Tema: Kota-Kota di Jawa
"Objek Wisata Kota Tasikmalaya"
Haaaay!
Please jangan bosen baca postingan dari saya ehehe. Dan pada kesempatan kali ini saya akan membahas objek
pariwisata yang ada di kota kelahiran Orangtua saya. Yap Kota Tasikmalaya! Hmm banyak
juga yang belum mengetahui Kota Tasik ini, padahal tempatnya cukup mudah
dijangkau. Sebelum membahas objek pariwisata di kota Tasik ini, saya akan
memberi sedikit informasi mengenai sejarah dan letak Kota Tasikmalaya.
![]() |
| Lambang Kota Tasikmalaya Sumber: cumakatakata.wordpress.com |
Sejarah
Sejarah berdirinya Kota Tasikmalaya sebagai daerah otonomi tidak terlepas
dari sejarah berdirinya Kabupaten tasikmalaya sebagai daerah kabupaten
induknya. Sebelumnya, kota ini merupakan ibukota dari kabupaten Tasikmalaya,
kemudian meningkat statusnya menjadi kota administratif tahun 1976, pada waktu
A. Bunyamin menjabat sebagai Bupati Tasikmalaya, dan kemudian menjadi
pemerintahan kota yang mandiri pada masa Pemerintahan Kabupaten Tasikmalaya
dipimpin oleh bupatinya saat itu H. Suljana W.H.
Sang Mutiara dari Priangan Timur itulah julukan bagi kota Tasikmalaya. Kota
Tasikmalaya adalah salah satu kota di Provinsi Jawa Barat. Kota ini terletak
pada 108° 08′ 38″ – 108° 24′ 02″ BT dan 7° 10′ – 7° 26′ 32″ LS di bagian
Tenggara wilayah Propinsi Jawa Barat. Kota ini dahulu adalah sebuah kabupaten,
namun seiring dengan perkembangan, maka terbentuklah 2 buah bentuk pemerintahan
yaitu Pemerintahan Kabupaten dan Pemerintahan Kota Tasikmalaya.
Tonggak sejarah lahirnya kota Tasikmalaya, mulai di gulirkan ketika
Kabupaten Tasikmalaya di pimpin oleh A. Bunyamin, Bupati Tasikmalaya periode
tahun 1976 – 1981. Pada saat itu melalui peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun
1976 diresmikanlah Kota Administratif Tasikmalaya oleh Menteri Dalam Negeri
yang pada waktu itu dijabat oleh H. Amir Machmud. Walikota Administratif
pertama adalah Drs. H. Oman Roosman, yang dilantik oleh Gubernur Jawa barat, H.
Aang Kunaefi
Pada awal pembentukannya, wilayah kota Administratif Tasikmalaya meliputi 3
Kecamatan yaitu Cipedes, Cihideung dan Tawang dengan jumlah desa sebanyak 13
desa. Kemudian pada tahun 2001, dirintislah pembentukan Pemerintah Kota
Tasikmalaya oleh Bupati Tasikmalaya, Kol. Inf. H. SuIjana Wirata Hadisubrata
(1996 – 2001), dengan membentuk sebuah Tim Sukses Pembentukan Pemerintah Kota
Tasikmalaya yang diketuai oleh H. Yeng Ds. Partawinata SH. Melalui proses
panjang akhirnya dibawah pimpinan Bupati Drs. Tatang Farhanul Hakim, pada
tanggal 17 Oktober 2001 melalui Undang-undang Nomor 10 Tahun 2001, Pembentukan
pemerintahan Kota Tasikmalaya sebagai pemerintahan daerah otonom ditetapkan
oleh Menteri Dalam Negeri atas nama Presiden RI di Jakarta bersama-sama dengan
kota Lhoksumawe, Langsa, Padangsidempuan, Prabumulih, Lubuk Linggau, Pager
Alam, Tanjung Pinang, Cimahi, Batu, Sikawang dan Bau-bau. Selanjutnya pada
tanggal 18 Oktober 2001 pelantikan Drs. H. Wahyu Suradiharja sebagai Pejabat
Walikota Tasikmalaya oleh Gubernur Jawa Barat dilaksanakan di Gedung Sate
Bandung.
Melalui Surat Keputusan No. 133 Tahun 2001, tanggal 13 Desember 2001 Komisi
Pemilihan Umum membentuk Panitia Pengisian Keanggotaan Dewan Perwakilan Rakyat
Kota Tasikmalaya (PPK-DPRD), selanjutnya pengangkatan anggota DPRD Kota
Tasikmalaya disahkan melalui Keputusan Gubernur Jawa Barat, No.
171/Kep.380/Dekon/2002, tanggal 26 April 2002, dan pada tanggal 30 April 2002
keanggotaan DPRD Kota Tasikmalaya pertama diresmikan. Kemudian pada tanggal 14
November 2002, Drs. H. Bubun Bunyamin dilantik sebagai Walikota Tasikmalaya,
sebagai hasil dari tahapan proses pemilihan yang dilaksanakan oleh legislatif.
Sesuai Undang-Undang No. 10 Tahun 2001 bahwa wilayah Kota Tasikmalaya
terdiri dari 8 Kecamatan dengan jumlah Kelurahan sebanyak 15 dan Desa sebanyak
54, tetapi dalam perjalanannya melalui Perda No. 30 Tahun 2003 tentang
perubahan status Desa menjadi Kelurahan, desa-desa dilingkungan Pemerintah Kota
Tasikmalaya berubah statusnya menjadi Kelurahan, oleh karena itu maka jumlah
kelurahan menjadi sebanyak 69 kelurahan, sedangkan untuk kecamatan bertambah
menjadi 10 kecamatan, yang antara lain:
·
Bungursari
·
Cibeureum
·
Cihideung
·
Cipedes
·
Indihiang
·
Jamanis
·
Kawalu
·
Mangkubumi
·
Purbaratu
·
Tamansari
·
Tawang
Nah sekarang udah tau kan Kota Tasikmalay itu
ada dimana? Okey sekarang mari kita bahas objek-objek wisatanya.
![]() |
| Sumber: rizkiabdillah.files.wordpress.com |
1.Kolam Renang
dan Tempat Rekreasi
a) Taman Rekreasi Mangkubumi Indah
Menyediakan berbagai macam wahana hiburan yang menarik seperti kolam
renang, panggung hiburan, hotel restoran, kantin, area bermain anak-anak,
sepeda air, gazebo/saung botram, track ATP, flying fox, adventure area, serta
water boom. Tempat ini juga dilengkapi dengan
mushola, gedung pertemuan dan area parkir yang cukup luas. Pemandangan
alam di tempat wisata ini juga sangat indah dan mampu membuat pengunjung
benar-benar rileks. Harga tiket masuknyapun tidak mahal, tiket hari biasa Rp.
10.000 dan dihari besar harga tiket Rp. 15.000 . Taman Rekreasi Mangkubumi
Indah yang berada di Jl. A.H. Nasution / Jl. Mangkubumi, Tasikmalaya.
b) Taman Rekreasi Mutiara
Sukamulya (Aboh)
Taman
rekreasi ini terletak di Jalan Sukamulya (kurang lebih 400meter dari balaikota
Tasikmalaya), atau lebih dikenal oleh masyarakat Tasikmalaya sebagai Kolam
Renang Aboh. Beberapa Fasilitas yang ditawarkan oleh kolam renang aboh ini
adalah kolam renang untuk anak-anak, dewasa dan balita, sepeda air, gazeeboo,
kantin dan musholla. Harga tiketnya pun sangat murah sekali sekitar 5000an.
c) TeeJay Waterpark
Bertempat
di Asia Plaza yang beralamat di Jalan H.Z. Mustofa, lokasi yang strategis dan
mudah ditemukan. Luasnya sekitar 2.8 Ha dan dilengkapi dengan berbagai macam
fasilitas seperti kolam ombak. kolam arus, tube slider (perosotan), ember tumpah,
gazeebo, dan tentunya foodcourt. Beberapa fasilitas pendukung pun sudah
disiapkan oleh pihak pengelola seperti tempat parkir yang luas, locker room,
shower room, dan pintu darurat. Harga tiketnya hampir sama dengan tiket bioskop
yaitu Rp 20.000,- per orang saat weekday dan Rp 30.000,- saat weekend. Bisa
dibilang ini wahana air termahal yang pernah saya datangi, karena saya beli
tiketnya hari Minggu.
2.
Situ Gede
Situ Gede merupakan sebuah Danau
Alam.dengan luas 47 hektar yang berada di Kelurahan Linggajaya,
Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Indonesia. Atau jika anda
pernah ke tasikmalaya dan lewat Bundara
Bypas Kota, lokasinya gak jauh dari sana, sekitar 500 meter. Situ Gede
ini merupakan salah satu ikon pariwisata kota tasikmalaya, sama halnya dengan Situ
Panjalu di Ciamis, beberapa pasilitaspun terus menerus di tingkatkan, penataan
Danau dan pembangunan beberapa sarana dan Fasilitas membuktikan eksistansi
pemerintah kota tasik dalam meningkatkan sektor pariwisata. pada umumnya
Kawasan Situ Gede di padati pengunjung pada hari sabtu dan minggu, karna banyak
pengunjung yang memanfaatkan lokasi ini sebagai Sarana Olah Raga (karna disini
fasilitas seperti Jogging Trek sudah memadai), rekreasi, memancing, berperahu,
menjaring ikan, bahkan sering pula sebagian intansi pemerintahan maupun
perusahaan swasta mengadakan rapat atau pertemuan di lokasi ini. Suasana alam
yang asri dibalut kejernihan air danau akan selalu memanjakan anda saat
berkunjung ke Situ Gede.
![]() |
| Situ Gede Tasikmalaya Sumber: id.geoview.info |
3. Taman Alun-Alun Tasikmalaya
Alun-alun Tasik saat ini banyak digunakan untuk
jogging, nongkrong atau berfoto-foto. Harapan saya di alun-alun ini dipajang
info tentang sejarah berdirinya, foto-foto alun tasik jaman dahulu, dan sejarah
lainnya agar masyarakat sadar dan memahami akan perjuangan rakyat Indonesia
dalam mempertahankan kemerdekaan. Dengan begitu diharapkan masyarakat akan
tergugah dan berusaha merawat dan melestarikan ikon Tasik ini. Saat ini
alun-alun kota Tasik tengah dalam renovasi agar terlihat lebih indah dan nyaman
untuk dikunjungi masyarakat. Ada area jogging track, tempat duduk, area bermain
anak, lampu taman dan lainnya. Di bulan Ramadan, alun-alun Tasik banyak
digunakan masyarakat untuk area ngabuburit.
Masyarakat yang mengunjungi alun-alun kota Tasik harus berpartisipasi
menjaga kebersihan area alun-alun supaya tempat bersejarah ini tetap terlihat
bersih. Semoga kita selaku masyarakat tidak lupa akan sejarah bangsa dan menghargai
sejarah tersebut dengan menjaga dan merawat bangunan-bangunan bersejarah
tersebut.
![]() |
| Alun-Alun Tasikmalaya Sumber: geograph88.blogspot.com |
4. Masjid Agung Manonjaya
merupakan salah satu masjid tertua
di Kabupaten Tasikmalaya. Masjid Agung
Manonjaya dibangun pada tahun 1837 M. Masjid ini menjadi kebanggaan warga
Tasikmalaya, Jawa Barat, ini terletak di Desa Manonjaya, Kecamatan Manonjaya,
Tasikmalaya. Selain karena usianya yang panjang, masjid ini juga memiliki ciri
khas tersendiri dari segi arsitekturnya. Pemerintah sudah menetapkan Masjid
Manonjaya yang memiliki luas 1.250 meter persegi ini menjadi kawasan cagar
budaya. Ketetapan pemerintah itu dikeluarkan oleh Badan Arkeologi RI yang
merujuk UU Kepurbakalaan pada 1 September 1975 bersama dengan Masjid Agung
Sumedang.
![]() |
| Masjid Agung Sumber: id.wikipedia.org |
5. Kawasan Payung dan Batik Tasik
Untuk mencari tempat para pengrajin payung geulis Tasikmalaya
tidak sulit dan sangat mudah kita cari, Mungkin jaraknya tidak lerlalu jauh,
tidak seperti tempat para pengrajin
kerajinan bambu Tasikmalaya yang berada di pedesaan jauh dari pusat kota, Pengrajin payung geulis Tasikmalaya berada sekitar 1 km dari pusat Kota
Tasikmalaya bertempat di daerah Panyingkiran, tepatnya di jalan Panyingkiran RT
01 RW 01 Indihiang kota Tasimalaya
Sentra kerajinan batik Tasikmalaya terdapat di Lampung Ciroyom, kelurahan
Nagarasari Kecamatan Cipedes Kota Tasikmalaya. Menuju ke kampung batik sagatlah
mudah. Selain dekat dari pusat kota juga arah penunjuk mudah ditemukan
begitupun bila bertanya kepada tukang becak atau sopir angkot, mereka pasti
sudah pada tahu. Di lokasi tersedia gerai-gerai Batik Tasik mulai harga
termurah puluhan ribu rupiah hingga jutaan rupiah perpotong.
![]() |
| Batik Tasikmalaya Sumber: rizkiabdillah.blogspot.com |
![]() |
| Payung Geulis Sumber: ikmkotatasik.blogspot.com |
6. Situs Lingga Yoni
Lingga yoni adalah
benda peninggalan budaya masa klasik Hindu-Budha yang merupakan lambang
kesuburan dari Dewa Siva dan Durga. Lingga yoni juga bisa diartikan sebagai
lambang alat kelamin dari Laki-laki dan Wanita. Situs lingga yoni ini
peninggalan agama Hindu-Budha. Situs Lingga Yoni ditemukan di Kota Tasikmalaya.
Lokasi nya berada di Gunung Kabuyutan, Kampung Sindanglengo, Sukamaju Kidul,
Kecamatan Indihiang. Atau berada di belakang Terminal Bis Indihiang dan berada
didalam kawasan Pabrik Aspal. Untuk bisa mengunjungi situs lingga yoni ini kita harus laporan dulu ke bagian
security Pabrik aspal, lalu kita masuk ke area pabrik aspal nya dan kita terus
jalan menuju ke perbukitan. Akan terlihat tangga yang dibuat dari semen, nah
itu merupakan akses menuju lingga yoni, tinggal kita naiki tangga tersebut.
![]() |
| Situs Lingga yoni Sumber: m2indonesia.com |
7. Situ Cibereum
Situ Cibereum terletak di Kelurahan Tamanjaya,
Kecamatan Tamansari Tasikmalaya. Situ ini memiliki luas sekitar 21 Ha. Jarak
yang ditempuh untuk mencapai Situ ini dari kota Tasik sekitar 20 menit. Situ
ini sebenarnya menyimpan potensi yang bagus untuk dijadikan objek wisata
andalan Kota Tasik seperti Situ Gede, akan tetapi sampai saat ini
pengelolaannya belum berjalan optimal. Nama Situ Cibereum sendiri menurut
masyarakat sekitar dikarenakan pada masa lalu, air di Situ ini berubah warna
menjadi kemerahan sehingga namanya menjadi Situ Cibereum (Air merah). Jika anda
mengunjungi Situ Cibeureum anda dapat melakukan berbagai aktivitas seperti
mancing, foto, atau berjalan-jalan mengelilingi situ.
![]() |
| Situ Cibereum Sumber: kaskus.co.id |
Daftar Pustaka
Indri Elustiyasari
4423145625
Usaha Jasa Pariwisata
Fakultas Ilmu Sosial
Universitas Negeri Jakarta
indrielustiyasari@gmail.com










