Showing posts with label masalah pariwisata indonesia. Show all posts
Showing posts with label masalah pariwisata indonesia. Show all posts

Monday, January 4, 2016

T2_Lisa Hardianti_Solusi UNJ untuk Pariwisata Indonesia

Jadilah Penerus Pariwisata Indonesia

Assalamualaikum wr. Wb
Hai Hai Hai..... Perkenalkan nama saya Lisa Hardianti. Kalau kalian mau lebih akrab dengan saya kalian bisa memanggil saya dengan nama Lisa. Saya adalah anak yang paling cantik di rumah setelah mama saya itu kenapa? Karena saya anak perempuan satu-satunya dikeluarga saya. Saya anak kedua dari 3 bersaudara. Kakak dan adik saya seorang laki-laki. Saya sekarang berkuliah di Universitas di Jakarta yaitu Universitas Negeri Jakarta program studi Usaha Jasa Pariwisata.
Apa yang terbesit dari pikiran anda ketika mendengar kata “Pariwisata?” Jalan-jalan terus? Rekreasi? Jadi Pemandu? Perhotelan? Atau yang lain? Pasti banyak pemikiran atau pemahaman tentang Dunia Pariwisata. Liburan? Mau liburan di Indonesia atau Luar Negeri? Apa? Tergantung keuangan? Waduh haha. Kira-kira destinasi atau tempat wisata apa sih yang kalian impikan? Paris? New York? London? Korea Selatan? Atau yang lainnya? Wah sepertinya semangat banget nih. Nah Sekarang kalau di Indonesia mau jalan-jalan kemana nih? Jangan salah Indonesia tuh kaya akan Pariwisatanya loh. Mulai dari wisata budaya, pendidikan, realigi, air, udara, darat? Pokoknya banyak deh. Semuanya ada di negeri tercinta kita. Saya akan memberi informasi sedikit nih mengenai Pariwisata. Kalau kata pepatah tak kenal maka tak sayang haha. 

Pada umumnya, pandangan masyarakat mengenai kepariwisataan berkaitan dengan orang-orang yang sedang mengunjungi tempat-tempat tertentu untuk keperluan hiburan dan rekreasi. Padahal, pariwisata tidak hanya berkaitan dengan hal tersebut. Namun, lebih dari itu, pariwisata merupakan suatu fenomena kompleks yang memerlukan penetapan pemahaman yang jelas.
Konsep dan definisi tentang pariwisata, wisatawan serta klasifikasinya perlu ditetapkan dikarenakan sifatnya yang dinamis.Dalam kepariwisataan, menurut Leiper dalam Cooper et.al (1998:5) terdapat tiga elemen utama yang menjadikan kegiatan tersebut bisa terjadi.
Pariwisata merupakan kegiatan yang dapat dipahami dari banyak pendekatan. Dalam Undang-undang RI nomor 10 tahun 2009 tentang Kepariwisataan dijelaskan bahwa:
a.      Wisata adalah kegiatan perjalanan yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang dengan mengunjungi tempat tertentu untuk tujuan rekreasi, pengembangan pribadi, atau mempelajari keunikan daya tank wisata yang dikunjungi, dalam jangka waktu sementara.
b.      Wisatawan adalah orang yang melakukan wisata.
c.      Pariwisata adalah berbagai macam kegiatan wisata dan didukung berbagai fasilitas serta layanan yang disediakan oleh masyarakat, pengusaha, dan pemerintah.
d.     Kepariwisataan adalah keseluruhan kegiatan yang terkait dengan pariwisata dan bersifat multidimensi serta multidisiplin yang muncul sebagai wujudkebutuhan setiap orang dan negara serta interaksi antara wisatawan dan masyarakat setempat, sesama wisatawan, Pemerintah, Pemerintah Daerah dan pengusaha.
e.     Usaha pariwisata adalah usaha yang menyediakan barang dan/atau jasa bagi pemenuhan kebutuhan wisatawan dan penyelenggaraan pariwisata.
f.      Pengusaha pariwisata adalah orang atau sekelompok orang yang melakukan kegiatan usaha pariwisata.
g.     Industri pariwisata adalah kumpulan usaha pariwisata yang saling terkait dalam rangka menghasilkan barang dan/atau jasa bagi pemenuhan kebutuhan wisatawan dalam penyelenggaraan pariwisata.
Menurut H.Kodhyat (1983:4) adalah sebagai berikut : Pariwisata adalah perjalanan dari satu tempat ke tempat yang lain, bersifat sementara, dilakukan perorangan maupun kelompok, sebagai usaha mencari keseimbangan atau keserasian dan kebahagiaan dengan lingkungan hidup dalam dimensi sosial, budaya, alam dan ilmu.
Menurut WTO (1999:5) yang dimaksud dengan:
a.       Tourism – activities of persons traveling to and staying in places outside their usual environment for not more than one consecutive year for leisure, business and other purposes; Pariwisata dapat diartikan sebagai kegiatan manusia yang melakukan perjalanan ke dan tinggal di daerah tujuan di luar lingkungan kesehariannya. Perjalanan wisata ini berlangsung dalam jangka waktu tidak lebih dari satu tahun secara berturut-turut untuk tujuan bersenang-senang, bisnis dan lainnya.
b.      Visitor – any person traveling to a place other than that of his/her usual environ-ment for less than 12 consecutive months and whose main purpose of travel is not to work for pay in the place visited; Dapat diartikan pengunjung adalah siapa pun yang melakukan perjalanan ke daerah lain di luar dari lingkungan kesehariannya dalam jangka waktu tidak lebih dari 12 bulan berturut-turut dan tujuan perjalanan tidak untuk mencari nafkah di daerah tersebut.
c.       Tourist – overnight visitor, visitor staying at least one night In a collective or private accommodation in the place visited;
Wisatawan merupakan pengunjung yang menginap atau pengunjung yang tinggal di daerah tujuan setidaknya satu malam di akomodasi umum ataupun pribadi.
d.      Same day visitor – excursionists,visitor who does not spend the night in a collective or private accommodation in the place visited;
Pengunjung harian adalah ekskurionis, pengunjung yang tidak bermalam di akomodasi umum atau pribadi di daerah tujuan.
Bagaimana? Udah sayang? Eh maksudnya udah tahu apa itu pariwisata? Di Indonesia banyak sekali tempat-tempat wisata yang belum banyak orang ketahui. Ini menjadi masalah untuk pariwisata itu sendiri dimana kurangnya promosi pengetahuan kepada masyarakat Indonesia. Bila sudah diambil orang baru marah-marah dan saling menyalahkan. Kita sebagai penerus bangsa Indonesia dan Pariwisata Indonesia jangan menutup mata dan telingan akan Pariwisata di indonesia. Aset Indonesia adalah di Pariwisatanya. Bagaimana turis asing yang berbondong-bondong ke Indonesia untuk berlibur dan belajar budaya Indonesia. Sedangkan kita yang warga Indonesia malah enggan belajar tentang budaya di Indonesia. Dimana fungsi Pariwisata menurut Undang-undang Kepariwisataan Pasal 3 berbunyi : Kepariwisataan berfungsi memenuhi kebutuhan jasmani, rohani, dan intelektual setiap wisatawan dengan rekreasi dan perjalanan serta meningkatkan pendapatan negara untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat.
  • Memperkenalkan, mendayagunakan, melestarikan, dan meningkatkan mutu obyek dan daya tarik wisata;
  • Memupuk rasa cinta tanah air dan meningkatkan persahabatan antar bangsa;
  • Memperluas dan memeratakan kesempatan berusaha dan lapangan kerja;
  • Meningkatkan pendapatan nasional dalam rangka meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat.
  • Mendorong pendayagunaan produksi nasional.
Di Era Globalisasi seperti ini Meski berkembang Pariwisata cukup pesat,  anak-anak muda zaman sekarang lebih menyukai berpergian ke luar negeri ketimbang berwisata di Indonesia. Ada tingkat emosional ketika mereka bercerita tentang liburan di luar negeri. Ini dikarenakan masih ada beberapa masalah pariwisata yang masih jadi kendala di Indonesia. Sarana, prasarana dan teknologi informasi adalah beberapa di antaranya. Perkembangan pariwisata di Indonesia bisa dibilang pesat. Apalagi pada 2013, jumlah wisman mencapai rekor yakni 8,8 juta orang. Turis domestik juga tak kalah banyak, hampir mencapai 250 juta orang. Namun, setidaknya ada 7 masalah yang masih menjadi hambatan bagi pariwisata di Indonesia.
Hal itu dikemukakan di detik.com Menparekraf Mari Elka Pangestu dalam seminar Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) bertajuk 'Geo Politik Pariwisata Indonesia 2014 dalam Menyongsong Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015' di Merlynn Park Hotel, Jl KH Hasyim Ashari, Jakarta Pusat. "Pertama adalah sarana & prasarana, kemudian SDM. Ketiga, adalah komunikasi & publisitas,"  tuturnya pada Rabu (26/2/2014). Masalah keempat adalah kebijakan & peraturan yang berlaku dalam lingkup negara dan daerah. Kelima adalah teknologi informasi, yang memungkinkan turis mengakses banyak info soal wisata Indonesia. "Masalah lain adalah kesiapan masyarakat. Terakhir, investasi yang belum banyak berkembang didaerah," papar Mari. Investasi dalam hal wisata bisa jadi hotel, restoran, jasa penyewaan transportasi atau peralatan, dan lain-lain. Mari berharap, ketujuh masalah ini bisa diselesaikan secepatnya."Ini jadi PR bagi kami (Kemenparekraf), GIPI, dan instansi-instansi pariwisata lainnya," katanya.
Prasarana pariwisata adalah semua fasilitas utama atau dasar yang memungkinkan sarana kepariwisataan dapat hidup dan berkembang dalam rangka memberikan pelayanan kepada para wisatawan. Termasuk prasarana pariwisata:
·        Prasarana perhubungan, meliputi: jalan raya, jembatan dan terminal bus, rel kereta api dan stasiun, pelabuhan udara (air-port) dan pelabuhan laut (sea port/harbour)
Ø    Instalasi pembangkit listrik dan instalasi air bersih.
Ø    Instalasi penyulingan bahan bakar minyak.
Ø    Sistem pengairan atau irigasi untuk kepentingan pertanian, peternakan dan perkebunan.
Ø    Sistem perbankan dan moneter.
Ø    Sistem telekomunikasi seperti telepon, pos, telegraf, faksimili, telex, email, dan lain.
Ø    Prasarana kesehatan seperti rumah sakit dan pusat kesehatan masyarakat.
Ø    Prasarana, keamanan, pendidikan dan hiburan.
Sarana Pariwisata adalah fasilitas dan perusahaan yang memberikan pelayanan kepada wisatawan baik secara langsung maupun tidak langsung.
Maju mundurnya sarana kepariwisataan tergantung pada jumlah kunjungan wisatawan.
Sarana pariwisata meliputi: 
ü  Perusahaan perjalanan seperti : Travel agent, Travel Bureu dan tour operator
ü  Perusahaan Transportasi, Terutama Transportasi angkutan Wisata.
ü  Biro Perjalanan wisata
Adalah perusahaan yang menyelenggarakan kegiatan paket wisata dan agen perjalanan. Kegiatan usaha biro perjalanan wisata:
§         Menyusun dan menjual paket wisata luar negeri atas dasar permintaan.
§         Menyelenggarakan atau menjual pelayaran wisata (cruise).
§        Menyusun dan menjual paket wisata dalam negeri kepada umum atau atas dasar permintaan.
§         Menyelenggarakan pemanduan wisata.
§         Menyediakan fasilitas untuk wisatawan.
§         Menjual tiket/karcis sarana angkutan, dan lain-lain.
§         Mengadakan pemesanan sarana wisata.
§         Mengurus dokumen-dokumen perjalanan sesuai dengan peraturan yang berlaku.  

Agen Perjalanan wisata adalah perusahaan yang melakukan kegiatan penjualan tiket (karcis), sarana angkutan, dan lain-lain serta pemesanan sarana wisata.
   Kegiatan APW:
1.Menjual tiket, dan lain-lain
2.Mengadakan pemesanan sarana wisata
3.Mengurus dokumen-dokumen perjalanan sesuai dengan peraturan yang berlaku

Industri-industri dalam Kepariwisataan seperti :
Ø  Pengakutan
Ø  Akomodasi
Ø  Segala sesuatu yang menarik wisatawan untuk berkunjung sesuai sifat kegiatan perusahaan perjalanan dibagi menjadi:
  1. Wholesaler adalah perusahaan perjalanan yang menyusun acara perjalanan wisata secara menyeluruh atau secara khusus menjual paket perjalanan wisata kepada Retail Travel Agent
  2.   Retailer atau Retailer Travel Agent adalah biro perjalanan yang menjual perjalanan wisata secara langsung kepada wisatawan
Yang termasuk jenis akomodasi: hotel, motel, wisma, pondok wisata, villa, apartemen, karavan, perkemahan, kapal pesiar, yacht, pondok remaja dan sebagainya.
Ø  Serviced Accomodation, akomodasi yang menyediakan fasilitas dan pelayanan makanan dan minuman.
Ø  Non-Service Accomodation, akomodasi yang tidak menyediakan makanan dan minuman. Sekurang-kurangnya harus menyediakan kamar berperabot (furnished room) dan tenaga untuk melayani keperluan tamu.
Daya tarik wisata : Suatu obyek daya tarik wisata pada pinsipnya harus memenuhi tiga persyaratan berikut:
Ø  Something to see (ada yang dilihat)
Ø  Something to do (ada yang dikerjakan)
Ø  Something to buy (ada yang dibeli/souvenir)

§         Obyek atau Daya Tarik Wisata dapat dibedakan menjadi tiga:
Ø      Obyek Wisata Alam: laut, pantai, gunung, danau, fauna, flora, kawasan lindung, cagar alam, pemandangan alam.
Ø      Obyek Wisata Budaya: upacara kelahiran, tari-tari tradisional, pakaian adat, perkawinan adat, upacara laut, upacara turun ke sawah, cagar budaya, bangunan bersejarah, peninggalan tradisional, festival budaya, kain tenun tradisional, tekstil lokal, pertunjukan tradisional, adat-istiadat lokal, musem, dll.
Ø      Obyek Wisata Buatan: sarana dan fasilitas olehraga, permainan (layang-layang), hiburan (lawak, akrobatik), ketangkasan (naik kuda), Taman rekreasi, taman nasional, pusat-pusat perbelanjaan dan lain-lain.

Organisasi Kepariwisataan adalah suatu badan yang langsung bertanggung jawab terhadap perumusan dan kebijakan kepariwisataan dalam lingkup nasional.
  • Sebagai lembaga yang bertanggung jawab tentang maju mundurnya pariwisata di suatu negara.
  • Lembaga yang bertanggung jawab tentang pembinaan, perencanaan, pengembangan dan promosi kepariwisataan baik dalam lingkup lokal, nasional dan internasional.
  • Bertanggung jawab untuk mengadakan penelitian memperbaiki produk dan mengembangkan produk baru sesuai dengan ketentuan.
  • Melakukan koordinasi dan kerjasama  dengan departemen yang berkaitan dengan kegiatan kepariwisataan.
  • Sebagai badan yang mewakili negara dalam kegiatan dan percaturan kepariwisataan internasional
Dari informasi diatas sudah terlihat jelas apa masalah Pariwisata di indonesia. Saya menyimpulkan 4 masalah dan solusinya :
1.      Promosi
Kurangnya promosi yang menjadi rendahnya wisatawan yang berkunjung ke tempat destinasi tersebut. Promosi adalah hal yang paling penting dalam menarik minat wisatawan. Dimana dengan promosi yang dikemas semenarik mungkin akan menjadi daya tarik wisatawan untuk berkunjung atau menikmati liburan di tempat tersebut. Di dunia yang sudah dikuasai teknologi ini promosi di media sosial adalah yang sangat menguntungkan dan mudah. Dimana wisatawan akan mencari tempat destinasi wisata dengan menggunakan smartphonenya. Promosi semenarik mungkin di media sosial seperi di Facebook, Twitter, Line, Path dan semua media sosia. Jangan lupa untuk promosi di luar negeri agar mereka mau berwisata di Indonesia.
2.      Sarana
Ini tidak kalah penting dari promosi. Tempat destinasi tersebut harus dikemas sebaik mungkin dan semarik mungkin. Jangan buat wisatawan kecewa dengan fasilitas atau akses di tempat destinsi tersebut masih banyak tempat wisata yang minim dengan sarana dan fasilitas yang diberikan. Contohnya saja Toilet, toilet harus dijaga dan dibersihkan. Banyak tempat wisata yang tidak memproritaska masalah sekecil ini. Apa yang wisatawan bayar harus sebanding dengan apa yang dia dapatkan.
3.      Pemerintah
Banyak pemerintah yang tutup mata dan teling dengan ini. Mereka seolah tidak mementikan pariwisata yang ada di indonesia. Pemerintah harus membuka mata kalau Pariwisata Indonesia menjadi Aset negara. Pemerintah lebih tegas akan Pariwisata di di Indonesia. Jangan sampai Pariwisata di indonesia diambil dari negara lain. Lebih mendukung akan Pariwisata di Indonesia terutama di plosok-plosok Indonesia. Dan mengembakan Pariwisata tersebut. Buat Indonesia menjadi Pilihan utama wisatawan. Dimana di UU Kepariwisataan Pasal 12 berbunyi (1). Penetapan kawasan strategis pariwisata dilakukan dengan memperhatikan aspek:
  • sumber daya pariwisata alam dan budaya yang potensial menjadi daya tarik pariwisata.
  • potensi pasar
  • lokasi strategis yang berperan menjaga persatuan bangsa dan keutuhan wilayah. 
  • perlindungan terhadap lokasi tertentu yang mempunyai peran strategis dalam menjaga fungsi dan daya dukung lingkungan hidup
  • lokasi strategis yang mempunyai peran dalam usaha pelestarian dan pemanfaatan aset budaya
  • kesiapan dan dukungan masyarakat dan 
  • kekhususan dari wilayah
(2). Kawasan strategis pariwisata dikembangkan untuk berpartisipasi dalam terciptanya persatuan dan kesatuan bangsa, keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.
(3). Kawasan strategis pariwisata harus memperhatikan aspek budaya, sosial dan agama masyarakat setempat.
4.      Kesadaran diri sendiri
Bila bukan dari kesadaran dari diri sendiri program Pariwisata yang dikeluarkan oleh Pemerintah tentang Pariwisata tidak akan berjalan lancar. Banyak wisatawan yang acuh tak acuh dengan masalah seperti ini. Bila sudah diambil negara lain baru saling menyalahkan. Ubah pemikiran kalian tentang lebih bagus negara luar dibanding Indonesia. Bila anda menjelajah dari sabang sampai mareuke mungkin anda baru tau betapa keindahan Pariwsata yang berada di Inonesia.

4 masalah dan solusi tesebut semoga bisa anda pahami dan sadar akan wisata yang ada indonesia. Jangan menutup mata dan teling dengan wisata destinasi yang ada di Indonesia. Jangan bangga dengan kalian berwisata di luar negeri kalau belum berwisata keliling Indonesia. Sekarang sudah banyak paket-paket wisata yang menawarkan wisata yang ada di indonesia. Jangan habiskan waktu kalian dengan berada di depan laptop atau gadget, berpergian ke mall atau hanya rumah saja. Kalian harus mengeksplor wisata yang ada di Indonesia. Dijamin gabakal nyesel.
Dan semoga pemerintah juga mendukung akan destinasi destinasi wisata yang belum terkenal padahal destinasi tersebut bisa menjadi daya tarik wisatawan.
AYO EXPLORE INDONESIA !!!

Wassalamualaikum Wr. Wb
Lisa Hardianti
4423145742
UJP’14 Kelas A
Line/path : Lisahardianti

Sumber Referensi :

Sumber Foto :

T2_Achmed Habibullah Edinbur_Solusi UNJ untuk Pariwisata Indonesia

Masalah Dan Solusi Pengembangan Pariwisata Indonesia



Pariwisata di Indonesia merupakan sektor ekonomi penting di Indonesia. Pada tahun 2009, pariwisata menempati urutan ketiga dalam hal penerimaan devisa setelah komoditi minyak dan gas bumi serta minyak kelapa sawit. Berdasarkan data tahun 2014, jumlah wisatawan mancanegara yang datang ke Indonesia sebesar 9,4 juta lebih atau tumbuh sebesar 7.05% dibandingkan tahun sebelumnya.

Kekayaan alam dan budaya merupakan komponen penting dalam pariwisata di Indonesia. Alam Indonesia memiliki kombinasi iklim tropis, 17.508 pulau yang 6.000 di antaranya tidak dihuni, serta garis pantai terpanjang ketiga di dunia setelah Kanada dan Uni Eropa. Indonesia juga merupakan negara kepulauan terbesar dan berpenduduk terbanyak di dunia.

Pantai-pantai di Bali, tempat menyelam di Bunaken, Gunung Rinjani di Lombok, dan berbagai taman nasional di Sumatera merupakan contoh tujuan wisata alam di Indonesia. Tempat-tempat wisata itu didukung dengan w
yang dinamis dengan 719 bahasa daerah yang dituturkan di seluruh kepulauan tersebut.

Candi Prambanan dan Borobudur, Toraja, Yogyakarta, Minangkabau, dan Bali merupakan contoh tujuan wisata budaya di Indonesia. Hingga 2010, terdapat 7 lokasi di Indonesia yang telah ditetapkan oleh UNESCO yang masuk dalam daftar Situs Warisan Dunia. Sementara itu, empat wakil lain juga ditetapkan UNESCO dalam Daftar Representatif Budaya Takbenda Warisan Manusia yaitu wayang, keris, batik dan angklung.

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik, sebelas provinsi yang paling sering dikunjungi oleh para turis adalah Bali sekitar lebih dari 3,7 juta disusul, DKI Jakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, Jawa Barat, Sumatera Utara, Lampung, Sulawesi Selatan, Sumatera Selatan, Banten dan Sumatera Barat. Sekitar 59% turis berkunjung ke Indonesia untuk tujuan liburan, sementara 38% untuk tujuan bisnis.

Indonesia sering dibilang kaya karena disetiap daerah mempunyai daya tarik khas masing-masing, kalau menurut penelitian yang paling sering dikunjungi oleh wisatawan adalah tempat yang sama berulang-ulang. Maka bisa dipastikan masih banyak masalah mengenai kepariwisataan Indonesia yang harus kita gali dan kita terapkan. Meskipun dibeberapa tempat kemajuan pembangunan dan pengembangan pariwisata berkembang sangat pesat namun masih banyak kendala yang menghambat kemajuan kepariwisataan Indonesia.

Di sini saya akan menjabarkan beberapa masalah yang ada di dalam kepariwisataan Indonesia dan tentunya memberikan solusi yang menurut saya tepat dengan permasalahan yang dijabarkan.
Masalah kepariwisataan menurut mantan Menparekraf Mari Elka Pangestu dalam seminar Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) bertajuk 'Geo Politik Pariwisata Indonesia 2014 dalam Menyongsong Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015' di Merlynn Park Hotel, Jl KH Hasyim Ashari, Jakarta Pusat.

Pertama adalah sarana & prasarana, Sarana dan prasarana menjadi penunjang nomor 1 untuk kepariwisataan kita, contoh kasus pengalaman pribadi saya. Ketika datang ke pantai Citepus yang berada 1 garis dengan pantai sawarna, di sana bisa dibilang pemandangan, tempat dan alamnya luar biasa, tetapi sarana & prasarana yang ada tidak menarik dan terkesan seperti tidak adanya keseimbangan antara alam dan sarana penunjang yang ada, bahkan parkirnya dan pintu masuknya saja yang tergolong mahal tetapi kualitas sarana penunjang tidak ada peningkatan.
Dengan pengembangan sarana penunjang yang baik saya rasa setiap potensi wisata Indonesia yang masih tersembunyi bisa terkelola dan berkembang sangat pesat.

Kemudian SDM:  Popbali.com menyimpulkan bahwa diskriminasi pramuwisata terhadap wisatawan lokal itu ada dan nyata sebagaiamana dibuktikan dengan pengalaman pribadi,pengakuan oknum terkait ,kajian teori, maupun pendapat lain. Yang membuat perihatin, kelihatannya relative tak berubah sejak 10 tahun silam hingga setidaknya hingga 2011 lalu. Tentunya tidak semua pramuwisata seperti itu dan tidak hanya di Bali terjadi , tapi kenyataannya ada saja keluhan di berbagai media mengenai  diskriminasi ini.

Diskriminasi terhadap wisatawan lokal juga disebabkan oleh pengaruh wisatawan asing karena adanya perbandingan yang lebih menguntungkan wisatawan asing di mata pramuwisata.
Semua itu terjadi karena sumber daya manusia yang menyokong sektor kepariwisataan,menganggap semua milik mereka dan terserah mereka melakukan apa terhadap wisatawan mereka,  tetapi mereka juga harus sadar demi kepentingan pariwisata di wilayahnya, tidak bisa semena mena memperlakukan wisatawan, baik lokal maupun mancanegara. Itu akan berdampak bagi seluruh aktivitas wisata di wilayahnya

Di Bali sendiri tulisan oleh Andrew Marshal dalam tajuk Holidays in Hell: Bali’s Ongoing Woes di TIME magazine pada tahun 2011 juga sempat menjadi headline beberapa pemberitaan nasional dan internasional. Dalam tulisannya, Andrew menyebutkan bahwa Bali buka lagi Pulau Surga tetapi sudah bertransformasi menjadi pulau Neraka. Sampah, Kemacetan, Polusi, harga yang over priced adalah beberapa poin yang menjadi keyword dalam tulisan tersebut.

Pembangunan karakter SDM sebenarnya harus dimulai dari diri sendiri, dengan kita meningkatkan kualitas sebagai orang yang masuk lingkup kepariwisataan, artinya kita harus menyesuaikan dan menerapkan sapta pesona yang telah di gaungkan oleh kementrian kepariwisataan, dan pengembangannya tergantung diri masing masing, Pembangunan karakter SDM Pariwisata juga menjadi salah satu tanggung jawab lembaga pendidikan tinggi pariwisata. Kreatif, beretika dan berilmu, melalui program pembelajaran yang tercantum dalam kurikulum program studi serta tujuan atau outcomes yang diharapkan.  Semoga pariwisata Indonesia semakin maju dengan dukungan SDM yang semakin berkualitas.

Ketiga, adalah komunikasi & publisitas, masalah ini juga merupakan masalah yang cukup crusial didalam pariwisata Indonesia, bagaimana tidak? Bahkan dulu kita tidak menyadari adanya potensi yang sangat berharga di Papua Indonesia yaitu Raja Ampat, kita tertinggal masalah komunikasi dan publisitas dengan negara luar, bahkan baru setelah program tv Autralia dan Prancis gencar menayangkan program ke Raja Ampat, seolah olah kita tergopoh-gopoh untuk mencari tahu.

Seharusnya Indonesia mempunyai channel program sendiri yang 24 jam khusus hanya menayangkan pengembangan potensi pariwisata di Indonesia entah itu berupa tayangan radio televisi dsb. Bukan hanya penyedia provider tayangan decorder berbayar saja.

Perlu aturan yang mewajibkan setiap Pemda mengelola, mengembangkan destinasi wisata dan ekonomi kreatif di daerah masing-masing, misalnya minimal kelancaran akses menuju tempat wisata serta pengelolaan kebersihan yang diawasi.  Promosi destinasi dan pengawasan bisa melalui Blog dan atau Sosial media (twitter/facebook). Sangat perlu ada Lomba promosi wisata tiap daerah agar ada persaingan, dan penghargaan tingkat nasional.

Dan peran media juga perlu menumbuhkan keramahtamaan bangsa ini.  Pariwisata hanya berkembang di negeri yang indah dan damai. Harus ada ketegasan sanksi terhadap berita kekerasan secara terus-menerus.

Masalah lain adalah kesiapan masyarakat, kesiapan masyarakat juga menjadi permasalahan yang sangat penting untuk menunjang kegiatan pariwisata, contoh kasusnya adalah saat menanggapi pernyataan dari Kepala Desa Gilangharjo Aan Purnama yang mengatakan bahwa desanya berpotensi menjadi kawasan desa wisata seni dan tani, karena memiliki beragam potensi, baik kesenian maupun pertanian.

Sri Sultan Hamengkubowono mengatakan bahwa jangan langsung berani mengatakan bahwa disini sudah menjadi desa wisata, tetapi lebih dulu disiapkan kesiapan penunjangnya , contoh nya seperti membentuk suatu koperasi beranggotakan minimal 20 orang untuk keperluan pinjaman warga yang mau menyediakan home stay dengan pelayanan standar.
Dikatakan siap, kata dia bukan berarti tingkah laku harus berubah baik dari segi penampilan maupun aktivitas keseharian masyarakat, namun tetap menjalankan aktivitas seperti biasa dan tetap menampilkan ciri khas daerah sendiri.

Terakhir, investasi yang belum banyak berkembang di daerah,  Ubah trend dari mass tourism menjadi responsible tourism. Trend wisatawan cukup senang berkunjung beramai-ramai ke suatu tempat hanya untuk sekedar berfoto, menjadi berkulit gelap akibat mandi matahari,  harus diubah. Libatkan turis dengan melihat (dan mempelajari) museum, galeri seni, membatik, kerajinan tangan dsb, mereka kemudian mengubah tujuannya untuk mencoba memahami budaya setempat, kemudian menjadi suatu kebanggaan bagi para wisatawan itu sendiri. Workshop dan kolaborasi seni menjadi bagian penting dari proses ini sehingga komunitas pun akan tetap hidup walaupun wisatawan meninggalkan tujuan wisatanya.

Dengan sendirinya juga investasi akan datang dari berbagai pihak ke daerah, entah penanam modal untuk pengusaha batik, kerajinan tangan dsb, selain itu juga perlu ada komunikasi dan publikasi terhadap investor sehingga investor merasa teryakini dengan adanya objek maupun budaya yang ada.

Tidak terlaksananya Sapta Pesona

Lalu ada faktor lain yang sederhana yang juga menghambat perkembangan pariwisata di Indonesia yaitu tidak terlaksananya 7 (tujuh) Sapta Pesona yaitu: aman, tertib, bersih, indah, sejuk,ramah tamah, dan kenangan. Dalam membudidayakan sifat ketujuh sapta pesona tersebut kadang kala membuat para pengunjung wisata (tourism) kurang nyaman, dalam hal inidisebabkan karena kekuranghati-hatian.

Permasalahan semacam inilah yang mengakibatkan berkurang/ menurunnya pengunjung wisata di indonesia.Menurunnya juga para pengunjung wisata di indonesia dikarenakan kurangnya mobilitas dan kualitas fasilitas yang lengkap. Di tambah lagi dengan kurangnya akses komunikasi yang baik. Dalam hal ini, dibutuhkan orang-orang yang sangat profesional dalam bidangnya masing-masing, mulai dari perjalanan asal pengunjung, bidang transportasi yang cukup memadai dan memiliki ketepatan waktu sesuai yang telah diatur, dan penginapan yang cukup bagus dengan fasilitas yang sangat lengkap sehingga pengunjungpun merasa nyaman.

Tujuh sapta pesona dalam bidang pariwisata merupakan hal yang sangat penting, yang pertama yakni: keamanan. keamanan seseorang dalam perjalanannya untuk bersenang-senangsangat penting, jangan sampai ada yang melakukan aksi pencurian apa lagi sampaimembahayakan nyawa para wisatawan.

Kedua, ketertiban. ketertiban dalam daerah tujuanwisata tersebut juga sangat diperlukan dimana dengan adanya kebiasaan-kebiasaan yang terampil dan tertib, tidak ada pemberontak atau pengacau maka dapat menimbulkan nuansahidup baru pengunjung dalam beradaptasi.

Ketiga, kebersihan adalah satu cara untuk membuat hati damai, tidak berantakan, tidak merasa sedih dalam melihat pemandangan yang kurang memuaskan, contohnya suatu daerah pantai tidak bersih sehingga membuat parawisatawan yang sebenarnya ingin menikmati keindahan alam malah melihat pemandanganyang jelek.

Empat, kekayaan keindahan alam yang dimiliki oleh negara indonesia dengan posisiyang sangat strategis, sebenarnya sudah sangat mendukung kemajuan suatu objek wisata,akan tetapi dalam pengelolaannya masih sangat kurang sehingga panorama keindahan alamnya pun semakin menurun.

Lima, kesejukan suatu daerah harus mendukung dalam hallingkungan yang tertata dengan rapi, banyak pohon-pohon yang menghijau sehingga ketikaada tiupan angin nafas terasa segar.

Enam, keramahtamahan suatu lingkungan adalah halyang sangat utama dalam memajukan kepariwisataan, disebabkan terlihatnya menarik suatudaerah atau betahnya para wisatawan ditentukan oleh keramahan daerah tersebut dan bagaimana tata cara menerima orang lain yang masuk dalam daerahnya. 

Ketujuh adalah kenangan yang tidak lain adalah kekeluargaan yang sifatnya saling mengingat akan segala sesuatu apa yang telah dilakukan baik seorang pengunjung (wisatawan) maupun seorang yang memberi pelayanan. Keharmonisan pun dapat terjalin dengan baik.Dengan begitu, kepedulian dalam pelayanan prima ini lebih harus diutamakan. Karenahanya dengan pelayanan para pengunjung akan terikat hatinya untuk berkunjung kembali ditempat wisata dimana ia kunjungi tadi.

Semoga dengan diterapkannya sapta pesona sedikit membuat penghambat jalannya kegiatan pariwisata di Indonesia menjadi berkembang, dan tidak hanya cukup dilakukan oleh masyarakat saja, tentu harus ada kerjasama dengan pemerintah dalam rangka mendorong dengan pembiayaan dalam pembangunan infrakstuktur yang cukup memadai agar kenyamanan punsesuai dengan yang diharapkan para tourism.

Semoga masalah-masalah yang menghabat kegiatan Pariwisata di indonesia bisa terselesaikan dengan lancar dan cepat, Salam.







Sumber:
Wikipedia
https://www.academia.edu/9402382/TANTANGAN_SUMBER_DAYA_MANUSIA_PARIWISATA_TERHADAP_PENGEMBANGAN_PARIWISATA_BERKELANJUTAN_SUSTAINABLE_TOURISM_DEVELOPMENT_DI_BALI_ANALISIS_KRITIS_TERHADAP_KASUS_RUMAH_MAKAN_HALAL_DI_KAWASAN_ANYER

http://trancepass.blogspot.co.id/2012/02/pariwisata-indonesia-problem-dan-solusi.html



Nama: Achmed Habibullah Edinbur // 4423143983
Prodi: Usaha Jasa Pariwisata UNJ (B) 2014
Sosmed: ig:bobbyedinbur