Monday, October 5, 2015

Tugas-1 Suka Duka Menjadi Pemandu Wisata

Pengalaman saat menjadi Pemandu

*Pengalaman Memandu ke Bandung

Nama saya Shintia saya mahasiswi di Universitas Negeri Jakarta program studi Pariwisata, sejujurnya saya sangat sulit untuk menjelaskan sesuatu di depan umum apalagi untuk memandu namun mau tidak mau saya harus karena ini tugas dari dosen saya untuk pengambilan nilai, dan kebetulan saya dapet tugas memandu di dalam bis bukan di tempat objek wisata. Bisa di bilang ini pertama kali saya memandu dari seminggu sebelum hari H saya memandu saya sudah kepikiran dengan apa yang harus saya lakukan nanti dan mencari-cari materi yang harus saya hafalkan dan hari H pun tiba dari pagi-pagi sekali saya sudah sampai di Kampus dengan materi yang saya tulis di kertas yang sudah saya haflakan semaleman dan masih saya baca-baca terus selagi menunggu bis datang. Dan akhirnya perjalanan pun di mulai dari Kampus saya yaitu Universitas Negeri Jakarta yang berada di Rawamangun muka menuju Bandung tepatnya ke Gedung Konferensi  Asia Afrika bisa dibilang saya sangat merasa gugup dan saya tidak yakin saya akan bisa berbicara di depan banyak orang untuk menjelaskan perjalanan yang saya dan wisatawan saya lewati dengan rasa gugup selagi menunggu giliran saya memandu saya masih memebaca-baca materi saya yang saya tulis dikertas, setelah teman saya memandu tiba lah saat nya giliran saya, saat saya memegang mic lalu mengenalkan diri saya entah mengapa materi yang saya sudah pelajari hilang dari pikiran saya dan saya bingung apa yang harus saya katakana untuk memandu wisatawan ini namun perlahan-perlahan saya menarik napas dan sedikit demi sedikit saya mencoba mengingat-ingat materi itu namun hanya sedikit yang teringat saya merasa bingung saat itu apa lagi yang harus saya katakana namun akhirnya saya menyerah dan tak melanjutkan pemanduan nya dan saya duduk mungkin dosen saya kecewa dengan apa yang saya tampilakan dan begitupun dengan saya karena kekecewaan itu setelah saya kembali duduk saya menangis dan saya bertekat untuk berubah dan itu pengalaman pertama saya.

                                                           Gambar 1 : memandu di bis
           
           Di atas adalah foto saya saat memandu di Bis dengan masih menggenggam gulungan kertas yang tidak lain adalah catatan saya yang sebenernya tidak terpakai juga bila saya bawa-bawa namun setidaknya bisa menambah rasa percaya diri saya sedikit, karena sebenernya setiap orang punya rasa tidak percaya diri dan punya cara yang berbeda-beda untuk mengatasi rasa tidak percaya diri itu.

*Pengalaman di Planetarium

            Planetarium dan Observatorium Jakarta adalah salah satu objek wisata pendidikan yang terletak di JL.Cikini Raya no.73 Jakarta Pusat. Disana pengunjung bisa mempelajari seputar astronomi, di ruang pameran pengunjung dapat melihat replica planet-planet, bulan, bintang dan lain-lain dengan penjelasan yang sudah ada di dekat semua replica itu dan juga pemandu yang siap menjelaskan lebih jelasnya dan diatas juga ada ruang teater bintang pengunjung akan dapat merasakan seperti berada di laut perbintangan dan juga dapat melihat planet-planet seakan-akan nyata dan di pandu oleh seorang narator yang berada di belakang tempat duduk pengunjung yang akan menjelaskan secara terperinci tentang semua yang berada di ruangan teater itu. Planetarium juga memiliki tempat untuk peneropongan benda langit/ observasi yang di sebut sebagai observatorium, namun peneropongan hanya di lakukan di hari-hari tertentu seperti saat gerhana bulan atau sejenisnya tidak bisa setiap hari. Dan Planetarium buka dengan dua jalur setiap harinya ya itu untuk rombongan dan umum. kalau rombongan buka pada jam 09:30 , 11:00 , 13:30 dan umum pada jam 16:30 untuk hari senin hingga jum’at namun bila sabtu dan minggu dari jam 10:00 hingga 14:30

            Selama 3 bulan saya PKL di Planetarium dan Observatorium Jakarta di Taman Ismail Marzuki, sejujurnya saya tidak tahu menahu tentang Astronomi karena kebetulan saya juga mengambil program IPS bwaktu saya sma dan semenjak di Planetarium lah saya baru belajar sedikit demi sedikit kira-kira selama sebulan PKL disana saya belajar agar saya dapat memandu dengan baik, setelah 1 bulan saya mendapat kesempatan untuk memandu murid sekolah dasar untuk memperkenalkan tentang Planetarium dari sejarah Planetarium itu sendiri sampai apa saja yang tersedia di sana, saya memandu dimulai  dari pintu depan yaitu dari polusi cahaya sampai pintu keluar, saya menerangkan itu semua kepada murid TK, SD,smp dan Umum.Untuk pertama kali saya akan memandu saya sangat gerogi namun saya yakin bisa dan lagi saat awal memandu saya di teman oleh Kakah Vienna pemandu asli di sana serta kak Fahmi.

Bila saya memandu murid TK dan SD saya selalu membawa permen di saku rok saya untuk memberikan nya kepada murid-murid yang saya anggap nurut dan mudah di atur serta murid-murid yang sulit di atur agar mau mendengarkan saya. Bisa dibilang menjelaskan kepada murid TK dan SD mudah karena materi yang disampaikan belum terlalu banyak seperti anak smp dan umum namun kesulitan nya adalah murid-murid TK dan SD  terlalu aktiv dan kita sebagai pemandu harus ekstra sabar dan pintar-pintar menghadapi mereka, selain aktiv mereka juga sangat imajinatif sampai-sampai saat saya menjelaskan tentang batu meteor yang pernah jatuh di rumah bapak sukinah ada salah satu anak yang membantahnya dan bilang kalau itu adalah batu akik bukan batu meteor dan dia ingin meminta batu itu di bawa pulang dan kelucuan itu lah yang bisa menjadi hiburan untuk saya dalam memandu dan ada lain nya lagi adalah ketika ada seorang anak laki-laki yang ingin membeli miniature roket yang ada disana dan berkata “ kak aku mau beli ini berapa harganya? Aku bawa duit banyak”  begitu polos dan lucu membuat saya ketawa sendiri, berhubung saya sangat suka anak kecil jadi saya sangat gembira bila memandu mereka.

                                            Gambar 2 : kopi, saya,susu dan jahe
                Salah satu pengunjung dari SD Swasta di daerah Jakarta Selatan yang menurut saya sangat friendly walau mereka sedikit ngeselin karena menjadikan saya bahan ejekan mereka terutama oleh kopi, nama asli mereka sebenarnya bukan itu namun mereka memperkenalkan diri dengan nama itu karena teman-teman mereka memanngil mereka dengan sebutan itu. Saya dan mereka banyak membuat topic pembicaraan dari seputar sekolah mereka, kakak dari si susu sampai-sampai ejekan-ejekan yang ditujukan untuk saya oleh mereka, namun tidak sedikit pun saya marah kepada mereka dan saya malah senang karena bisa menghibur mereka.

Gambar 3 : saya bersama TK Madinnah

Gambar 4 : saya bersama Ibrahim salah satu murid TK. Madinnah

                TK. Madinnah adalah TK.Swasta yang ada di daerah Jakarta, Murid – murid dari TK itu sangat menggemaskan dari yang laki-laki hingga yang perempuan selayaknya anak kecil murid-murid dari TK itu sangat aktiv dari lari-larian kesana kesini hingga bertanya-tanya tentang semua hal yang membingungkan bagi mereka walau awal-awal mereka seperti malu-malu terhadap saya tapi setelah saya memperkenalkan diri dan ajak mereka berfoto dan bercanda akhirnya mereka berani dan jadi sangat aktiv bertanya-tanya. Gambar 3 adalah kebersamaan saya, murid TK Madinnah dan guru-gurunya. yang unik dari murid-murid ini adalah saat saya ingin foto dengan mereka dan mereka bukan say “cheese” tapi mereka mengatakan “Madinnahhhh” dengan keras. Gambar 4 adalah kebersamaan saya dengan salah satu murid TK.Madinnah bernama Ibrahim dia sangat lucu dan tampan namun pemalu oleh karena itu biar menambah ke akraban saya dengan dia saya mengajak dia foto selfie dengan dia.
            Pengalaman lainnya adalah saat saya memandu anak-anak SMP dari luar kota dengan jumlah yang sangat banyak sampai membuat ruang pameran full dan saat saya menjelaskan tidak ada yang mau mendengarkan dan juga saking banyak nya dan mereka dari luar kota aroma di ruang pameran jadi tak sedap, panas dan juga mereka sangat sulit di beritahu dan asik sendiri dengan berfoto-foto terkadang itulah yang membuat kesabaran saya hilang dan karena saya emosi akhirnya saya keluar dari ruangan dan saat keluar mungkin salah satu guru mengkritik kalau rombongan mereka tidak dipandu dan akhirnya saya di panggil kembali dan hanya mengikuti mereka tanpa menjelaskan apapun. Sebagai pemandu menerima pujian bahkan keritik adalah hal yang sangat biasa. saya pernah di kritik oleh seorang ibu-ibu yang berkata Planetarium sekarang tak menarik lagi seperti dulu dan saya hanya bisa tersenyum dan berterima kasih atas keritikan nya. mungkin dari pihak saya pribadi saya sedikit kurang suka dengan bahasa ibu tadi yang seolah-olah dia kecewa namun perkataan nya memang benar dan tak ada yang bisa disalahkan atas semua ini karena pengelola Planetarium pun sudah semaksimal mungkin memberikan yang terbaik hanya saja kendala di dana yang tidak memungkinkan untuk memperbaikinya menjadi sangat memuaskan dan kita sebagai pemandu tidak perlu menjelaskan itu panjang lebar cukup mendengarkan,tersenyum dan mengusahakan dan merubah semua itu menjadi lebih baik agar bisa memuaskan pengunjung.
            Selain wisatawan domestik Planetarium juga sering kedatangan wisatwan asing yang merupakan murid pertukaran pelajar, tidak ada bedanya memandu mereka dengan memandu wisatawan domestic yang membedakan hanya lah bahasa. Kebetulan bahasa Inggris saya yang tidak terlalu fasih membuat saya tidak berani memandu mereka dan saya hanya bisa membantu sedikit apa yang mereka butuhkan seperti bebrapa waktu lalu saat saya masih PKL disana ada murid asing yang ingin ketoilet namun dia tidak bisa menggunakan toilet jongkok dia ingin toilet duduk dan satu-satu nya toilet duduk hanya ada di dalam kantor dan kantor hanya untuk pengelola bukan untuk umum tak terkecuali siapa pun, dengan sangat berat hati saya harus bisa menjelaskan itu semua kepada gurunya walau mungkin pihak mereka sedikit kecewa saya mengerti namun kebijakan tetaplah kebijakan. Berbicara tentang kebijakan atau peraturan banyak sekali pengunjung yang sulit untuk mematuhinya bahkan sudah sampai di tegor mereka masih saja tak acuh seperti membawa makanan atau minuman ke ruang pameran karena dapat mengotori ruang pameran belom lagi tangan-tangan iseng yang membuang sampahnya disekitar pameran bahkan kedalam pameran itu sendiri, sekali duakali saya akan mungkin saya akan berbicara baik-baik namun bila masih tak di sengar saya biasanya akan menyuruh nya keluar dengan cara halus dan pernah lagi saat pagi-pagi baru dateng sebelom pengunjung dateng saya melihat sekantong plastic sampah serta lalapan yang bercececeran di dekat salah satu pameran disitu saya sangan kesal bagaimana suatu fasilitas umum akan terlihat baik bila dari pengunjung nya saja tidak ikut menjaganya dan bila fasilitas umum terlihat buruk pengunjung lah yang mengkritiknya, terutama pengunjung domestik yang seperti itu. Selain soal sampah dan makanan pengunjung juga suka iseng mainkan replika yang membuat replika rusak “kalau saja setiap pengunjung iseng seperti itu apakah tidak rusak semua pameran yang ada disana?” pemandu dan pengelola kan hanya sedikit ayolah jadi pengunjung yang cerdas yang mempelajari dan mengambil ilmu yang ada di objek wisata tanpa merusak.

            Menjadi pemandu memang sangat sulit tidak ada yang bilang mudah selain kalian harus sangat menguasai materi yang akan kalian sampaikan kalian juga harus kreativ agar tidak membuat wisatawan merasa bosan serta membantu pengelola untuk menjaga apa yang ada di objek wisata tersebut. Tapi di balik kesulitan itu kalian akan tahu betapa gembira nya ketika kalian memandu dan dengar banyak orang seakan-akan kamu lah yang paling pintar di antara banyak orang disana belom lagi saat kalian bisa menghibur anak dari wisatawan untuk betah di objek wisata saat wisatawan kita sedang menikmati fasilitas yang ada di objek wisata tersebut lelah yang kalian rasakan pasti kan hilang dan berubah jadi kegembiraan dan belom lagi bila kalian mendapat pujian-pujian bukan dari wisatawan domestic saja bahakan dari wisatawan asing, begitu banyak orang yang akan kalian temua bila menjadi pemandu dengan berbagai suku, ras dan sifat yang berbeda-beda jadi usahakan lah kita bisa mengerti mereka dan bisa mengendalikan emosi.

Sekian tentang Pengalaman saya menjadi pemandu, semoga dapat bermanfaat bagi pembaca. Mohon maaf bila banyak yang kurang dan Terimakasih

Shintia Novita DeviUsaha Jasa Pariwisata B 2014

1 comment: