangkan ternyata benar adanya dizaman yang secanggih ini masih ada orang-orang yang berfikiran primitif dan hidup menyatu dengan alam, penduduk yang sangat percaya pada aturan nenek moyang hmm.. memang susah yaa kalau udah saling percaya. Baduy dalam memiliki pantangan yang lebih ketat dibandingkan Baduy luar, dilarang menggunakan bahan-bahan kimia yang dapat mencemari alam seperti pasta gigi, sabun dan sampo. Masyarakat Baduy dalam tidak diperbolehkan menggunakan alat transportasi, seperti motor dan mobil sehingga mau tidak mau harus berjalan kaki. Para wisatawan juga memiliki pantangan, seperti tidak diperbolehkan memotret di kawasan Baduy dalam. Boleh memotret orang Baduy dalam di luar kawasan tempat tinggalnya. Pantangan-pantangan yang terdapat di Baduy dilakukan dalam rangka menjaga nilai dan adat istiadat yang diturunkan dari para leluhur. Pembatasan penggunaan warna pakaian dan teknologi ini bertujuan untuk menghindari kemewahan. Berada di baduy rasanya menjadi manusia sederhana yang menghargai alam, manusia yang menghargai sesama manusia pula. Setelah pulang ke baduy luar membersihkan diri di sungai, makan malam dan istirahat tak terasa hari ini akhirnya terlewati juga. Berkat rasa solidaritas dari teman-teman serta kang Arji yang selalu ada untuk kita. Waktu singkat berada di baduy memberikan banyak pelajaran hidup makna hidup yang sesungguhnya bagaimana kang Arji serta orang-orang baduy yang selalu menempuh satu tempat ke tempat lain dengan berjalan kaki. Hari terakhir di baduy diabadikan dalam potret yang nantinya akan kita kenang dan kita tulis untuk pengalaman singkat tak terlupakan. Mobil elf yang telah menjemput kita untuk pulang ke rumah masing-masing dan kang Arji menghantar kita sampai stasiun Rangkas Bitung. Saat salam perpisahan kita dengan kang Arji, kita berpamitan untuk pulang dan tak bisa membendung tangis. Tangisan ini ucapan terimakasih yang tak mampu disampaikan pada baduy dan kang Arji, terimakasih baduy untuk cerita singkat ini, terimakasih kang Arji telah meluangkan waktu dan tenaga nya untuk kita terimakasi telah membuat kita jatuh cinta pada tempat indah ini..


Foto bersama Tourism UNJ 2014

Mandi di sungai ciprat-ciprat air

foto bersama kang Arji sebelum go home


Selfie dulu di kereta

Nama: Bunga Riezki Pratiwi

Prodi: Usaha Jasa Pariwisata UNJ (B) 2014

Contact Person: 081213485868/ line: bungaazki



TUGAS 2 - SOLUSI DARI MASALAH BIDANG PARIWISATA



SOLUSI UNTUK BERBAGAI MACAM MASALAH DIBIDANG PARIWISATA DI INDONESIA 
 

Assalamualaikum. Perkenalkan nama saya Annisa Oktaviana dan saya biasa dipanggil Oca. Saya adalah Mahasiswi Universias Negeri Jakarta dengan Program Studi Usaha Jasa Pariwisata 2014, jadi sekarang saya sedang ditahap semester 3. Sebelum saya masuk kedalam topic pembicaraan tentang Masalah dan Solusi unuk Pariwisata di Indonesia. Saya akan bercerita sedikit tentang mengapa saya meilih bidang pariwisata ini. Sejujurnya semua ini bermula dari saya yang sangat tertarik dengan kekayaan alam Indonesia sehingga saya ingin tahu tentang dimana dan bagaimana saya melestarikan keindaha alam Indonesia in. Dan akhirnya sayapun memilih untuk kuliah di bidang ini.
Pariwisata adalan Industri Jasa. Mereka menangani jasa mulai dari transportasi, jasa keramahan, jasa makan dan tempat penginapan dan jasa bersangkutan lainnya seperti hotel, bank dll. Dan juga menawarkan tempat istrihat, budaya, pelarian, petualangan,pengalaman baru dan berbeda lainnya. Banyak negara bergantung banyak dari industri pariwisata ini sebagai sumber pajak dan pendapatan untuk perusahaan yang menjual jasa kepada wisatawan. Oleh karena itu pengembangan industri pariwisata ini adalah salah satu strategi yang dipakai oleh Organisasi non-pemerintah untuk mempromosikan wilayah tertentu sebagai daerah wisata untuk meningkatkan perdagangan melalui penjualan barang dan jasa kepada orang non-lokal.
Terdapat beberapa Jenis Pariwisata yaitu :
1.       Wisata Budaya
Yaitu perjalanan yang dilakukan atas dasar keinginan untuk memperluas pandangan hidup seseorang dengan jalan mengadakan kunjungan atau peninjauan ketempat lain atau ke luar negeri, mempelajari keadaan rakyat, kebiasaan adat istiadat mereka, cara hidup mereka, budaya dan seni mereka. Seiring perjalanan serupa ini disatukan dengan kesempatan–kesempatan mengambil bagian dalam kegiatan–kegiatan budaya, seperti eksposisi seni (seni tari, seni drama, seni musik, dan seni suara), atau kegiatan yang bermotif kesejarahan dan sebagainya.
2.       Wisata Maritim atau Bahari
Jenis wisata ini banyak dikaitkan dengan kegiatan olah raga di air, lebih–lebih di danau, pantai, teluk, atau laut seperti memancing, berlayar, menyelam sambil melakukan pemotretan, kompetisi berselancar, balapan mendayung, melihat–lihat taman laut dengan pemandangan indah di bawah permukaan air serta berbagai rekreasi perairan yang banyak dilakukan didaerah–daerah atau negara–negara maritim, di Laut Karibia, Hawaii, Tahiti, Fiji dan sebagainya. Di Indonesia banyak tempat dan daerah yang memiliki potensi wisata maritim ini, seperti misalnya Pulau–pulau Seribu di Teluk Jakarta, Danau Toba, pantai Pulau Bali dan pulau–pulau kecil disekitarnya, taman laut di Kepulauan Maluku dan sebagainya.
3.       Wisata Cagar Alam (Taman Konservasi)
Untuk jenis wisata ini biasanya banyak diselenggarakan oleh agen atau biro perjalanan yang mengkhususkan usaha–usaha dengan jalan mengatur wisata ke tempat atau daerah cagar alam, taman lindung, hutan daerah pegunungan dan sebagainya yang kelestariannya dilindungi oleh undang–undang. Wisata cagar alam ini banyak dilakukan oleh para penggemar dan pecinta alam dalam kaitannya dengan kegemaran memotret binatang atau marga satwa serta pepohonan kembang beraneka warna yang memang mendapat perlindungan dari pemerintah dan masyarakat. Wisata ini banyak dikaitkan dengan kegemaran akan keindahan alam, kesegaran hawa udara di pegunungan, keajaiban hidup binatang dan marga satwa yang langka serta tumbuh–tumbuhan yang jarang terdapat di tempat–tempat lain. Di Bali wisata Cagar Alam yang telah berkembang seperti Taman Nasional Bali Barat dan Kebun Raya Eka Karya
4.       Wisata Pertanian (Agrowisata)
Sebagai halnya wisata industri, wisata pertanian ini adalah pengorganisasian perjalanan yang dilakukan ke proyek–proyek pertanian, perkebunan, ladang pembibitan dan sebagainya dimana wisatawan rombongan dapat mengadakan kunjungan dan peninjauan untuk tujuan studi maupun melihat–lihat keliling sambil menikmati segarnya tanaman beraneka warna dan suburnya pembibitan berbagai jenis sayur–mayur dan palawija di sekitar perkebunan yang dikunjungi.
5.       Wisata Pendidikan
Wisata Pendidikan merupakan suatu program yang menggabungkan unsur kegiatan wisata dengan muatan pendidikan didalamnya. Program ini dikemas sedemikian rupa menjadikan kegiatan wisata tahunan atau kegiatan ektrakulikuler memiliki kualitas dan berbobot. Materi-materi dalam pemanduan telah disesuaikan dengan bobot siswa dan kurikulum pendidikan. Setiap kali mengunjungi obyek wisata akan disesuaikan dengan ketertarikan obyek dan bidang ilmu yang akan dipelajari.
Selain keindahan dari destinasi wisata adapula masalah – masalah di bidang Pariwisata, Namun apa yang terjadi pada kondisi industri pariwisata Indonesia saat ini?. Berbagai macam masalah membuat industri pariwisata Indonesia menjadi kurang berkembang. Berikut adalah lima poin penting dalam masalah industri pariwisata.
·         Infrastruktur
·         Teknologi Informasi
·         Keamanan
·         SDM
·         Sampah

A. Infrastruktur
Promosi dan pemasaran produk wisata memang hal yang penting dalam dunia pariwisata tetapi hal yang tidak kalah penting dalam industri pariwisata adalah infrastruktur. Kita telusuri lebih lanjut dari 139 negara yang bersaing dalam memperebutkan turis mancanegara  Air transport infrastructure Indonesia berada pada posisi ke-58. Ground transport lebih buruk lagi, yaitu di posisi ke-82.Sedangkan tourism infrastructure kita berada di posisi ke-116. Ini berarti keindahan  flora dan fauna khas negeri kita dirasa masih sulit di akses oleh para wisatawan. Tidak perlu di jelaskan bagaimana berbagai sarana yang patut di perbaiki mulai dari jalan, transportasi, jembatan, dsb.
B. Teknologi Informasi
Selain dari sisi infrastruktur. Informasi dan teknologi komunikasi Indonesia belum memadai. Posisi ICT (Information Communications Technology) Indonesia berada di titik rawan nomor 96. Ini berarti, sekalipun Indonesia dikenal sebagai bangsa yang unggul dalam industri kreatif, para pelaku usaha kreatif kesulitan menembus pasar global. Ada baiknya pemerintah dapat turun tangan dalam masalah ini dengan bisa mencontoh negara-negara maju dalam peningkatan system teknologi informasi, tidak hanya melakukan study banding keluar negeri dengan tujuan melancong dan menghabiskan kas negara.
C. Keamanan
Masih bisa kita ingat beberapa tahun lalu ketika terjadi insiden bom di Bali pada tahun 2005 tepat nya di Kuta dan Jimbaran yang dengan sedikitnya 23 orang tewas dan 196 lainnya luka-luka. Serta tragedi pengeboman di Ritz Carlton dan JW.Marriot Kuningan pada tahun 2009 yang selain memakan korban jiwa juga menjadi salah satu faktor yang menyebabkan Klub elit Liga Premier Inggris MANCHESTER UNITED  mengurungkan niatnya untuk dating ke Indonesia dalam rangka tour keliling Asia dengan alasan keamanan. Sudah menjadi bukti kurang-nya tingkat keamanan di Indonesia. Meskipun pada tahun – tahun ini Indonesia menerima banyak pujian dalam keseriusannya mengatasi masalah terorisme, namun tingkat kriminalitas mulai dari perampokan dan pencopetan terhadap wisatawan local maupun asing masing cukup tinggi.
D. Sumber Daya Manusia
Kurangnya sumber daya manusia dalam bidang pariwisata sangat jelas saya rasakan terutama untuk tourgauide yang fasih berbahasa Inggris. Di salah satu museum di Jakarta contohnya, masih banyak wisatawan manca Negara yang masih dipandu oleh orang dari negaranya. Itu sudah menjadi bukti bahwa SDM di Indonesia harus lebih diperbaiki.
E. Sampah
Sedangkan masalah kelima, sampah  sudah bukan masalah yang baru lagi kita bisa lihat di berbagai tempat tumpukan-tumpukan sampah yang menggunung. Ini menjadi bukti sampai saat ini, Indonesia belum membangun sistem pengolahan sampah yang memadai.
Masalah sampah merata dari Sabang sampai Merauke mulai dari tepi laut, taman laut, pantai,hutan, kawasan wisata, air terjun, hingga pasar dan pusat kota. Bukan hanya menggangu industri pariwisata tapi juga menjadikan tempat yang di timbun dengan sampah sebagai sumber dari berbagai penyakit.
Alam Indonesia yang indah itu kini diwarnai oleh sampah botol plastik, tas keresek, diapers bekas,tisu,saset sampo, kulit durian, bangkai binatang yang bercampur dengan aneka bahan beracun. Sedangkan orang-orang yang menyebut diri mereka pemimpin hanya bisa berdiam diri dan asik melakukan nego-nego dengan pengusaha angkutan sampah yang asal main tumpuk sampah di mana-mana.
Hanya dengan promosi dan pameran besar-besaran tidak akan membantu industri pariwisata Indonesia. Tanpa produk yang baik promosi dan pameran wisata justru akan memukul balik dunia pariwisata Indonesia. Semakin banyak orang berkunjung, semakin banyak orang menyuarakan ketidak senangan ,bukan pujian. Maka perbaikilah produk pariwisata kita terlebih dahulu barulah kita bisa memajukan industri pariwisata negeri ini.
Contoh permasalahan lain dikutip oleh media berita online yaitu  
Adanya permasalahan wisata yaitu “terlalu banyak yang urus wisata” Maksut dari kutipan tersebut adalah Terlalu banyak campur tangan dari pihak – pihak yang tidak bertanggung jawab dan merusak regulasi.
"Ada banyak multi authority yang mengurus pariwisata. Kementerian, pemda, pengelola pariwisata dan lain-lain. Jadinya regulasi nggak beres-beres," kata Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya, dalam Jumpa Pers Akhir Tahun 2015 Kementerian Pariwisata di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta, Rabu (30/12/2015).
Sebagai bahan perbandingan, contohnya yakni Candi Borobudur di Magelang dan Angkor Wat di Kamboja. Candi Borobudur, pengurusnya ada empat yakni Kemenpar, Kemendikbud, PT Taman Wisata Candi Borobudur dan Pemda. Untuk Angkor Wat, pengelolanya hanya dari pihak pemerintah saja. Angkor Wat itu dikunjungi 1 juta turis per tahun. Tapi Candi  Borobudur mungkin hanya sekitar 250 ribu.
Maka dari itu lebih baik hanya satu pintu saja atau satu pengurus saja yang bertanggung jawab dalam bidang pariwisata ini sehingga tidak terjadi banyak pihak yang tidak bertanggung jawab dalam setiap masalah yang ada.
Lalu masalah terbesar kedua menurut saya adalah sampah yang berserakan di suatu destinasi tertentu. Menurut saya itu sangat fatal terutama pada destinasi wisata alam. Seperti banyak sekali destinasi alam seperti gunug dan pantai yang sudah mulai dipenuhi sampah. Salah satu contohnya yaitu
1.       Gunung Rinjani dipenuhi sampah
Foto di ambil dari Google
Lain dulu lain sekarang, dulu gunung Rinjani adalah gunung yang indah. Tetapi semakin kesini gunung Rinjani sangat dipenuhi sampah. Mungkin karena ketidaktahuan para pendaki akan cara mengelola dan menjaga keindahan alam yang belum tentu bisa tumbuh kembali.
Sebagai contoh, seperti yang diberitakan oleh media berita onlie
Banyak sekali sampah yang telah menumpuk di kaki gunung dan digunung rinjani. Banyak sekali dampak dari kotornya gunung ini yaitu
a.       Banyak sekali binatang binatang yang mulai hidup tidak sehat dengan memakan sampah bekas dari orang orang yang tidak bertanggung jawab.
b.      Tercemarnya tanah, air tanah dan makhluk bawah tanah.
c.  Racun-racun dari partikel plastik yang masuk ke dalam tanah akan membunuh hewan-hewan pengurai di dalam tanah seperti cacing.
d.      Kantong plastik tidak dapat hancur dengan cepat sehingga sangat membuat kestabilitasan gunung tercemar
foto diambil dari Google
 Solusi yang dibuat oleh remaja yang masih peduli dengan lingkungan yaitu dengan mengadakan acara yang biasa mereka sebut dengan pembersihan gunung dengan cara mereka hiking dengan memebawa trashbag dan mengumpulkan sampah untuk dibawa turun gunung.








2.       Pencemaran sampah yang terjadi di laut
Seperti contoh kalian bisa membuka di situs
Laut Indonesia penuh sampah, laut Indonesia tercemar
foto diambil dari Google
Laut Indonesia penuh dengan sampah. Berdasarkan penelitian yang di terbitkan oleh Journal Science, indonesia memproduksi 3,2 juta ton sampah plastik pada 2010, dengan sekitar 1,29 juta ton yang berakhir di laut. Angka tersebut menempatkan Indonesia diposisi kedua setelah China, dengan 8,8 juta yang ton sampah, atau 27 persen dari sampah plastik global. 
Untuk itu pemerintah harus lebih ketat memberikan peraturan agar para wisatawan tidak membuang sampah sembarangan.
Masalah berikutnya yaitu
a.       Rendahnya promosi berbagai destinasi wisata dan pengelolaan yang tidak optimal.
b.      Masih berlaku nya trend mass tourism.
c.       Sampai saat ini sebagian besar perbankan di Indonesia belum memahami potensi industri kreatif karena konsep perbankan yang mengikuti permintaan pasar.
d.      Industri kreatif belum sepenuhnya terlindungi secara hukum.
e.      Pemberitaan media yang berlebihan soal negeri barbar dan suka pada kekerasan.
Adapun solusi dari 5 masalah tersebut adalah
a.       Perlu aturan yang mewajibkan setiap Pemda mengelola, mengembangkan destinasi wisata dan ekonomi kreatif di daerah masing-masing, misalnya minimal kelancaran akses menuju tempat wisata serta pengelolaan kebersihan yang diawasi. Promosi destinasi dan pengawasan bisa melalui Blog dan atau Sosial media (twitter/facebook). Sangat perlu ada Lomba promosi wisata tiap daerah agar ada persaingan, dan penghargaan tingkat nasional
b.      Ubah trend dari mass tourism menjadi responsible tourism. Trend wisatawan cukup senang berkunjung beramai-ramai ke suatu tempat hanya untuk sekedar berfoto, menjadi berkulit gelap akibat mandi matahari, harus diubah. Libatkan turis dengan melihat (dan mempelajari) museum, galeri seni, membatik, kerajinan tangan dsb, mereka kemudian mengubah tujuannya untuk mencoba memahami budaya setempat, kemudian menjadi suatu kebanggaan bagi para wisatawan itu sendiri. Workshop dan kolaborasi seni menjadi bagian penting dari proses ini sehingga komunitas pun akan tetap hidup walaupun wisatawan meninggalkan tujuan wisatanya.
c.       Perbankan perlu mendampingi dan memberikan edukasi terus-menerus kepada para pelaku usaha agar konsep ekonomi kreatif dipahami dengan lebih baik berikut aspek hukumnya. Sehingga mereka mampu membaca pasar, dan perbankan tidak ragu-ragu lagi memberikan pembiayaan kepada pelaku industri kreatif di Indonesia.

d.      Perlu disadari bahwa industri kreatif sarat akan eksploitasi ide dan kekayaan intelektual. Oleh karena itu, perlindungan hak atas kekayaan intelektual akan menjadi persoalan penting ketika industri tersebut kian besar dan meluas. Pemerintah perlu mengantisipasi hal-hal yang mungkin timbul dari sengketa hak atas kekayaan intelektual. Perbankan perlu mengingatkan para pelaku usaha juga perlu sejak awal agar mengantisipasi kemungkinan sengketa terkait dengan hal tersebut. Jangan sampai tersandung oleh hal-hal serius yang semula dianggap sepele sehingga mengganggu kelancaran usaha.
e.      Peran media perlu menumbuhkan keramahtamaan bangsa ini. Pariwisata hanya berkembang di negeri yang indah dan damai. Harus ada ketegasan sanksi terhadap berita kekerasan secara terus-menerus.
Hasil dari perbincangan saya dengan salah satu tourguide di Museum Nasional tentang permasalahan dan solusi untuk pariwisata di Indonesia yaitu Harus lebih ditingkatkan lagi dalam bidang ini karena dapat menambah pemasukan dari bidang pariwisata tetapi tanpa melupakan kewajiban untuk menjaga setiap destinasi yang ada. 

Annisa Oktaviana 
4423143916 
Usaha Jasa Pariwisata B 2014 
annisaoktaviaoca@gmail.com
081316805458

TUGAS 3 - WISATA SEJARAH DAN BUDAYA DI SEMARANG



KATA PENGANTAR

Puji syukur atas Rahmat dan Karunia Allah yang diberikan kepada saya sehingga saya dapat menyelesaikan tugas Matakuliah Wisata Pendidikan ini. Tidak lupa saya ucapkan terimakasih kepada dosen kami Bapak Shobirien yang telah mempercayai saya untuk mengerjakan tugas ini.
Semoga tulisan saya ini dapat bermanfaat bagi saya dan pembaca.  Karena keterbatasan saya dalam mengerjakan tugas ini, jija terdapat kesalahan dalam penulisan mohon diberikan kritik dan saran yang membangun agar kelak tidak terjadi kesalahan lagi.


WISATA SEJARAH DAN BUDAYA DI SEMARANG



Semarang adalah ibukota Provinsi Jawa Tengah, Indonesia sekaligus kota metropolitan terbesar kelima di Indonesia sesudah Jakarta, Surabaya, Bandung, dan Medan. Sebagai salah satu kota paling berkembang di Pulau Jawa, Kota Semarang mempunyai jumlah penduduk yang hampir mencapai 2 juta jiwa dan siang hari bisa mencapai 2,5 juta jiwa. Dalam beberapa tahun terakhir, perkembangan Semarang ditandai pula dengan munculnya beberapa gedung pencakar langit di beberapa sudut kota. Sayangnya, pesatnya jumlah penduduk membuat kemacetan lalu lintas di dalam Kota Semarang semakin macet.
Pada awalnya, sejarah Semarang telah ada pada abad ke-8 M, yaitu daerah pesisir yang bernama Pragota (sekarang menjadi Bergota) dan merupakan bagian dari kerajaan Mataram Kuno. Daerah tersebut pada masa itu merupakan pelabuhan dan di depannya terdapat gugusan pulau-pulau kecil. Akibat pengendapan, yang hingga sekarang masih terus berlangsung, gugusan tersebut sekarang menyatu membentuk daratan. Bagian kota Semarang Bawah yang dikenal sekarang ini dengan demikian dahulu merupakan laut. Pelabuhan tersebut diperkirakan berada di daerah Pasar Bulu sekarang dan memanjang masuk ke Pelabuhan Simongan, tempat armada Laksamana Cheng Ho bersandar pada tahun 1405 M. Di tempat pendaratannya, Laksamana Cheng Ho mendirikan kelenteng dan mesjid yang sampai sekarang masih dikunjungi dan disebut Kelenteng Sam Po Kong (daerah Gedung Batu). Pada akhir abad ke-15 M ada seseorang ditempatkan oleh Kerajaan Demak, dikenal sebagai Pangeran Made Pandan, untuk menyebarkan agama Islam dari perbukitan Pragota. Dari waktu ke waktu daerah itu semakin subur, dari sela-sela kesuburan itu muncullah pohon asam yang arang (bahasa Jawa: Asem Arang), sehingga memberikan gelar atau nama daerah itu menjadi Semarang.
Ekonomi Kota Semarang cukup besar karena statusnya sebagai ibu kota provinsi Jawa Tengah. Perekonomian Kota Semarang menurut data BPS 2012 didominasi sektor Industri dan sektor Perdagangan PDRB (Produk Domestik Regional Bruto) 2012 atas dasar harga berlaku mencapai Rp. 54,38 Triliun. Pertumbuhan ekonomi yang tinggi ditandai dengan banyaknya gedung tinggi berupa hotel, kantor dan apartemen di Kota Semarang. Daftar gedung tertinggi di Semarang menunjukkan Kota Semarang memiliki 22 gedung dengan ketinggian 12 lantai atau lebih, dan 70 gedung dengan ketinggian berkisar antara 7-11 lantai.
Kota Semarang juga kaya akan kesenian yaitu ada Dugderan, Penganten Semarangan, Sesaji Rewanda, Apitan (Sedekah Bumi), Kirap Pusaka Bende, Gambang Semarang, Batik Semarangan, Tari Semarangan, Wayang Kulit, Wayang Orang, dan Ketoprak.
Kesenian yang sangat menarik menurut saya adalah Wayang Orang Ngesti Pandowo. Wayang orang Ngesti Pandowo merupakan salah satu ikon budaya Kota Semarang. Dulu, ada unen-unen belum ke Semarang kalau belum melihat pementasan Ngesti. Kelompok kesenian wayang orang yang didirikan pada 1 Juli 1937 oleh lima tokoh yaitu Sastro Sabdo, Darso Sabdo, Narto Sabdo, Sastrosoedirjo serta Kusni ini mengalami masa kejayaan mulai pertengahan 1950-an hingga dekade 1980-an, terutama ketika masih menempati Gedung GRIS di Jl Pemuda. Sebuah tempat yang kini menjadi Mal Paragon Semarang.
(Wayang orang / foto diambil dari Google)
Sesudah digusur dari GRIS pada 1996, kelompok ini kian surut. Kini, Ngesti Pandowo masih menggelar pementasan rutin di Gedung Ki Narto Sabdho, kompleks Taman Budaya Raden Saleh, Semarang, tiap Sabtu malam. Walaupun dengan penonton yang bisa dihitung dengan jari.  
              
(motif batik Semarang  / foto diambil dari Google)
 
Adapula hasil kesenian dari semarang yaitu Batik, biasa pula disebut dengan Batik Semarangan. Sebagian besar produksi batik Semarangan terpusat pada Kampung Batik, yang beralamatkan di kelurahan Rejomulyo, Semarang Timur. Kenapa bisa disebut kampung Batik? Sejak zaman Belanda, kampung ini memang terkenal sebagai penghasil batik yang terkenal di Semarang. Tetapi sayang, pada zaman Jepang, kampung ini sempat terbakar. Industri batik inipun hilang, hingga pada tahun 2006, industri batik di kampung ini mulai dibangun kembali.
Ciri khas dari Batik Semarang adalah Batik Semarangan biasanya banyak menggunakan gambar atau motif yang melambangkan ciri khas kota Semarang. Misalnya pohon asem, tugu muda, lawang sewu, dan lain sebagainya. Selain itu, warna batik Semarangan tidak semeriah batik Pekalongan. Namun, tidak sekalem warna batik Solo atau Yogya.
Tidak afdol rasanya ketika membicarakan suatu tempat tetapi tidak mengetahui makanan khas dari kota tersebut. Makanan - makanan khas semarang adalah
1.     
(lumpia Semarang / Foto diambil dari Google)
 
Lunpia atau lumpia. Lumpia semarang adalah makanan yang berisi rebung muda, telur, dan daging ayam atau udang. Makanan ini pertama kali dibawa masuk ke Kota Semarang pada tahun 1930 oleh seorang pemuda Tiongkok bernama Jwa Dayu. Cita rasa lumpia semarang adalah perpaduan rasa antara Tionghoa dan Indonesia.  Lumpia yang paling terkenal di semarang adalah  Lumpia Gang Lombok  atau Warung Siem. Ada 2 jenis lunpia yang bisa dipesan di sini, yaitu lumpia basah Dan lumpia Kering, yaitu lunpia yang sudah di goreng. Lunpia disajikan dengan saus yang ditaburi cacahan bawang putih, cabe rawit, dan bawang muda.
(Roti ganjel rel / Foto diambil dari Google)
2.       Roti ganjel rel adalah roti khas Semarang. Ganjel rel juga biasa disebut kue gambang. Roti ganjel rel merupakan salah satu peninggalan Belanda. Resep yang digunakan dari dulu sampai sekarang tidak pernah berubah, masih asli dari zaman Belanda dulu. Disebut ganjel rel, karena selain teksturnya yang bantat, dan juga bentuknya yang seperti ganjel rel (bantalan rel). Roti ganjel rel bertekstur agak alot, namun sangat baik bagi pencernaan. Roti ganjel rel berbentuk kotak dan berwarna coklat bertabur wijen. rasa roti ganjel rel bercita rasa kayu manis. Teksturnya ulet dan padat dipadu dengan aroma coklat dan kayu manis yang nendang di lidah. Karena teksturnya yang ulet, jika makan 2 potong saja sudah cukup mengenyangkan di pe
rut.
(Bandeng presto khas Semarang / Foto diambil dari Google)
3.       Bandeng Presto. Bandeng presto adalah makanan khas Indonesia yang berasal dari Kota Semarang, Jawa Tengah. Makanan ini dibuat dari ikan bandeng yang dibumbui dengan bawang putih, kunyit, dan garam. Asal mulanya ditemukan oleh Hanna Budimulya yang lahir di kota Pati, Jawa Tengah. Ikan bandeng ini kemudian dimasak pada alas daun pisang dengan cara presto. Presto adalah cara memasak dengan uap air yang bertekanan tinggi. Makanan yang dimasak dengan cara ini diletakkan dalam panci yang dapat dikunci dengan rapat. Air yang berada di dalam panci ini kemudian dipanaskan hingga mendidih. Uap air yang timbul akan memasak makanan yang berada di dalam panci ini. Karena ikan bandeng terkenal memiliki banyak duri, bandeng presto adalah makanan yang digemari karena dengan cara masak presto duri-duri ini menjadi sangat lunak. Bandeng presto biasanya di hidangkan dengan sambal terasi dan nasi hangat.
(Tahu Petis / foto diambil dari Google)
4.       Tahu Petis. Tahu petis adalah jajanan khas kota Semarang berupa tahu goreng yang dimakan dengan petis (saus berwarna hitam kental yang biasanya terbuat dari udang) yang dioleskan atau disisipkan di tengah-tengah tahu. Seperti tahu pong, tapi rasanya tidak asin, yaitu berasal dari tahu putih yang digoreng sampai kecokelatan tanpa dibumbui atau dibumbui dengan larutan garam dan bawang putih saja. Sedangkan petisnya berasa manis agak sedikit asin. Agar menggugah selera, tahu petis biasanya dimakan dengan cabai rawit. 
Keunikan makanan ini ada pada bumbu petis berbahan dasar udang yang diracik dengan bumbu spesial sehingga menghasilkan petis udang siap saji yang bearoma harum dan tidak menyengat. Dipadu dengan tahu pong yang segar dan renyah sehingga menambah kelezatannya
(Wingko Babat/ foto diambil dari Google)
6.    Wingko Babat. Wingko adalah sejenis kue yang terbuat dari kelapa, beras ketan, dan bahan-bahan lainnya. Kue ini sering dijual di stasiun kereta api, stasiun bus atau juga di toko-toko kue. Di pulau Jawa, Wingko juga sering menjadi oleh-oleh untuk keluarga, yang menjadikan kue ini terkenal. Ini menyebabkan banyak orang yang mengira bahwa wingko juga berasal dari kota Semarang. Meskipun demikian, wingko babat sebenarnya berasal dari Babat. Ini adalah daerah kecil di Lamongan, Jawa Timur. Babat terletak di dekat Bojonegoro, Jawa Timur yang terkenal akan kayunya dan karena baru saja ditemukan sumber minyak di daerah ini.
Wingko biasanya berbentuk bundar dan agak keras serta biasa disajikan dalam keadaan hangat dan dipotong kecil-kecil. Wingko dapat dijual dalam bentuk bundar yang besar atau juga berupa kue-kue kecil yang dibungkus kertas. Kombinasi gula dan kelapa menjadikan kue ini nikmat. Harga kue ini dapat bervariasi tergantung tempat menjualnya dan merek wingko ini.
Tidak ke Semarang namanya kalau belum mencicipi makanan diatas.
Bukan hanya sekedar upacara, kesenian dan makanan khas. Semarang juga mempunyai banyak sekali destinasi-destinasi wisata terdapat di sana. Ada pula seperti wisata Religi, Sejarah, Budaya, dan ada pula wisata Belanja. Salah satu destinasi yang saya angkat untuk saya bahas dalam wisata sejarah adalah Lawang Sewu dan wisata Budaya yang saya angkat untuk saya bahas adalah Vihara Buddhagaya Watugong.

Lawang Sewu
Foto diambil dari Google
Lawang Sewu merupakan sebuah bangunan kuno peninggalan jaman belanda yang dibangun pada 1904. Yang terletak di Komplek Tugu Muda, Jalan Pemuda, Jawa Tengah 13220, Indonesia. Semula gedung ini untuk kantor pusat perusahaan kereta api (trem) penjajah Belanda atau Nederlandsch Indishe Spoorweg Naatschappij (NIS). Gedung tiga lantai bergaya art deco (1850-1940) ini karya arsitek Belanda ternama, Prof Jacob F Klinkhamer dan BJ Queendag. Lawang Sewu terletak di sisi timur Tugu Muda Semarang, atau di sudut jalan Pandanaran dan jalan Pemuda. Disebut Lawang Sewu (Seribu Pintu), ini dikarenakan bangunan tersebut memiliki pintu yang sangat banyak. Kenyataannya, pintu yang ada tidak sampai seribu. Bangunan ini memiliki banyak jendela tinggi dan lebar, sehingga masyarakat sering menganggapnya sebagai pintu. Berapakah sebenarnya jumlah pintu dari Lawang Sewu? Seperti Kepulauan Seribu yang jumlah pulau yang sebenarnya tak sampai 1.000, karena tercatat hanya 342 buah bulau saja. Sebutan “Sewu” [Jawa: Seribu], merupakan penggambaran sedemikian banyaknya jumlah pintunya. Menurut guide lawang sewu, jumlah lubang pintunya terhitung sebanyak 429 buah, dengan daun pintu lebih dari 1.200 (sebagian pintu dengan 2 daun pintu, dan sebagian dengan menggunakan 4 daun pintu, yang terdiri dari 2 daun pintu jenis ayun [dengan engsel], ditambah 2 daun pintu lagi jenis sliding door/pintu geser).
Bangunan utama Lawang Sewu berupa tiga lantai bangunan yang memiliki dua sayap membentang ke bagian kanan dan kiri bagian. Jika pengunjung memasukkan bangunan utama, mereka akan menemukan tangga besar ke lantai dua. Di antara tangga ada kaca besar menunjukkan gambar dua wanita muda Belanda yang terbuat dari gelas. Semua struktur bangunan, pintu dan jendela mengadaptasi gaya arsitektur Belanda. Dengan segala keeksotisan dan keindahannya Lawang Sewu ini merupakan salah satu tempat yang indah untuk Pre Wedding.
Lawang Sewu adalah salah satu tempat bersejarah saat masa perang kemerdekaan Indonesia. Sisi menarik bangunan ini terletak pada riwayatnya, rancang arsitektural, hingga sejumlah kisah bernuansa mistis. Anda dapat menjumpai Lawang Sewu di kawasan Bundaran Tugu Muda, kota Semarang, Jawa Tengah.
Riwayat Lawang Sewu Semarang dimulai sejak tahun 1904 yang merupakan fase awal pembangunan bangunan tersebut dan terselesaikan 3 tahun kemudian. Rancangan bangunan dibuat oleh dua orang Belanda yang bernama B.J. Quendag dan J.F. Klinkhamer. Cetak biru denah bangunan Lawang Sewu ini ditandatangani pada tahun 1903 di Amsterdam.
Di awal permulaan, bangunan ini diperuntukkan sebagai kantor pusat NIS (Nederlands-IndischeSpoorwegMaatschappij), yakni perusahaan kereta api milik kolonial Belanda. Setelah Indonesia merdeka, PT. Kereta Api Indonesia yang dulu bernama Djawatan Kereta Api Repoeblik Indonesia sempat menggunakan bangunan tersebut sebagai kantor. Dua instansi pemerintah lainnya juga pernah berkantor di sini, yakni Kantor Wilayah Kementerian Perhubungan Jawa Tengah dan Kantor Badan Prasarana Kodam IV/Diponegoro. Pada masa itu dan hingga kini, masyarakat Semarang menyebut bangunan tersebut sebagai “Lawang Sewu”.
Lawang Sewu Semarang juga memiliki nilai historis. Bangunan tua ini pernah menjadi saksi bisu Pertempuran Lima Hari di Semarang dan merupakan lokasi pertempuran antara Angkatan Muda Kereta Api (AMKA) melawan Kidobutai dan Kempetai Jepang. Inilah sebab pemerintah lokal memasukkan bangunan tua tersebut sebagai salah satu bangunan bersejarah di Semarang yang harus dilindungi. Bangunan Lawang Sewu telah selesai dipugar dan direvitalisasi pada tahun 2011 lalu.
HAL MENARIK DI LAWANG SEWU
 
foto diambil dari Google
              
Lawang Sewu Semarang terdiri dari empat bangunan. Anda harus membayar tiket masuk Lawang Sewu untuk dapat mengeksplorasi objek wisata ini. Tentu saja, Anda akan ditemani oleh pemandu tatkala berkeliling di Lawang Sewu. Jika Anda datang sendirian, Anda dapat bergabung dengan pengunjung lainnya yang ada di sana agar biaya jasa pemandu dapat ditekan lebih hemat.
Bangunan Lawang Sewu memiliki tiga lantai. Anda akan diarahkan ke lantai dua melewati sebuah tangga besar. Saat menaiki anak tangga, Anda dapat menyaksikan sebuah dinding kaca berukiran indah dan warna-warni. Kaca yang langsung didatangkan dari Belanda ini masih asli dan terawat. Tatkala menelusuri pintu-pintu dan lorong-lorong sepanjang lantai dua, pemandu biasanya akan menjelaskan sejarah bangunan ini. Coba lihat keadaan di luar bangunan, Anda dapat menyaksikan lalu lintas di kawasan Tugu Muda saat berada di balkon gedung ini. Secara umum, bangunan Lawang Sewu memiliki suasana yang terbilang cukup pengap dengan pencahayaan yang remang-remang. Hal yang demikian turut menambah nuansa mistis dan mencekam yang mana sering mewarnai cerita-cerita dari mereka yang pernah berkunjung ke Lawang Sewu Semarang. Beberapa orang yang memiliki kepekaan supranatural pernah mengisahkan tentang ragam penampakan yang ada di sana. Tetapi sesungguhnya, suasana tersebut tidak mengurangi pesona yang dimiliki bangunan tua yang berdesain indah dan artistik ini. Dari sekian banyak ruang yang ada, hanya ada satu ruangan yang terbuka. Konon, ruangan tersebut dulunya adalah ruangan kerja milik pejabat tinggi kolonial Belanda.
Penelusuran di sepanjang lantai dua akan berakhir di ujung bangunan di mana Anda dapat menemukan sebuah jembatan penghubung menuju gedung lainnya. Jembatan penghubung ini akan membawa Anda sampai ke gedung bagian belakang. Saat menelusuri lorong selanjutnya, akan terlihat sebuah selokan di bawah tepian sebuah lorong. Selokan ini konon pernah menjadi tempat untuk membuang mayat yang kepalanya telah dipenggal semasa penjajahan Jepang .
Dari lantai dua, pemandu akan membawa Anda menuju bagian atas. Bagian ini merupakan loteng dan menurut cerita pernah dijadikan tempat penyiksaan tawanan saat penjajahan Jepang. Lawang Sewu juga memiliki ruang bawah tanah. Tetapi, Anda harus membayar lagi tiket masuk untuk dapat masuk ke ruang bawah tanah ini. Di masa lampau, ruangan yang semula berfungsi sebagai saluran pembuangan air ini pernah dijadikan sebagai penjara. Saat akan memasuki ruang bawah tanah, Anda dapat memabaca larangan untuk melakukan segala aktivitas berbau mistis. Untuk menelusuri ruangan bawah tanah ini, Anda perlu menerobos genangan air yang cukup tinggi.
Di Lawang Sewu Semarang, juga terdapat gedung lain berukuran lebih kecil yang difungsikan sebagai museum kereta api. Saat memasuki gedung ini, Anda dapat membaca tulisan mengenai sejarah bangunan Lawang Sewu. Gedung ini memiliki beberapa ruangan. Ruangan utama gedung dijadikan sebagai tempat untuk memamerkan sejumlah foto berukuran besar serta peralatan untuk mengatur jalur kereta api di masa Belanda. Saat menjelajahi bangunan Lawang Sewu, Anda dapat menemukan beberapa spot menarik untuk mengambil foto. Bangunan yang artistik ini mampu menghadirkan background unik yang lazim diminati banyak pecinta fotografi.
Foto diambil dari Google

















Vihara Buddhagaya Watugong
Foto Diambil dari Google
Semarang, salah satu kota bersejarah yang ada di Indonesia, mempunyai banyak tempat wisata yang wajib untuk dikunjungi. Salah satunya adalah Vihara Buddhagaya yang terletak di Jalan Raya Pudakpayung Watugong, Semarang. Dari pusat Kota Semarang, Anda dapat mencapai Vihara Buddhagaya dengan perjalanan selama 45 menit dengan mobil ke arah Ungaran, atau jalan menuju Solo – Jogja. Karena letaknya yang berada di pinggir jalan besar dan tepat di depan Markas Kodam IV Diponegoro, Watugong, Vihara Buddhagaya dapat diakses dengan mudah. Kawasan ini dinamakan Watugong karena di daerah tersebut ditemukan batu (watu) yang bentuknya seperti gong.
Kompleks Vihara Buddhagaya Watugong yang mempunyai luas 2,25 hektar ini terdiri dari 5 bangunan utama dengan 2 bangunan utama, yaitu Pagoda Avalokitesvara dan Vihara Dhammasala yang dibangun pada tahun 1955. Selain itu, dalam kompleks Vihara Buddhagaya Watugong terdapat pula Monumen Watugong, patung Dewi Kwan Im, patung Buddha di bawah pohon Bodhi yang terletak di pelataran vihara, patung Buddha tidur berwarna coklat dengan pakaian dan tubuh berwarna emas di sebelah kiri pagoda, serta kolam teratai di sekitar pagoda. Pohon Bodhi (Ficus Religiosa) yang ada di pelataran Vihara Buddhagaya ini ditanam oleh Bhante Naradha Mahathera pada tahun 1955.
Ikon paling terkenal dari Vihara Buddhagaya ini adalah Pagoda Avalokitesvara atau biasa disebut Pagoda Metakaruna yang berarti pagoda cinta dan kasih sayang. Pagoda ini didirikan untuk menghormati Dewi Kwan Sie Im Po Sat yang dipercaya oleh umat Buddha sebagai dewi kasih sayang. Pagoda Avalokitesvara mempunyai tinggi 45 meter dan terdiri dari 7 tingkat yang menyempit ke atasujuh tingkat ini dimaknakan sebagai kesucian yang akan dicapai oleh pertapa setelah mencapai tingkat ke tujuh. Pagoda Avalokitesvara yang identik dengan perpaduan warna merah dan kuning khas bangunan Tiongkok ini diresmikan oleh MURI sebagai pagoda tertinggi di Indonesia pada tahun 2006.
Foto diambil dari Google
Di dalam Pagoda Avalokitesvara yang berukuran 15 x 15 meter dan berbentuk segi delapan ini terdapat patung Dewi Kwan Im berukuran 5,1 meter, serta patung Panglima We Do di sisinya. Di tingkat kedua hingga keenam, ada patung Dewi Kwan Im yang menghadap ke empat penjuru mata angin. Ini dimaksudkan supaya sang dewi dapat memancarkan welas asih ke empat penjuru. Sedangkan di bagian puncak pagoda terdapat patung Amitabha, yaitu guru besar para dewa dan manusia. Di puncak ini juga terdapat stupa untuk menyimpan relik, yaitu mutiara Buddha. Namun, Anda tidak dapat ke puncak pagoda, karena di pagoda ini tidak disediakan tangga untuk mengakses puncaknya. Total patung yang ada di Pagoda Avalokitesvara berjumlah 30 buah.
Pagoda Avalokitesvara sendiri digunakan untuk ritual Tjiam Shi, yaitu ritual untuk mengetahui nasib umat manusia. Caranya adalah dengan menggoyangkan bambu yang sudah diberi tanda hingga salah satu bambu terjatuh. Untuk membaca hasil ramalan, Anda dapat meminta bantuan kepada petugas yang ada. Namun jika sudah menggoyangkan bambu sebanyak 3 kali berturut-turut dan tidak ada bambu yang terjatuh, konon hari itu bukan hari baik untuk meramalkan nasib.

Bangunan kedua yang menyita perhatian dari Vihara Buddhagaya adalah Vihara Dhammasala. Bangunan Dhammasala ini mempunyai dua lantai. Lantai pertama adalah aula serbaguna yang mempunyai panggung di bagian depan, sedangkan di lantai kedua terdapat ruang Dhammasala yang digunakan untuk acara ibadah umat Buddha. Di dalam vihara ini terdapat patung Buddha duduk berwarna emas dengan ukuran besar. Di sekeliling Vihara Dhammasala, terdapat pagar dengan ukiran relief cerita Paticca Samuppada, yaitu proses kehidupan manusia dari lahir hingga meninggal dunia.
Untuk memasuki vihara, ada ritual khusus yang harus dijalankan, yaitu menginjak relief ayam, ular, dan babi yang ada di pintu masuk vihara. Menurut keyakinan umat Buddha, ayam merupakan simbol keserakahan, ular adalah lambang kebencian, sedangkan babi melambangkan kemalasan. Dengan menginjak relief hewan-hewan ini, maka umat manusia diharapkan dapat meninggalkan karakter-karakter tersebut dan dapat masuk nirwana.
Vihara Buddhagaya ini dibangun menggunakan material-material yang diimpor langsung dari China. Baik genteng, relief-relief batu yang ada di tangga, lampu naga, kolam naga, air mancur naga, patung kilin dan burung hong, serta semua aksesoris yang ada di Vihara Buddhagaya merupakan material yang dibuat di China. Saat ini, Vihara Buddhagaya merupakan salah satu bangunan yang berada di bawah binaan Sangha Theravada, yaitu sebuah organisasi kebhikkuan yang berpedoman pada Kitab Suci Tipitaka Pali.
Untuk kalian yang tahu dan pernah nonton film Sun Go Kong, kalian harus coba ketempat ini. Nuansa di film Sun Go Kong si Raja Kera yang sangat lincah dan nakal dan para dewanya sangat kental di area obyek wisata satu ini, dari detail ornamen, patung, sampai dengan taman pun seakan kita tidak sedang berada di kawasan indonesia.

Akses untuk ke Semarang
1.      Pesawat
Bagi yang mempunyai waktu yang terbatas, dan mempunyai dana yang cukup. Untuk bepergian ke Semarang bisa diakses menggunakan transportasi udara atau menggunakan pesawat. Beberapa maskapai penerbangan seperti Sriwijaya Air, Garuda Indonesia, dan juga Lion Air adalah maskapai yang membawa penumpang dari Jakarta-Semarang pulang-pergi. Memiliki budget tambahan disarankan menggunakan pesawat karena pastinya ketika sudah sampai di Kota Lumpia ini Anda bisa lebih lama untuk mengeksplore Kota Semarang ini karena tentu Anda cukup banyak waktu untuk berkeliling Kota. Tarif rata-rata pesawat berkisar antara 390.000 – 700.000-an
2.        Kereta Api
Untuk jenis transportasi kedua ini bisa menjadi alternatif lain bagi Anda yang sepertinya cukup memiliki banyak waktu selama dalam perjalanan. Selain itu soal biaya tentunya lebih terjangkau dibandingkan dengan pesawat. Di Semarang ada dua stasiun besar yang merupakan stasiun utama di Semarang. Untuk jalur kereta eksekutif dan bisnis biasanya kereta akan berangkat dan berakhir pada Stasiun Semarang Tawang. Sedangkan bagi perjalanan kelas ekonomi berada di Stasiun Semarang Poncol. Meskipun saat ini kereta kelas ekonomi pun sebagian juga ada di Stasiun Tawang. Sebagai contohnya tarif kereta Semarang – Jakarta PP bisa didapatkan mulai dari yang kelas ekonomi seharga 65.000 sampai dengan eksekutif 300.000-an
3.       Bus
Selain jalur transportasi cepat seperti pesawat dan kereta. Ada jalur darat lain yang bisa dijadikan referensi bagi wisatawan yang hendak bepergian ke Semarang. Transportasi bus ini memang akan menghabiskan banyak waktu selama perjalanan. Kira-kira kalau dihitung-hitung waktu tempuh yang dihabiskan untuk menggunakan transportasi bus berkisar hampir 10 jam lamanya. Itupun tergantung padatnya kondisi lalu lintas di jalan. Pilihan jenis transportasi bus ini juga sepertinya sangat direkomendasikan bagi yang hobi jalan-jalan atau traveling. Dimana selama perjalanan sudah pasti akan menemukan banyak hal unik yang bisa dijadikan cerita bagi para traveller. Banyak sekali armada bus yang dapat kalian gunakan salah satu contohnya Bus Pahala Kencana dengan harga Jakarta – Semarang Rp. 200.000 (executive) s/d Rp. 220.000 (super executive)
4.     Transportasi Pribadi
Jika dirasa Anda mempunyai banyak waktu untuk melakukan perjalanan yang cukup panjang dan tidak terkesan ingin cepat sampai. Bisa juga menggunakan kendaraan pribadi baik mobil ataupun motor. Sebenarnya sama saja ketika kita menggunakan bus untuk alat transportasi umumnya. Namun terkadang orang-orang yang hobi touring pastinya akan memilih untuk membawa kendaraan pribadi sendiri. Dimana keuntungannya Anda bisa bebas berhenti dimana pun dan kapan saja. Akan tetapi kekurangannya adalah masalah keselamatan dalam perjalanan Anda. Perjalanan jauh dengan mengendarai kendaraan sendiri tentu membutuhkan banyak tenaga yang lebih dan paling tidak juga harus sudah berpengalaman. Karena resiko nya sudah pasti jauh lebih besar dibandingkan jika Anda menggunakan transportasi umum.
Untuk akses ke dua destinasi yang saya jelaskan, saya ambil contoh dari stasiun tawang. Untuk akses menuju lawang sewu anda bisa berkendara dengan transportasi umum. Cukup naik angkutan umum satu kali kita sudah bisa sampai ke Lawang Sewu dengan perkiraan memakan waktu 15menit. Dan untuk menuju ke Vihara Buddhagana Watugong kita harus berkendara menggunakan bus antar kota dengan waktu sekitar 30 menit.
Akomodasi di dekat destinasi wisata
a.      Lawang Sewu
·         Hotel Crowne Plaza Semarang Hitel (bintang lima)
Dengan range harga Rp. 994.242 s/d Rp Rp. 1.745.076
b.     Vihara Buddhagana Watugong
·         Quest Hotel Semarang (bintang tiga)
Dengan range harga Rp. 438.000
Restaurant terdekat dari destinasi wisata
a.       Lawang Sewu
·         Rodjo (Jalan Pemuda 77, Semarang, Indonesia)
0.4 km dari Gedung Lawang Sewu.

b.      Vihara Buddhagana Watugong
·         Restaurant Kampung Laut


PENUTUP
Demikianlah yang dapat saya tuliskan dalam tulisan Wisata Sejarah ini. Semoga tulisan saya dapat menjadi Inspirasi yang membaca untuk datang berwisata ke Kota Semarang.Wassalamu'alaikum


DAFTAR PUSTAKA

Annisa Oktaviana
4423143916
Ujasa Jasa Pariwisata B 2014
annisaoktaviaoaca@gmail.com
0813168045458