Showing posts with label bellarista. Show all posts
Showing posts with label bellarista. Show all posts

Tuesday, January 5, 2016

Tugas 4-Kota di pulau Jawa Bela Rista


Kabupaten Klaten   
adalah kabupaten di Provinsi Jawa Tengah. Pusat pemerintahan berada di Kota Klaten. Kabupaten ini berbatasan dengan Kabupaten Boyolali di utara, Kabupaten Sukoharjo di timur, serta Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta di selatan dan barat. Kompleks Candi Prambanan, salah satu kompleks candi Hindu terbesar di Indonesia, berada di Kabupaten Klaten.

Geografi.
Secara geografis Kabupaten Klaten terletak di antara 110°30'-110°45' Bujur Timur dan 7°30'-7°45' Lintang Selatan. Luas wilayah kabupaten Klaten mencapai 665,56 km2. Di sebelah timur berbatasan dengan kabupaten Sukoharjo. Di sebelah selatan berbatasan dengan kabupaten Gunungkidul (Daerah Istimewa Yogyakarta).
Di sebelah barat berbatasan dengan kabupaten Sleman (Daerah Istimewa Yogyakarta) dan di sebelah utara berbatasan dengan kabupaten Boyolali. Menurut topografi kabupaten Klaten terletak di antara gunung Merapi dan pegunungan Seribu dengan ketinggian antara 75-160 meter di atas permukaan laut yang terbagi menjadi wilayah lereng Gunung Merapi di bagian utara areal miring, wilayah datar dan wilayah berbukit di bagian selatan.
Ditinjau dari ketinggiannya, wilayah Kabupaten Klaten terdiri dari dataran dan pegunungan, dan berada dalam ketinggian yang bervariasi, yaitu 9,72% terletak di ketinggian 0-100 meter dari permukaan air laut. 77,52% terletak di ketinggian 100-500 meter dari permukaan air laut dan 12,76% terletak di ketinggian 500-1000 meter dari permukaan air laut.
Keadaan iklim Kabupaten Klaten termasuk iklim tropis dengan musim hujan dan kemarau silih berganti sepanjang tahun, temperatur udara rata-rata 28°-30° Celsius dengan kecepatan angin rata-rata sekitar 153 mm setiap bulannya dengan curah hujan tertinggi bulan Januari (350mm) dan curah hujan terrendah bulan Juli (8mm)
Sebagian besar wilayah kabupaten ini adalah dataran rendah dan tanah bergelombang. Bagian barat laut merupakan pegunungan, bagian dari sistem Gunung Merapi. Ibukota kabupaten ini berada di jalur utama Solo-Yogyakarta.

Wacana Pemekaran Kota Klaten
Mengingat Kota Klaten adalah sebuah bentukan kota baru sebagai kota administratif pada tahun 1986 dengan ciri yang menunjukkan wilayah perkotaan, maka muncul wacana untuk membentuk Kota Klaten sebagai suatu pemerintahan kota sendiri. Bentukan kota administratif yang lain sebagian besar telah menjadi daerah otonom mandiri, sedang sebagian kecil yang belum kini bergiat untuk menyusul menjadi sebuah kota otonom, termasuk Kota Klaten. Adapun jika wacana pemekaran wilayah kota dan kabupaten direalisasikan, maka wilayah Klaten akan menjadi dua. Kota Klaten akan membentuk daerah otonom mandiri dengan 3 kecamatan:
1.         Klaten Utara,
2.         Klaten Tengah,
3.         Klaten Selatan.
            Ibukota kabupaten dipindah ke Delanggu dengan wilayah kabupaten sebagaimana wilayah Kabupaten Klaten saat ini dikurangi wilayah Kota Klaten. Masing-masing wilayah dapat mengembangkan wilayahnya, mengingat di kedua wilayah tersebut memiliki pemasukan pendapatan masing-masing yang selama ini digabungkan menjadi APBD Kabupaten Klaten. Pendapatan daerah Kota Klaten terletak pada aktivitas perdagangan serta pajak-pajak pasar, kios pertokoan, dan perusahaan yang cukup untuk anggaran sebuah pemerintahan kota. Sementara pendapatan Kabupaten Klaten banyak dari sektor pertanian, perdagangan, dan pariwisata, yang berarti dapat menyokong anggaran wilayah kabupaten.Dengan diharapkannya realisasi wacana pemekaran ini, dapat mempercepat laju pembangunan di wilayah kota dan kabupaten dengan jumlah penduduk yang banyak dan padat, serta dapat lebih menyejahterakan masyarakat di kedua belah wilayah tersebut.

Kode area 
Secara resmi Daerah Kabupaten Klaten mempunyai satu kode area , yaitu 0272. Namun dalam perkembangan selanjutnya banyak daerah di Klaten yang dipengaruhi kode area lain seperti Kabupaten Boyolali (0276), Kota Surakarta (0271), dan Kota Yogyakarta (0274). Kejadian seperti ini biasa terjadi di daerah Klaten perbatasan, seperti di Prambanandan Wonosari.


Pariwisata
   Tempat Wisata di Klaten yang Wajib Dikunjungi, Tempat Wisata Terindah - Klaten merupakan sebuah Kabupaten yang termasuk dalam Provinsi Jawa Tengah. Klaten memiliki berbagai macam  potensi tempat wisata dari wisata alam, wisata buatan, wisata keluarga sampai wisata religi. Saat ini ber wisata sudah  menjadi kebutuhan pokok bagi sebagian masyarakat Indonesia. Dengan berwisata maka segala penat dan kebosanan melalui dunia kerja dapat sedikit terobati. Oleh karena itu pada hari libur ataupun hari Minggu hampir dipastikan di berbagai lokasi tempat wisata selalu dipenuhi oleh para pengunjung. Pengunjung yang datang tidak hanya wisatawan dari lokal setempat namun juga berasal dari berbagai Kota disekitarnya Stasiun kereta api Klaten (tahun 1903-1910).
 Kabupaten Klaten terletak diantara dua pusat kebudayaan besar yaitu Kerajaan Surakarta dan Kesultanan Yogyakarta. Hal itu menyebabkan di Kabupaten Klaten juga masih kental dengan adat kebudayaan yang sampai sekarang masih banyak dilestarikan seperti perayaan nyadran, apeman, kupatan dll. Selain wisata alam dan wisata budaya, tempat wisata yang tak kalah pentingnya di Kabupaten Klaten adalah wisata religi. Wisata religi ini maksudnya wisata hati yang diperuntukkan masyarakat yang percaya terhadap suatu tempat dapat mendatangkan barokah. Tempat ini biasanya berupa makam tokoh terkenal pada masa lampau. Ada 2 makam yang sangat populer di Kabupaten Klaten yaitu Makam Sunan Bayat di Kecamatan Bayat dan Makam Ki Ageng Gribig di Jatinom.  

Berikut beberapa pariwisata yang terdapat di Kabupaten Klaten :

Wisata Alam
  • Warung Apung Rowo Jombor / Jimbun Sepertinya tidak banyak di Indonesia yang membuat Warung yang terapung di atas air. Hal ini ada di Kabupaten Klaten tepatnya di Rowo Jombor. Disini berjejer puluhan Warung apung yang menyediakan berbagai macam masakan berbahan baku ikan air tawar, dari mulai lele, nila, gurameh dll.Untuk menikmati warung apung ini gratis, namun tentu saja anda harus membeli makanan yang ada di warung ini. Berdasarkan pengalaman kami, masakan yang ada enak-enak kok. Bahkan sebagian ada yang didampingi dengan hiburan berupa orkes dangdut pada hari tertentu. Oh ya Lokasi Warung Apung Rowo Jombor / Jimbung ini berada di Desa Jombor Krakitan Bayat Klaten atau sekitar 6 km ke arah selatan dari kota Klaten.
  • §  wisata air cokro
  • §  wisata air janti
  • §  Menara Air Klaten

Wisata sejarah
Candi Prambanan
§         Candi Prambanan
Candi Prambanan adalah bangunan luar biasa cantik yang dibangun di abad ke-10 pada masa pemerintahan dua raja, Rakai Pikatan dan Rakai Balitung. Menjulang setinggi 47 meter (5 meter lebih tinggi dari Candi Borobudur), berdirinya candi ini telah memenuhi keinginan pembuatnya, menunjukkan kejayaan Hindu di tanah Jawa. Candi ini terletak 17 kilometer dari pusat kota Yogyakarta, di tengah area yang kini dibangun taman indah.Ada sebuah legenda yang selalu diceritakan masyarakat Jawa tentang candi ini. Alkisah, lelaki bernama Bandung Bondowoso mencintai Roro Jonggrang. Karena tak mencintai, Jonggrang meminta Bondowoso membuat candi dengan 1000 arca dalam semalam. Permintaan itu hampir terpenuhi sebelum Jonggrang meminta warga desa menumbuk padi dan membuat api besar agar terbentuk suasana seperti pagi hari. Bondowoso yang baru dapat membuat 999 arca kemudian mengutuk Jonggrang menjadi arca yang ke-1000 karena merasa dicurangi.Candi Prambanan memiliki 3 candi utama di halaman utama, yaitu Candi Wisnu, Brahma, dan Siwa. Ketiga candi tersebut adalah lambang Trimurti dalam kepercayaan Hindu. Ketiga candi itu menghadap ke timur. Setiap candi utama memiliki satu candi pendamping yang menghadap ke barat, yaitu Nandini untuk Siwa, Angsa untuk Brahma, dan Garuda untuk Wisnu. Selain itu, masih terdapat 2 candi apit, 4 candi kelir, dan 4 candi sudut. Sementara, halaman kedua memiliki 224 candi.
  • Candi Sewu
  • Candi Plaosan 
  • Candi Bubrah 
  • Candi Merak
Wisata Buatan
Museum Gula Jawa

§        Museum Gula Jawa Tengah
Museum Gula Jawa Tengah lebih banyak dikenal masyarakat sebagai Museum Gula Gondang Winangoen atau Museum Gula Klaten. Hal itu karena museum ini terletak di Pabrik Gula Gondang Winangoen milik PTPN IX. Lokasi Museum Gula Jawa Tengah terletak di Jalan Raya Jogja – Solo Km. 25, Klaten – Jawa Tengah. Karena berupa museum, maka di tempat ini banyak disimpan berbagai macam benda bersejarah yang ada hubungannya dengan industri gula dan perkembangannya. Diantara barang kuno kolesi dari Museum Gula Jawa Tengah adalah peralatan mesin giling yang tidak terpakai, lokomotif pengangkut tebu zaman dulu, maket pabrik gula, macam-macam jenis tebu dll. Selain museum, di kompleks Pabrik Gula Gondang Baru juga terdapat agrowisata yang menawarkan wisata keluarga yang menarik serta rest area dan kopi Banaran Cafe. Bagi anda yang sedang melintas di ruas jalan Yogya Solo dapat mampir disini sekedar melepas penat dan menikmati secangkir kopi atau teh.

§        Pemandian Umbul Cokro Tulung

§    Pemandian Cokro Tulung merupakan sebuah pemandian yang terdapat di Desa Cokro Kecamatan Tuung Kabupaten Klaten. Di pemandian ini terdapat kolam dengan sumber airnya berasal dari air tanah yang masih asli. Hal ini menciptakan kesegaran tersendiri apabila mandi di pemandian ini. Lokasi umbul Cokro Tulug ini ramai dikunjungi pada saat menjelang Bulan Ramadhan. Hal itu karena di Klaten ada tradisi bahwa sebelum melaksanakan ibadah puasa di Bulan Ramadhan maka kita dianjurkan meakukan "Padusan". Padusan pada dasarnya kegiatan menyucikan jiwa dan raga kita dalam menyambut Bulan Puasa yang penuh berkah. Bahkan pada saat padusan anda dapat menikmati sajian orkes dangdut yang biasanya disediakan oleh pihak pengelola.

     Kolam Renang Galuh Tirto Nirmolo


§     Kolam Renang Galuh Tirto Nirmolo merupakan fasilitas kolam renang yang disediakan oleh Hotel Galuh Prambanan yang beralamatkan di Jl. Manisrenggo, KM 1, Tlogo Prambanan, Klaten, Jawa Tengah 57454. Namun tempat ini sudah dikembangkan oleh pengelola untuk masyarakat luas sebagai wisata keluarga yang mengasyikkan. Anda dan keluarga dapat menikmati berenang di tempat ini dengan berbagai permainan air yang beragam. Di lokasi ini bisa dikatakan sebagai mini waterboom, sehingga banyak orang yang datang ke lokasi ini.

       Wisata Religi

 Ziarah ke Makam Ki Ageng Gribig jatinom



§    Ki Ageng Gribig merupakan seorang ulama penyebar Agama Islam di daerah Klaten yang masih keturunan Prabu Brawijaya dari Kerajaan Majapahit. Makam ini akan ramai dikunjungi pada malam Jumat legi dan Jumat kliwon. Selain itu di lokasi ini terdapat tradisi unik yaitu pembagian apem yang dilaksanakan pada hari Jumat, sekitar tanggal 15 Bulan Sapar dalam penanggalan Jawa, berlokasi di dekat makam Ki Ageng Gribig. Acara ini dsebut dengan Ya qowiyu. 


Wisata Religi ke Makam Sunan Tembayat


Makam Sunan Tembayat terletak di Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten. Sunan Tembayat merupakan seorang ulama yang menyebarkan agama Islam di Klaten. Sunan Tembayat awalnya seorang Adipati di Semarang bernama Pandanaran. Adipati Pandanaran pindah ke Bayat karena hendak menuntut ilmu Agama Islam kepada Sunan Kalijaga. Masih ingat dengan asal-usul Kota Salatiga ? Ya Sunan Tembayat merupakan bagian dari kisah ini.


Desa Wisata Di Kabupaten Klaten
  1. Desa Wisata Keprabon (Kec. Polanharjo)

Merupakan desa wisata dengan potensi unggulan kerajinan tanduk kerbau dan penyu yang merupakan kerajinan khas. Desa wisata dekat dengan Sumber Air Ingas dan kawasan pemancingan Janti, Melihat proses pembuatan kerajinan, membeli/berbelanja hasil kerajinan tanduk dan penyu sebagai cenderamata.

   2. Desa Wisata Janti (Ds. Janti Kec. Polanharjo)
Merupakan desa wisata dengan potensi unggulan arena pemancingan dan rumah makan yang utamanya menyajikan menu ikan seperti ikan bakar dan ikan goreng sesuai pesanan pembeli. Di desa pemancingan ini terdapat puluhan rumah makan dan tempat-tempat pemancingan ikan yang sekedar digunakan untuk menghabiskan waktu luang dan bersantai.
3. Desa Wisata Paseban (Kec. Bayat)
Merupakan desa wisata dengan potensi unggulan berupa makam Ki Ageng Pandanaran yang banyak dikunjungi peziarah dari berbagai daerah. Juga terdapat Sendang Maerokoco dan banyak sentra kerajinan seperti topeng kayu, keramik dan batik tulis, Berziarah, mengunjungi sentra kerajinan,trekking di dataran tinggi Jabalkat

4. Desa Wisata Krakitan (Kec. Bayat)
Merupakan desa wisata dengan potensi unggulan berupa Rowo Jombor yang di atasnya terdapat banyak warung apung yang menyajikan berbagai menu makanan ikan air tawar termasuk ikan goreng dan ikan bakar, Memancing, makan (menikmati hidangan menu ikan goreng/ikan bakar), rekreasi, dll
5. Desa Wisata Jimbung (Kec. Kalikotes)
Merupakan desa wisata dengan potensi unggulan berupa sebuah sendang yang diyakini dapat memberikan tambahan rejeki yaitu Sendang Bulus Jimbung. Desa ini memiliki sebuah pegunungan kapur yang cukup menarik untuk kegiatan panjat tebing, yang di atasnya ada sebuah bangunan rumah tua yang dihuni oleh demit sehingga masyarakat menyebutnya rumah demit. Melakukan ritual di Sendang Bulus Jimbung, mengunjungi rumah dhemit.
6. Desa Wisata Melikan (Kec. Bayat)
Merupakan desa wisata dengan potensi unggulan berupa sentra kerajinan/pembuatan keramik dengan cara/metode pembuatan yang unik yakni dengan teknik putaran miring yang merupakan budaya ketimuran karena sebagian pengrajinnya kebanyakan wanita, Menyaksikan proses pembuatan kerajinan keramik, membeli keramik sebagai cenderamata.

7. Desa Wisata Soran (Desa Duwet Kec. Ngawen)
Merupakan desa wisata dengan potensi unggulan berupa seni pertunjukan rakyat sehingga setiap saat wisatawan yang datang dapat menikmati alunan Gejog Lesung, tari-tarian, dan kesenian yang lain dan juga ada wisata pertanian dan aneka ragam seperti kerajinan wayang kayu.
8. Desa Wisata Pokak (Kec. Ceper)
Merupakan desa wisata dengan potensi unggulan berupa Sendang Sinongko, yang didukung oleh kerajinan replika mobil dll. Desa ini mempunyai kegiatan ritual bersih sendang dengan penyembelihan kambing yang mencapai ratusan ekor, Menyaksikan upacara tradisional bersih sendang, menyaksikan pembuatan seni kerajinan.
9. Desa Wisata Ponggok (Kec. Polanharjo)
Merupakan desa wisata dengan potensi unggulan berupa kolam renang yang memanfaatkan sumber mata air karena dekat dengan obyek wisata Sumber Air Ingas. Di samping itu juga terdapat wisata pertanian (agrowisata) dan perikanan. berenang
10. Desa Wisata Jatinom (Kec. Jatinom)
Merupakan desa wisata dengan potensi unggulan berupa Makam Kyai Ageng Gribig tokoh penyebar agama Islam. Di samping itu juga terdapat banyak objek wisata ziarah lainnya seperti Masjid Alit, Masjid Besar Jatinom, Sendang Klampeyan, Sendang Suran, Sendang Jetis, Oro-oro Yaqowiyu, Oro-oro Tarwiyah, Goa Suran, Goa Pabelan, Goa Jetis. Di samping itu juga terdapat kampung kuno, museum Asmat, dan masjid kuno, Upacara Tradisional Penyebaran Apem atau yang lebih dikenal dengan sebutan Upacara Yaqowiyu. Ada juga peninggalan Kyai Ageng Gribig yang lain yang terletak di Desa Krajan yaitu Oro-Oro Tarwiyah, Berziarah, mengunjungi tempat-tempat bersejarah yang berhubungan dengan perjalanan syiar agama Islam yang dilakukan oleh Ki Ageng Gribig.
11. Desa Wisata Juwiring (Kec. Juwiring)
Merupakan desa wisata dengan potensi unggulan berupa keanekaragaman wisata. Di daerah Serenan terdapat banyak pengrajin kayu jati dan olahan. Di Desa Sidowarno terdapat banyak pengrajin tatah sungging wayang kulit. Di Desa Tanjung juga banyak kita temukan pengrajin payung, Menyaksikan pembuatan tatah sungging wayang kulit, pembuatan mebel, pembuatan payung.
12. Desa Wisata Tegalmulyo (Kec. Kemalang)
Merupakan desa wisata dengan potensi unggulan wisata pedesaan dengan jelajah gunung Merapi, gua Jepang, dan dekat objek wisata Deles Indah, wisata agro, Menyaksikan pemandangan alam pegunungan (Gunung Merapi) yang indah.
13. Desa Wisata Sidorejo (Kec. Kemalang)
Merupakan desa wisata dengan potensi unggulan wisata pedesaan dengan jelajah gunung Merapi dan dekat objek wisata Deles Indah, Gumuk Petung, bekas Pesanggrahan Paku Buwono X, hotel, losmen, dan wisata agro, Menyaksikan pemandangan alam pegunungan (Gunung Merapi) yang indah.
14. Desa Wisata Plawikan (Kec. Jogonalan)
Merupakan desa wisata dengan potensi unggulan Museum Gula Jawa Tengah, pabrik pembuatan gula, lokomotif kuno, home stay dan restoran, Mengunjungi museum, menyaksikan proses produksi gula.
15. Desa Wisata Ceper (Kec. Ceper)
Merupakan desa wisata dengan potensi unggulan berupa semangat masyarakat untuk tetap menjunjung tinggi budaya dari leluhur dengan upacara tradisional Tanjung Sari, yang diselenggarakan setahun sekali pada setiap bulan Sura (penanggalan Jawa). Di desa ini juga terdapat wisata agro, pengrajin suvenir dll, Menyaksikan upacara tradisional bersih desa Tanjung Sari
16. Desa Wisata Sobayan (Kec. Pedan)
Merupakan desa wisata dengan potensi unggulan berupa pusat kerajinan tenun ikat, wisata agro, dan juga terdapat pasar tradisional, Menyaksikan proses pembuatan tenun ikat, membeli tenun ikat sebagai cenderamata.
17. Desa Wisata Manisrenggo (Kec. Manisrenggo)
Merupakan desa wisata dengan potensi unggulan berupa Bumi Perkemahan Kepurun dan wisata agro yang terletak di Desa Sapen. Sedangkan Desa Katik merupakan desa yang terkenal dengan seni Ketoprak dan warung makan Yati Pesek. Di Desa Kepurun terdapat Monumen Perata, Mengunjungi Monumen, berkemah
18. Desa Wisata Kebondalem Kidul (Kec. Prambanan)
Merupakan desa wisata dengan potensi unggulan berupa Desa yang mempunyai daya tarik wisata, sumber daya budaya sumber daya ekonomi ( kerajinan seni batik, seni lukis, tenun sutra emas, kerajinan akik ) dan juga wisata agronyas serta pusat bonsai, Mengunjungi Taman Wisata Candi prambanan. Ucapan Selamat Datang Festifal Kesenian andi Sojiwan yang dilaksanakan oleh Desa Wisata Kebondalem Kidul
Candi Sojiwan. Candi ini terletak di Desa Wisata Kebondalem, Prambanan, Klaten. Candi ini merupakan peninggalan sejarah yang layak untuk dikunjungi. Di Jatinom, upacara tradisional Sebaran Apem Yaqowiyu diadakan setiap bulan Sapar. Di Palar, Trucuk, Klaten bersemayam pujangga dari Kraton Solo bernama Ronggo Warsito. Keindahan alam dapat dinikmati di daerah Deles, sebuah tempat sejuk di lereng Gunung Merapi. Rowo Jombor tempat favorit untuk melihat waduk. Terdapat juga Museum Gula, di Gondang Winangun yang terletak sepanjang jalan Klaten - Yogyakarta. Di Kecamatan Tulung sebelah timur terdapat serangkaian tempat bermunculannya mata air pegunungan yang mengalir sepanjang tahun, dan dijadikan obyek wisata. Wisata yang bisa dinikmati di sana adalah wisata memancing dan pemandian air segar. Banyak tempat pemandian yang bisa dikunjungi baik yang berbayar maupun tidak berbayar, seperti Umbul Nilo (gratis), Umbul Penganten (gratis), Umbul Ponggok (berbayar), Umbul Cokro (berbayar) dan umbul lainnya. Namun kalau untuk wisata memancing semua harus berbayar karena dikelola oleh usaha warga. Letak pemancingan yang terkenal adalah di desa Janti. Sambil memancing pengunjung dapat juga menikmati masakan ikan nila, lele, atau mas goreng berbumbu sambel khas dengan harga sangat terjangkau. Tiap hari libur perkampungan ini sering mengalami kemacetan karena membludaknya pengunjung dari kota Solo, Semarang dan Yogya.
Di Kecamatan Bayat, Klaten, tepatnya di kelurahan Paseban, Bayat, Klaten terdapat Makam Sunan Bayat atau Sunan Pandanaran atau Sunan Tembayat yang memiliki desain arsitektur gerbang gapura Majapahit. Sunan Tembayat ini dahulu dikenal sebelum menjadi Sunan, dia adalah Bupati Semarang yang kemudian berkelana dalam hal keagamaan. Makam ini menjadi salah satu tempat wisata ziarah Para Wali . Pengunjung dapat memarkir kendaraan di areal parkir serta halaman Kelurahan yang cukup luas. Setelah mendaki sekitar 250 anak tangga, akan ditemui pelataran dan Masjid. Pemandangan dari pelataran akan nampak sangat indah di pagi hari.

Sumber Referensi:
https://nonobudparpora.wordpress.com/desa-wisata-klaten/

Nama: Bella Rista
Kelas: UJP (B)2014
4423143961
bellaristaa@gmail.com




















Monday, January 4, 2016

Tugas3 - Wisata Budaya Papua

Keindahaan Indonesia Bagian Timur 

Papua memang memiliki daya tarik dan eksotisme tersendiri.Selain memiliki pemandangan yang luar biasa sebagai pemanja mata, provinsi paling ujung Indonesia ini juga memiliki keunikan dari suku yang bermukim di dalamnya.Salah satunya adalah Suku Dani.Secara geografis, suku dani mendiami sebuah wilayah pegunungan tengah papua, atau lebih tepatnya di Lembah Baliem, Wamena, Papua.Letaknya yang berada di pegunungan tinggi dengan sebagian puncaknya yang diselimuti salju serta lembah yang luas menjadikan daerah tempat bermukimnya suku dani beriklim tropis basah.Suhu udara di wilayat tersebut rata-rata 17 derajat Celcius.

Suku Dani Papua pertama kali diketahui di Lembah Baliem diperkirakan sekitar ratusan tahun yang lalu.Banyak eksplorasi di dataran tinggi pedalaman Papua yang dilakukan.Salah satu diantaranya yang pertama adalah Ekspedisi Lorentz pada tahun 1909-1910 (Belanda), tetapi mereka tidak beroperasi di Lembah Baliem.

Kemudian penyidik asal Amerika Serikat yang bernama Richard Archold anggota timnya adalah orang pertama yang mengadakan kontak dengan penduduk asli yang belum pernah mengadakan kontak dengan negara lain sebelumnya. Ini terjadi pada tahun 1935.kemudian juga telah diketahui bahwa penduduk Suku Dani adalah para petani yang terampil dengan menggunakan kapak batu, alat pengikis, pisau yang terbuat dari tulang binatang, bambu atau tombak kayu dan tongkat galian. Pengaruh Eropa dibawa ke para misionaris yang membangun pusat Misi Protestan di Hetegima sekitar tahun 1955. Kemudian setelah bangsa Belanda mendirikan kota Wamena maka agama Katholik mulai berdatangan.
Meskipun banyak orang menyebut mereka dengan sebutan Suku Dani, namun orang Suku Dani sendiri menyebut mereka sebagai Suku Parim.Suku Dani atau Suku Parim ini termasuk suku yang masih memegang teguh kepercayaan mereka.Salah satunya adalah selalu memberi hormat pada orang-orang yang sudah meninggal. Hal tersebut dilakukan dengan cara mengadakan upacara serta penyembelihan babi.

Suku Dani juga merupakan salah satu suku di Papua yang masih mengenakan Koteka yang terbuat dari kunden kuning.Para wanitanya pun masih menggunakan pakaian berjuluk wah yang berasal dari rumput/ serat dan tinggal di Honai-Honai (sebuah gubuk yang beratapkan jerami/ilalang).

pakaian adat suku dani


rumah honai


Sebagian masyarakat Suku Dani sudah memeluk agama Kristen, akibat pengaruh misionaris Eropa yang pernah datang ke lokasi tersebut sekitar tahun 1935.Kendati demikian Suku Dani masih memiliki kepercayaan adat yang lebih dikenal dengan konsep yang dinamakan Atou yang dipercaya bahwa segala kesaktian yang dimiliki oleh para leluhur suku Dani diberikan secara turun temurun kepada kaum lelaki. Kesaktian tersebut antara lain kesaktian menjaga kebun, kesaktian mengobati atau menyembuhkan penyakit sekaligus menghindarinya, serta kesaktian untuk memberi kesuburan pada tanah yang digunakan untuk bercocok tanam. Suku Dani juga memiliki simbol yang mereka namakan Kaneka.Lambang tersebut dipakai saat upacara tradisi yang bersifat keagamaan.

Hubungan Keluarga Suku Dani
  1. Budaya suku Dani dalam menjalani hubungan antar masyarakat menggunakan sistem yang terbagi dalam tiga jenis tingkat hubungan kekeluargaan, yaitu :
  2. Hubungan kekeluargaan yang paling kecil. Meliputi sebuah kumpulan yang terdiri dari dua sampai tiga keluarga yang secara bersama-sama tinggal di sebuah komplek yang ditutup dengan pagar. Sistem ini dinamakan ukul atau klan yang kecil.
  3. Hubungan antar suku Dani yang di dalamnya terdapat beberapa kelompok ukul. Hubungan ini diberi nama ukul oak atau ukul besar.
  4. Hubungan teritorial, yaitu kesatuan dari teritorial paling kecil suku Dani. Merupakan gabungan dari ukul besar yang diberi nama uma. Kelompok ini selalu dipimpin oleh laki-laki.
Memilih Pemimpin Suku Dani

Agar selalu hidup secara rukun dan damai dengan menjunjung semangat kebersamaan, orang suku Dani membuat semacam organisasi yang diketuai oleh kepala suku. Dia dipilih secara turun temurun dan mendapat panggilan Ap Kain. Untuk menjalankan tugasnya, Ap Kain dibantu oleh tiga kepala suku yang lain di bawah kedudukannya. Mereka ini mendapat julukan Ap Menteg, Ap Horeg dan Ap Ubaik. Tugas mereka adalah mengurus perawatan kebun dan binatang ternak babi.Selain itu juga menjadi penengah sekaligus hakim ketika ada perselisihan antar suku Dani.
Meski dipilih melalui jalur keturunan, ketua suku yang terpilih tetap harus memenuhi berbagai syarat. Antara lain adalah memiliki pengetahuan tinggi tentang ilmu pertanian, ramah dan rendah hati, terampil berburu, punya nyali yang tinggi, bisa melakukan komunikasi dengan baik dan punya keberanian tinggi untuk melakukan perang ketika ada masalah dengan suku lain.

Meskipun sebagian telah menganut agama Kristen, namun suku yang tinggal di hutan-hutan dengan iklim tropis yang sangat kaya akan flora dan fauna ini masih melakukan serangkaian upacara adat, salah satunya adalah Rekwasi. Rekwasi adalah sebuah upacara adat yang dilakukan untuk menghormati para leluhur. Di Rekwasi, para prajurit biasanya akan membuat tanfa dengan lemak babi, kerang, bulu-bulu, kus-kus, sagu rekat, getah pohon mangga, dan bunga-bungaan di bagian tubuh mereka. Saat melakukan upacara ini, para peserta juga melengkapi dirinya dengan senjata tradisional seperti tombak, kapak, parang, dan juga busur beserta anak panahnya.



Selain dari kepercayaan diatas, penduduk suku dani dikenal masih memikili adat tradisional yang boleh dibilang cukup ekstrim, yakni tradisi potong jari. Meski tradisi tersebut sekarang telah dilarang, namun bekas pelaksanaan tradisi tersebut masih dapat kita lihat dari kaum wanita suku dani yang telah berusia lanjut, dimana sebagian besar dari mereka tidak memiliki ruas jari lengkap karena telah dipotong.Tradisi potong jari kaum suku dani merupakan sebuah simbol dari kepercayaan yang mereka yakini, yakni sebagai perwujudan rasa sedih,kehilangan,dan penyesalan dari penduduk suku dani ketika ada salah satu anggota keluarganya yang meninggal

tradisi potong jari
Masih terkait dengan keunikan dan kekhasan kaum suku dani, salah satu hal yang cukup dikenal adalah kebiasaan mereka mendendangkan nyanyian-nyanyian bersifat heroisme dan atau kisah-kisah sedih untuk menyemangati dan juga perintang waktu ketika mereka bekerja. Untuk alat musik yang mengiringinya, suku dani memiliki sebuah alat musik tradisional yang dinamakan " pikon ", yakni satu alat yang diselipkan diantara lubang hidung dan telinga mereka. Disamping sebagai pengiring nyanyian, alat ini pun berfungsi ganda sebagai isyarat kepada teman atau lawan di hutan kala berburu.
pikon alat musik tradisional suku dani
.

Bakar Batu, Pesta Makanan Lezat dan Sehat di Papua

bakar batu 


Bakar Batu, tradisi dari Suku Dani (Sastri/detikTravel)
Tak sampai situ, bagian atas ubi ditutup lagi dengan menggunakan rumput dan batu-batu panas. Asyiknya, wisatawan boleh membantu Mama dan mencoba langsung kegiatan Bakar Batu ini.
Saat ubi matang, para Mama akan membuka jerami tersebut dan menghidangkan ubi-ubi yang masih panas. Asap mengepul dan aroma wanginya membuat siapa pun tak sabar ingin melahap. Nyam! Rasanya sangat enak!
Rasa enak tersebut didapat dari proses memasak secara alami. Tanpa bahan pengawet atau perasa tambahan, rasa ubinya benar-benar nikmat. Tak perlu takut kehabisan, para Mama selalu menyediakan banyak ubi yang siap dimasak kembali.

Selain itu, ada nilai positif dari Bakar batu ini.Bakar Batu juga melambangkan gotong royong antar sesama. Para pria mencari kayu bakar dan membuat api, serta para Mama bersama-sama membakar ubi. Rasa kekeluargaan begitu erat akan terasa saat Anda menyantap ubi tersebut di tengah-tengah mereka. Dari pedalaman Papua, ada pelajaran tentang kebersamaan.Enaknya ubi dari Bakar Batu juga mengingatkan, kalau budaya dan tradisi leluhur memberikan banyak nilai-nilai luhur. Tanpa harus bahan kimia, ubi tersebut sangat nikmat walau hanya dibakar dengan api

Mata Pencaharian
Mata pencaharian pokok suku bangsa Dani adalah bercocok tanam dan beternak babi. Umbi manis merupakan jenis tanaman yang diutamakan untuk dibudidayakan, artinya mata pencaharian umumnya mereka adalah berkebun. Tanaman-tanaman mereka yang lain adalah pisang, tebu, dan tembakau.
Kebun-kebun milik suku Dani ada tiga jenis, yaitu:
  • Kebun-kebun di daerah rendah dan datar yang diusahakan secara menetap
  • Kebun-kebun di lereng gunung
  • Kebun-kebun yang berada di antara dua uma
Kebun-kebun tersebut biasanya dikuasai oleh sekelompok atau beberapa kelompok kerabat.Batas-batas hak ulayat dari tiap-tiap kerabat ini adalah sungai, gunung, atau jurang.Dalam mengerjakan kebun, masyarakat suku Dani masih menggunakan peralatan sederhana seperti tongkat kayu berbentuk linggis dan kapak batu.
Selain berkebun, mata pencaharian suku Dani adalah beternak babi. Babi dipelihara dalam kandang yang bernama wamai (wam = babi; ai = rumah). Kandang babi berupa bangunan berbentuk empat persegi panjang yang bentuknya hampir sama dengan hunu. Bagian dalam kandang ini terdiri dari petak-petak yang memiliki ketinggian sekitar 1,25 m dan ditutupi bilah-bilah papan. Bagian atas kandang berfungsi sebagai tempat penyimpanan kayu bakar dan alat-alat berkebun.Bagi suku Dani, babi berguna untuk:
  1. dimakan dagingnya
  2. darahnya dipakai dalam upacara magis
  3. tulang-tulang dan ekornya untuk hiasan
  4. tulang rusuknya digunakan untuk pisau pengupas ubi
  5. sebagai alat pertukaran/barter
  6. menciptakan perdamaian bila ada perselisihan
  7. membuat coffee untuk dewa mereka
Suku Dani melakukan kontak dagang dengan kelompok masyarakat terdekat di sekitarnya.Barang-barang yang diperdagangkan adalah batu untuk membuat kapak, dan hasil hutan seperti kayu, serat, kulit binatang, dan bulu burung.

Ritual-Upacara Kematian

Pada seluruh masyarakat didunia dan terlebih khusus di daerah Papua, terdapat berbagai macam adat-istiadat tertentu yang harus dijalani dalam kehidupan sehari-hari dari setiap masyarakat. Didalam setiap kehidupan manusia selalu terdapat saat-saat yang penting yang harus dihadapi dan dijalani secara bertahap dari masa lalu ke masa yang akan di hadapinya, yaitu sejak seseorang itu lahir, menjalani masa anak-anak, remaja, dewasa dan masa tuanya. Dalam setiap tahap-tahap ini, ada berbagai macam adat-istiadat tertentu yang harus dijalaninya, seperti upacara-upacara inisiasi dan sebagainya, karena adanya kepercayaan-kepercayaan bahwa ada berbagai macam tantanagan dan bahaya yang akan ditemui saat menjalani dan memasuki setiap tahap kehidupan. Untuk menolak bahaya-bahaya tersebut maka manusia menciptakan usaha untuk menyelamatkan diri dari bahaya-bahaya tersebut seperti upacara-upacara (ritual ), baik yang dilakukan bersama maupun sendiri.
Seperti dengan suku-suku bangsa lain didunia dan di Papua, pada umumnya, pada orang Dani juga menjalani proses lingkaran hidup individu (individual life cycle), namun tidak sama halnya dengan masyarakat/suku bangsa lain, yang melakukan ritual-ritual khusus, sejak seorang anak berada dalam kandungan ibunya, kelahirannya, masa anak-anak, dewasa, kawin, beranak sampai meninggal.
Seorang wanita Dani akan melahirkan anaknya dalam ebe ae, yang dibantu oleh beberapa orang wanita. Kelahiran bayi ini tidak disertai upacara/ritual khusus dan ari-ari serta tali pusar yang terlepas beberapa hari akan dihanyutkan dalam sungai begitu saja. Dan beberapa hari setelah proses kelahiran, wanita tersebut sudah bisa kembali untuk bekerja. Mereka juga tidak melakukan upacara dalam pemberian nama, nama yang mereka anggap baik, itulah yang akan menjadi nama dari anak tersebut. Setelah seorang anak berusia 2-3 tahun, jika dia seorang wanita, ia sudah harus mulai menggunakan rok jerami (sale), sedangkan untuk anak pria, dia baru memakai alat penutup alat kelamin pada usia 5-6 tahun.
Pada suku Dani, mereka mengenal satu peristiwa yang sangant penting dalam kehidupan anak pria Dani yaitu upacara Waya hagat-abin, yaitu suatu upacara Inisiasi, upaacara ini dilakukan ketika seorang anak berusia antara 5-10 tahun. Upacara inisiasi ini biasanya diadakan bersamaan dengan pesta ebe-ako atau pesta babi.Dan upacara ini biasanyan berlangsung selama 9 hari atau lebih. Acara-acara dalam upacara orang Dani, biasanya ditujukan untuk menyalakan semangat berperang dan untuk memberi pengertian mengenai berperang kepada anak-anak pria, yaitu misalnya upacara pemberian busur panah secara perlambang, adanya latihan perang-perangan, latihan ketabahan, pelajaran menari dan menyanyi nyanyian perang kepada anak-anak. Upacara ini lebih bertujuan untuk mengajarkan kepada anak-anak pria secara dini untuk hidup dalam masyarakat, yang berkisar sekitar perang, hidup berdisiplin, menahan diri dan belajar menderita dalam keadaan yang sulit.
Sedangkan untuk anak-anak wanita, mereka tidak menjalani upacara Waya-hagat abin, tetapi mereka menjalani upacara dalam pesta hotale, yaitu pada waktu ia mendapat haid pertama (eket-web).Selain upacara-upacara tersebut diatas, ada juga upacara perkawinan (yokal isin) yaitu upacara memakaikan pakaian untuk wanita yang sudah menikah dan yang teakhir adalah upacara kematian.

Ritual Kematian
Peristiwa yang paling terakhir dalam suatu lingkaran hidup yaitu kematian, yang merupakan peristiwa sedih yang dinyatakan dalam upacara berkabung. Pada orang Kapauku di daerah danau Paniai, jenazah orang Dani akan dibakar.
Pada upacara pembakaran jenzah, tubuh orang yang meninggal dihias dan didudukkan diatas suatu singgasana ( bea). Upacara ini dilakukan disuatu lapangan dipusat perkampungan. Para kerabat dan orang-orang yang datang untuk melayat akan duduk mengelilingi bea dan menangis sekeras-kerasnya. Tubuh para wanita dilumuri dengan lumpur putih tanda berkabung dengan nyanyian-nyanyian kematian dan ratapan.Dan pada siang harinya beberapa orang dukun melakukan upacara memotong satu ruas jari dari tiap anggota keluarga inti orang yang meninggal dengan menggunakan kapak batu tetapi ada juga yang menggunakan bambu. Dan luka dari pemotongan itu akan di balut dengan sejenis daun. Jerit tangis dari anak-anak yang menjalani pemotongan jari ini, akan menghilang diantara orang-orang yang sedang melayat. Biasanya jari-jari yang dipotong, bukan hanya sekali saja, tetapi tergantung berapa banyak kerabat terdekat yang meninggal, mereka akan melakukan lagi ritual pemotongan jari. Bahkan sampai jari mereka habis. Dan apabila jari-jari mereka telah dipotong habis, mereka akan memotong lagi sebagian dari telingan mereka.


Setelah itu, mereka akan melakukan upacara pembakaran jenazah dan para kerabat orang yang meninggal membakar daging babi di dalam lubang-lubang yang mereka gali di dalam tanah dan sebagian akan disajikan untuk ruh ( ame), orang yang meninggal. Sore harinya daging yang telah masak itu dimakan bersama dan menjelang senja semua perhiasan yang dikenakan pada jenazah diambil dan tubuh jenazah itu digosok dengan minyak babi.Setelah itu dimulai pembakaran jenazah, yang diiringi dengan jerit tangis orang-orang yang datang melayat.

Itulah keindahan dan juga keunikan dari indonesia bagian timur tepatnya di suku dani banyak yang dapat kita pelajari tentang kehidupan yang masih sangat kental dengan budaya dan adat istiadatnya. 

Masih banyak keunikan tradisi warisan leluhur yang tersimpan pada Suku Dani yang dijaga dengan sangat baik oleh warganya. Mereka percaya bahwa menghormati para nenek moyang serta leluhur merupakan cara yang tepat dalam menghargai alam serta isinya

Sumber: http://palingindonesia.com/mengenal-suku-dani-di-tanah-papua/
photo courtesy of: http://trek-papua.com/