Tuesday, October 6, 2015

Tugas 1 - Suka Duka Menjadi Pemandu Wisata

Pengalaman Pertama Memandu di Museum Geologi

Selamat malam everybody, pukul menunjukan tepat jam 12.00 malam untuk sebagian orang yang telah terlelap di alam mimpi indah nya untuk sebagian orang yang telah melepas penat dengan berbagai macam aktifitas yang dilakukan hari ini. Berbeda dengan saya malam ini masih saja sibuk berkutik dengan laptop yang ada di depan mata saya memikirkan apa yang dapat saya tuangkan sebagai informasi yang bisa memberikan manfaat kepada banyak orang saat membaca postingan ini.

Perkenalkan nama saya Bunga Riezki Pratiwi biasa di panggil Bunga nama yang indah bukan? Hehe dari nama nya saja kalian pasti bisa membayangkan bagaimana elok dan cantek nya paras wajah adinda ini wkwk #kepedean saya lahir dari keluarga yang membesarkan saya dengan penuh kasih sayang dan cinta yang berlimpah dari kedua orang tua saya. Tanah kelahiran saya di kota Padang tampek nyo urang minang badagang dan saat saya masih duduk di bangku sekolah dasar saya bersama keluarga hijrah ke pulau Jawa dan memutuskan untuk menetap di kota Tangerang lebih tepat nya di Ciledug yang terkenal dengan daerah biang nya macet ckck biasa lah disana kaum elit semua banyak banget mobil, motor, angkot, becak, truk yang berlalu lalang membuat sesak dan mencemari polusi udara. Masa-masa remaja saya yang indah saya habiskan di sekolah menengah atas yang nggak kalah hits nya daripada sekolah nak jekardahh yaitu SMA Negeri 3 Tangerang, dengan jurusan Ilmu Pengetahuan Alam karena saat itu saya bercita-cita untuk kuliah di bidang ilmu kesehatan jurusan Farmasi. Saya yang juga menyukai pelajaran kimia bertekad untuk lebih giat belajar mengikuti bimbel, ikut tes sana sini dari daftar undangan snmptn, tes sbmptn sampai tes ujian mandiri semua nya jurusan farmasi tapi terkadang harapan tak sesuai kenyataan di semua tes yang saya ikuti tidak satupun yang lolos, frustasi melanda bahkan harapan hidup sudah berada di titik terendah. Suatu ketika saat saya sedang membuka situs situs web saya melihat di kampus unj sedang membuka tes untuk penmaba setelah saya menelaah lebih rinci di unj ternyata tidak ada jurusan farmasi lalu saya berkata kepada kedua orang tua saya ada tes ujian mandiri di unj tapi tidak ada jurusan farmasi lalu orang tua saya menyarankan untuk tetap ikut tes dan pilih jurusan yang saya suka selain farmasi karena keinginan saya untuk bisa kuliah di Universitas Negeri. Akhirnya saya daftar saya pilih jurusan public relationship dan pariwisata saya tes dan pada hari pengumuman untuk penmaba saya keterima di Usaha Jasa Pariwisata di univeristas ternama di Jakarta dimana lagi kalau bukan di Universitas Negeri Jakarta. Ternyata tuhan selalu memberikan rencana yang indah dibalik semua kegagalan yang saya alami saya berfikir kenapa tuhan tidak memberikan kesempatan untuk saya bisa lolos di jurusan  farmasi karena tuhan lebih tau kemampuan saya, saat saya melihat teman-teman saya yang di jurusan farmasi yang sibuk meneliti, praktek dan buat laporan yang bikin pusing tujuh keliling. Saya diterima di jurusan yang saya senangi dan InsyaAllah saya mampu untuk menjalani nya. Disini lah awal masa depan saya di mulai saya bertemu dengan teman-teman yang pandai berkomunikasi, asik dan menyenangkan, bertemu dosen-dosen yang ramah bersahabat, mempunyai wawasan luas dan mempelajari ilmu baru di dalam hidup saya yaitu illmu Pariwisata.
Selama 19 tahun saya diberikan karunia hidup oleh tuhan yang maha esa baru kali ini saya menjadi pemandu untuk teman-teman dan dosen di perkuliahan saya. Mau tau bagaimana pengalaman paling dagdigdug saat saya memandu? Tetap setia scroll down artikel ini sampai bawah yaa

Oke kali ini saya akan bercerita mengenai bagaimana pengalaman saya saat memandu untuk pertama kali nya. Di awal bulan Desember 2014 untuk mengikuti ujian akhir semester yang diadakan oleh dosen saya Bapak Jaenal Abidin di mata kuliah pengantar pemanduan dan Bapak Dede Kurnia sebagai dosen komunikasi publik saya dan teman-teman seangkatan 2014 melakukan praktek terjun ke lapangan sebagai pemandu dibagi menjadi dua sebagai pemandu di bis dan di destinasi yang akan kita kunjungi yaitu Museum Geologi. City tour kali ini juga diikuti oleh kakak-kakak angkatan 2013 yang juga sama-sama memandu. Hari-hari sebelum nya  saya sudah menghafal dan mempelajari materi yang akan saya sampaikan, malam nya sebelum hari keramat datang saya mencatat point-point penting sebagai cadangan kalau sewaktu-waktu pikiran saya ngebleng dan hilang kendali. Waktu berlalu daun-daun tumbuh dan berguguran, detik-detik yang tak bisa dihentikan, jam terus berputar hingga pagi memancarkan sinar mentari nya mengintip seorang anak manusia yang dari semalam tidak bisa tidur karena banyak nya pikiran yang berkecambuk dan rasa cemas untuk menjalani hari esok yang seandainya dapat di skip. Jengg.. jengg.. hari yang tak ditunggu pun tiba *eh hehe hari paling menegangkan dalam sejarah hidup saya, berbicara di depan banyak orang yang menjadikan saya pusat perhatian nya, melakukan sesuatu yang tak pernah saya duga menjadi seorang pemandu dengan keterbatasan dan pengalaman yang belum banyak saya miliki.
Pagi itu dua bus Panorama sudah bertengger di depan kampus kita yang siap menemani perjalanan panjang hari ini dan teman-teman, kakak-kakak senior yang sudah siap tempur beserta dosen yang akan memberikan penilaian mengamati setiap tutur kata, gerakan tubuh dan materi yang jelas saat kita sampaikan nanti. Perjalanan dimulai dari kampus tercintah Univeristas Negeri Jakarta yang berada di Rawamangun, saat di bis saya duduk bersama kedua teman saya Cut dan Irvina geng pelor yang nggak bisa nahan kantuk ketemu tempat adem dan empuk dikit langsung modarr

Foto 1: saat berada di dalam bis
Di bis kita memperhatikan kakak senior kita yang tampil dan menjelaskan perjalanan dari unj sampai cawang, saya yakin betul kakak senior itu pasti langsung shock saat nama nya pertama kali di panggil haha secara kakak-kakak senior kita tidak diberikan kepastian untuk rute mana yang akan di jelaskan nya jadi mereka harus mempelajari semua rute perjalanan dari kampus sampai bandung balik lagi ke kampus sungguh tragis yaa sabar ya kakak-kakak ternyata cobaan nya lebih berat dari kita. Dari cawang lanjut ke cibubur, gunung putri, melewati sentul bogor ke ciawi terus ke cisarua dan sampai di puncak pass tempat pemberentian pertama kita di masjid At-ta’wun menikmati pemandang yang indah dan sejuk nya angin pagi menjelang siang kala itu. Berfoto-foto ria merilekskan badan bercanda sambil tertawa-tawa untuk mencairkan ketegangan yang menyelimuti diri saya
Foto 2 : bersama angkatan 2013 dan 2014 di masjid At-Tawun
Oke waktu bersenang-senang nya habis kita harus masuk ke dalam bis dan melanjutkan perjalanan melewati Cianjur dan ke Cikalang nah inilah saat nya rekan dari angkatan saya tampil nama Garin Girindra dipanggil dan dia mulai bercerita tentang daerah Cikalang sampai Raja Mandala lalu perjalanan di lanjutkan ke cipatat, padalarang, sampai tol Pasteur. Irvina teman sebelah saya yang akan menjelaskan tentang tol Pasteur dia bercerita dengan muka yang sedikit tegang mungkin perasaan panik dan harap-harap cemas tiba-tiba menghampirinya setelah ia selesai memandu saya melihat perasaan lega terpancar dan dia duduk kembali duduk di sebelah saya.
Tak terasa perjalanan telah sampai di destinasi yang kita tuju Museum geologi yang berlokasi di Jalan Diponegoro no. 57 Bandung, Jawa Barat. Harga Tiket  : Rp 3.000 per orang. Buka setiap hari Senin - Kamis 08:00 s/d 16:00 dan Sabtu - Minggu 08:00 s/d 14:00, tutup setiap hari Jum'at dan Libur Nasionanl. Museum Geologi didirikan pada tanggal 16 Mei 1928. Telah direnovasi dengan dana bantuan dari JICA (Japan International Cooperation Agency). Dibuka kembali dan diresmikan oleh Wakil Presiden RI, Megawati Soekarnoputri pada tanggal 23 Agustus 2000. Sebagai salah satu monumen bersejarah, museum berada di bawah perlindungan pemerintah dan merupakan peninggalan nasional. Dalam Museum ini, tersimpan dan dikelola materi-materi geologi yang berlimpah, seperti fosil, batuan, mineral. Kesemuanya itu dikumpulkan selama kerja lapangan di Indonesia sejak 1850. Museum Geologi memiliki dua lantai atas dan bawah.
Lantai I yang berada dibawah terbagi menjadi 3 ruang utama : Ruang orientasi di bagian tengah berisi peta geografi Indonesia dalam bentuk relief layar lebar yang menayangkan kegiatan geologi dan museum dalam bentuk animasi, bilik pelayanan informasi museum serta bilik pelayanan pendidikan dan penelitian. Sementara, Ruang Sayap Barat, dikenal sebagai Ruang Geologi Indonesia, yang terdiri dari beberapa bilik yang menyajikan informasi seperti, hipotesis terjadi nya bumi di tata surya, terbentuk nya geologi Indonesia dalam bentuk lempengan kulit bumi, keadaan geologi wilayah Indonesia, fosil-fosil serta sejarah manusia dan beragam jenis batuan (beku, sedimen, malihan) dan sumber daya mineral yang ada di setiap daerah. Saya mengikuti dan mengamati teman-teman angkatan saya yang memandu sebelum saya bagaimana dia bercerita dan menyampaikan materi bagaimana mimic muka dan setiap ucapan yang terlontar membuat saya lebih percaya diri saya meyaakinkan kepada diri pada diri saya, teman-teman saya saja mampu untuk melewati bagaimana mungkin saya tidak bisa? Kita disini kan sama-sama belajar dan salah itu wajar. Nah saat itu saya mendapatkan kesempatan keempat terakhir untuk memandu dan menjeaskan ruang sayap timur di lantai bawah. Saat-saat menegangkan pun tiba ketika nama saya di panggil untuk memandu tentang sejarah pertumbuhan dan perkembangan makluk hidup primitif. Hal pertama yang saya lakukan tersenyum lalu kemudian mengambil microfon dan memperkanalkan diri saya kepada setiap mata yang memandang rasa deg-degan, gugup dan menegangkan bercampur aduk untuk pertama kali nya saya berdiri dan dilihat banyak orang semua orang memperhatikan saya, hal yang tak pernah saya bayangkan bagaimana dulu ketika saya masih SMP saat sekolah saya mengadakan study tour ke museum Geologi saya hanya menjadi peserta dan memperhatikan orang yang sedang menjelaskan peninggalan fosil-fosil di museum ini saya berfikir kenapa pemandu itu harus menjelaskan? Sedangkan kita bisa membacanya sendiri ternyata menjadi pemandu yang dahulu saya perhatikan dan pertanyakan itu tidak lah mudah dan disini saya betul-betul merasakan bagaimana menjadi pemandu, pemandu itu diminta untuk mengatur intonasi dan tutur bahasa nya agar jelas terdengar, diminta untuk tetap terlihat ramah dengan mimik wajah yang menyenangkan diminta untuk memberikan informasi yang mungkin sebagian orang tidak mengetahui nya, sungguh hebat dan luar biasa menjadi pemandu butuh perjuangan, wawasan yang luas san rasa percaya diri yang tinggi. 
Foto 3 : saat memandu di ruang sayap timur
Ketika saya menjelaskan Ruang Sayap Timur Ruangan yang mengambarkan sejarah pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup, dari primitif hingga modern, yang mendiami planet bumi ini dikenal sebagai ruang sejarah kehidupan. Panel-panel gambar yang menghiasi dinding ruangan diawali dengan informasi tentang keadaan bumi yang terbentuk sekitar 4,5 miliar tahun lalu, dimana makhluk hidup yang paling primitif pun belum ditemukan. Beberapa miliar tahun sesudahnya, disaat bumi sudah mulai tenang, lingkungannya mendukung perkembangan beberapa jenis tumbuhan bersel-tunggal, yang keberadaan terekam dalam bentuk fosil Reptilia bertulang-belakang berukuran besar yang hidup menguasai Masa Mesozoikum Tengah hingga Akhir 210-65 juta tahun lalu diperagakan dalam bentuk replika fosil Tyrannosaurus Rex Osborn (Jenis kadal buas pemakan daging) yang panjangnya mencapai 19 m, tinggi 6,5 m dan berat 8 ton. Kehidupan awal di bumi yang dimulai sekitar 3 miliar tahun lalu selanjutnya berkembang dan berevolusi hingga sekarang. Jejak evolusi mamalia yang hidup pada zaman tersier 6,5 sampai 1,7 juta tahun lalu dan Kuarter 1,7 juta tahun lalu hingga sekarang di Indonesia terekam baik melalui fosil-fosil binatang menyusui seperti gajah, badak, kerbau, kuda nil dan hominid yang ditemukan pada lapisan tanah di beberapa tempat khususnya di Pulau Jawa. Kumpulan fosil tengkorak manusia-purba yang ditemukan di Indonesia (Homo erectus P. VIII) dan di beberapa tempat lainnya di dunia terkoleksi dalam bentuk replikanya. Begitu pula dengan artefak yang dipergunkan, yang mencirikan perkembangan kebudayaan-purba dari waktu ke waktu. Penampang stratigrafi sedimen Kuarter daerah Sangiran Solo, Jawa Tengah, Trinil dan Mojokerto di Jawa Timur yang sangat berarti dalam pengungkap sejarah dan evolusi manusia-purba diperagakan dalam bentuk panel dan maket. 
Foto 4 : bersama replika fosil Tyrannosaurus Rex Osborn
Setelah saya menerangkan berbagai macam seluk beluk peninggalan bersejarah yang ada di ruang sayap timur museum geologi perasaan plong dan lega pun akhirnya dapat saya rasakan walaupun saya menilai penampilan saya kurang memuaskan karena pada saat penyampaian saya gugup dan sempat lupa dengan materi yang sudah saya pelajari sebelum nya, berlari kesana kemari sehingga membuat peserta harus mengikuti langkah saya yang terburu-buru karena salah tingkah. Maklum ini pertama kali nya saya memandu jadi kalau banyak kekurangan tolong dimaafkan hehe. Setiap orang memiliki kemampuan di bidang nya masing-masing tapi menurut saya orang yang paling beruntung itu adalah orang yang pandai berkomunikasi karena mereka dilihat banyak orang dan menjadi panutan seperti sesuatu yang Waw ketika mereka berbicara dan menerangkan sesuatu dengan jelas. Oleh karena itu sebagai pemandu harus memiliki rasa percaya yang tinggi dan pandai berkomunikasi dengan baik. Untuk itu saya akan berlatih terus menerus mengembangkan rasa percaya diri saya dan membiasakan diri tampil di depan umum karena sesuatu itu bisa karena terbiasa.

Misi selesai, perjalanan city tour ke Bandung kali ini memberikan saya banyak pembelajaran dan pengalaman bagaimana rasa nya menjadi seorang pemandu. Malam pun tiba diperjalanan menuju rumah masing-masing diantara kita sudah banyak yang merasa kelelahan dan mengantuk. Saya masih terbangun memikirkan bagaimana saat saya memandu tadi bagaimana penampilan dan apa tanggapan orang-orang tentang saya dan harapan saya saat itu harus menjadi lebih baik daripada hari ini lebih baik lebih baik menjadi benar-benar baik.


Foto 5 : di depan Museum Geologi
Foto 6 : City tour Bandung angkatan 2013 & 2014


sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Museum_Geologi_Bandung diakses pada 5 Oktober 2015 jam 23:35 wib.

Nama: Bunga Riezki Pratiwi
4423143976
Usaha Jasa Pariwisata (B) 2014
Email: bungariezki22@gmail.com
No. Hp: 081213485868
Line: Bungaazki

No comments:

Post a Comment