Wednesday, October 7, 2015

Tugas 1 suka duka menjadi Pemandu

Manis,Asam,Asin seperti permen Nano-nano

I’am Tour Guide
Bekerja menjadi pemandu wisata atau tour guide pastinya bukanlah sebuah cita-cita yang di jawab ketika seseorang bertanya “apa cita-citamu?” Namun tanpa kalian ketahui, ternyata menjadi pemandu wsata itu sanga menyenangkan, mengasyikan, mempunyai berbagai pengalaman dan dapat menjadi prospek menjanjikan ke depan.
Bercerita panjang tanpa berkenalan seperti asing rasanya maka jika saya ingin bercerta lebih panjang lebih baik kenal-lah dulu diri saya agar lebih sayang.seperti pepatah jaman yang selalu kita dengar sepanjang masa “tak kenal maka tak sayang”. Perkenalkan lah saya yang ingin berbagi pengalaman, nama saya Bela Rista cukup singkat tapi memberikan kesan yang sangat indah bagi yang mengenal saya, begitu kata tetangga sebelah.
cantik kan ??
 Saya Prempuan anak pertama cukup dewasa,sedikit cerdik, dan banyak bicara. Saya sangat menyukai perjalanan saya sangat menyukai pertemuan dengan orang-orang baru dan keramaian. Sejak dulu saya mempunyai cita-cita yaitu ingin menjadi seorang Pramugari, maka dimulailah perjalanan saya menggeluti dunia pariwisata untuk lebih membuka wawasan saya.

Dimulai dengan pilihan  Sekolah Menengah Atas saya sudah mempunyai tekat dan tujuan maka masuklah saya ke salah satu sekolah pariwisata yaitu Sekolah Menengah Kejuruan SMK SAHID Jakarta Timur. Di SMK ini pun mempunyai berbagai jurusan dan saya memilih untuk menggeluti jurusan Travel/ Usaha Jasa Pariwisata. Mungkin itu adalah perkenalan awal saya terhadap dunia yang sampai saat ini saya geluti. Pengalaman saya untuk pertama kali berbicara di depan orang saat di perjalanan di dalam bus, berbicara dan beradaptasi dengan microfon. Awal saya menjadi pemandu atau lebih tepatnya praktir belajar pemanduan pada saat saya kelas 10 dan sedang mengadakan perjalanan overland Jawa-Bali untuk satu angkatan.
Disaat overland berlangsung selama 8 hari saya dan teman-teman satu jurusan ditugaskan untuk memandu di 6 bus yang terpisah, kami diberikan tugas untuk memandu teman-teman ,guru pembimbing selama perjalanan overland berlangsug. Pengalaman pertama inilah yang menjadi acuan saya untuk terus belajar. Perasaan saya ketika memandu pertama kali ialah panik, gugup, nervous, dan blank dengan apa yang ingin saya sampaikan ketika sudah di depan wajah teman-teman dan guru saya ketika itu. Sulitnya menyeimbangkan gerak tubuh karna sedang dalam perjalanan membuat saya sedikit kesulitan megekspresikan apa yang ingin saya jelaskan saya hanya mampu menunjuk kanan dan kiri dan terkadang sesekali mengikuti arus bus yang sedang berjalan contohnya ketika mengerem mendadak saya sempat merasakan bagaimana kehilangan keseimbangan sampai terjatuh kearah para peserta yang sebelumnya sedang memperhatikan saya bicara selama perjalanan ,atau dalam perjalanan yang sedang curam seperti pegunungan yang berkelok, mendaki atau turunan yang membuat saya pun pusing dan kehilangan konsentrasi.
Selama perjalanan overland Jawa-bali kami hanya memandu sampai di Hotel Bali karna selama berada di kawasan Bali kami semua dibimbing oleh para Guide Profesional . Saya belajar banyak untuk pertama kalinya ketika saya menginjak pulau bali, saya belajar bagaimana memandu yang baik, memandu dengan menyenangkan sehingga pendengar pun tertarik untuk mendengarkan cerita kita,Volume suara yang lantang dan bicara yang jelas, mempunyai selipan humor untuk mencairkan suasana suntuk di perjalana, Guide bali mencontohkan dengan jelas sekaligus menjadi guru yang baik pada saat saya untuk pertama kalinya belajar memandu teman-teman saya dalam perjalanan overland ini terimakasih Bli I Ketut catur J (Tour Guide di bus saya pada saat itu)
Berlalu lah masa perkenalan terhadap pemanduan, pada waktu jenjang berikutny saya kelas 11 saya hanya mengikuti akademik 6 bulan/ 1 semester saja, karna pada semester selanjutnya 6 bulan saya harus mengikuti Praktik kerja lapangan (PKL) dengan berbagai ketentuan dan aturan. Sebelum saya PKL jurusan saya masih ada agenda untuk penelitian wisata budaya di Tanah Toraja,Sulawesi Selatan. Perjalanan ini menjadi pengalaman menarik saya untuk perjalan jauh melihat kebudayaan yang masih ada di Indonesia.

Dress code di Tanah Toraja

Perjalanan ke Tanah Toraja saya berangkat dini hari tepatnya pukul 03.00 wib melalui bandara International Soekarno Hatta menuju tanah toraja rombongan kami mendarat di bandara International Hasanddin Makasar. Perjalanan ini masih panjang karna dari makasar saya masih harus melalui perjalanan darat kurag lebih 10 jam untuk sampai ke tanah toraja termasuk makan siang dan makan malam di tempat makan setempat. Pengalaman ini begitu tak terlupakan karna ini bukanlah sekedar perjalanan seperti biasa, disini kami menemukan banyak sekali peninggala kebudayaan yang masih sangat kental. Perjalanan ini pun bisa disebut wisata ziarah karna route selama 2 hari penuh ini kami berkeliling ke berbagai macam jenis makam/ kuburan. Awalnya saya pun takut dan merasa agak mistis karna baru pertama kali mengunjungi tempat seperti ini atau sedikit horor berkelling perjalanan yang penuh dengan tengkorak dimana-mana. Perjalanan kami di tanah Toraja 2 hari itu mengunjungi berbagai tempat yaitu, Lemo, Londa,  rantepao dimana kawasan ini adalah pemakaman yang sangat unik dan sangat terkenal sampai dunia Internasional.
Gambar 1.1 Peti Mati di dalam Goa
Pemakaman itu bentuknya sperti goa-goa yang terletak didinding atau tebing dan goanya pun penuh dengan peti dan  tengkorak yang beserakan sepanjang goa. Disana saya juga melihat beberapa patung diatas tebing yang melihat kearah kami jika kami berada di depan tebing tersebut.
Patung-patung tersebut sangat mengerikan karna terlihat asli dan nyata patung-patung tersebut pun mengenakan pakain juga jadi seperti nyata. Pemandu kami
Gambar 1.2 Tengkorak yang berserakan di dalam Goa
berkata bahwa patung itu dibuat sama dengan mayat atau jenazah yang ada di tebing atau pun goa-goa itu, patung itu dibuat sesuai permintaan keluarga dan tidak semua wajib dibuatkan patung karna pembuatan patung tersebut memakan biyaya yang cukup mahal.
Gambar 1.3 Patung yang menyerupai orangnya
Perjalanan kami lanjutkan Kami pun ke makam bayi yang sangat unik karna terdapat di pepohonan yang dinamakan baby graves pemakaman ini dibilang sangat unik menurutku. Hanya Bayi yang belum mempunyai gigi yang di makamkan di tempat ini.Karna mereka mempercayai bahwa bayi yang belum mempunyai gigi tidak mempunyai dosa atau dianggap masih suci. 

Perjalanan kami pun berlanjut ke destinasi selanjutnya yaitu ke kete kesu yaitu sebuah desa yang sangat cantik disini kita melihat keindahan rumah adat/ rumah asli Tanah Toraja yaitu Tongkonan. Didesa ini pun terkenal sangat pintar mengukir. Destinasi selanjutnya tidak jauh berbeda dengan kete kesu yaitu pallawa. 



Saat saya di Pallawa
Di sini memiliki objek wisata utama yaitu Tongkonan Pallawa (Rumah Adat Asli Toraja) Tongkonan yang memiliki atap menyerupai perahu disini sangat terkenal  menarik dengan sejumlah tanduk kerbau yang dipasang didepan rumah tradisional mereka, ketika aku memasuki salah satu rumah masyarakat disana aku meihat isi rumah warga tersebut yang terlihat hanya ruangan yang kosong tidak penuh dengan parabot rumah seperti biasanya mereka hanya butuh kain sebagai pembatas kamar dan dapur.Rumah tongkonan disini sangat terlihat indah karna rumah ini berjejer rapi saling berhadapan,
Tidak terasa 2 hari sudah saya di Tanah Toraja saatnya kembali ke makasar, selama perjalanan kembali ke makasar kami mendapat tugas untuk memandu teman-teman kami sendiri tentang apa saja yang kami dapatkan dan kami pelajari selama berada di tanah toraja.


Foto kebersamaan kami di Tanah Toraja

Setelah Perjalanan Penelitian Di tanah toraja saya harus menghadapi ujian praktek memandu di Monumen Nasional sebagai Ujian Tengah Semester, Kami diberi waktu seminggu untuk mengafal seluruh isi dari Monas mulai dari diorama dan hal-hal yang terkait saat pembangunan monas. Ini adalah Praktek sebelum kami dibagi untuk Praktek Kerja lapangan, karna sebagian dari kami akan memandu di museum.

Ujian Praktek di Monumen Nasional

Setelah praktek kami di beri uji coba untuk membawa rombongan saya mendapat kesempatan untuk 10 orang pertama. Kita di beri praktek di salah satu Travel bernama Lembaga Bina Wisata yaitu wisata edukasi seperti membawa rombogan anak Tk,Sd ke Museum atau tempat bermain lainnya. Hari itu pertama kali saya membawa rombongan anak SD wisata edukasi dengan route museum satria mandala, museum BI ,dan Museum Sejarah Jakarta. Untuk pertama kalinya saya  membawa rombongan walaupun hanya anak-anak SD tapi itulah hal menarik nya yang saya rasakan, saya belajar menangani sifat anak-anak saya belajar untuk lembut dan sedikit sabar belum lagi menghadapi banyak kemuan anak-anak yang bermacam-macam saya belajar untuk bagaimana bertingkah aneh sehingga mereka menyukai saya, bernyanyi bersama karna anak-ank tidak begitu suka hanya di jelaskan materi saja.
Saya menjelaskan beberapa materi tetapi dengan cara yang berbeda penuh dengan kehati-hatian dan singkat tidak panjang lebar karna anak-anak tidak  menyukai tenang sejarah. Belum lagi pengalaman yang sangat lucu jika dipikir kembali ketika saya membawa rombongan yang masih kelas 1 dasar karna wajib membawa pendamping/ orang tua untuk mejaga mereka, mungkin yang saya fikir adalah menyenangkan tapi ternyata itu membuat gerak saya lebih sulit ketika di bus karna membawa rombongan anak-anak Sd lebih sulit ketika mereka ditemani orang tuanya karna mereka jadi lebih manja dan bertingkah semaunya sedangkan saya pun sulit untuk menegurnya ketika mereka didampingi orangtua mereka. Hal Seperti ini melatih saya untuk sabar dan lebih komunikatif lagi dan bersikap dewasa lantas tidak membuat saya patah semangat untuk terus berlath. Setelah saat semua itu saya jadi lebih sering ditugaskan untuk membawa rombongan,mulai dari  membawa rombongan anak-anak  TK, SD, walaupun Saya masih berkeliling di daerah Jakarta saja saat itu saya banyak belajar dan banyak pengetahuan karna saya cukup sering membawa ke berbagai museum, dan tempat bermain edukasi lainnya. Setiap mendapat tugas membawa rombongan saya di beri izin oleh pihak sekolah dan saya diberi route untuk mencari bahan-bahan untuk memandu.
Setelah berbagai museum dan bertemu dengan anak-anak SD Saya dapat kesempatan untuk memandu anak-anak  SMP senang sekali rasanya naik level begitu istilah kami saat masih menjadi freelance di sebuah tour and travel.Saya ditugaskan untuk membawa tour SMP di daerah Tanah Abang, saya bersama tim kerja saya sudah harus sampai kantor jam 4.30 wib lalu kami bergegas menuju sekolah dan janjian dengan tim bus untuk ready diarea penjemputan saat itu saya sudah cukup kenal dengan PO.Nusantara dengan nama bus symphonie berwarna biru. Perjalanan kami pun dimulai untuk keberangkatan ke Bandung dengan route museum geologi, Museum Konfrensi Asia Afrika dan pusat perbelanjaan di cibaduyut .Saat itu saya menambah ilmu lagi dari perjalanan ini disini saya dituntut untuk lebih sigap, gesit, dan kreatif perjalanan ini cukup mengajarkan saya untuk terus berlatih berbicara dan membaca, anak SMP lebih enak untuk diajak membaur dan lebih saya lebih mudah beradaptasi bersama mereka .
Masuklah ke semester genap dan dimulailah Praktek Kerja Lapangan, kami sekelas mendapat  perusahaan yang berbeda dengan tipe perusahan yang berbeda kita dibagi menjadi beberapa bagian seperti tiketting reservation, pemanduan di travel, pemanduan di museum. Selama 6 bulan saya menjalani praktik kerja saya mangembil jurusan pemanduan saya diterima 3 bulan praktek di salah satu tour and travel Bernama CV.Dipo Wardani Sukses Mandiri atau yang lebih dikenal dengan nama Dipo tour and travel.
Foto saya dengan bus symphonie
 saya cukup bangga dan senang bisa praktek di tempat ini karna saya akan merasakan dan mencoba memandu jarak jauh tapi kami lebih dikenal dengan sebutan  Tour Leader  ketika membawa rombongan atau dipanggil dengan sebutan TL ,Dipo tour and travel ini saat itu sangat mempunyai nama di sekitar Depok,Jakarta selatan dan sekitarnya setelah saya mengikuti pelatihan 1 bulan akhirnya saya mendapat tugas untuk membawa rombongan pertama yaitu dari sekolah Yayasan Pendidikan Tugu Ibu, depok pada tahun 2012.
 Saya membawa rombongan ini dengan route yang sangat panjang dan berlibet route nya adalah Depok-jogja-pati-tegal-depok sungguh perjalanan yang sangat panjang dan saya baru merasa sebagai pemandu yang sesungguhnya saya mengafal begitu anyak materi untuk selama perjalanan saya juga harus menyiapkan beberapa komedi untuk menghibur. Selama perjalanan ini saya sudah merasakan bagaimana kita harus menciptakan komunikasi yang baik dengan driver dan co driver karna dia adalah satu diantara banyak dan yang paling sering membantu kita selama perjalanan maka ciptakanlah hubungan yang harmonis dan berbaikhti lah. Saya begitu banyak merasakan suka duka selama perjalanan seperti macet yang tidk bisa dihindarkan dan kejadian kejadian aneh dan lucu ketika saya dalam satu bus harus bertanggung jawab terhadap 40 orang di dalamnya. Saya harus mengatasi bagaimana selama perjalanan saya harus mengurus siswa yang mabok perjalanan dan saya harus mengatasi diri saya dulu sebelum membantu mereka , saya harus belajar menahan rasa mual saya dan membersihkan muntahan siswa yang mabok berat, belum lagi mengatasi siswa yang sakit sepanjang perjalanan pikiran pun terbagi dan terlebih tenaga pun terkuras.
Saya belajar dari berbagai eksiden yang terjadi selama perjalanan atau pun saat di objek wisata seperti salah satu driver di bus lain saat mendaki di daerah guci tegal mereka mengalami salah masuk kopling / telat oper gigi dan bikin satu bus panic minta ampun akhirnya mereka disuruh untuk turun dan kami selaku Tour Leader harus mampu mengatasi kepanikan mereka walaupun kami sendiri panic minta ampun huhuu… dan satu lagi cerita eksiden saat di objek wisata Borobudur yaitu salah satu siswa yang mempunyai penyakit pribadi sebut saja asma yang tiba-tiba kambuh ketika dia sedang mengelilingi Borobudur alhasil saya harus berlari memanggil ambulance ternyata ambulance hanya bisa di bawah saja jadi saya dan sebagian teman dan tim medis Borobudur menggotong siswi tersebut sampai mobil ambulance yang berada di bawah kebayang kan betapa jauh,panas, dan lelahnya.
Foto saya ketika membawa rombongan ke Yogyakarta


Foto saya saat membawa rombongan di Bali
Selama Masa Praktek Kerja Lapangan Di Dipo travel kurang lebihnya saya sudah banyak pengalaman yang begitu tak terlupakan sampai harus tak pulang-pulang karna keasyikan bawa rombongan. Selama di Dipo juga saya mempunyai pengalaman pertama kali membawa rombongan Overland jawa-Bali dengan SMAN 5 Depok. Pengalaman ini sangat tak terlupakan kehidupan berhari-hari di dalam perjalanan bersama mereka saya harus mampu menjadi segalanya salah satunya tempat informasi, sarana penghibur, dan jadi dokter atau suster berjalan selama perjalanan. Mungkin bagi kami Tour Leader adalah satpam 24 jam yang mengawasi dan bertanggung jawab dengan bus yang mereka pegang. Kami pun harus sesekali menemani driver untuk berbicara untuk mengakrabkan diri. Kami harus Bangun sebelum Peserta Bangun dan kami pun tidur setelah memastikan mereka semua sudah mendapat kamar dan keperluan mereka baru kami beristirahat. Istirahat kami pun terbatas yang hanya 1 kamar dipakai oleh semua Tour Leader bukan karna tidak mampu menyewa kamar tapi agar lebih efektif ketika ada informasi atau brifing bersama.
Selama saya menjadi bagian dari Dipo Tour And Travel saya telah mendapatkan banyak cerita, banyak keluarga, dan banyak kenalan dimana-mana hehe..saya merasa banyak lagi yang harus saya pelajari, saya latih dalam diri saya, selama kurang lebih 6 bulan saya di Dipo mungkin sudah beberapa kali saya membawa rombongan dan berbagi cerita suka,duka bersama mereka di antaranya Yayasan Pendidikan Tugu Ibu Depok, SMPN 11 Depok, SMAN 5 Depok, SMAN 55 Jakarta, Dan lainnya.

Rombongan saat diperjalanan
Setelah Itu saya mendapat tawaran untuk Freelance di tempat yang lain yaitu di sebuah Tour and Travel bernama Studytourku.com /Bali Cresna Cahaya Tour And Travel disni saya juga membawa rombongan sekolah Menengah Pertama (SMP), Menengah Atas (SMA), dan group family gathering atau company gathering. Pengalaman pertama saya membawa Group dari BCC ini saya mendapat peserta dari Denpasar Bali yaitu SMAN 1 Tabanan Bali Dengan Route Jakarta selama 2 hari,Bandung,Jojakarta dan kembali ke Bali. 

Saat Di Trans Studio Bandung

Saat Di Borobudur

Pengalaman ini sangat berbeda dari biasanya , karna biasanya saya membawa group dari Jakarta overland Jawa-Bali tetapi sekarang  mereka dijemput sesampainya  di Bandara soekarno-Hattadan keesokan harinya  saya membawa mereka berkeliling di dari daerah Jakarta sehingga membuat saya sedikit lebih mudah menjelaskan tentang kota saya, dan  mereka juga mengadakan acara kunjungan ke Garuda Indonesia  . Dari perjalanan ini ada Route yang baru saya ketahui berhubung mereka beragama Hindu di hari ke -II kita akan berangkat menuju bogor pada pukul 04.00 agar bisa sembahyang tepat waktu dan tidak kena macet selama perjalanan. Sesampainya di Bogor kita menuju puncak gunung salak yang ternyata ada pure untuk sembayang umat Hindu.
Saya juga mempunyai pengalaman waktu saya mendampingi senior saya ketika saya menjadi assisten Tour Leader untuk membawa Rombongan Agung Sedayu Group ke Bali ini adalah kebanggan tersendiri untuk saya walau saya tidak sepenuhnya ambil andil dalam pemanduan saya hanya mengurus bagian admisnistrasi selama perjalanan ini berlangsung. Banyak pengalaman ketika itu karna semua route yang akan kita kunjungi itu Tidak sembarang karna mereka sangat exsklusif sekali sampai makan malam saja di atas pesiar bounty cruise yang saya sendiri pertama kali naik mungkin dikarnakan harganya yang cukup dibilang mahal karna menggunakan Dollar hehe..

Saat Makan Malam di bounty cruise Bali
mereka juga memilih wahana rafting terbaik di Bali padahal selama saya membawa rombogan saya juga belum pernah rafting di Bali looh hahaa..Sampai mengadakan acara malam keakrabban di daerah ubud Bali di pinggir sawah sebelum malam hari disini mereka disediakan outbond permainan ketangkasan,kekompakan di area sekitar sawah pokoknya seru banget liat mereka main games yang dipandu oleh MC setempat.
            Pengalaman yang sedikit berbeda ketika saya menjadi Tour Leader SMA Belarminus dalam acara promnight nya yang diselenggarakan di Trans Studio Bandung. Saya yang memandu selama perjalanan di Bandug juga sekaligus menjadi EO untuk mereka menjalankan kegiatan mereka di Trans Studio Bandung.
Prom nite party SMA Belarminus jakarta
            Selama Saya menjadi Freelance di Bali Cresna Cahaya /Studytourku.com saya menambah pengalaman saya,menambah ilmu saya, bertambah pula jaringan atau kerabat baru disini.kurang lebihnya saya pernah membawa beberapa Group diantaranya adalah SMAN 1 Tabanan Bali, SMP Santo Belarminus Jakarta, SMK Bina Lestari Bekasi tahun 2013 dan 2014, SMA 17 Agustus,SMP Santo Markus 1 dan Lain-lain.
SMP Santo Markus ke Bali

SMP Santo Belarminus ke Bali


SMK Bina Lestari Bekasi Yogyakarta- Baturaden

Bersama perserta di pantai kute


 Tour Leader 

            Menjadi pemandu bukanlah hal yang mudah, bukan pula sesulit yang dibanyangkan. Seorang pemandu bukan seorang pelayan, tetapi bisa  melayani dalam bentuk apapun, informasi, ataupun jasa.
           
Saya sangat menyukai bidang ini, saya sangat asyik dengan pekerjaan ini,saya mempunyai wawasan yang luas ketika saya berdiri, saya bangga terhadap diri saya.

Saya Bela Seorang Pemandu Wisata,



Bela Rista 
4423143961/Usaha Jasa Pariwisata
Bellaristaaa@yahoo.com 
Bellaristaa@gmail.com

No comments:

Post a Comment