Wednesday, October 7, 2015

Tugas-1 Suka Duka Menjadi Pemandu Wisata

Pengalaman Pertama Menjadi Pemandu Wisata


Salam,


          Achmed Habibullah Edinbur adalah nama pemberian kakek dari keluarga ayah, singkat cerita nama itu kemudian bertransformasi menjadi Bobby. Saat ini saya melanjutkan pendidikan di Universitas Negeri Jakarta, Jurusan Sejarah Program Studi Pariwisata. Pada semester 2 yang lalu program studi kami membuat program kerja lapangan yang membuat saya dan kawan-kawan harus mencari salah satu tempat destinasi wisata yang layak sebagai media pembelajaran sebagai bekal di dunia kerja bagi mahasiswa program studi pariwisata, saya dari awal memang sudah merencanakan mencari tempat destinasi wisata yang berada di luar kota jakarta, tetapi karena ada batasan regional bagi kami (hanya seputar DKI dan Jawa Barat), maka saya memilih Jungle Land Advanture Theme Park di daerah Sentul Nirwana, Bogor, sebagai destinasi yang memungkinkan dan mendukung bagi saya untuk mendapatkan pengalaman kerja sebagai insan pariwisata selama 2 bulan.
         Ketika saya memberikan surat keterangan dari dosen berikut curiculum vitae untuk berjaga-jaga ketika dibutuhkan, ternyata saya harus melewati proses wawancara untuk menentukan di bagian mana saya akan di tempatkan, berhubung beragamnya pekerjaan di dalam theme park tersebut. Melalui hasil wawancara ternyata saya mendapatkan bagian sebagai rides attendant, rides attendant merupakan pekerjaan bagian lapangan di dalam theme park. Dan di dalam rides attendant terdapat 2 macam pekerjaan. Yang pertama adalah bagian wahana dan yang kedua adalah di bagian Science Center. Dan secara kebetulan saya berhasil masuk kedalam bagian dari Science Center, Science Center sendiri terdapat di wahana nomor 1 di peta Jungle Land Advanture Theme Park. Dan merupakan salah satu wahana indoor di sana, saya merasa beruntung sekali karena tidak terlalu memikirkan cuaca Bogor yang gampang berubah.
        Di dalam Science Center kita akan menemukan banyak ilmu pengetahuan, antara lain; ada biologi, fisika, kimia dan yang paling menonjol di bagian Science Center adalah adanya para  robot Dinosaurus yang diantaranya merupakan ukuran sebenarnya. Yang terlintas dipikiran saya ketika di tempatkan di bagian Science Center adalah di sana saya akan menjaga pintu masuk dan mengucapkan salam kepada para pengunjung atau di hari- hari tertentu saya menjadi tour guide di dalam. Ternyata lebih dari itu semua. Seorang rides attendant di dalam Science Center dituntut untuk mempunyai wawasan yang luas mengenai science dan kemampuan berkomunikasi yang baik.
       Di hari pertama saya menginjakan kaki di dalam sciene center, saya berkenalan dengan seluruh anggota dan mengenal semua benda ataupun makhluk hidup yang berada di dalam Science Center, ketika hari kedua saya masih memperhatikan macam-macam benda dan robot Dino yang ada disana lalu memperhatikan para senior memainkan keahliannya dalam hal memandu di dalam Science Center. Ternyata rata-rata pengunjung yang di guide oleh kakak-kakak senior merupakan pelajar tingkat Sekolah Menengah Pertama hingga Taman Kanak-Kanak dan sederajat. Tetapi ada juga teman-teman dari Sekolah Menengah Atas tetapi memang frekuensi berkunjungnya jarang sekali. Dan hari-hari sibuk bagi kami pun berbeda dengan yang berada di bagian wahana, kalau hari sibuk bagi kami di bagian Science Center adalah hari Senin sampai dengan Jumat tetapi hari sibuk untuk teman-teman yang menjaga wahana adalah Jumat sampai dengan Minggu, tetapi itu hanya berlaku untuk teman-teman yang menjaga wahana Major Ride atau wahana yang untuk dewasa. Karena biasanya ketika pelajar yang didominasi Taman Kanak-Kanak datang untuk studi tour di Jungle Land Advanture Theme Park mereka akan datang kebagian Science Center pada pagi hingga siang hari, dan ketika sudah agak sore sekitar pukul 2 mereka akan menyebar kebagian wahana.
       Di hari ketiga saya masih memperhatikan jalannya alur tour yang berada di Sciene Center, menariknya para senior yang saya perhatikan, mereka tidak hanya menjadi guide untuk beberapa menit saja tetapi setelah itu mereka akan membawakan acara khusus science bagi anak-anak yang sudah di guide yang berarti bahwa mereka merangkap jabatan menjadi MC/ Pembawa Acara. Dan setelah acara selesai ketika sore hari mereka merangkap tiga jabatan sekaligus menjadi seperti Sales Promotion Boy’s yang menjaga stand mengenai science, yang berbeda adalah mereka bukan menjual barang atau jasa, melainkan pengetahuan.
      Di hari yang sama saya di coba untuk memberikan pelayanan pemanduan kepada pengunjung, namun kali ini pengunjung yang saya hadapi adalah teman-teman karyawan yang nota bene merupakan penghuni tetap dan mengenal seluruh sudut Science Center, ketika saya memulai untuk memberikan tour singkat kepada mereka, saya memang sudah sedikit fasih mengenai robot robot Dinosaurus dan serangga-serangga hidup maupun mati di sana, namun ternyata itu saja tidak cukup untuk mereka, mereka bilang bahwa ini adalah theme park meskipun kita di dalam Science Center, dan pengunjung kita pun didominasi oleh anak-anak, kalo seperti yang sekarang saya lakukan ketika memandu ditakutkan anak akan meninggalkan saya dan melihat koleksi yang menarik lain. Dan saya ingat ketika saya memperhatikan mereka ketika memandu pengunjung dari Taman Kanak-Kanak, mereka sangat sering berkomunikasi dan melempar pertanyaan kepada anak-anak tersebut, dan itulah yang kemudian saya lakukan dibalas dengan bercandaan yang saya terima dari teman-teman karyawan, mereka mulai membalas pertanyaan pertanyaan saya dengan konyol.
       Hari ke-empat saya melatih memberikan announcement kepada pengunjung yang sedang menikmati area Science Center, pertama kali saya berbicara di depan mic walaupun orang tidak secara langsung melihat saya tetapi perasan gugup sangat membanjiri adrenalin saya. Untungnya ketika itu saya masih diberikan kesempatan untuk membaca teks yang hampir 2 halaman itu yang sebenarnya sudah rusak karena teman-teman karyawan di Science Center sudah tidak membutuhkannya lagi kecuali ketika ada update terbaru mengenai Science Center. Walaupun adanya tanda-tanda baca yang valid namun ketika saya bacakan menjadi agak kurang enak didengar, namun setelah berlatih beberapa kali announcement saya mulai terbiasa dan membuat tanda baca saya sendiri di dalam hati walaupun beberapa masih butuh latihan terus-menerus. Ketika saya sedang asyik berdiskusi dengan salah satu teman karyawan, tiba-tiba saya digandeng dan langsung diarahkan untuk membawa 1 rombongan tour karena hari itu memang sedang lenggang dan tidak terlalu ramai pengunjung.
       Walaupun klien saya di bawah umur, namun detak jantung saya di atas rata-rata. Untuk pertama kalinya saya memandu dari perkenalan diri sampai perkenalan terhadap koleksi Science Center saya hampir mengikuti semua kata-kata yang teman-teman karyawan biasa berikan terhadap pengunjung, walaupun tidak semua teman karyawan sama bahasa yang mereka berikan dan setiap orang mempunyai karakter memandu tersendiri, saya menggabungkan kata-kata dari setiap teman karyawan menjadi senjata saya di hari pertama kalinya saya memandu. Dan karena saya masih belum menemukan karakter saya ketika memandu saya masih belum berani keluar dari jalur yang mereka berikan. Dan ternyata ketika memandu mereka untuk pertama kalinya saya masih jarang berkomunikasi melempar pertanyaan dan hanya menjelaskan saja mengenai koleksi di dalam Science Center tersebut karena hal itu pula tidak sedikit dari anak anak tersebut berlarian kesana kemari dan tidak memperhatikan saya walaupun ada guru pembimbing mereka.
       Setelah hari itu, berikutnya saya lebih melatih untuk banyak berinteraksi dengan mereka agar mereka tidak kehilangan pandangan dan semangat terhadap saya, lalu saya mulai terbiasa untuk berinteraksi dengan mereka seperti misalnya ketika saya menjelaskan robot Dinosaurus tertentu saya akan menanyakan berapa kaki mereka, ada apa diatas kepalanya dan pertanyaan pertanyaan serupa, disini saya berfikir bahwa untuk sekmen anak anak ternyata materi tidak sangat penting tapi bagaimana mengenalkan apa ini dan siapa ini, berbeda dengan sekmen Sekolah Dasar dimana dituntut sedikit lebih serius, dan masuk ke sekmen Sekolah Menengah Pertama dimana kita harus memperhatikan sisi ilmiah dari koleksi Science Center. Dan ketika saya mulai terbiasa dengan memandu menunjukan koleksi Science Center saya mulai diperkenalkan dengan panggung Fun Science di mana saya mulai menjadi pembawa acara setelah memandu mereka, Fun Science merupakan rangkaian tour di dalam Science Center dimana setelah anak anak diperkenalkan dengan koleksi Science Center tersebut sang anak akan di tanyakan kembali apa saja yang sudah mereka lihat dan pelajari, lalu setelah itu kami memberikan hiburan Science kepada mereka.
      Untuk mempelajari ini saya membutuhkan beberapa hari yang harus dipersiapkan, seperti mempelajari bagaimana menjelaskan sesuatu hal yang sangat ilmiah menjadi sesuatu yang orang awam akan lebih mudah untuk mengingat dan mempelajari di rumah. Dan membawakannya dengan penuh semangat karena kita sebagai pembawa acara dan juga sebagai pengisi acara itu merupakan hal yang tidak mudah, tetapi untuk hari hari libur biasanya kami diperistirahatkan dan di gantikan dengan acara-acara dari teman teman art & performance. Suatu kebetulan ketika ada seorang ibu wali murid yang protes bahwa teman dan anak anaknya tidak mendapatkan Fun Science karena memang itu di hari libur dan bukan jadwal kami untuk menjadi pembawa acara. Tapi itu kesempatan saya untuk mencoba memperaktekan apa yang sudah saya pelajari dihari sebelumnya. Untuk pertama kalinya saya membawakan acara di panggung yang tidak terlalu besar tetapi cukup untuk membuat ratusan orang melihat kesatu titik tersebut. Dan saat itu penontonnya dari kalangan Taman Kanak-Kanak dan menurut pengalaman saya memandu sekmen tersebut saya harus banyak berkomunikasi dengan mereka , dan ternyata itu saja tidak cukup. Saya harus lebih banyak berbicara apa yang ada di otak saya karena alat peraga tidak tersedia dan saya harus mengembangkan sendiri materi yang sudah diberikan.
        Pertama kalinya saya membawa acara tersebut karena pengembangan materi yang saya punya masih belum tersedia banyak maka saya memutuskan untuk lebih banyak memberikan hadiah kepada mereka setelah mereka menjawab pertanyaan saya dan ternyata antusias mereka ketika diberikan hadiah sangatlah besar karena memang sebelumnya saya memperhatikan teman karyawan ketika mereka tidak mempunyai terlalu banyak bahan pembicaraan dan dengan durasi waktu yang masih cukup banyak, mereka mengisinya dengan hal pembagian souvenir dan itu terbukti sangat manjur. Untuk dipanggung acara tidak hanya Science saja yang menjadi bahan acara tetapi kita harus mempunyai jiwa entertaint, karena jika tidak itu akan menjadi acara yang membosankan karena rata rata pengunjung sudah tidak sabar untuk menikmati wahana yang tersedia di Jungle Land Advanture Theme Park.
         Setelah sekian lama membawakan acara saya mulai terbiasa dengan pembacaan karakter pengunjung dilihat dari sekmen pendidikannya, seperti bagaimana kita membawa acara dengan penonton yang dari kalangan Taman Kanak-Kanak, Dari Sekolah Dasar,  DLL. Dari situ saya sudah bisa menentukan sikap, materi apa yang akan saya berikan terhadap mereka.
        Lalu saya juga memberikan pelayanan di stand stand Science tertentu, dan disini kita dituntut lebih ilmiah dan berwawasan luas lagi karena sekmennya tidak terbatas, seperti halnya mahasiswa teknik yang menanyakan kepada saya tentang mesin penghasil listrik bertenaga kertas, dll. Setelah itu saya sudah mulai terbiasa di kalangan pengunjung domestik. Dan mulai berani membawa pengunjung asing yang membawa anak dan rasa ingin tahunya sangat besar.
       Pengunjung asing yang saya pandu untuk berkeliling melihat koleksi Science Center sangat antusias ,walapun sang anak masih setingkat Sekolah Dasar tetapi sang ibu menginginkan saya untuk menjelaskan secara detail apa yang terkait dengan koleksi yang sang anak ingin tahu. Di sini lah saya mendapatkan masalah karena hal yang detail itu membutuhkan penjelasan bahasa Inggris yang detail juga. Tetapi untungnya ibu dari sang anak sedikit mengerti bahasa Indonesia dan kalau ada penjelasan saya yang kurang jelas dalam bahasa Inggris saya akan membicarakan kepada si ibu dalam bahasa Indonesia dan sang ibu akan menjelaskan kepada si anak. Di sinilah saya menyadari pentingnya berwawasan bahasa yang luas tidak hanya dipekerjaan tapi juga berbahasa sehari hari yang akan sangat membantu kita dikemudian hari.
       Sekian cerita yang bisa saya sampaikan mengenai pengalaman memandu saya untuk pertama kalinya di Jungle Land Adventure Theme Park. Thanks For Reading!:D
       



ACHMED HABIBULLAH EDINBUR

4423143983
USAHA JASA PARIWISATA B
Universitas Negeri Jakarta 
2014
edinburbobby@gmail.com


No comments:

Post a Comment