Tuesday, October 6, 2015

Tugas-1 Suka Duka Menjadi Pemandu Wisata



Pengalaman Menjadi Pemandu Wisata

Assalammuallaikum Wr. Wb. Puji dan syukur tidak lupa saya panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang mana telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya kepada kita semua serta memberikan saya kesempatan untuk menuliskan sebuah tulisan tentang pengalaman pribadi saya menjadi seorang pemandu wisata yang akan saya bagikan kepada para pembaca blogger ini dan semoga tulisan ini dapat bermanfaat bagi para pembaca blog ini. Tidak lupa pula sebelumnya saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Shobirin selaku dosen pembimbing dalam mata kuliah Pemanduan I Wisata Budaya, Usaha Jasa Pariwisata, Universitas Negeri Jakarta yang telah membimbing saya dalam menyelesaikan tugas ini, serta pihak – pihak yang telah membantu saya baik materil maupun non materil.
Sebelumnya perkenalkan nama saya Gianni Ridiaputeri saya anak pertama dari dua bersaudara, saya lahir di Jakarta pada tanggal 21 Januari 1996 saat ini saya berumur 19 tahun, saya lahir di Free York atau biasa disebut Priok, Cilincing tetapi saya menetap di Bekasi, saya seorang mahasiswi semester 3 di Program Studi D3 Usaha Jasa Pariwisata di Universitas Negeri Jakarta. Pengalaman pertama saya menjadi seorang pemandu pada saat saya duduk di bangku SMK (Sekolah Menengah Kejuruan), tepatnya di SMK Negeri 1 Padang Panjang, Sumatera Barat dan saya mengambil jurusan Usaha Perjalanan Wisata yang fokus pada perjalanan seperti Tour and Travel.
Pengalaman pertama menjadi pemandu wisata yaitu pada saat diselenggarakan study tour kedua yang bertujuan untuk observasi ke Bandara Internasional Minangkabau (BIM) yang terletak di Padang Pariaman dan Pangeran Beach Hotel yang terletak di Padang. Pada perjalanan study tour ini setiap murid memiliki waktu 30 menit untuk memandu dan saya mendapat bagian daerah saat perjalanan menuju ke Bandara Internasional Minangkabau (BIM). 
( Gambar 1. Guiding Menuju BIM)
Pertama kali memandu dihadapan teman-teman serta guru-guru pembimbing yang ada didalam bus rasanya sangat nervous dan seketika materi yang sudah saya hafalkan untuk saya bahasa dihadapan mereka tiba-tiba menghilang begitu saja dan tidak tahu akan membicarakan apa saat waktunya memandu, tetapi pada kesempatan itu saya tetap percaya diri dengan menyapa mereka kemudian saya lanjutkan dengan membahas tentang Bandara Internasional Minangkabau yang berlokasi di Ketaping, Kabupaten Padang Pariaman, karena bagian pemanduan saya saat menuju Bandara Internasional Minangkabau (BIM). Bandara Internasional Minangkabau (BIM) ini merupakan bandara yang menggantikan Bandara Tabing (bandara padang sebelumnya) yang sekarang sudah menjadi Bandara Kemiliteran, setelah itu menginformasikan tentang fasilitas bandara yang sudah berstandar internasional, bangunan Bandara Internasional Minangkabau (BIM) ini pun tidak melupakan ikon atau ciri khas Minangkabau nya yaitu dengan atap seperti tanduk kerbau, kemudian maskapai apa saja yang beroperasi di Bandara Internasional Minangkabau (BIM) mulai dari domestik hingga internasional, kemudian membahas tentang akses untuk mencapai BIM dari pusat ibukota Sumatera Barat serta tentang akomodasi yang terdekat dengan Bandara Internasional Minangkabau (BIM). 
( Gambar 2. Di dalam Bandara Internasinal Minangkabau )
Pengalaman kedua menjadi pemandu wisata yaitu saat study tour ketiga dengan rute Padang Panjang-Bukittinggi-Batusangkar-Padang Panjang. Pada pengalaman menjadi pemandu wisata yang kedua kali ini saya merasa lebih menikmati, dikarenakan sudah mempersiapkan materi dengan matang sebelumnya dan lagi saya mendapatkan bagian memandu didalam bus bukan di objek wisatanya. Saya mendapat bagian memandu setelah makan siang dari Restoran Pondok Flora sampai di Objek Wisata Istana Pagaruyung. Sebelum memandu di dalam bus saya tidak lupa untuk mengitung teman-teman saya dan memastikan mereka lengkap didalam bus serta memastikan barang-barang yang mereka bawa tidak tertinggal kemudiansaya menanyakan kepada mereka bagaimana rasanya saat setelah menikmati hidangan makan siang di Restoran Pondok Flora yang terletak di Tanah Datar, Restoran ini merupakan restoran tradisional Minang yang menyediakan makanan-makanan khas ranah minang serta restorannya yang bernuansa alam dikelilingi kolam ikan dan pertanian. Karena perasaan senang sehabis makan siang, teman-teman saya semangat untuk mendengarkan pembahasan saya yang selanjutnya tentang Istana Pagaruyung secara singkat. Saya mulai merasa menikmatinya dan senang dikarenakan mereka merespon pada saat saya memandu seperti adanya beberapa teman-teman saya yang bertanya serta menambahkan tentang apa yang sudah saya bahas dikarenakan mereka tahu bahwa saya baru pindah ke Sumatera Barat ini yang tidak mengetahui terlalu banyak dan hanya mengandalkan internet untuk mendapatkan materi pemanduan tersebut. 


( Gambar 3. Ngarai Sianok, Bukittinggi )

( Gambar 4. Istana Basa Pagaruyung, Batusangkar )


Pengalaman ketiga menjadi pemandu wisata yaitu pada saat study tour keempat dengan rute Padang Panjang-Bukittinggi-Maninjau-Pariaman-Padang Panjang. Rute study tour ini sangat menyenagkan karena banyak objek yang akan disinggahi dan semakin banyak pula informasi yang akan saya dapatkan dari teman-teman saya yang lain. Pada rute study tour ini lebih banyak menyinggahi objek wisata alam yang indah-indah di Sumatera Barat. Bagian saya memandu pada di study tour ini yaitu didalam bus saat perjalanan dari Pantai Gondoriah untuk kembali ke Padang Panjang. Saat memandu tidak lupa saya menyapa teman-teman saya dan menanyakan tentang perasaan peserta study tour yang sudah mendapatkan free time di objek wisata Pantai Gondoriah yang terletak di Kota Pariaman. Setelah itu saya membahas tentang event yang biasanya dilakukan masyarakat kota pariaman yaitu Tabuik. Tabuik merupakan acara festival yang merupakan salah satu tradisi tahunan yang rutin dilaksanakan masyarakat kota pariaman. Festival ini telah berlangsung sejak puluhan tahun lalu. Acara tabuik merupakan bagian dari peringatan hari wafatnya cucu Nabi Muhammad SAW, yaitu Hussein bin Ali yang jatuh pada tanggal 10 Muharram. acara festival Tabuik ini sangat terkenal dan sudah menjadi tradisi di Sumatera Barat yang tinggal didekat pantai, khususnya pantai-pantai di kota pariaman. Selain tabuik saya juga membahas beberapa makanan yang hanya dijumpai di sekitar pantai-pantai kota pariaman, salah satunya di Pantai Gondoriah. Nama makanan itu adalah Nasi Sek (seribu kenyang). Nasi Sek ini dikenal sebagai makanan pantai kota pariaman yang terkenal disana. Nasi Sek merupakan sebungkus nasi sebesar kepalan tangan orang dewasa yang dibungkus dengan daun pisang, biasanya Nasi Sek ini disajikan dengan aneka hidangan laut seperti sate lokan (sate yang terbuat dari daging kerang) dengan kuah sate padang, sala lauak seperti pergedel yang terbuat dari campuran tepung dan ikan budu (ikan tenggiri yang dikeringkan kemudian diasinkan) yang dibentuk seperti bola-bola kecil lalu digoreng, sala lauak merupakan salah satu makanan khas ranah minang juga. Tanpa mengurangi kekhasan santapan minang, Nasi Sek juga tersaji bersama gulai ikan karang dan masakan khas ranah minang lainnya. Menu ini biasa dinikmati untuk santap siang. Lantaran ukurannya hanya sekepal tangan, Nasi Sek kerap membuat penikmatnya lupa sudah makan berapa bungkus. Nasi Sek menjadi hidangan andalan pemerintah setempat untuk mempromosikan pariwisata di Kota Pariaman. 

( Gambar 5. Diatas Puncak Lawang dengan latar belakang Danau Maninjau )

Pengalaman keempat ini merupakan perjalanan tour kelima saya selama saya berada di SMK. Perjalanan tour kelima ini merupakan perjalanan tour terakhir saya pada saat duduk dibangku SMK kelas 3 sebagai murid Usaha Perjalanan Wisata yang dilaksanakan sebelum Ujian Nasional. Perjalanan tour ini biasa disebut Overland Tour yang merupakan perjalanan tour keluar pulau. Untuk rute Overland Tour yang dijalani aat itu adalah dari Padang-Jakarta-Bandung-Padang selama 4 Hari 3 Malam. Pada saat Overland Tour ini saya mendapat bagian memandu pada hari ke 3, saat menuju ke penginapan di Jakarta dari penginapan di Bandung. Keadaan saat bagian saya untuk memandu saat itu tidaklah kondusif karena itu saya merasa bingung karena saya melihat teman-teman saya saat Overland Tour banyak yang kelelahan dikarenakan perjalanan yang tidak jauh tetapi terasa jauh karena adanya kemacetan dan saat itu terasa melelahkan dan membosankan. Pada saat itulah merupakan tugas seorang pemandu wisata yang harus bisa menghidupkan kembali suasana yang menyenangkan dan tidak membosankan untuk memuaskan para peserta Overland Tour dengan pelayanan ekstra yang dilakukan oleh seorang pemandu wisata, seperti memainkan sebuah game, menceritakan sebuah anekdot (anekdot merupakan sebuah cerita singkat yang lucu dan menarik). Pada saat saya memulai untuk memandu, saya menyapa mereka dengan semangat guna untuk menghidupkan suasana yang menyenangkan, walaupun awalnya hanya beberapa teman-teman saya yang merespon tetapi sebagai pemandu wisata diwajibkan untuk memiliki kesabaran yang tinggi dan harus mampu berakting ceria dalam keadaan serta kondisi apapun agar berjalan dengan lancar. Setelah saya menyapa mereka dengan semangat tentunya saya meceritakan beberapa anekdot yang telah diajarkan oleh guru saya pada saat pembelajaran di lokal (kelas) dan beberapa anekdot yang saya cari di internet. Dengan beberapa anekdot yang saya tampilkan kepada mereka, mereka pun mulai banyak yang merespon dan setelah itu saya membahas tentang penginapan yang akan kita singgahi dengan memberikan informasi letak penginapan tersebut, fasilitas yang ada dipenginapan, fasilitas pendukung yang dimiliki penginapan, jarak dan akses penginapan dari pusat kota dan beberapa informasi yang terkait dengan penginapan tersebut. 
( Gambar 6. Saat Check-In di BIM untuk menuju CGK )

Setelah memberikan beberapa informasi tentang hotel tersebut saya juga menceritakan secara singkat tentang Monas, dikarenakan untuk menuju penginapan yang akan disinggahi kita melewati Monas yang merupakan sebuah ikon Ibukota Jakarta sama seperti Jam Gadang yang ada di Bukittinggi. Pada saat itu jalanan menuju penginapan sudah dekat tetapi karena kemacetan saya pun mulai kehabisan pembahasan. Tetapi sebagai pemandu wisata haruslah kreatif dan pada saat itu saya mengajak teman-teman saya untuk melakukan sebuah entertaiment seperti bermain sebuah game, tebak-tebakan yang mana berhasil menebak dan memenangkan akan saya berikan sebuah coklat yang telah saya siapkan sebelumnya agar membangkitkan semangat teman-. Setelah itu agar mereka tidak bosan karena kemacetan saya mengajak mereka untuk bernyanyi. Kemudian sesampainya di penginapan, saya harus melakukan check-in hotel untuk para peserta Overland Tour karena itu masih bagian dari tugas saya. Saat itu saya berfikir ini merupakan bagian tersulit karena berbeda dengan memandu di dalam bus tetapi saat dijalani dengan tenang hal tersebut tidaklah terlalu sulit dikarenakan guru saya yang telah mengajarkan saya hal-hal yang harus dilakukan pemandu wisata pada saat tiba di penginapan yaitu sebelum check-in saya harus mengecek teman-teman saya yang sudah turun dari bus dan memastikan agar barang-barang mereka tidak tertinggal kemudian pada saat sehabis check in sebelum saya memberikan kunci kamar untuk teman-teman saya, saya mengumpulkan para peserta tour kembali di lobby penginapan untuk menghitung serta memastikan kembali jumlah peserta Overland Tour beserta barang-barang bawaannya masuk ke kamar mereka masing-masing. Pengalaman keempat saat Overland Tour ini sangatlah berwarna (ada enak dan tidak enaknya) dan memberikan banyak pengalaman saat melihat teman-teman saya memiliki tugas yang berbeda-beda serta tempat yang berbeda, mulai dari check-in penerbangan, menghitung bagasi, memasuki waiting room, membayar aiportax, saat menunggu bagasi, transfer in dan transfer out, check-in dan Check-out penginapan dan lain-lainnya. Karena sebelumnya saya hanya melakukan pemanduan di dalam bus untuk Fullday Tour, tetapi karena diselenggarakannya Overland Tour ini semakin jelas saya mengetahui tentang bagaimana turun langsung kelapangan dengan menjalankan tugas sebagai seorang pemandu wisata yang harus siap siaga kapanpun, dimanapun serta dalam kondisi apapun. 
( Gambar 7. Trans Studio Bandung )

Setelah lulus dari Usaha Perjalanan Wisata di SMK Negeri 1 Padang Panjang saya melanjutkan ke perguruan tinggi di Universitas Negeri Jakarta dan saya memilih jurusan yang sama  yaitu Usaha Jasa Pariwisata. Menjadi Mahasiswa Usaha Jasa Pariwisata di Univeristas Negeri Jakarta ini saya lebih banyak tahu tentang apa itu Pramuwisata, bagaimana tugas sesungguhnya untuk seorang pramuwisata, saya mengetahui itu dikarenakan saya melihat dengan nyata kakak-kakak senior saya yang aktif dan bisa mengarahkan junior-juniornya di Universitas Negeri Jakarta dan juga memiliki dosen yang hebat-hebat di Program Studi Usaha Jasa Pariwisata ini.
Pada saat diperkuliahan ini saya mendapatkan kesempatan lagi untuk menjadi seorang pemandu wisata yaitu pada saat acara City Tour pertama saat di Universitas Negeri Jakarta yang diselenggarakan pada tanggal 02 Desember 2014 dengan rute Jakarta-Puncak-Bandung-Jakarta. Pada saat City Tour ini saya mendapat bagian dari Raja Mandala-Cipatat dan pada saat itu saya membahas beberapa informasi tentang PLTA Saguling yang berada di Jl. Rajamandala, Cipatat, Bandung Barat, Jawa Barat. Dari Rajamandala sampai Cipatat ini kita bisa melihat sebuah kawasan daerah yang masih asri dan juga pastinya memiliki tanah yang dapat menyuburkan tanaman sekitar, karena selama perjalanan dikawasan itu banyak sekali pohon-pohon yang tumbuh dan terlihat segar. 

( Gambar 8. Halaman Masjid Atta'Awun )

( Gambar 9. Guiding dari Rajamandala - Cipatat )

Tetapi pada saat memandu dalam acara City Tour pertama di bangku perkuliahan ini saya merasa tidak puas, karena kurangnya pemantapan materi pembahasan saya pada saat itu dan rasa nervous pada masa lalu pun datang kembali karena rasanya berbeda memandu perjalanan wisata pada saat ada di bangku SMK (Sekolah Menengah Kejuruan) dengan memandu perjalanan wisata pada saat ada di bangku kuliah ini.
Pada intinya suka duka menjadi seorang pemandu wisata itu rasanya bermacam-macam, dari merasakan rasa senang, bangga, kesal, sedih, lelah, harus sabar harus cerdas dalam mengatur rasa emosional di dalam diri, rasa menyesal saat gagal untuk memandu dan gagal menghibur peserta dan masih banyak lagi. Tetapi dengan adanya pengalaman serta rasa suka duka itu semua untuk kedepannya saya ingin banyak berlatih sebaik mungkin agar menjadi seorang pemandu wisata yang berkualitas serta dapat memuaskan para wisatawan yang sesungguhnya dikemudian hari. 


Gianni Ridiaputeri
 4423143922
 Usaha Jasa Pariwisata 2014 (B)
 gridiaputeri@yahoo.com

2 comments:

  1. Sukses terus kak,semoga bisa lebih trampil lagi,dan jgn sungkan untuk nambah wawasannya biar menjdi pemanduwisata yang kaya dengan wawasan sukses kak, by:uda

    ReplyDelete
  2. Semoga Sukses ge. Tetap semangat untuk menjadi Tour Guide Profesional.

    ReplyDelete