Friday, October 9, 2015

Tugas 1 - Suka Duka Menjadi Pemandu Wisata



Pengalaman Memandu Wisata Bahari Ramah Lingkungan






Perkenalkan nama saya Syifa Fauziyyah, usia saya 20 tahun. Saya mahasiswi semester 3 angkatan 2014,  Program Studi Usaha Jasa Pariwisata, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Jakarta.

“Pemandu Wisata” sebelumnya tidak pernah terbayangkan oleh saya menjadi seorang pemandu wisata. Ya, karena sebelumnya saya sekolah jurusan akuntasi di SMKN 49 Jakarta. Saat saya lulus SMK tahun 2013, saya mengikuti tes PTN dengan program studi Akuntansi dan Manajemen. Tapi sayangnya tidak satupun tes PTN yang lolos. Karena tidak lulus tes di berbagai PTN, akhirnya saya memutuskan untuk mengikuti tes PTN tahun depan. Di tahun berikutnya saya mencoba lagi beberapa tes PTN dan mengambil program studi yang sama namun tetap saja. Sampai akhirnya saya mencoba jurusan yang berbeda di dua universitas yang berbeda . Dan saya pun diterima menjadi mahasiswi unj di tahun 2014.


Diving di Kepulauan Seribu
Pengalaman memandu wisata di Laut merupakan hal yang berbeda dan menyenangkan. Wilayah laut Indonesia masuk ke dalam zonasi Coral Triangel. Indonesia sebagai negara kepulauan memeiliki pariwisata bahari yang menjadi salah satu tujuan turis-turis asing datang berkunjung ke Indonesia. Setiap kepulauan memiliki daya tarik dan keunikan masing-masing. Beragam spesies menarik juga menjadi daya tarik pariwisata bahari Indonesia. Hamparan terumbu karang yang luas dengan tingkat keberagaman spesies yang tinggi membuat siapapun ingin melihatnya secara langsung. Selain terumbu karang Indonesia juga memiliki beragam spesies ikan. Dari 7 penyu di duniapun 6 diantaranya berada di Indonesia. Dan akhir-akhir ini “dive with shark” menjadi salah satu trip yang banyak dilirik oleh wisatawan. Menjadi pemandu wisata bahari membutuhkan skill tambahan yaitu bisa berenang, snorkeling dan diving.

Tahun 2013 pertama kali saya memegang kegiatan wisata bahari yaitu “My Holidays Save the World” di Kepulauan Seribu dengan peserta SD, SMP dan SMA. Kegiatan wisata bahari ramah lingkungan yang dilakukan saat itu adalah, bagaimana snorkeling yang baik, penanaman mangrove, transplantasi terumbu karang dan pembuatan video my holiday save the world. Pengalaman membawa peserta anak sekolah yaitu harus sabar. Sabar menghadapi tingkah laku mereka, sabar juga di telponin orang tua mereka. Nah, kegiatan ini yang membuat saya bisa berkunjung ke Pulau Rambut dan Pulau Onrust. Karena destinasi kunjungan kami saat itu, Pulau Panggang, Pulau Pramuka, Pulau Semak Daun dan Pulau Onrust. Untuk memasuki Pulau Rambut tidak semua orang bisa masuk untuk berkunjung kesana, karena Pulau Rambut merupakan kawasan konservasi. Untuk masuk kesana membutuhkan SIMAKSI (surat izin masuk kawasan konservasi) dan tujuan yang jelas seperti penelitian. Saya beruntung mungkin ungkapan yang pas untuk setiap perjalanan.

Foto bersama peserta My Holiday Save The World
Selanjutnya masih di tahun 2013 saya mendapatkan kesempatan untuk ikut dalam penelitian “Stock Assesment Coral” di Kepulauan Seribu. Selama satu minggu saya berkeliling di kepulauan seribu membantu mereka mengambil data kualitas air. Dari sini saya banyak belajar mengenai kehidupan di laut. Belajar beragam jenis terumbu karang, ikan dan moluska. Nah ini juga yang menjadi bekal saya sekarang ketika menjadi pemandu wisata bahari, saya bisa menjelaskan beberapa jenis karang, ikan yang biasanya ada disana dan beberapa biota yang menjadi daya Tarik utama para wisatawan.

Di tahun 2014, saya di terima di Usaha Jasa Pariwisata, Universitas Negeri Jakarta. Tidak tahu ini sebuah kebetulan atau tidak. Awalnya tidak pernah terpikir akan menjadi anak Pariwisata. Walaupun selama satu tahun menunggu saya gunakan untuk mengikuti kegiatan di laut. Beberapa bulan saya menjadi maba, saya mendapatkan informasi untuk terbang ke Belitung untuk mengikuti kegiatan Ekowisata Bahari. Dan ternyata disana saya juga mendapatkan kesempatan untuk sertifikasi diving. Kesempatan yang tidak akan saya lewatkan begitu saja. Saya beruntung mendapatkan fasilitas sertifikasi diving untuk menambah skill saya dalam memandu wisata di laut.

Sertifikasi Diving diBelitung 
Selain itu ada beberapa pangalaman yang berkesan bagi saya saat memandu wisata bahari. Mungkin sekitar 2 tahun lalu, saya mendapatkan tugas untuk membantu memandu snorkeling. salah satu pesertanya yaitu anak perempuan sekitar umur 10 tahun. Awalnya anak ini takut untuk turun snorkeling. anak ini engga mau untuk diajak snorkeling walaupun udah dilengkapi dengan pelampung. Sampai akhirnya saya turun, lalu meyakinkan dia bahwa snorkeling menyenangkan, banyak terumbu karang dan ikan-ikan. Akhirnya anak kecil ini memberanikan untuk turun dan terus pegangan dengan saya. (Oiya tips menghadapi peserta snorkeling seperti ini, pastikan kita juga menggunakan pelampung, karena yang baru pertama snorkeling biasanya panik, dan bisa menenggelamkan orang). Saya mencoba menenangkannya, memakaikan masker dengan benar dan kemudian mencoba mengajarinya bernafas dengan menggunakan snorkel sampai dia nyaman. Barulah setelah itu saya mengajaknya snorkeling melihat kebawah, melihat indahnya bawah laut Jakarta. Dan saat ini, anak perempuan tersebut tidak takut lagi untuk berenang atau snorkeling di laut. Ketika ada orang yang awalnya takut untuk snorkeling, tapi setelah itu dia sangat menyukai hal tersebut, betapa bahagianya saya,

Menjadi pemandu wisata bahari memang harus menambah beberapa kemampuan seperti bisa berenang, snorkeling dan diving. Kegiatan snorkeling dan diving banyak dipilih wisatawan selain bermain banana boat atau bermain pasir di pantai. Yang dilakukan pemandu wisata sebelum memulai perjalanan yaitu:
-       Mengetahui kondisi cuaca sebelum memulai perjalanan laut
-       Perkenalkan diri, rekan kerja dan lembaga
-       Menjelaskan rute dan tujuan perjalanan
-       Kendaraan yang digunakan selama perjalanan
-       Waktu tempuh perjalanan
-       Jadwal kegiatan
-       Absen peserta
-       Tanyakan kondisi kesehatan peserta

Setelah hal yang tersebut diatas barulah setelah itu perjalanan wisata dimulai. Saat perjalanan pemandu wisata menjelaskan tentang tujuan wisata tersebut. Hal yang paling menarik buat saya ketika menjadi pemandu wisata bahari yaitu kegiatan snorkeling. Ada beberapa hal yang perlu di perhatikan oleh pemandu wisata saat menjadi guide snorkeling yaitu,
-       tanyakan kondisi kesehatan peserta,
-       tanyakan apakah peserta sebelumnya pernah melakukan kegiatan snorkeling ataupun diving.
-       bagikan perlengkapan snorkeling ketika masih di darat berupa (life jacket / pelampung, masker, snorkel dan fins.
-       Beritahukan bagaimana cara memilih perlengkapan snorkeling (ukuran fins dan pelampung).
-       Sampaikan kepada seserta perlengkapan snorkeling yang sudah dipegang peserta, mejadi tanggung jawab peserta selama kegiatan snorkeling berlangsung. Hal ini juga menjadi hal yang wajib disampaikan untuk mencegah perlengkapan hilang.
-       Mencontohkan penggunaan perlengkapan snorkeling:
1.    Life Jacket / pelampung berfungsi untuk membantu kita mengambang dipermukaan air :
·         Penggunaaan life jacket / pelampung yang pas,
·         Kancingkan strap-strap yang ada di pelampung
·         Pastikan nyaman menggunakan pelampung
2.    Masker berfungsi untuk melindungi mata dan hidung dari air laut, sehingga bias melihat bawah laut dengan jelas. Snorkel berfungsi untuk bernafas melalui mulut, karena saat snorkeling kita bernafas dari mulut.
·         pasang masker dan snorkel;
·         pakai masker menutupi mata dan hidung;
·         letakkan tali masker di atas telinga;
·         pastikan tidak ada rambut yang masuk kedalam masker, supaya air tidak ada yang masuk ke dalam masker;
·         Setelah memakai masker berarti kita bernafas menggunakan mulut. Jangan bernafas menggunakan hidung karena akan membuat masker berembun dan  pandangan menjadi tidak jelas;
·         Bersihkan masker dengan air laut jika berembun;
·         Gunakan snorkel untuk bernafas;
·         Jika air masuk kedalam snorkel tiup dengan kuat supaya air keluar;
·         Selesai digunakan, kalungkan masker di leher supaya tidak hilang.
3.     Fins (kaki katak) berfungsi untuk memudahkan kita saat berenang di laut.
·         Pilih dan gunakan fins yang pas dan nyaman digunakan;
·         Gunakan fins saat mau turun ke laut;
·         Jangan berjalan maju saat menggunakan fins, berjalanlah mundur atau menyamping. Hal ini dilakukan supaya fins tidak patah;
·         Perhatikan kayuhan fins saat snorkeling, jangan sampai menginjak atau menyenggol terumbu karang.

Setelah menjelaskan penggunaan alat-alat snorkeling. pemandu wisata juga harus menyampaikan prosedur  saat melakukan aktifitas snorkeling seperti:
-       Tidak mematahkan terumbu karang karena terumbu karang mnghasilkan kerangka kapur, rumah bagi ikan-ikan dan waktu pertumbuhan karang yang lama yaitu maksimal 10 cm/tahun;
-       Perhatikan kayuhan fins / kaki katak kita jangan sampai kita mengaduk dasar pasir / lumpur pada dasar perairan dan jangan sampai mematahkan terumbu karang;
-       Tidak mengganggu biota laut dengan memegangnya karena biota laut sensitive dengan benda asing, sehingga akan bergerak agresif jika tersentuh. Biota laut tertentu dapat mengeluarkan racun melalui lender, jarum, sengatan dan bagian tubuh lainnya yang berbahaya bagi manusia.
-       Tidak memberi makan biota yang ada dilaut, kegiatan ini biasa dilakukan oleh wisatawan supaya ikan-ikan mendekat. Namun pada kenyataannya dengan kita memberikan makanan kepada biota laut diperairan terbuka, kita akan mengganggu keseimbangan alam yaitu merubah pola makan biota laut.
-       Berenang tidak terlalu dekat dengan terumbu karang. Terkadang ada biota laut yang bersembunyi dibalik terumbu karang. Dengan selalu menjaga jarak berarti kita aman, jika ada biota laut yang muncul secara tiba-tiba. Dan kemungkinan kita untuk menginjak karang juga kan sangat kecil.
-       Gunakan pelampung bagi pemula. Pelampung membantu kita agar mengapung walaupun dalam keadaan lelah.
-       Tidak membuang sampah kelaut, keindahan laut akan hilang dengan banyaknya sampah. Sampah juga membahayakan biota laut seperti penyu. Banyak penyu mati karena memakan sampah plastic bening yang dianggap makananya yaitu ubur-ubur.

Nah hal-hal yang tersebut diatas merupaka hal yang biasa dilakukan untuk melakukan pemanduan wisata bahari yang ramah lingkungan. Banyak pengalaman menarik yang bisa saya jadikan materi untuk menjadi pemandu, walaupun saya sedang tidak memandu di laut. Karena semua ini menyatu, berkesinambungan, terkoneksi. Apapun bisa di jadikan materi untuk melaksanakan kegiatan pemanduan, tergantung dari sisi mana kita mengambil keunikan dan dengan cara apa kita menyampaikannya.

Pengalaman memandu wisata dilaut memberikan saya banyak kesempatan berharga. Kesempatan mengenal banyak teman baru dari berbagai kalangan mulai dari pejabat pemerintahan, LSM, pegawai kantor, praktisi, organisasi  sampai anak sekolah. Hal ini memudakan saya mendapatkan jaringan koneksi pertemanan. Selain itu saya juga mendapatkan kesempatan untuk belajar mengenai keidupan dilaut. Belajar snorkeling, diving, mengenal beberapa jenis karang, ikan, moluska, mangrove, lamun dan mengambil data kualitas air. 

Beberapa orang mungkin banyak yang mempunyai keinginan untuk berwisata ke Wakatobi, Maratua ataupun Belitung. Saya bisa mendapatkan kesempatan mengunjungi beberapa destinasi wisata bahari yang menarik sebagai pemandu wisata, penelitian dan kegiatan lainnya. Sebagai pemandu wisata, buatlah customer kita merasa nyaman. Harus sabar dan mencoba mengerti mereka. Disaat customer merasa puas dengan perjalanan wisata yang kita bawa, tidak menutup kemungkinan mereka akan memberitahukan kepada orang lain tentang jasa yang mereka dapat selama perjalanan. Perbanyak menambah informasi dan interaksi dengan orang lain, untuk memudahkan kita menjadi pemandu wisata. Buatlah suatu keunikan yang berbeda untuk menjadi daya tarik. Bahagia, sedih, bosan, senang, lelah, letih, sulit, mudah, perasaan menjadi pemandu wisata tergantung bagaimana kita menjalaninya dan dari sudut pandang mana kita melihatnya.



No comments:

Post a Comment