Wednesday, October 7, 2015

Tugas 1 Suka Duka Menjadi Pemandu Wisata

Pengalaman Memandu di Museum Nasional


Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatu. Perkenalkan nama saya Sabilah Ulfa Harnum saya adalah seorang mahasiswi di universitas negeri Jakarta. Program studi yang saya ambil yaitu Usaha Jasa Pariwisata.mengapa saya mengambil program tersebut, karena menurut saya belajar tentang pariwisata adalah hal yang baru dan menyenangkan, mata kuliah yang dipelajari tidak seperti mata kuliah di jurusan pada umumnya.saya juga diajarkan bagaimana menjadi seorang tour guide atau pemandu wisata, selama 20 tahun umur saya, Pengalaman pertama saya saat pertama kali menjadi pemandu wisata ketika saya kuliah di UNJ. Saat itu saya dan teman ditawari oleh teman satu jurusan untuk memandu anak-anak sekolah alam di daerah depok yang akan melakukan kegiatan wisata pendidikan sejarah di Museum Nasional yang ada di wilayah Jakarta Pusat. Sedikit bercerita tentang Museum Nasional, museum nasional terletak di jalan merdeka barat 12, Jakarta pusat. akses transportasi jika menggunakan moda transportasi umum seperti Transjakarta dari Halte sentral busway Harmoni naik bis transjakarta jurusan Blok m atau pulogadung turun di halte Museum nasional habis itu tinggal menyebrang jalan dengan berjalan kaki. bisa juga menggunakan kereta commuter line turun di stasiun juanda dan lanjut lagi menggunakan bis wisata gratis turun langsung di depan Museum. Museum nasional adalah salah satu museum sejarah yang menyimpan benda benda peninggalan purbakala, mulai dari zaman prasejarah, zaman Hindu Budhha, hingga peninggalan zaman colonial atau penjajahan,selain artefak dari Indonesia ada juga artefak artefak yang berasal dari luar negeri seperti guci dan porcelain  peninggalan kerajaan cina dan Thailand atau barang barang textile pemberian raja raja india untuk raja Indonesia museum nasional juga biasa disebut dengan museum gajah, mengapa disebut museum gajah? Karena di depan pintu masuk museum terdapat patung gajah mini yang menghiasi pemandangan di depan, patung  ini diberikan oleh raja chulalongkron (rama v)dari Thailand yang datang pada tahun 1871, dia menyumbangkan sebuah patung gaaajah dari perunggu  .museum nasional juga merupakan museum yang terbesar dan terlengkap di Indonesia khususnya di Jakarta,cikal bakal adanya museum nasional lahir pada tahun 1778 tepatnya pada tanggal 24 april,pada saat pembentukan Bataviaasch Genootschap Van Kunsten en Wetenschappen. J.C.M Radermacher menyumbang sebuah gedung yang bertempat di jalan kalibesar beserta dengan koleksi serta benda benda bersejarah yang menjadi dasar pendirian museum.bangunan museum nasional mengandung gaya klasisisme, gedung museum nasional republic Indonesia adalah salah satu wujud pengaruh eropa, terutama semangat abad pencerahan, yang muncul sekitar abad 18, sayap baru ditambahkan pada tahun 1996 disebelah utara gedung lama, gedung ini disebut juga dengan unit B atau gedung arca.museum nasional memiliki lebih dari 140.000 koleksi, yang terdiri dari koleksi prasejarah,arkeologi, keramik asing.
            Di gedung lama hanya ada satu lantai yang digunakan untuk ruang pameran museum, digedung B atau gedung baru  ada 7 lantai  tetapi hanya ada 4 lantai yang boleh dimasuki oleh pengunjung, dan tiga lantainya lagi digunakan unruk kantor dan perpustakaan. setiap lantainya berisi arca atau artefak yang berbeda beda bentuk serta zaman peninggalannya. lantai pertama berisi manusia dari zaman ke zaman beserta lingkungannya , lantai kedua berisi ilmu pengetahuan dan teknologi masyarakat prasejarah hingga modern, kemudian lantai ketiga berisi organisasi sosial dan pola pemukiman , dan yang terakhir lantai keempat berisi peninggalan peninggalan berharga seperti kalung, mahkota dll yang terbuat dari emas, perak atau perunggu. Lantai emas ini mempunyai perlakuan yang khusus dan berbeda informasi yang saya peroleh dari penjanganya tidak semua rombongan bisa memasuki ruangan ini, ruangannya pun dijaga sangat ketat oleh beberapa petugas karena memang barangnya amat sangat berharga  
Cerita suka duka saya  dalam memandu.saya akan bercerita dulu bagaimana senangnya saat pertama kali menjadi pemandu,menjadi pemandu sendiri sangat baru bagi saya karena sebelumnya tidak pernah terfikir menjadi seorang pemandu.  karena saat itu saya memandu anak anak usia mulai dari usia 6 sampai 15 tahun,  mereka sangat antusias untuk mengetahui benda –benda atau artefak apa saja yang ada dimuseum tersebut.banyak pertanyaan pertanyaan yang tidak terduga sebelumnya hal itu membuat saya terantang untuk menjelaskan apa yang sudah saya pelajari. Dilantai pertama saya coba men jelaskan tentang bagaimana manusia zaman prasejarah bisa masuk ke Indonesia, persebarannya  dan apa saja benda bersejarah yang mereka wariskan ke kita. Saya akan menceritakan kembali sedikit sejarahnya  diruangan lantai 1 ada gambar gambar peradaban manusia ada juga tengkorak dan fosil binatang. Salah satu peninggalan yang paling memukau adalah manusia flores atau homo soloensis  adalah fosil manusia yang kecil atau katai. Rangka koleksi museum nasional ini adalah salah satu dari tujuh rangka manusia flores yang sangat menghebohkan  dunia. Rangka manusia flores ini ditengarai merupakan penghubung antara homo erectus termuda yang berusia antara 200.000 sampai 100.000 tahun, dengan homo sapiens tertua yang berusia antara 20.000 hingga 13.000 tahun yang lalu. Ada juga makam yang berisi tengkorak manusia purba. Dan juga diorama yang berisikan tiga patung manusia purba yang sedang mencoba menyalahkan api dengan menggunakan batu dan kayu. Pemilihan diorama yang berbentuk patung atau lukisan tiga dimensi sangat tepat menurut saya, karena akan menarik minat anak-anak untuk mau berkunjung ke museum.ada pula makam purba dari manusia australomelanesid dari sang koplek, temuan rangka ini berjenis kelamin perempuan berumur 18 sampai 60 tahun hidup pada masa mesolitikhum terkubur pada kedalaman 100-112 cm pada posisi terlipat disampingnya terkubur juga alat serpih yang dhulu digunakan untuk mengolah makanan. Digedung baru ruangannya sedikit lebih modern dibandingkan dengan gedung lama, untuk mengujungi lantai diatasnya kita bisa menggunakan escalator atau lift, karena kebetulan saya membawa rombongan anak anak  beserta mentor yang cukup banyak lebih dari 20 orang jadi saya lebih memilih untuk menggunakan escalator. Beranjak ke lantai kedua, dilantai ini  ada hasil peradaban manusia tentang ilmu pengetahuan dan teknologi, banyak sekali prasasti yang ditemukan yang berasal dari zaman kerajaan dan juga senjata tajam yang dikenal sejak 60 ribu tahun SM yang digunakan untuk berburu.prasasti yang berisi cap kaki raja purnawarman sepasang kaki yang disamakan dengan dewa wisnu namun prasasti yang ada di lantai 2 hanya berupa replikanya saja, ada juga beberapa aksara dari pallawa,nagari,dan tamil,aksara tionghoa dan latin serta aksara arab.ada juga gambar cerita tentang asal mula lahirnya tulisan, tulisan ditemukan pada sekitar 5000 tahun yang lalu yang menandai dimulainya masa sejarah dan berakhirnya masa prasejarah apabila kita menengok kesebelah kanan ada beberapa artefak stempel kuno sekitar tahun 1700 an disampingnya ada mata uang koin kuno yang berasal dari banten, ada benda benda yang dipergunakan untuk berlayar seperti kemudi kapal atau dandle dan jangkar serta dipajang pula beberapa benda yang menunjukan tentang kemajuan ilmu pengetahuan astronomi masyarakat zaman dahulu, pada abad ke 15 masyarakat sudah mulai bisa membuat peta namun pada saat itu penulisan peta hanya bersumber dari imajinasi mereka saja baru pada abad ke 18 mereka sudah menggunakan perhitungan astronomis untuk membuat peta jadi tidak asal saja kemudian masih dilantai yang sama ada sebuah perahu yang panjangnya 7 meter yang bisa menampung hingga 10 orang lebih dan menyenangkan sekali ternyata siswa dari sekolah master tersebut sangat antusias dan menyukai penjelasan dari saya. kemudian di sisi sebelah kanan ada sepeda antik dari zaman hindia belanda yang berasal dari bahan logam dan menurut data hanya orang terpandang pada zaman dahulu yang bisa menaiki sepeda tersebut. Berlanjut ke lantai ketiga, dilantai ketiga berisi organisasi sosial dan pola pemukiman. Yang tidak kalah mengesankan adalah ketika kita menaiki lantai tidak jauh dari pintu masuk ada sebuah benda bersejarah yang disebut nekara yang zaman dahulu digunakan untuk alat komunikasi atau alat upacara  seperti upacara memanggil hujan ada sekitar 3 nekara yang dipamerkan ada juga benda aktifitas penguburan seperti moko, tempayan kubur, dan mata panah serta kapak berimbas yang digunakan pada masa paleolitikum ada juga prasasti tugu yang ditemukan di desa tugu yang ada di tanjung priok, rumah rumah adat beserta pola pemukimannya pada zaman dahulu,baju baju adat dan ada juga perahu suku bajo yang panjangnya 4 meter yang konon kabarnya zaman dahulu masyarakat sekitar tinggal didalamnya dan mereka hanya sesekali kedaratan untuk berdagang ikan dan mengambil air bersih  tapi sekarang mereka sudah mendirikan rumah apung diatas laut.  karena pengawasan yang sangat ketat oleh petugas dan saya juga saya memandu dengan membawa anak-anak maka saya tidak melanjutkan pemanduan  ke lantai empat guna menghindari hal hal yang membahayakan. karena saya membawa rombongan anak-.anak, agar tidak membosankan dan mereka mengikuti arahan saya saat memandu, diakhir memandu pada setiap lantai saya memberikan sesi pertanyaan kepda mereka dan tidak lupa pula saya membawa hadiah hadiah kecil bagi siapa saja yang selalu antusias untuk mendengarkan.
            Setelah puas melihat lihat benda-benda yang ada di gedung baru, kemudian kami beranjak ke gedung lama, memasuki gedung lama ada sebuah peta raksasa yang berisikan peta Indonesia beserta suku bangsa yang mendiaminya, ada sekitar tiga peta yang dipampang disana dan juga nama-nama pahlawan beserta tempat kelahirannya. Berjalan lurus kedepan kita akan menemukan banyak sekali patung atau arca yang berasal dari peradaban hindu budha seperti contohnya arca dewa siwa, dewa wisnu, ganesha, dan lain sebagainya, dibawah patung ada penjelasan lengkap tentang patung tersebut. Di gedung lama terdapat dua ruangan, ruangan pertama berisi alat alat porcelain dan benda benda aktivitas sehari hari seperti piring, mangkuk, gelas yang terbuat dari tanah liat dan ada sebuah tempat dimana kita bisa menonton pemutaran fim tentang pembuatan bgerabah yang biasa dilakukan oleh orang zaman dahulu, tapi sayang kapasitas tempat duduknya sedikit hanya bisa diduduki oleh 5 sampai 10 orang dan kebanyakan yang antusias menonton justru adalah orang asing. Bersebrangan dengan ruangan pertama yaitu ada ruangan kedua yang ruangannya sedikit  lebih besar dari yang pertama, di ruangan ini benda-benda yang dipamerkan lebih banyak selain itu terdapat kursi kursi panjang yang saling berpunggungan yang bisa digunakan untuk pengunjung beristirahat apabila sudah lelah mengitari seluruh museum. Yang tidak kalah menakjubkan di gedung kedua ini juga terdapat beberapa alat music nusantara, ada satu set gamelan yang berasal dari kota banjar dengan gongnya yang sangat besar ddisampingnya ada sekitar 3 sampai 4 patung nenek moyang masyarakat kepulauan tanimbar yang ada di daerah Maluku. Dan yang paling membuat siswa sekolah alam tertarik ketika saya mengajak mereka keujung ruangan, disana ada dua buah patung yang berasal dari suku asmat di papua yaitu bernama patung Mbis, patung ini menyerupai orang yang saling bertumpuk ke atas, panjangny abisa mencapai 2 atau 3 meter, di museum nasional terdapat dua patung mbis, bahkan salah satu patungnya menyentuh langit-langit ruangan. Bukan hanya sekedar patung, patung ini dianggap sebagai tempat bersemayam arwah-arwah nenek moyang, juga sebagai tanda hadirnya nenek moyang di semua aspek kehidupan dan juga symbol kesatuan antara dunia kematian dan kehidupan. Di depannya ada perahu asmat yang juga mirip sekali dengan perahu yang ada di lantai kedua gedung baru panjangnya mencapai 5 meter. Tidak jauh dari patung mbis ada satu set alat gamelan jawa  lengkap dengan wayang kulitnya. Berdampingan dengan wayang kulit ada replica tempat tidur disebut pasren atau ruang bersemayam dewi sri.
            Selain ada ruangan pameran, disetiap gedung juga disediakan satu ruangan khusus yang disediakan untuk mengadakan acara atau seminar. Perjalanan memandu saya pun berakhir di ruangan seminar yang ada di gedung lama. Setelah kami berkeliling dilanjutkan lagi dengan menonton pemutaran film tentang museum nasional Indonesia.

saat memandu dihadapan peserta

dokumentasi saat memandu


TERIMA KASIH…

SABILAH ULFA HARNUM
USAHA JASA PARIWISATA 2014 KELAS B
UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA
sabilah.ulfa@gmail.com


No comments:

Post a Comment