Tuesday, October 6, 2015

Tugas 1 - Suka Duka Menjadi Pemandu Wisata

Pengalaman dan Suka Duka Menjadi Pemandu Wisata

            Banyak orang bilang tak kenal maka tak sayang. Maka saya akan memulai tulisan ini dengan memperkenalkan diri saya terlebih dahulu. Nama saya Hans Muhammad Gymnastiar, teman – teman saya biasa memanggil Hans saja. Tetapi karena nama saya sulit untuk disebutkan, orang – orang sering salah memanggilnya menjadi Haris atau Hanis. Jadi panggil saja saya Rehan untuk lebih mudahnya. Saya lahir pada 3 November 1996 yang termasuk angkatan 90’an (kata orang – orang). Saya anak ke dua dari enam bersaudara. Saat ini saya berstatus sebagai mahasiswa di Universitas Negeri Jakarta jurusan Sejarah Program Studi Pariwisata angkatan 2014. Dan saat ini saya akan menceritakan pengalaman suka dan duka saya dalam memandu sebuah perjalanan wisata.
            Pertama sekali saya ingin mengucapkan puji syukur kepada Allah S.W.T yang telah melimpahkan rizki dan karunianya sehingga saya masih bisa hidup hingga saat ini dan menjalankan semua aktivitas dengan baik. Tak lupa juga saya mengucapkan terima kasih kepada dosen pengajar mata kuliah Pemanduan I tentang Wisata Budaya yaitu bapak M. Shobiriennur Rasyid yang telah memberikan ilmu yang tentunya bermanfaat untuk saya dan yang lainnya. Dan tidak lupa saya mengucapkan terima kasih kepada orang tua dan teman – teman saya yang selalu ada disamping saya saat saya senang dan kesusahan. Semoga dengan dibuatnya artikel ini saya bisa semakin handal dalam memandu wisata.
            Berbicara memandu wisata atau terjun dalam dunia pariwisata sebetulnya bukan sebuah hal yang saya inginkan pada saat saya masih duduk di bangku Sekolah Menengah Atas. Sebelum terjun di dunia pariwisata pun saya tidak mempunyai keahlian apa – apa, dibandingkan teman – teman sekelas saya yang kebanyakan lulusan sekolah pariwisata. Untuk berbicara didepan orang banyak saja saya masih gugup dan tidak tahu harus berbuat apa. Maklumlah saya adalah seorang lulusan SMA bukan SMK Pariwisata atau SMIP. Dulu saya bersekolah di SMA N 23 Jakarta, yang terletak di Tomang, Jakarta Barat. Cita – cita saya sejak dulu adalah menjadi seorang psikiater atau motivator, karena saya menilai itu adalah pekerjaan yang mulia yang menyadarkan banyak orang supaya tidak pantang menyerah dalam hidup. Namun saat tes masuk perguruan tinggi negeri atau singkatannya SBMPTN, saya tidak mendapatkan jurusan yang saya inginkan yaitu Psikologi yang menunjang cita – cita saya menjadi seorang psikiater. Saya terjun di dunia pariwisata pun karena hobi saya yaitu jalan – jalan mencari suasana baru, karena saya tidak suka suasana yang itu – itu saja. Jadi saya memutuskan untuk mengikuti tes jalur mandiri di UNJ dan mengambil jurusan pariwisata. Harapan besar saya setelah masuk di Pariwisata UNJ adalah menjadi seorang pemandu wisata yang professional sekaligus Event Organizer yang handal. Begitulah sedikit kisah saya saat masuk di dunia pariwisata hingga saat ini.
            Pertama tama saya ingin menceritakan pengalaman pertama saya dalam memandu wisata. Pengalaman ini adalah pengalaman pertama saya dalam memandu wisata sekaligus menjadi pengalaman yang tidak terlupakan bagi saya sendiri. Saat memasuki semester I awal perkuliahan dimulai saya belajar mengenai dasar – dasar ilmu pariwisata, tentu saja untuk saya ilmu – ilmu ini asing dan saya sempat tidak bisa mengikuti pada awalnya, maklumlah saya lulusan SMA dan tidak mempunyai dasar ilmu pariwisata sebelumnya. Seiring berjalannya perkuliahan saya mulai bisa mengikuti dan mengerjakan tugas – tugas dengan baik. Beberapa bulan menjalani perkuliahan tepatnya pada akhir perkuliahan di semester I. Diadakan program City Tour Jakarta – Bogor – Bandung via Puncak. Awalnya saya senang mendengarnya karena saya bisa jalan – jalan melihat sesuatu yang baru untuk saya, walaupun saya sudah sering pergi bolak – balik Bandung. Tetapi City Tour saat itu menugaskan para mahasiswanya untuk melakukan pemanduan (guiding) dari titik awal pemberangkatan hingga mencapai tempat yang dituju. Saya kaget betul mendengarnya, karena saya tidak punya pengalaman apa – apa dalam memandu wisata. Namun pada saat itu saya sudah mempunyai modal dalam berbicara didepan umum berkat mata kuliah Komunikasi Publik yang menjadikan saya mampu berbicara dengan baik didepan banyak orang. Perasaan saya sedikit lega, tetapi tetap saja saya masih terfikirkan bagaimana saya bisa memandu wisata di dalam bus. Karena saya saat itu mendapat bagian memandu di dalam bus. Untuk berbicara didepan kelas atau presentasi saya mampu mengatasinya. Tetapi saat itu saya harus memandu wisata di dalam bus yang bergerak. Jadi saya harus menjelaskan materi yang sudah ditentukan sambil memperhatikan jalan supaya tidak terlewat apa yang akan saya perlihatkan kepada wisatawan nanti.
            Saya mendapat jatah memandu wisata di bus saat sampai di daerah Citatah, Kabupaten Bandung Barat. Sungguh merupakan tugas yang berat untuk saya. Namun saya mencoba tenang dan memperlajari materi yang saya akan jelaskan. Dengan dibantu para dosen, saya mulai banyak mendapatkan ilmu dasar dalam melakukan pemanduan di dalam bus. Dengan modal pas – pas an saya berharap pemanduan yang saya lakukan tidak mengecewakan.
            Tibalah saat City Tour dilaksanakan. Perjalanan dimulai dari titik pemberangkatan di kampus A UNJ tepatnya di bagian depan kampus A. Bus berhenti untuk melakukan istirahat sejenak sekalian menunaikan sholat Zuhur di masjid Atta Awun di daerah Puncak, Bogor.
                

            Singkat cerita sampailah di tempat jatah saya melakukan pemanduan yaitu di daerah Citatah. Saya mulai menjelaskan tentang Citatah dari sejarah Citatah, makanan khas nya yaitu Peyeum gantung, dan hal – hal unik lainnya yang ada di Kabupaten Bandung Barat, Citatah ini. Saya sempat kehabisan bahan untuk dibicarakan, jadi saya mengambil sebuah tindakan yaitu memainkan sebuah permainan. Saat itu saya memainkan games menjewer dan menekan titik wajah yang berada diantara kedua alis. Tujuan games itu untuk menyingkirkan rasa sakit kepala yang kerap mengidap seseorang saat perjalanan jauh, juga tentunya untuk menghilangkan rasa bosan. Masih belum cukup juga saya memandu karena masih di daerah Citatah.  Akhirnya saya mendapat ide untuk menceritakan sebuah cerita menarik yang saya dapatkan saat saya mendengar ceramah di sebuah kaset. Ayah saya memang sangat senang mendengar ceramah jadi secara tidak langsung saya mendengar ceramah nya juga. Dan saya mengingat satu cerita yang menurut saya menarik, jadi saya ceritakan saja kepada wisatawan saat itu. Itu merupakan cerita tentang nilai – nilai kehidupan yang menginspirasi, saya menceritakan dan berharap tidak hanya untuk mengisi ke kosongan materi, tetapi juga memberikan manfaat pada para peserta wisata. Di akhir cerita saya melihat plang yang memberi tahu bahwa daerah Citatah sudah terlewati. Saya tetap menceritakan hingga ceritanya habis dan saya menutup pemanduan yang saya lakukan. Saya cukup puas dengan pemanduan yang saya lakukan, karena saya melakukannya dengan cukup baik dan dosen yang menilai juga memberi kesan positif kepada saya. Itu merupakan hal yang membanggakan untuk saya, karena merupakan pertama kalinya melakukan pemanduan di perjalanan dan berhasil dengan cukup baik.
            Setelah melakukan pemanduan wisata di perjalanan untuk pertama kalinya saya mulai percaya diri dalam berbicara didepan orang banyak. Sebelumnya saya berfikir menjadi seorang pemandu wisata merupakan pekerjaan yang tidak mudah, apalagi di umur saya yang masih dibilang muda karena pada saat itu saya masih ber-umur 17 tahun saat melakukan pemanduan pertama. Menurut saya saat itu menjadi seorang pemandu merupakan hal yang sulit karena kita harus menerangkan setiap objek yang kita lewati, dan kita harus tahu persis dimana letaknya, tidak lupa juga kita bertanggung jawab sekaligus menjadi orang pertama yang akan disalahkan apabila terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan. Tetapi main set saya berubah ketika beberapa kali diikutsertakan dalam tour menjadi seorang tour leader yang merangkap menjadi tour guide pula. Keinginan saya menjadi seorang pemandu wisata yang professional mulai terlatih saat diikutsertakan dalam tour yang memandu wisatawan langsung di dalam perjalanan. Ternyata menjadi pemandu merupakan hal yang menyenangkan dan memberi manfaat kepada orang – orang, karena memberikan pengetahuan tentang tempat yang akan dituju. Itu merupakan pekerjaan mulia menurut saya, dan saya sendiri senang melaksanakannya.
            Berbicara tentang perjalanan ke Bandung, dimana saya pertama kali melakukan guiding di dalam perjalanan. Saya ingin menceritakan pengalaman saya menjadi seorang pemandu wisata di sebuah City Tour Bandung. Pada tour saat itu, tugas saya menjadi seorang pemadu wisata di perjalanan. Membawa sebuah sekolah yaitu SMP 6 Depok. Saya kebagian bertanggungjawab meng-handle satu bus saat itu. Tujuan City Tour pada saat itu adalah De’Ranch, Floating Market Lembang, dan Cihampelas.
            Perjalanan dimulai dari titik awal penjemputan di sebuah Pangkalan TNI di Depok. Rute perjalanan menuju Bandung melewati tol Jagorawi lalu masuk ke tol Cipularang dan keluar di exit tol Pasteur. Saat awal perjalanan saya masih melakukan perkenalan dengan peserta wisata dan saat itu bus berhenti sejenak di rest area km 57 tol Jagorawi untuk melakukan SS (Stop Sebentar). Tujuan SS adalah untuk memenuhi keinginan peserta yang ingin membuang air kecil atau besar, biasanya tidak berlangsung lama, hanya sekitar 5 – 10 menit saja. Perjalanan dilanjutkan dan saya mulai melakukan pemanduan di dalam perjalanan. Pertama sekali saya menjelaskan tentang tol yang dilewati dan beberapa daerah yang dilewati seperti Bekasi dan sekitarnya. Memasuki akhir dari perjalanan di tol dan keluar di tol Pasteur, saya mulai menjelaskan tentang Bandung. Dari mulai sejarah Bandung Lautan Api, sejarah beberapa bangunan di Bandung seperti Gedung Sate, Alun – Alun Bandung dan banyak lagi. Karena saya kehabisan materi untuk dibicarakan jadi saya menyudahi pemanduan saya. Hal yang tidak diinginkan terjadi pada saat diperjalanan. Di jalan menuju Lembang tempat De’Ranch berada terjadi kemacetan dan ini membuat perhitungan awal sampai di tujuan awal menjad kacau. Seharusnya sampai di De’Ranch pukul 10 namun agak terlambat sampai pukul 11. Rencana awal di tujuan pertama akan dilakukan outbond dan beberapa acara lainnya karena tour saat itu adalah acara perpisahan kelas 9 yang akan melanjutkan sekolah ke jenjang selanjutnya. Karena telat sampai di tujuan, waktu yang diberikan di De’Ranch dikurangi menjadi 2 jam yang seharusnya 3 jam. Sempat terjadi complaint dari pihak peserta yaitu guru, tetapi apadaya karena ini bukan keinginan kami selaku pelaksana tour. Dengan penjelasan dari ketua tour leader kami saat itu, guru – guru yang complaint akhirnya memaklumi ketelatan tersebut. Selesai acara di De’Ranch kami melanjutkan perjalanan untuk makan siang di RM.Sukahati. Letaknya tidak jauh dari De’Ranch, hanya berjarak kira – kira 2 km.
(Foto bersama rekan Tour Guide)

            Saat makan siang di RM.Sukahati, para guru meminta perpanjangan waktu disana karena ingin mengadakan acara pelepasan yang sempat tertunda di De’Ranch, mereka ber-alasan tempatnya memungkinkan menurut pihak guru saat itu. Sempat terjadi perdebatan antara pihak pelaksana tour dengan peserta yaitu guru terutama, karena bila terlalu lama di tempat makan akan mengurangi waktu di tujuan selanjutnya yaitu Floating Market Lembang. Saya mencoba memberikan penjelasan kepada murid – murid yang bertanya kenapa lama sekali di tempat makan tersebut, sedangkan ketua tour leader kami bernegosiasi dengan guru – guru. Akhhirnya diberikan waktu 45 menit disana untuk melakukan pelepasan. Selesai acara pelepasan kami langung meluncur ke tempat selanjutnya yaitu Floating Market Lembang. Tidak memerlukan waktu lama untuk kesana karena jaraknya tidak terlalu jauh. Sampai di tujuan kedua kami para tour guide ditugaskan untuk mengawasi para peserta disana. Selang beberapa saat akan selesai waktu di tujuan kedua, makanan untuk makan malam tiba. Saat itu kami memesan makanan box untuk makan malam peserta. Sembari memanggil para peserta untuk kembali ke dalam bus, para rekan saya membantuk menaikan makanan ke dalam bus. Lalu kami melanjutkan perjalanan ke tujuan akhir yaitu Cihampelas.



(Foto bersama rekan Tour Guide)
            Perjalanan menuju Cihampelas terbilang cukup jauh dan memakan waktu lama, jadi saya kembali melakukan pemanduan. Saat itu saya melakukan review dari apa yang sudah dilaksanakan sebelumnya, dan juga menjelaskan kembali materi yang sudah saya siapkan. Perjalanan tersendat karena terjadi kemacetan. Maklumlah, perjalanan kami menuju Cihampelas sudah masuk sore hari dimana itu merupakan jam sibuk di Bandung. Sampai di Cihampelas pukul 16.30 dan kami memberikan waktu satu setengah jam disana untuk berbelanja oleh – oleh. Habis waktu yang kami berikan di Cihampelas, kami mulai memanggil para peserta untuk naik ke dalam bus untuk melanjutkan perjalanan menuju rumah masing – masing. Tidak lupa diperjalanan saya membagikan makanan untuk makan malam, dan sedikit review tentang tour yang telah dilaksanakan. Sudah mendekati tujuan akhir saya menyempatkan diri untuk mengucapkan terima kasih dan melakukan penutup atas tour yang telah dilaksanakan. Alhamdulillah tour saat itu berjalan dengan baik walaupun ada beberapa kendala terjadi. Dan saya merasa senang karena menjadi bagian dalam men-sukseskan tour tersebut.
            Itu merupakan beberapa pengalaman saya menjadi seorang pemandu wisata atau Tour Guide. Bagi saya menjadi seorang Tour Guide atau Tour Leader adalah pekerjaan yang mulia dan memberi banyak manfaat kepada para wisatawan. Selain memberikan pengetahuan tentang tempat yang akan dituju, seorang Tour Guide juga memberikan pengetahuan tentang tempat – tempat yang dilewati selama dalam perjalanan. Memberikan pengetahuan, memandu peserta, memberikan pelayanan yang baik, memberikan perhatian kepada peserta dan masih banyak lagi manfaat yang diberikan kepada para wisatawan oleh seorang Tour Guide atau Tour Leader.
            Memang banyak orang yang bilang menjadi seorang Tour Guide adalah pekerjaan yang sulit dan tidak menyenangkan karena kita harus senantiasa menjaga para peserta, memberikan pengetahuan, bertanggung jawab apabila terjadi suatu hal yang tidak diinginkan terutama bila terjadi suatu kesalahan pada perjalanan tour, seorang Tour Guide lah yang akan menjadi orang pertama yang di complaint para peserta tour. Benar apa yang dikatakan orang banyak bahwa menjadi seorang pemandu wisata adalah pekerjaan yang sulit. Namun saya memandang hal tersebut sebagai wajar. Karena menurut saya semua pekerjaan mempunyai suka dan duka nya. Beberapa kali saya pun pernah mengalami suka dan duka menjadi seorang pemandu wisata. Apabila mendapat suka saya merasa senang dan menjadikan pekerjaan saya lebih mudah. Bila mendapat duka, itu menjadi pembelajaran untuk saya agar bisa menjadi lebih baik lagi dalam memandu wisata.
            Indonesia sendiri memiliki banyak potensi dari alam, berupa kekayaan alamnya dan banyak tempat – tempat eksotis yang tersebar di seluruh penjuru pulau di Indonesia. Coba saja lihat di ujung Sabang Aceh, dimana terdapat banyak pulau – pulau yang belum tersentuh tangan – tangan nakal. Seperti pulau Weh. Pantai Sawarna, Gunung Mahameru, Yogyakarta, Baluran, Kawah Ijen, Raja Ampat, Bali, Lombok, dan masih banyak lagi tempat – tempat menakjubkan yang bisa di datangi di Indonesia ini. Tidak seperti Negara – Negara lain, Indonesia mempunyai kelebihan disamping alam dan destinasi wisatanya. Indonesia juga mempunyai banyak kebudayaan lebih dari ratusan dari suku – suku yang berbeda di pulau – pulau berbeda. Kaya akan kebudayaan, alam, dan penduduk yang ramah. Merupakan julukan yang sering terdengar untuk Indonesia. Namun miris kini banyak penduduk yang mulai lupa akan kekayaan yang dimiliki bumi Indonesia ini adalah warisan yang harus dijaga. Lihat saja yang sedang terjadi kebakaran hutan seperti di Riau. Seperti kasus Freeport yang menguras sumber daya emas milik Negara kita sendiri dan dipakai untuk kebutuhan orang luar sedangkan yang bekerja disana saja tidak sejahtera hidupnya.
            Terkadang miris melihat hal tersebut. Namun apadaya, generasi muda saat ini pun hanya kebanyakan melihat dan tidak melakukan tindakan. Yang saya lihat terjadi pada modern ini adalah orang kebanyakan hanya memposting dan menceritakan kejadian yang terjadi di negeri ini, semata – mata untuk mendapatkan perhatian dan empati banyak orang, tetapi bukan hal tersebut yang diinginkan. “Sedikit bicara banyak bertindak”. Seakan kata – kata itu kini hanya sebuah kata – kata indah semata, tidak memiliki makna yang mendalam. Karena kebanyakan orang hanya sekedar merasa empati dan simpati tanpa melakukan suatu tindakan nyata untuk melakukan perubahan agar apa yang menjadi kelebihan Negara Indonesia ini tidaklah sirna. Bayangkan saja apabila yang menjadi warisan leluhur dan pemberian dari Tuhan YME ini diambil alih oleh orang asing. Tentu saja kita tidak bisa berbuat apa – apa apabila hal tersebut sudah terlanjur terjadi. Semua kekayaan, kebudayaan, keindahan alam masih bisa dinikmati, namu seakan kita tinggal menumpang di Negara orang, dan semua menjadi tinggal kenangan.

            “Semua berawal dari niat”. Kata – kata tersebut bukanlah sekedar kata – kata indah bagi saya. Itu merupakan modal saya untuk berubah menjadi lebih baik dan menjadi seorang yang handal. Menjadi seorang yang handal dalam bidang pariwisata. Setidaknya sekarang ini saya hanya bisa menjaga dan melestarikan kekayaan Indonesia ini dan harapan besar saya ingin memajukan destinasi pariwisata yang ada di Indonesia. Karena Indonesia memerlukan tenaga – tenaga handal untuk mengurusi warisan Indonesia ini, jadi saya akan menjadi salah satunya agar bisa membuat Indonesia yang lebih baik.


Hans Muhammad.G
Usaha Jasa Pariwisata 2014
4423143968
hansmgh@gmail.com


1 comment:

  1. HALO!

    Ingin berprofesi sebagai Guide dan Ingin mendapatkan penghasilan tambahan? memiliki kecintaan terhadap budaya DKI Jakarta dan ingin mengenalkannya kepada masyarakat yang luas?

    Ikutilah program komunitas Xplore Jakarta City (XJC) – PELATIHAN GUIDE yang diselenggarakan oleh PERWINDO. Pelatihan ini gratis dan terbuka bagi masyarakat umum di Jakarta, dan terbuka untuk orang asing yang tinggal di Jakarta.

    Bagi yang berminat, Silahkan bergabung sesi pelatihan XJC - TOUR GUIDE Jakarta, di edisi FEBRUARY 2020. Rute yg akan di eksplor adalah wilayah DKI Jakarta antara lain (salah satunya) : Jakarta Selatan - Jakarta Barat - Jakarta Timur - Jakarta Utara - Jakarta Pusat. Alternatif Spot yg akan di kunjungi : Wahana Rekreasi, Edukasi, History, dan Ruang Publik/Outdoor.

    T&C JOIN ===== http://bit.ly/37n4I1s -

    Sesi Pelatihan ; Rabu – 19 February 2020 (from Am-Pm)

    REGISTRASI KONFIRMASI JOIN KE : WA/CALL 0 8 8 2 - 3 3 3 - 2 2 2 2 2

    INFO REFERENSI ; GPA1

    Note :
    - Kuota terbatas, Pendaftaran ditutup H-3
    - Jadwal dapat berubah sewaktu-waktu, disesuaikan dengan kondisi akses ke rute perjalanan dan cuaca.

    Salam,
    XJC.


    ReplyDelete