Tuesday, October 6, 2015

Tugas 1- Suka Duka Menjadi Pemandu Wisata

Pengalaman adalah awal kehidupan ku
Nama ku karina ginting, saya lahir di Jakarta 7 Febuary 1995 nama ku memiliki arti dalam bahasa karo “ semua anak perempuan “ dan aku memiliki seorang kakak perempuan, kami hanya dua bersaudara walaupun di adat batak seorang anak laki-laki sangat diharapkan, tapi bagi orang tua saya anak perempuan juga sama berharganya, orang tua saya tidak terlalu fanatik dalam adat batak dan apa yang di berikan Tuhan pasti yang terbaik, orang tua ku berasal dari Sumatera Utara (Medan). Bapak saya bekerja sebagai PNS yang mengajar bidang olahraga di SMP 140 sunter podomoro dan ibu saya seorang wirausaha. Aku memulai awal pendidikan ku pada umur 6 tahun di TK Damai Sejahterah dan kemudian SD Strada Frans Xaverius II - SMP Strada Frans Xaverius III dan sekarang melanjutkan di SMA 52 , aku memiliki suatu cerita di waktu aku masih duduk di bangku SMP, cerita ini menjadi pelajaran dan pengalaman bagi kehidupan ku sama seperti pepatah yang mengatakan “ Kegagalan adalah Keberhasilan yang tertunda “ pada tahun 2014 saya mengikuti tes Mandiri mengambil jurusan PGSD namun gagal dan sekarang saya melanjutkan pendidikan di Universitas Negeri Jakarta, saya memilih jurusan Usaha Jasa Pariwisata karena dorongan dari orang tua dan kebetulan saya juga orang yang suka travelling, saya bukan tipe orang yang kutu buku.
Aku memulai perkulihan ku di tahun 2014, jurusan yang aku pilih terlalu asing karena waktu itu saya bersekolah di SMA Negeri umum yang tidak mempelajari tetang pariwisata, saya benar – benar buta akan dunia pariwisata dan yang saya tau tentang pariwisata hanya secara umum tapi dengan berjalannya waktu saya mulai mengerti pelajaran ini. Memasuki semester pertama tugas saya harus mengetahui hotel dan restoran secara spesifik yang berhubungan dengan mata kuliah Akomodasi perhotelan dan restoran. Pengalaman pertama saya menjadi pemandu ketika program study kampus saya mengadakan kegiatan city tour di Museum Geologi dan Museum KAA Bandung, yang di adakan sekitar bulan desember, pada saat itu saya kebagian memandu ketika pulang dari Bandung menuju Jakarta saya menceritankan daerah Karawan dan perasaan saya pada saat itu grogi bercampur malu karena saya tidak pernah sebelumnnya menjadi pemandu di dalam bus, bahkan berbicara didepan kelas sudah membuat saya grogi dan pada saaat itu saya harus berbicara didalam bus entah apa yang saya rasakan pada saat itu.
( Gambar I di kolam habitat ikan koi )

Pengalaman kedua saya  ketika memandu pada saat saya mendapat tugas PKL di Taman Mini Indonesia Indah pada priode 10 mei – 10 juli 2015 yang di laksanakan selama 2 bulan. Sejarah dari Taman Mini Indonesia Indah adalah salah satu wisata terkenal di Indonesia dan merupakan kawasan objek wisata yang terbilang megah dengan luas area 165 hektar, terletak di Jakarta Timur. Lahan tersebut awal mulanya merupakan daerah persawahan dan perladangan milik rakyat, namun kemudian ditransformasikan menjadi kawasan wisata TMII. Taman mini indonesia indah sengaja dibuat sebagai wahana yang dapat merepresentasikan kebhinekaan Indonesia dan kekayaan khasanah budaya bangsa. Sejarah mencatat, bahwa gagasan awal mula pendirian kawasan wisata TMII oleh Ibu Negara Siti Hartinah Soeharto yang lebih akrab dengan sebutan Ibu Tien Soeharto, prakarsa tersebut diilhami oleh pidato Presiden Soeharto tentang keseimbangan pembangunan antara bidang fisik-ekonomi dan bidang mental-spiritual. Pada tanggal 20 April 1975 Taman Mini “Indonesia Indah” diresmikan pembukaannya oleh Presiden Soeharto. TMII telah mempunyai logo berhuruf I dan I, kedua huruf ini mewakili nama Indonesia Indah. Sedangkan maskotnya berupa tokoh wayang Hanoman yang dinamakan NITRA (Anjani Putra). Dan itulah alasan saya memilih tempat PKL di Taman Mini Indonesia Indah karena menurut saya TMII merupakan suatu objek yang bisa di jadikan destinasi wisata hiburan dan edukasi.
Taman Akuarium Air Tawar (TAAT) adalah sarana rekreasi yang menyajikan peragaan koleksinya bertemakan Indonesia dan Dunia Air Tawar. Taman yang berisi keanekaragaman hayati air tawar dengan menyajikan simulasi dan replica ekosistem dari lahan basah asli ini dibangun sejak tahun 1992 dan diresmikan pada tanggal 20 April 1994. Taman yang didominasi dengan berbagai bentuk akuarium ini juga menjadi sarana rekreasi, pendidikan, penelitian, konservasi alam, dan atraksi.
Taman ini terletak di sebelah selatan kawasan TMII, diapit oleh Museum Serangga dan Taman BUnga Keong Emas. Bangunan gedung peraga didominasi warna hijau air terdiri atas dua lantai seluas 5.500 m² di tepi danau buatan yang menyatu dan membentuk lingkaran air tawar.
Dunia air tawar di TMII ini merupakan taman biota air tawar terbesar dan terlengkap ke dua di dunia serta terbesar di Asia, menyimpan 6.000 ekor 126 spesies, terdiri atas berbagai jenis, ukuran, asalnya baik dari berbagai perairan di Indonesia maupun belahan dunia lain, meliputi tanaman air, reptilian, crustacean, dan ikan. Taman Akuarium ini dilengkapi museum, perpustakaan, auditorium, akuarium Nusantara, Pojok Reptilia, Lororng Gurame, dan ruang karantina yang dibangun di bagian belakang untuk pengembang biakan koleksi dan menampung hasil dari petani yang dapat diperjual belikan kepada pengunjung, masyarakat umum, penampung ikan, dan eksportir.
Taman Akuarium Air Tawar juga membuka kesempatan bagi para mahasiswa dan masyarakat umum untuk melakukan penelitian dan observasi berkait dengan pengembangan ilmu pengetahuan dan peluang bisnis ikan hias.
( Gambar II Kolam ikan Aligatorgar )

Dunia Air Tawar adalah Tempat PKL saya dan teman saya, di sinilah saya harus menjadi pemandu yang menjelaskan tentang Dunia Air Tawar dan beberapa jenis ikan dan tumbuhan yang ada di dalam akuarium, selama 1minggu saya dan teman saya di pandu oleh bapak pembibing dan di ajarkan cara memandu yang benar dengan tujuan agar kami mengerti tugas sebagi pemandu. Keesokan harinya saya dan teman saya sudah di harus kan untuk memandu anak SD Negeri Lampung pertama kali yang saya lakukan sebelum menjelaskan Dunia Air Tawar, saya menyapa mereka dan meperkenalkan diri saya dengan menggunkan microvon pada saat itu saya sedikit gerogi karena ini yang pertama bagi saya dalam memandu di tempat ini, Selamat Pagi adik – adik bagaimana kabar kalian selama dalam perjalanan menuju ke TMII dan apa yang kalian rasakan setelah sampai di TMII, sebelum kita masuk ke dalam dan mengenal ikan – ikan yang ada di dalam, kakak akan memperkenalkan diri kakak terlebih dahulu, karena ada pepatah yang mengatakan tidak kenal maka tidak ingat. Nama kakak Karina Ginting, kakak disini sebagai guide yang akan memandu kalian selama dalam Dunia Air Tawar, kalian bisa memanggil saya kakak ginting, Yach di lorong akuarium yang di depan kita terdapat 3 jenis ikan yaitu ikan lele ekor merah, ikan tapah dan ikan bawal air tawar selanjutnya kita akan melihat ikan Arapaimah yang berasal dari sungai amazon di Brazil keunikan dari ikan ini ketika ikan ini diberrikan makan oleh kalian maka akan menimbulkan bunyi “ BOM “ ikan ini juga makan sesama ikan dan di depan kalian terdapat jenis – jenis ikan arwana mulai dari yang mahal sampai dengan yang biasa, berikutnya kita akan ke kolam habitat ikan koi disini adik – adik bisa memberi makan ikan ini dengan botol susu tapi yang di isi dengan makanan ikan seperti pelet, mari kita lihat ikan yang selanjutnya adalah ikan belida, ikan belida merupakan ikan yang bisa di jadikan sebagai dasar pembuat krupuk dan pempek – pempek, selanjutkan kita menuju aquarium berikutnya ini adalah ikan piranha yang berasal dari Amerika Selatan ke unikan dari ikan ini adalah termasuk ikan buas dan biasanya mereka tinggal berkerumun atau berkelompok dan ikan ini penciumannya sangat sensitif terhadap darah, bukan hanya itu ikan piranha bisa menghabiskan mangsanya selama beberapa menit. Berikutnya ada ikan belut listrik merupakan ikan yang bisa menghantarkan daya listik sekitar 250 volt dan bisa membunuh masangnya dengan daya listiknya, dan adik –adik di sini juga terdapat aquarium nusantara yang isi berbegai jenis ikan yang ada di Indonesia kalian bisa melihatnya sendiri, nah di depan kalian ada tempat teater 4 dimensi yang filemnya menceritakan ikan dan cara menjaga ekosistem laut, jadi adik –adik di harapkan untuk bisa mencinta dan menjaga ikan berserta ekosistem di dalam laut.
( Gambar III Taman Kupu )

 Iya kita akan melihat ikan yang berikutnya ikan ini adalah ikan buntal sama persis seperti nyonya pup yaitu ikan yang ada di dalam filem spongebob, ke unikan dari ikan buntal ini ketika adik – adik mengangkatnya dari aquarium bentuk badannya akan berubah menjadi seperti bola dan kalian bisa memengangnya tetapi kalian harus hati – hati dan tidak menyentuh bagian mulutnya dikarenakan pada bagian mulutnya bisa mengeluarkan racun, ikan berikutnya yaitu ikan synodontis yang unik dari ikan  ketika saat ikan ini berenag dengan posisi terbalik sedangkan ikan lain hanya bisa berenang dengan gayanya yang normal. Adik – adik sekarang kita akan ke Museum Serangga disana kalian bisa meliahat berbagai jenis serangga yang sudah di awetkan, salah satunya yang ada di depan kita yaitu pesona kumbang nusantara, peta kupu – kupu indonesia, siklus hidup lalat dan terdapat pula taman kupu – kupu yang tadi tempat hidup bagi kupu – kupu yang masih hidup tapi karena taman ini sudah mulai rusak dan tidak terawat maka banyak kupu – kupu yang sudah hilang. Adik – adik sekarang kita sudah sampai di pintu keluar museum serang dan sekian informasi yang telah kakak sampaikan kepada kalian, semoga informasi tersebut bisa berguna bagi kalian dan sampai jumpa di lain waktu. Setelah selesai memandu mereka saya di salami oleh salah satu dari guru mereka dan dia memberikan uang tips kepada saya sebagai tanda ucapan terimakasih dan itulah pengalaman pertama saya yang menjadi tour guide dan diberikan uang tips, dari hasil memandu saya sudah bisa mencari uang jajan tambahan dan saya merasa sangat bangga. Setelah 2 bulan berlalu akhirnya masa PKL saya sudah berakhir, pada H-2 sebelum hari raya lebaran saya di telpon oleh pihak Dunia Air Tawar untuk menjadi tenaga bantuan dalam masa pekan libur lebaran. Saya dipekerjakan selama 10 hari sebagai control tiketting dan vie (gaji) yang saya dapat dalam 1hari 100.000, seperti inilah kisah cerita saya sebagai pemandu yang masih awam dalam pemanduan, tapi berkat pengalaman ini saya lebih percaya diri ketika berkomunikasi di hadapan orang banyak, saya juga ingin mengembangkan ilmu ini lebih dalam lagi.
Pada 2 minggu yg lalu saya dan teman saya mengikuti seminar yang di adakan oleh HPI di museum fatahila yang bertema kan teknik-teknik dalam guiding dan dengan adanya kegiatan seminar itu pengalaman saya bertambah dan saya mendapatkan sertifikat.

KARINA GINTING
UJP'14 KELAS A
4423143948

No comments:

Post a Comment