Showing posts with label jawa barat. Show all posts
Showing posts with label jawa barat. Show all posts

Monday, January 4, 2016

T4_Muhammad Luthfi_Kota Cirebon



Kota Cirebon

A.     LETAK
Kota Cirebon terletak pada 108º33 Bujur Timur dan 6º41 Lintang Selatan pada pantai Utara Pulau Jawa, bagian timur Jawa Barat, memanjang dari barat ke timur ±11 Km dengan ketinggian dari permukaan laut ±5 M (termasuk dataran rendah). Kota Cirebon dapat ditempuh melalui jalan darat sejauh 130 km dari arah Kota Bandung dan 258 km dari arah Kota Jakarta.
Kota Cirebon terletak pada lokasi yang strategis dan menjadi simpul pergerakan transportasi antara Jawa Barat dan Jawa Tengah. Letaknya yang berada di wilayah pantai menjadikan Kota Cirebon memiliki wilayah dataran yang lebih luas dibandingkan dengan wilayah perbukitannya. Luas Kota Cirebon adalah 3.735,82 hektar atau ±37 km2 dengan dominasi penggunaan lahan untuk perumahan (32%) dan tanah pertanian (38%).
Wilayah Kotamadya Cirebon dibatasi oleh :
* Sebelah Utara : Sungai Kedung Pane
* Sebelah Barat : S. Banjir Kanal/ Kabupaten Cirebon
* Sebelah Selatan : Sungai Kalijaga
* Sebelah Timur : Laut Jawa
Sebagian besar wilayah merupakan dataran rendah dengan ketinggian antara 0-2000 dpl, sementara kemiringan lereng antara 0-40 % dimana 0-3 % merupakan daerah berkarateristik kota, 3-25 % daerah transmisi dan 25-40 % merupakan pinggiran.
Terdapat 4 (empat) buah sungai yang cukup besar yaitu :
* Sungai Kedung Pane
* Sungai Sukalila
* Sungai Kesunean
* Sungai Kalijaga
Kondisi air tanah agak dipengaruhi oleh intrusi air laut dan relatif dangkal.

B.      Sejarah Kota Cirebon
Asal kota Cirebon ialah pada abad ke 14 di pantai utara Jawa Barat ada desa nelayan kecil yang bernama Muara Jati yang terletak di lereng bukit Amparan Jati. Muara Jati adalah pelabuhan nelayan kecil. Penguasa kerajaan Galuh yang ibu kotanya Rajagaluh menempatkan seorang sebagai pengurus pelabuhan atau syahbandar Ki Gedeng Tapa. Pelabuhan Muara Jati banyak di singgahi kapal-kapal dagang dari luar di antaranya kapal Cina yang datang untuk berniaga dengan penduduk setempat, yang di perdagangkannya adalah garam, hasil pertanian dan terasi.
Kemudian Ki Gendeng Alang-alang mendirikan sebuah pemukiman di lemahwungkuk yang letaknya kurang lebih 5 km, ke arah Selatan dari Muara Jati. Karena banyak saudagar dan pedangan asing juga dari daerah-daer5ah lain yang bermukim dan menetap maka daerah itu di namakan Caruban yang berarti campuran kemudian berganti Cerbon kemudian menjadi Cirebon hingga sekarang.
Raja Pajajaran Prabu Siliwanggi mengangkat Ki Gede Alang-alang sebagai kepala pemukiman baru ini dengan gelar Kuwu Cerbon. Daerahnya yang ada di bawah pengawasan Kuwu itu dibatasi oleh Kali Cipamali di sebelah Timur, Cigugur (Kuningan) di sebelah Selatan, pengunungan Kromong di sebelah Barat dan Junti (Indramayu) di sebelah Utara.
Setelah Ki Gedeng Alang-alang wafat kemudian digantikan oleh menantunya yang bernama Walangsungsang putra Prabu Siliwanggi dari Pajajaran. Walangsungsang ditunjuk dan diangkat sebagai Adipati Carbon dengan gelar Cakrabumi. Kewajibannya adalah membawa upeti kepada Raja di ibukota Rajagaluh yang berbentuk hasil bumi, akan tetapi setelah merasa kuat meniadakan pengiriman upeti, akibatnya Raja mengirim bala tentara, tetapi Cakrabumi berhasil mempertahankannya.
Kemudian Cakrabumi memproklamasikan kemerdekaannya dan mendirikan kerajaan Cirebon dengan mamakai gelar Cakrabuana. Karena Cakrabuana telah memeluk agama Islam dan pemerintahannya telah menandai mulainya kerajaan kerajaan Islam Cirebon, tetapi masih tetap ada hubungan dengan kerajaan Hindu Pajajaran. Semenjak itu pelabuhan kecil Muara Jati menjadi besar, karena bertambahnya lalu lintas dari dan ke arah pedalaman, menjual hasil setempat sejauh daerah pedalaman Asia Tengara. Dari sinilah awal berangkat nama Cirebon hingga menjadi kota besar sampai sekarang ini. Pangeran Cakra Buana kemudian membangun Keraton Pakungwati sekitar Tahun 1430 M, yang letaknya sekarang di dalam Komplek Keraton Kasepuhan Cirebon.
C.   Transportasi menuju kota cirebon
Kereta api dan bus menjadi alat transportasi favorit. Dari Stasiun Gambir di Jakarta, Anda bisa naik kereta langsung ke Stasiun Kereta Api Cirebon yakni Cirebon Ekspres dan Argo Jati. Harga tiket KA Cirebon Ekspres yakni Rp 150.000-200.000 (Eksekutif) dan Rp 100.000-150.000 (Bisnis). Untuk Argo Jati harga tiketnya Rp 125.000-220.000 (hanya Eksekutif).

Kota-kota besar di seluruh Jawa punya rute bus ke Cirebon. Jika berangkat dari Jakarta, Anda bisa naik bus baik eksekutif maupun ekonomi dari Terminal Kampung Rambutan. Harganya sekitar Rp 25.000-65.000. Jika berangkat dari Bandung, Anda bisa naik bus dari Terminal Cicaheum dengan harga sekitar 50.000-60.000. Anda juga bisa mencapai Cirebon dari Semarang dengan harga tiket sekitar Rp 75.000.

Nah, begitu sampai Cirebon, terdapat beberapa opsi transportasi untuk berkeliling kota. Angkutan Kota (Angkot) yang berwarna biru telur asin adalah alat transportasi paling praktis dan murah. Angkot berawalan D (D1-D10) punya rute ke berbagai sudut Kota Cirebon. Sementara angkot berawalan G (GS, GM, GP, GC, dan GG) punya rute sampai Kabupaten Cirebon.

Tak perlu bayar mahal saat naik angkot di Cirebon. Sekali jalan, Anda hanya perlu membayar sekitar Rp 3.000-4.000. Harga angkot berawalan G pun tidak mahal, sekitar Rp 4.000-6.000 sekali jalan.

D.     Objek wisata yang ada di kota Cirebon

1.      Wanawisata Ciwaringin

Tempat wisata ini berada di Desa Ciwaringin. Di sini, Anda bisa berjalan kaki menikmati pemandangan wanawisata. Seperti kebanyakan kawasan hijau di kota lain, di sini Anda juga bisa menemui pepohonan rindang terutama pohon kayu putih. Cukup unik, ya?
Wanawisata Ciwaringin ramai dikunjungi pada hari Minggu. Jika Anda suka memancing, ada Danau Ciranca untuk memuaskan hobi Anda. Membawa pulang ikan segar hasil memancing sendiri tentu akan menyenangkan. Selain itu, terdapat arena motor cross yang pada saat tertentu digunakan untuk pertandingan balap.

2.      Desa Wisata Cikalahang
Di desa wisata ini, hobi memancing dan wisata kuliner Anda akan terpenuhi. Cikalahang merupakan sebuah tempat wisata di Cirebon yang menjaditujuan favorit keluarga. Ada banyak rumah makan dengan menu ikan bakar istimewa. Tak hanya itu, Anda juga bisa memancing sendiri ikan di kolam-kolam yang telah disediakan sehingga ikan dijamin masih dalam kondisi segar saat dimasak. Desa Wisata Cikalahang berada di Kecamatan Dukupuntang.

3.      Situ Sedong
Situ Sedong merupakan waduk buatan sekaligustempat wisata di Cirebon, tepatnya di Kecamatan Sedong. Tempat ini banyak dikunjungi keluarga saat akhir pekan. Selain bisa melihat pemandangan, ada juga permainan yang bisa Anda gunakan untuk bersantai bersama keluarga seperti bebek air. Bebek air bisa digunakan untuk mengelilingi Situ Sedong.
Saat terbaik untuk datang ke Situ Sedong adalah pada sore hari karena cuaca tidak panas, sehingga Anda bisa menikmati tempat wisata ini dengan lebih nyaman.

4.      Taman Ade Irma Suryani Nasution
Taman Ade Irma Suryani Nasution merupakan taman rekreasi terbesar yang ada di kota ini. Pada awalnya, taman ini bernama Traffic Garden Cirebon dan menjadi tempat wisata di Cirebon yang paling banyak dikunjungi. Pada tahun 1966, taman ini berubah nama menjadi Taman Ade Irma Nasution.
Tempat wisata ini cocok sekali dikunjungi bersama keluarga. Di sini, ada tempat bermain anak dan kebun binatang mini. Karena lokasinya yang berdekatan dengan pelabuhan Cirebon, Anda juga bisa menikmati keindahan pantai. Selain itu, ada pertunjukan musik dan seni yang rutin diadakan setiap hari Minggu dan hari libur nasional di panggung yang telah disediakan.

5.       Keraton Kasepuhan
Keraton Kasepuhan merupakan keraton kesultanan pertama di Cirebon yang dibangun oleh Pangeran Mas Mochammad Arifin II pada tahun 1529. Selain sebagai keraton tertua di Cirebon, keraton ini juga menjadi yang termegah dan paling terawat di kota ini. Keraton dikelilingi oleh tembok bata berwarna merah. Sedangkan bangunan utamanya berwarna putih yang di dalamnya terdapat singgasana sultan dan ruang tidur.
Bangunan peninggalan sejarah ini sekarang menjadi tenpat wisata di cirebon yang bisa menarik orang-orang dari luar kota cirebon loh gaes. Dan disana kalian bisa melihan berbagai benda-benda pusaka milik sultan dahulu dan juga sebuah Kereta Singa  yang hanya dikeluarkan setiap tanggal       1 Syawal Hijriyah untuk dimandikan.

6.       Keraton Kanoman
Keraton kanoman berjarak hanya 600meter dari Keraton Kasepuhan. Keraton ini dibangun oleh sultan badaruddin pada tahun 1588 karena terjadi perselisihan tentang siapa pewaris keraton. Dari kKeraton Kesepuhan ke Keraton Kanoman, anda akan melewati pasar tradisional yang menjual berbagai suvenir khas Cirebon.
Di sini, kalian bisa masuk museum yang di dalamnya terdapat banyak benda peninggalan bersejarah juga loh seperti piring-piring antik dari Eropa yang merupakan koleksi Sultan dahulu. Selain itu, keraton ini masih menjadi tempat tinggal keturunan ke-12 kesultanan yaitu Raja Muhammad Emiruddin dan keluarganya.
7.       Masjid Agung Sang Cipta Rasa
Masjid Agung Sang Cipta Rasa disebut juga dengan Masjid Agung Kesepuhan karena lokasinya yang berdekatan dengan  Keraton Kesepuhan. Masjid ini menjadi salah satu satu tempat wisata di Cirebon. Dihalaman  Masjid tersebut sumber yang disebut memiliki sumber yang sama dengan sumur air zam-zam di Mekkah. Air dari sumur ini juga dipercaya dapat menyembuhkan berbagai penyakit jika diminum dan dipakai membasuh wajah.
Dan yang unik dari masjid ini adalah di pintu masuk nya karena di buat pendek, karena sebagai lambang menyimbolkan kalau kita mau masuk kesitu menunduk.
8.      Taman Sari Gua Sunyaragi
Tempat wisata ini berada di Kelurahan  Sunyaragi, Kesambi. Nama taman ini bersal dari dua kata bahasa Sansekerta yaitu ‘sunya’ yang berarti sepi dan ‘ragi’ yang berarti raga. Lokasi ini dahulu memang digunakan oleh raja dan keluarganya sebagai tempat mencari ketenangan.
Ada dua bangunan utama yaitu pesanggrahan dan gua. Didalam pesanggrahan terdapat  beberapa ruangan seperti ruang tidur dan ruang rias. Yang menarik adalah bangunan guayang dari luar terlihat seperti candi. Bagian dalamnya menyerupai gua karena ada banyak lorong dan berbentuk mirip labirin, selain rindangnya pepohonan untuk beristirahat, disekitar tempat wisata ini terdapat banyaksaung kecil yang menjual aneka makanan dan suvenir nya.
9.       Banyu Panas Palimanan
Banyu Panas Palimanan merupakan salah satu tempat wisata di Cirebon yang banyak dikunjungi setiap harinya terutama pada saat akhir pekan. Taman pemandian ini berada di Desa Palimanan Barat, Kecamatan Palimanan, Cirebon. Dari pusat kota Cirebon, tempat wisata ini bisa ditempuh dalam waktu 25 – 30 menit perjalanan.
Air di taman pemandian ini adalah sumber air panas alami yang mengandung belerang dan dipercaya bisa menyembuhkan berbagai penyakit kulit. Di sekitar lokasi pemandian terdapat banyak gazebo untuk beristirahat.
10.   Kampung Batik Trusmi
Kegiatan belanja suvenir khas suatu daerah susah dipisahkan dari kegiatan wisata. Jika ingin berbelanja batik khas Cirebon sebagai oleh-oleh, Anda bisa datang ke Kampung Batik Trusmi di Kecamatan Plered, Cirebon. Ada batik dengan berbagai motif khas yang bisa Anda beli secara eceran atau grosir. Harga yang ditawarkan di sini lebih terjangkau dibanding jika harus membeli batik di mall atau pusat perbelanjaan lain.


Muhammad Luthfi
4423143925
Usaha Jasa Pariwisata 2014 B
luthfimuhammad1107@gmail.com


Sunday, January 3, 2016

Tugas 4 - Kota-Kota di Pulau Jawa



Hallo Semuanya, Apa Kabarnya?
Sebelumnya saya ingin memperkenalkan diri terlebih dahulu
Nama saya Hirfan Ramadhan dan saya mahasiswa pariwisata Universitas Negeri Jakarta angkatan 2014. Dan kali ini saya ingin meng-explore mengenai objek-objek wisata yang ada di Sukabumi, Jawa Barat.
SUKABUMI
Kota Sukabumi merupakan salah-satu kota dengan luas wilayah terkecil di Jawa Barat. Ada yang mengatakan bahwa nama Sukabumi berasal dari bahasa Sunda, yaitu Suka-Bumen, yang bermakna bahwa pada kawasan yang memiliki udara sejuk dan nyaman ini membuat orang-orang suka bumen-bumen atau menetap. Penjelasan yang lebih masuk akal adalah bahwa nama "Sukabumi" berasal dari bahasa Sansekerta suka, "kesenangan, kebahagiaan, kesukaan" dan bhumi, "bumi". Jadi "Sukabumi" artinya "bumi kesukaan".
Peta Sukabumi, Jawa Barat

Kota Sukabumi terletak pada bagian selatan tengah Jawa Barat pada koordinat 106° 45’ 50’’ Bujur Timur dan 106° 45’ 10’’ Bujur Timur, 6° 49’ 29’’ Lintang Selatan dan 6° 50’ 44’’ Lintang Selatan, terletak di kaki Gunung Gede dan Gunung Pangrango yang ketinggiannya 584 m diatas permukaan laut, dengan suhu maksimum 29 °C. Kota ini terletak 120 km sebelah selatan Jakarta dan 96 km sebelah barat Bandung, dan wilayahnya berada di sekitar timur laut wilayah Kabupaten Sukabumi serta secara administratif wilayah kota ini seluruhnya berbatasan dengan wilayah Kabupaten Sukabumi.
Dari sisi pariwisata Sukabumi menyimpan banyak sekali kekayaan wisata didalamnya dari mulai pegunungan,pantai, hingga desa wisata pun terdapat didalamnya. Dan saya akan menjelaskan mengenai kawasan-kawasan wisata yang terdapat di Sukabumi sebagai berikut.

1.      Pantai Ujung Genteng
Merupakan sebuah pantai indah yang memiliki tempat penangkaran penyu hijau. Pantai ini berlokasi di Kecamatan Ciracap, lebih kurang sekitar 220 km dari kota Jakarta. Walaupun jarak menuju pantai ini cukup jauh, namun anda tidak akan kecewa jika sudah berada di kawasan Pantai Ujung Genteng, karena anda akan melihat langsung pantai yang berpasir putih dengan ombak yang menggulung.
Pantai Ujung Genteng

Pantai Ujung Genteng menawarkan keharmonisan alam sehingga bisa mengobati segala kepenatan dari rutinitas sehari-hari. Di sini anda dapat berselancar dan juga memancing. Tiket masuk menuju pantai Ujung Genteng sebesar 8.000/orang. Selain itu di pantai Ujung Genteng juga tedapat tempat wisata menarik lainnya khususnya pantai diantaranya adalah Pantai Pangumbahan, Muara Cipanarikan, Cibuaya, dan lainnya. Jika anda berkunjung ke pantai Pangumbahan, anda bisa melihat pelepasan tukik (anak Penyu) dengan biaya masuk Rp10.000/orang. Sedangkan jika ingin melihat para Penyu bertelur anda harus merogoh kocek lebih sekitar Rp150.000/orang dewasa, Rp75.000/orang mahasiswa dan Rp 50.000/orang anak-anak. Dari Pantai Ujung Genteng anda bisa menyewa motor dengan harga Rp75.000/unit. Ketika tiba di Pantai Pangumbahan anda bisa melihat para Penyu baik yang bertelur maupun pelepasan Tukik.
Pelepasan Tukik (anak Penyu) di pantai Pangumbahan

Penyu-penyu tersebut dengan ukuran panjang antara 80-150 cm itu mengeluarkan puluhan telur bulat kecil berwarna putih lalu menutupnya dengan pasir. Penyu yang bertelur di pantai Pangumbahan sebagian besar adalah spesies penyu hijau (Chelonia mydas). Penyu hijau termasuk salah satu jenis penyu yang dilindungi karena populasinya sudah jauh berkurang. Penyu baru bisa bertelur setelah mencapai usia 50 tahun. Dari puluhan telur yang ia keluarkan itu, hanya satu atau dua penyu yang akan bertahan hidup hingga usia yang mencukupi untuk bertelur di tempat yang sama ketika dia menetas. Siklus kehidupan itu telah berlangsung selama ribuan tahun, namun baru beberapa puluh tahun terakhir siklus tersebut terganggu karena tangan serakah manusia yang mencuri telur penyu dan membunuh penyu untuk diambil cangkangnya sebagai pajangan.
Untuk rombongan bus atau pengendara kendaraan pribadi, rute perjalanan ke lokasi wisata Ujung Genteng dimulai dari Sukabumi, kemudian terus mengikuti rambu yang menuju ke arah Cibadak. Sesampai di perempatan, akan ada jembatan Kuning. Ikuti jalan tersebut hingga Anda menemukan Jalan Raya Ujung Genteng. Kondisi jalan tergolong semi off-road, untuk itu Anda patut mempersiapkan kondisi kendaran yang prima agar dapat berjalan dengan lancar ke lokasi. Jika Anda melakukan perjalanan dengan transportasi umum, ada dua rute yang dapat dijadikan sebagai acuan. Apabila Anda dari arah Jakarta, berhentilah di Terminal Degung, Sukabumi. Kemudian naik angkutan umum jurusan Bhayangkara, lalu berhenti di Toserba “Yogya”..
2.      Curug Cikaso
Curug Cikaso beralamat di Kampung Ciniti, Desa Cibitung, Kecamatan Surade,Kabupaten Sukabumi, Propinsi Jawa Barat. Curug Cikaso sebenarnya bernama Curug Luhur, mengalir dari anak sungai Cikaso yang bernama Cicurug. Tapi oleh kebanyakan orang, curug ini lebih dikenal dengan nama Curug Cikaso.  Curug Cikaso terbentuk dari tiga titik air terjun yang berdampingan dalam satu lokasi dengan di bagian bawahnya terdapat kolam dengan warna  airnya hijau kebiru-biruan. 
Pesona Curug Cikaso

Kedua titik air terjun dapat terlihat dengan jelas sedangkan yang satu agak tersembunyi dengan tebing yang menghadap ke timur.  Masing-masing air terjun mempunyai nama masing. Yang kiri bernama Curug Asepan, tengah bernama Curug Meong dan kanan bernama Curug Aki.  Ketiga curug ini memiliki ketinggian sekitar 80 meter dengan lebar tebingnya sekitar 100 m. Berkunjung ke Curug Cikaso sebaiknya dilakukan pada pagi hari karena bias sinar matahari yang baru terbit akan tercipta dengan jelas dari butir-butir halus cipratan air terjun.  Sebaiknya menggunakan jasa pemandu yang tersedia agar tidak tersesat karena untuk menuju lokasi curug ini tidak ada petunjuk jalan. Berikut biaya-biaya yang terdapat di Curug Cikaso.
§  Kendaraan Mobil Rp 27.000,- per mobil + uang parkir Rp 6.000.000,-
§  Pejalan Kaki Rp 3.000,- per orang
§  Kebersihan Rp 2.000,-/ orang
Sewa lainnya
§  Sewaan Perahu Rp 60.000,- / perahu kapasitas 10 penumpang (alternatif bisa jalan kaki alias gratis)
§  Toilet Rp.2.000,- untuk sekali pakai
Di kawasan ini juga terdapat curug yang lain yaitu Curug Calem, Curug Cikatomas dan Curug Cigangsa yang berjarak tempuh ± 30 menit atau sekitar 10 km.
Berjarak tempuh sekitar 8 kilometer dari Surade, 15 kilometer dari Jampang Kulon, 30 kilometer dari Ujunggenteng, dan sekitar 110 kilometer dari Kota Sukabumi. Atau +/- 70 km dari Palabuhan ratu. Umumnya perjalanan menuju Curug Cikaso diawali dari kota kecil Surade yang memakan waktu tempuh sekitar setengah jam (berjarak tempuh sekitar 8 km) dengan kendaraan roda dua atau empat hingga tiba di pertigaan Jalan Cikaso dengan kondisi jalan yang berliku dan beraspal baik, namun di akhir perjalanan akan ditemui kondisi jalan mulai berbatu.  
Bagi yang menggunakan kendaraan umum dapat naik angkot dari kota Surade dengan rute Surade - Cikaso.  Tarif angkot ini Rp 6000 per orang.  Turun di Jalan Raya Cikaso, di simpang tiga menuju curug. Dari Simpang tiga (sebagai jalan masuk dan juga tempat parkit bagi yang membawa kendaraan) ini perjalanan diteruskan dengan berjalan kaki sekitar 2 km menuju lokasi melewati pematang sawah dan ladang penduduk.  Atau juga bisa menumpang truk pasir yang biasa lewat menuju curug ini.  Selain itu dapat juga menggunakan sampan dengan menyusuri sungai Cikaso.  Sampan ini banyak tersedia di sekitar Jembatan Cikaso.  Waktu tempuh sekitar 15 menit dari warung dekat pertigaan atau persimpangan jalan menuju Curug Cikaso dan Curug Cigangsa. Setelah sampai di dekat tepian daratan menuju curug, perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki menyusuri jalan setapak sejauh 100 m hingga tiba di lokasi curug.
3.      Sungai Citarik
Sungai Citarik adalah wisata bagi para pecinta Rafting. Karena aliran air disini memang cukup deras, beberapa batu terlihat di tengah-tengah sungai. Keberadaan sungai citarik, selain untuk kegiatan rafting juga digunakan untuk berbagai kegiatan warga seperti untuk irigasi di sawah, mencuci pakaian dan lainya. Sungai citarik yang merupakan salah satu tempat favorit untuk kegiatan rafting di jawa barat ini terletak di kecamatan cikidang sukabumi. Jika sobat berasal dari jakarta dibutuhkan waktu sekitar 3 hingga 4 jam perjalanan untuk mencapai lokasi sungai citarik.Jalan menuju lokasi pun cukup enak, karena jalanya lebar walaupun berkelak-kelok. Untuk menikmati rafting di sungai citarik alangkah baiknya datang pada musim hujan. Karena suhu disana cukup rendah, sebaiknya sobat membawa pakaian yang tebal dan hangat. Di sungai citarik ini ada beberapa paket rafting dengan harga yang berbeda-beda. Sungai Citarik di Sukabumi ini dapat ditempuh dengan rute Bogor-Cicurug-ParungKuda-Cikidang. Jika sobat sudah sampai di pertigaan dekat polsek cikidang ambilah ke kiri. Nah dari situ sebenarnya sudah banyak petunjuk arah menuju sungai citarik. Memacu adrenalin dengan rafting di sungai citarik adalah hal yang wajib dicoba ketika berkunjung ke sukabumi jawa barat.
Keseruan rafting di sungai Citarik

4.      Kampung Adat Cipta Gelar
Kampung Adat Ciptagelar berada di Kampung Sukamulya (Ciptagelar) Desa Sirnaresmi Kecamatan Cisolok Sukabumi Propinsi Jawa Barat tepat di bawah kaki Taman Nasional Gunung Halimun-Salak (TNGHS), sebelumnya Kampung Adat Ciptagelar berada di Kampung Ciptarasa (Sirnarasa). Akan tetapi, pada bulan Juli tahun 2001 masyarakat adat ini melakukan Hijrah dari Ciptarasa ke Ciptagelar. Perpindahan kampung ini tidak lain perintah (Wangsit) yang di dapat oleh Abah Anom pada waktu itu Bapak Encup Sucipta ( Sesepuh) dari para leluhurnya, yang mau atau tidak harus mengikuti wangsit tersebut. Perpindahan tempat ini bukan kali pertama dilakukan karena dari berbagai sumber yang saya temukan, dari rentang waktu tahun 1950-2000-an masyarakat Adat Ciptagelar sudah melakukan beberapa kali perpindahan tempat tinggal. Ada yang berpendapat perpindahan ini sebagai wangsit dari para leluhurnya dan ada pula yang berpendapat bahwa perpindahan ini sebagai upaya untuk menapak tilasi dan mengurus wilayah adat Kasepuhan yang berada di tiga wilayah kabupaten yaitu wilayah Bogor, Banten dan Sukabumi. Perlu di ketahui pula bahwa jumlah komunitas Kasepuhan Ciptagelar berjumlah sekitar 16.000 jiwa lebih yang tersebar di tiga wilayah kasepuhan tadi.
Kampung adat Ciptagelar

Ciptagelar saat ini di bawah komando Abah Ugi nama lengkapnya Ugi Sugriana Rakasiwi menggantikan almarhum ayahnya yang meninggal pada tahun 2007 yakni Abah Anom Bapak Encup Sucipta. Dengan didampingi Emak Alit (Istri Abah) dan 1 orang anaknya serta Baris Kolot dan jajarannya stafnya, Abah Ugi yang saat ini berumur 30 Tahun, tergolong muda sebagai seorang sesepuh adat,dengan bekal pengetahuan di bidang elektro dan bakat ‘Ngulik’nya, Abah Ugi mampu membangun peradaban Kasepuhan Ciptagelar yang modern namun tidak meninggalkan adat leluhurnya, Dengan pembuktian sudah adanya 4 turbin PLTA yang mampu menerangi sekitar 100 kepala keluarga hasil konsep Abah Ugi, bukti lainnya adalah sudah ada Studio Radio dan Stasiun Televisi yang bernama CIGA TV, dan paling menakjubkan lagi saat ini Abah sedang fokus melakukan pemetaan wilayah Ciptagelar menggunakan pesawat tanpa awak (Drone) dengan membuat, merakit dan menerbangkan Drone sendiri.
Abah Ugi

            Bila berniat memilih track melalui kampung Cimaja-Cikotok, perjalanan menuju Kampung Adat Ciptagelar bisa lebih cepat, karena jalan yang akan dilalui setengahnya sudah beraspal dan sisa jalan selanjutnya hampir sama tipenya dengan jalur kampung Cikakak, dengan bebatuan besar, kerikil dan tanah liat. Jaraknya sekitar 13 km dengan  waktu tempuh sekitar 2 jam berkendara menggunakan motor dengan kecepatan sekitar 60-70 km. Spesifikasi kendaraan baiknya seperti yang saya utarakan di poin 1, karena medannya memang lumayan sulit. Untuk kalian yang belum pernah ke Kampung Ciptagelar, punya nyali lumayan buat asruk-asrukan saya rekomendasikan melalui jalur ini. Bila nanti di jalan banyak pertigaan jalan jangan sungkan untuk bertanya, karena warga sekitar sangat ramah bila di ajak berkomunikasi dengan wisatawan. Melalui jalur ini pada saat datang di Kampung Adat Ciptagelar kalian akan memutari Imah Gede, artinya kalian datang tepat di belakangnya.
5.      Taman Rekreasi Selabintana
Taman Rekreasi Selabintana adalah sebuah tempat wisata Sukabumi yang menawarkan suasana asri dari hijaunya pegunungan, taman rekreasi ini berlokasi di kaki Gunung Pangrango, sekitar 7 km dari utara kota Sukabumi. Taman Rekreasi Selabintana dilengkapi berbagai fasilitas penunjang wisata. Taman rekreasi ini sangat cocok untuk keluarga yang ingin berpiknik menikmati hijaunya pegunungan. Harga tiket masuk menuju taman ini Rp 5.000 dan anda sudah bisa menikmati Taman Rekreasi Selabintana. Di taman ini menyediakan banyak fasilitas menarik, antara lain kolam renang, mushola, toilet, tempat parkir, kawasan bermain, perkebunan teh, lokasi kemah, penginapan, hutan lindung, permainan ATV, flying fox, dan fasilitas lainnya.
Taman rekreasi Selabintana
Cara menuju kawasan objek wisata selabintana dari jakarta, Bekasi, Tangerang, Bandung maupun kota lainnya terbilang sangat mudah, cukup dua kali naik kendaraan umum pengunjung bisa sampai di depan pintu masuk. Rute pertama ialah menggunakan bus menuju terminal sukabumi, kemudian dilanjutkan dengan naik angkot no 15 yang langsung mengantarkan dan berhenti di pintu masuk selabintana.
6.      Situ Sukarame
Situ Sukarame adalah sebuah situ yang terletak di sebelah selatan kaki gunung Salak, tepatnya di kecamatan Parakansalak,kabupaten SukabumiAir di situ tersebut jernih, dan dikelilingi hutandamar, hutan pinusdan kebun teh. Sukarame adalah tempat bertemunya 7 sungai, yakni sungai Cikahuripan, sungai Cisalada, sungai Citaman, sungai Cisarandi, sungai Cimaci, sungai Cipangelah, dan sungai Cisela. Tuan Hola, yaitu bangsa Belanda yang saat itu mempunyai ambisi untuk membendung sungai-sungai tersebut dimaksud dijadikan telaga untuk berlayar. Situ Sukarame merupakan situ buatan yang mulai dibangun pada masa Hindia Belanda. Sukarame juga merupakan nama sebuah kampung yang ada di dekat situ Sukarame tersebut. Tidak sulit mencapai lokasi danau tersebut. Perjalanan dapat ditempuh menggunakan kendaraan roda dua ataupun empat. Pelancong hanya memakan waktu satu kilometeran dari jalan utama untuk menjangkau situ yang terletak di antara lembah kebun teh.
Situ Sukarame

Khusus pada hari-hari libur tersebut , biasanya ada penyewaan perahu untuk berkeliling setu. Bagi yang ingin mencoba wahana menantang, tersedia Flyingfox, Berselancar dengan tali melintasi Situ. Semua fasilitas hanya dengan bayaran yang murah. Bagi wisatawan yang hobi memancing, Situ Suakrame merupakan lokasi yang tepat untuk kegiatan tersebut, ikan yang terdapat di situ cukup banyak. Pengunjung yang datang disediakan pondok-pondok di pinggir Situ, yang dapat digunakan untuk istirahat. Selain itu banyak pengunjung tidak mesti kesulitan mencari makanan, karena banyak warung yang menyajikan makanan dan berbagai jajanan. Keberadaan Situ berawal dari danau alam yang difungsikan untuk irigasi atau pengairan. Sebab di daerahnya, penduduk masih bergantung pada aktifitas bertani. Di samping jadi objek wisata, situ masih digunakan sebagai sumber irigasi.
Situ Gunung

Situ Gunung ini merupakan danau yang cukup luas dan di kelilingi oleh hutan pinus yang sangat lebat, di sekitar danau terdapat area camping dan juga penginapan yang di kelola SITU GUNUNG PARK (Taman Nasional Gunung Gede Pangrango). Pesona sunrise di danau ini banyak menyihir para wisatawan yang berkunjung untuk mengabadikan momen yang sangat indah, sangat mengoda dan sangat mengagumkan. Untuk menuju lokasi transportasi nya cukup mudah sekali, kita bisa naik bus dari kampung rambutan Jakarta atau terminal Baranangsiang Bogor. Ambil jurusan sukabumi lalu turun di Pertigaan Cisaat, dari situ kita bisa lanjut naik angkot ke situ gunung atau mengunakan ojek yang banyak sekali terdapat di pertigaan cisaat. Pertigaan cisaat ini kalo dari arah bogor lokasinya sebelum sukabumi. Penginapan ditepi Situ Gunung berkisar harga Rp. 400.000 – Rp. 600.000/malam yg bisa kita sewa. Untuk tiap pengunjung kawasan dikenakan biaya masuk Rp. 3.000/orang, dan sudah termasuk asuransi. Untuk sewa penginapan + info lengkap ttg Situ Gunung Park bisa hubungin 0878-20631-444. 
Suasana camping di Tanakita
Disepanjang jalan menuju Komplek Situ Gunung juga terdapat banyak villa milik warga yang disewakan yang mungkin tarif nya lebih murah jadi tidak perlu khawatir kalo mau menginap disana. Untuk fasilitas di situ gunung lumayan lengkap, ada mushola, tempat parkir yang luas, toilet + banyak warung yg menjual makanan dan dilokasi  ini juga sering di gunakan sebagai tempat outbound para pekerja di perusahaan - perusahaan disekitar Jabodetabek. Disana juga terdapat permainan Flying Fox (Rp. 25.000/orang). Di komplek situ gunung juga terdapat perkemahan mewah yang di kelola oleh Tanakita.

Akhirnya saya sampai di penghujung informasi saya mengenai objek –objek wisata yang terdapat di Sukabumi, Jawa Barat. Berdasarkan objek-objek yang telah saya bagikan dan jelaskan kepada kalian semua saya mengambil kesimpulan bahwa Sukabumi merupakan daerah yang sangat menarik dan tak kalah dengan daerah lainnya di pulau Jawa. Sukabumi menurut saya adalah suatu paket komplit sebagai daerah  yang memiliki tempat wisata dari segala jenis mulai dari danau,sungai,laut, hingga desa adat dimilikki olehnya. Tak lupa juga terdapat gunung yang sangat indah. Begitu banyak sebenarnya potensi yang ada di Sukabumi dan jika dikembangkan dengan serius maka saya yakin sekali Sukabumi akan terkenal di kancah nasional bahkan internasional sekalipun karena tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini, Selanjutnya saya sangat berpesan kepada para readers yang mungkin setelah membaca tulisan ini langsung tertarik untuk pergi ke Sukabumi dan menikmati salah satu objek wisata yang telah saya jelaskan agar tetap menjaga kelestarian alam yang terdapat di sudut-sudut objek wisata yang anda kunjungi. Karena kita sebagai warga negara jika ingin memajukan pariwisata yang ada di Indonesia kita perlu menanamkan kepatuhan didalam diri kita terlebih dahulu untuk pariwisata Indonesia yang lebih baik lagi.

 Sumber Referensi




*Terima kasih kepada para pembaca dan saya sangat berharap akan komentar kalian mengenai postingan saya ini*




NAMA     : Hirfan Ramadhan
KELAS    : Usaha Jasa Pariwisata 2014 (B)
NIM         : 4423145623
UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA