Tuesday, October 6, 2015

Tugas 1 - Suka Duka Menjadi Pemandu Wisata

Kisah berbagai rasa dari Museum

Nama saya Raja Nurasima usia saya 19, saya adalah seorang mahasiswi Universitas Negeri Jakarta.Saya memilki pengalaman sebagai pemandu wisata saat PKl di Museum Nasional Indonesia.Pada semester dua yang lalu.Mahasiswa program studi Usaha Jasa Pariwisata di wajibkan untuk Praktek Kerja Lapangan (PKL) di destinasi wisata yang ada di Jakarta dan sekitarnya.Setelah mencoba melamar untuk PKL di berbagai tempat rekreasi.Akhirnya saya diterima oleh pihak Museum Nasional Indonesia untuk PKL di museum tersebut.Pada tahun 2015 ini, mahasiswa UNJ yang di terima untuk PKL di Museum Nasional adalah saya dan tiga orang teman saya.Waktu PKL yang harus dijalani adalah selama dua bulan. Masa PKL kami adalah bulan April hingga bulan Juni. Tepatnya, 7 Aprill 2015. Hari itu adalah hari, pertama saya dan tiga orang teman saya menjalani PKL(Praktek Kerja Lapangan) di Museum Nasional Indonesia selama dua bulan. Di Museum Nasional banyak juga siswa dan mahasiswa dari sekolah dan perguruan tinggi lainnya.
Museum Nasional Indonesia, atau yang lebih di kenal sebagai museum gajah. Masyarakat menyebut museum gajah karena ada sebuah patung gajah tepat di halaman depan museum nasional. Sehingga masyarakat lebih mudah menyebutnya sebagai museum gajah.Para pengunjung Museum Nasional terdiri dari berbagai kalangan.Dari pengunjung domestic hingga mancanegara. Masyarakat Jakarta sampai luar kota. Bahkan para penjabat Indonesia dan penjabat dari luar negeri.Museum Nasional memilki koleksi yang sangat lengkap.Dari koleksi pada masa pra sejarah hingga masa modern Indonesia pada saat ini.
Di hari pertama itu, saya dan teman-teman sangat merasa asing dengan suasana di museum.Disana kami mendapatkan bimbingan dari seorang staff museum nasional di bidang promosi.Beliau menceritakan sejarah museum nasional dan lansung memberitahu tugas-tugas yang harus kami lakukan di museum nasional.Tugas kami adalah menjadi seorang pemandu untuk rombongan-rombangan yang datang ke museum nasional.Baik rombongan dari Jakarta maupun luar Jakarta.Biasanya rombongan yang datang ke museum nasional adalah rombongan dari sekolah yaitu TK sampai SMA.
Pada awal-awal masa PKL kami hanya diharuskan untuk mempelajari cerita dari setiap koleksi, dengan cara mengikuti pemandu yang merupakan pegawai Museum Nasional  dari belakang rombongan. Dari cara tersebut kami mempelajari  berbagai cara memandu dari setiap pemandu. Kami juga mempelajari cerita dari setiap koleks dengan cara mewawancarai para pemandu Museum nasional yang merupakan pegawai tetap di sana. Setiap pemandu memilki gaya khas masing-masing. Untuk menjadi seorang pemandu tidak lah mudah. Karena seorang pemandu harus megetahui kisah dari setiap objek yang akan di jelaskan kepada wisatawan. Di museum nasional terdapat lebih dari seratus empat puluh satu koleksi.Walaupun tidak semua koleksi tersebut dijelaskan kepada wisatawan, namun sebagai pemandu harus mengusai kisah dari banyak koleksi.Karena seorang pemandu harus menceritakan kisah dari koleksi yang berbeda agar tidak membosankan bagi pengunjung.
Selang beberapa minggu di museum nasional.Saya dan teman-teman di percaya untuk memandu rombongan.Awalnya saya memandu satu rombongan dengan di damping oleh teman saya.Namun, setelah beberapa lama saya mulai berani untuk memandu sendiri tapa di damping oleh teman.Saat memandu sendiri ini lah suka duka menjadi pemandu wisata mulai saya rasakan.Setiap rombongan memilki kesulitan tersendiri saat saya memandu mereka.Apalagi saat memandu anak-anak TK dan SD. Saat memandu anak-anak TK kesulitannya adalah ketika mereka berlarian kesana kemari dan tidak mau mendengarkan saya saat menjelaskan tentang koleksi.Namun, di situlah tantangan yang harus saya hadapi.Saya harus bisa menarik perhatian anak-anak tersebut agar kembali berkumpul untuk mendengarkan cerita saya tentang koleksi. Menjelaskan tentang koleksi kepada anak-anak TK tidak selalu harus serius, terkadang saya juga mencoba untuk berkomunikasi dengan mereka dengan cara bertanya  beberapa pertanyaan kepada mereka. Dengan cara seperti itu mereka menjadi tertarik untuk kembali mendengarkan cerita saya.
Saat memandu rombongan anak-anak SD terdapat juga beberapa kesulitan.Anak-anak SD sangat mudah mengutarakan keingintahuan mereka terhadap koleksi-koleksi di museum.Mereka bergitu antusias untuk mengetahui cerita dari setiap koleksi.Terkadang mereka bertanya tentang hal-hal yang bahkan saya sendiri tidak tahu apa jawabannya. Pernah suatu hari mereka bertanya kepada saya dan saya tidak bisa menjawab, lalu dengan nada kecewa mereka berkata “ yah, katanya kakak ahli”. Lalu saya asal menjawab “kakak kan sama seperti kalian, sama-sama lagi belajar ”sambil tersenyum. Mereka menyebut saya ahli padahal saya harus banyak belajar untuk lebih menguasai materi. Kejadian tersebut membuat saya malu sekaligus termotivasi untuk mempelajari setiap koleksi di Museum Nasional lebih banyak lagi.
Lain halnya saat memandu anak-anak SMP.Anak-anak SMP lebih tertib dan tenang. Ketika memandu anak-anak SMP juga terdapat kesulitan karena mereka sedikit banyaknya sudah mengetahui cerita dan sejarah  beberapa koleksi di museum nasional. Oleh karena itu saya harus mencerikan tentang koleksi yang benar-benar saya kuasai, agar mereka tidak mengkoreksi cerita syang saya sampaikan.Seperti koleksi yang banyak terdapat di buku pelajaran sejarah tingkat SMP. Koleksi-koleksi yang biasa mereka ketahui adalah nekara,koleksi zaman batu dan lain-lain.
Sebagai pemandu PKL kami hanya diizinkan untuk memandu rombongan tingkat TK sampai SMP.Menjadi pemandu ternyata ada suka dan duka. Menjadi pemandu di Museum Nasional  adalahpengalaman saya  petama kalinya. Pada awalnya saya berpikir untuk menghindar saat diharuskan untuk memandu.Saya juga sering beralasan yang tidak jelas ketika disuruh memandu.Tapi seiring berjalannya waktu saya mulai percaya diri untuk memandu.Menjadi seorang pemandu ternyata tidak “semenakutkan” yang saya kira.Menjadi pemandu ternyata sangat mengasyikan walaupun banyak suka dan duka yang harus dihadapi.

Selain sebagai pemandu kami juga di percaya oleh pihak Museum Nasional sebagai pembimbing anak-anak saat bermain sambl belajar di kids corner. Kids corner adalah sebuah ruangan yang terdapat di Museum Nasional yang dijadikan tempat khusus tempat anak-anak bermain dan belajar. Permainan yang terdapat disana adalah permainan yang bisa meng-edukasi anak-anak.Yaitu permainan congklak, puzzle, dan lain-lain. Semua permainan yang ada di kids corner sangat erat dengan kebudayaan yang  ada di Indonesia agar rasa cinta akan kebudayaan Indonesia tumbuh di kalangan anak-anak sejak usia dini. Anak-anak yang biasa di bawa ke kids corner adalah anak-anak usia TK sampai kelas dua SD. Di kids corner anak-anak juga bisa belajar membatik, mewarnai, dan melukis kendi yang disediakan oleh pihak museum. Batik, hasil mewarnai, dan hasil melukis kendi bisa mereka bawa pulang.Hal tersebut sangat menyenangkan untuk anak-anak.
Menjadi pemandu wisata merupakan sebuah profesi yang menyenangkan.Namun untuk menjadi pemandu wisata yang baik, kita juga harus dapat menguasai materi guiding dengan sangat baik.Kualitas diri kita, kita tunjukkan melalui setiap kata yang ucapkan untuk menggambarkan objek.Sebagai mahasiswa yang sedang PKL saya di wajibkan untuk bisa menjadi pemandu baik untuk pengunjung Museum Nasional, karena jika saya memandu dengan asal. Hal tersebut akan merusak citra dari Museum Nasional. salah satu hal yang harus benar-benar di perhatikan oleh seorang pemandu wisata  adalah menjaga nama baik instansi tempat kita bekerja.  Menjadi pemandu wisata juga akan membuat kita termotivasi untuk menjadi manusia yang lebih baik karena kita banyak bertemu dengan banyak orang lain. Baik itu termotivasi untuk mendapatkan pendidikan yang lebih baik dan sebagainya.
Menjadi pemandu wisata, kita akan mendapatkan berbagai pengalaman dari setiap orang yang kita temui. Setiap mereka akan memberikan pengalaman yang berbeda-beda untuk kita. Misalnya saat menghadapi anak-anak yang sulit di atur. Hal tersebut akan membuat kita mencari tahu cara untuk membuat anak-anak tersebut  mau mendengarkan kita. Biasanya saya akan bertanya kepada para pemandu yang sudah terbiasa menghadapi anak-anak. Sehingga jika saya di kesempatan yang lain memandu anak-anak yang sulit di atur, maka saya sudah tahu bagaimana menarik perhatian mereka. Kesulitan juga biasa saya alami ketika memandu anak-anak jika mereka didampingi oleh para orang tua, biasanya mereka di dampingi oleh para ibu. Ibu-ibu tersebut biasanya saling mengobrol satu sama lain. Sehingga terkadang suara saya menjadi tidak terdengar oleh anak-anak karena suara ibu-ibu tersebut lebih keras daripada suara saya. Lagi-lagi saya bertanya kepada para pemandu lain untuk mengatasi masalah tersebut. Menjadi seorang pemandu ternyata tidak boleh berhenti belajar, kita harus selalu belajar bagaimana cara untuk meminimalkan  kejadian-kejadian yang tidak kita inginkan. Kita juga harus selalui memperbaharui pengetahuan pemanduan yang  milki, sehingga bisa menyampaikan cerita yang berbeda kepada setiap pengunjung. Sebagai pemandu kita harus memiliki bahan cerita yang banyak, seharusnya kita benar-benar menguasai kisah dari sebuah objek. Sehinggan jika pengunjung bertanya, kita akan bisa menjawab pertanyaan tersebut. Seorang pemandu wisata di museum juga di wajibkan untuk berpakaian rapi dan bersih.Pemandu di museum tidak memakai jeans dan baju berbahan kaos.Biasanya pemandu mengenakan kemeja dan celana atau rok formal. Dengan kata lain, seorang pemandu harus berpenampilan rapi dan bersih.

Pengalaman menjadi pemandu di Museum Nasional adalah salah satu pengalaman yang sangat berharga bagi saya.Pengetahuan yang saya dapatkan dari Museum Nasional bukan hanya saya butuhkan saat masa PKL saja.Namun, pengetahuan yang saya dapatkan juga sangat berguna untu saya ke depannya.Tensu saja saat saya masuk dalam dunia kerja sebagai pemandu nantinya.Pengetahuan dan pengalaman yang saya dapatkan juga bisa saya bagikan kepada teman-teman yang tidak PKL di Museum Nasional bisa mengetahui cerita tentang Museum Nasional Indonesia.Saat bekerja nanti, mungkin jika saya memang berprofesi sebagai pemandu wisata nantinya. Saya akan menggunakan ilmu yang pernah saya dapatkan selama PKL, jika saya membawa rombongan untuk berkunjung ke Museum Nasional.


Foto bersama para mahasiswa yang juga PKL sebagai pemandu di Museum Nasional



Foto saat mendampingi anak-anak bermain di Kids Corner Museum Nasional Indonesia

Nama: Raja Nurasima
4423143944
Usaha Jasa Pariwisata 2014 (B)

2 comments: