Thursday, October 8, 2015

Tugas 1 - Suka Duka Menjadi Pemandu Wisata








Akhirnya , Menjadi Pemandu Wisata juga

 

Sirih Berlipat sirih pinang
Sirih dari pulau mutiara
Pemanis kata selamat datang
Awal bismillah pembuka bicara

Assallamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuhu…

Semoga Bahagia! Semoga Bahagia!

Itulah sedikit kalimat pembuka yang dapat penulis sampaikan ,namun dengan kalimat singkat tersebut penulis berharap semoga kalian senantiasa berbahagia selalu

Kali ini saya akan menceritakan beberapa pengalaman saya menjadi pemandu wisata,sebelumnya saya akan menjelaskan arti dari pemandu wisata, pemandu wisata itu apa si? Tugasnya? Fungsinya? Karna penulis bukan lulusan SMIP (Sekolah Menengah Ilmu Pariwisata) atau SMK (Sekolah Menengah Kejuruan) jurusan perhotelan dsb, yang penulis hanya tau pemandu wisata hanyalah seseorang yang memandu wisatawan / turis di suatu destinasi wisata maupun objek wisata, tugasnya hanyalah memandu wisata ,  dan fungsinya hanya memberikan informasi tidak sulit menurut saya . Ternyata pengertian ,tugas , dan fungsinya bukan cuma itu saja yaitu banyak sekali yang perlu diperhatikan .

Tata Nuriata (1995:1) pramuwisata berasal dari bahasa Sansekerta yaitu pramu, wis, danata. Pramu berarti pelayan atau orang yang melayani, wis berarti tempat dan ata berarti banyak. Pendapat umum mengartikan wisata sebagai keliling atau perjalanan sehingga dalam hal ini pramuwisata dapat dikatakan sebagai petugas yang melayani orang yang sedang melakukan perjalanan wisata.

Menurut World Federation of Tour Guide Association, TOURIST GUIDE,a person who guide visitors in the language of their choice and interprets the cultural and natural heritage of an area which person normally possesses an area-specific qualification usually issued and /or recognized by the appropriate authority. Menurut Mancini (2001:4) ”tour guide is someone who takes people on sightseeing excursion of limited duration”. Hal tersebut diartikan bahwa pramuwisata adalah orang yang membawa orang-orang (wisatawan) untuk melakukan kegiatan kunjungan (ekskursi) menurut jangka waktu tertentu.

Pemandu wisata atau guide pada hakekatnya adalah seseorang yang menemani, memberikan, informasi dan bimbingan serta saran kepada wisatawan ketika melakukan aktivitas wisatanya.Aktivitas yang harus dilakukan antara lain mengunjungi objek dan atraksi wisata, makan di restoran, berbelanja, dan melakukan aktivitas lainnya, untuk itu seorang Pemandu Wisata mendapatkan imbalan.

Fungsi pemandu wisata,
ü  Memberikan penerangan (information) dan penjelasan (explation) Kepada mereka yang memberikan guiding.
ü  Sebagai kawan dalam perjalanan.
ü  Sebagai pelindung dan memberikan jaminan keamanan bagi mereka yang memberikan guiding.
ü  Sebagai seorang yang menyediakan jasa-jasa (services) travel agensts atau tour operator lainya.
Sedangkan tugas pemandu wisata,
ü  Memberikan penjelasan apa yang tidak diketahui  dan harus diketahui oleh orang yang di berikan guiding, serta menjawab segala pertanyaan yang diajukan kepadanya tentang segala sesuatu yang menarik perhatianya.
ü  Memberikan pertolongan jika diminta dan untuk seorang guide hendaklah berusaha membantu atu memberikan jalan sehingga yang minta bantuan merasa tertolong dan puas.
ü  Seorang guide hendaklah dapat mencegah segala yang mungkin menyebabkan orang yang diberikan guiding  olehnya terhindari dari cidera,  kehilangan dan segala macam  yang menimbulkan kerugian bagi orang yang bersangkutan.
ü  Melaksanakan apa yang telah digariskan oleh Travel agent atau tour operator lainnya sedang suatu tindakan yang dilakukan di luar wewenang yang diberikan kepadanya, maka ia harus mempertanggung jawabkannya

Dari penjelasan tersebut penulis dapat mengetahui secara terperinci tentang pemandu wisata tersebut , Setelah itu penulis akan berbagi pengalaman meng-guide wisatawan domestik  disuatu objek wisata pada tanggal 15 Juli 2015 pada pukul 12.30 tepatnya di Wisata kota tua (KOTU) di Jakarta,

Wisata Kota Tua Jakarta adalah salah satu tempat wisata di Jakarta yang selalu ramai dikunjungi para wisatawan. Kota Jakarta dengan landmark Kota Tua adalah pesona wisata sejarah di Jakarta yang memberi banyak pengetahuan, khususnya jika Anda masuk ke Museum Fatahillah

Saya akan mengambil 4 Objek wisata yang berada di Wisata Kota Tua Jakarta yaitu, Museum Fatahillah,Pelabuhan Sunda Kelapa,Museum Bank Indonesia,Museum Seni Rupa dan Keramik dari semua itu adalah permintaan dari wisatawan yang saya akan guide (bahasa kerennya).  Wisatawan yang saya akan guide adalah Mahasiswa semester V  di salah satu perguruan tinggi negeri di kota Surabaya, saya kenal dengan wisatawan tersebut dari teman saya yang berkuliah di perguruaan tinggi negeri yang sama dengan mereka , karna saya berkuliah di bidang pariwisata dan dia tahu kalau saya belajar tentang pemanduan maka teman saya meminta untuk memandu temannya yang ingin berlibur ke Jakarta,lalu teman saya memberi kontak saya ke temannya tersebut . Saat itu saya mulai berkomunikasi dengan temanya tersebut dan dia menentukan janji , akhirnya telah ditentukan tanggalnya, dan semua biaya tiket masuk,makan siang di tanggung dia ,serta tempat  yang akan dijadikan Objek Wisata tersebut  yang sudah saya bahas diatas tadi .  

Sebelum hari H tersebut yaitu tanggal 15 Juli 2015 saya sempat bingung kuatir cemas kira-kira bagaimana ya nanti saya saat guidenya . Oke masalah itu semua selesai ketika saya browsing tentang bagaimana cara menguide yang benar yaitu kira-kira seperti ini , Penampilan menarik, Luas pengetahuan, Pengalaman atau jam terbangnya tinggi, Punya skill yang khusus seperti dia juga seorang traveler, Ramah, Kreatif, Lancar berkomunikasi, Jujur dan tulus, dari situ saya mulai belajar dikit demi sedikit . Karna saya belum begitu mengetahui lebih jauh tentang pemandu walaupun dosen saya sudah menjelaskan dan mempraktekannya , masalahnya waktu praktek langsung mengguide teman-teman dan dosen saya tidak bisa  datang dikarnakan waktu itu saya sedang tidak enak badan ,Alhasil tidak pertama kalinya mengguide jadi penggantinya dengan mengerjakan tugas pengganti yang diberikan oleh dosen .

Tiba saatnya tanggal 15 Juli 2015 jam di dinding menunjukan pukul 05.00 setelah selasai solat shubuh saya bersiap-bersiap , merapihkan rumah dan hari itu juga dimana saya pertama kalinya menjadi pemandu wisata sedikit dag dig dug namun karna sudah berlatih terlebih dahulu , jadi semua masalah hilang dengan sendirinya . Sudah jam 10.00 saat saya harus berangkat menuju Kota Tua , saya kesana menggunakan kereta api (Commuter Line) , sampailah saya di stasiun rawa buntu saya mengeluarkan kartu sekaligus tiket elektronik saya pun masuk menunggu kereta , 15 menit kemudian kereta pun datang saya naik kereta ke Tanah Abang terlebih dahulu , lalu saya pindah kereta yang ke kampung bandan disana ada kereta veeder ke Jakarta kota langsung . Sampai lah saya di  stasiun Jakarta Kota pukul 11.30 dari stasiun tersebut sudah dekat dengan Wisata Kota Tua tersebut saya berjalan sebentar menuju Kota Tua sampai disana saya melihat-lihat ,bertanya tentang harga tiket masuk terlebih dahulu objek-objek wisata yang tadi diatas saya pilih ternyata ada yang free dan ada yang membeli tiket . Setelah itu saya solat dzuhur terlebih dahulu di sekitar Kota Tua tersebut sambil menunggu wisatawan tersebut , wisatawan tersebut dari Surabaya menggunakan kereta  api kira-kira sampai Kota Tua pukul 12.00. Jadi saya janjian bersama wisatawanya di depan pintu masuk Museum Fatahillah.

Akhirnya yang ditunggu-tunggu pun tiba ,dia sampai Museum Fatahillah tepat pukul 12.00 siang . Dan saya mulai perbincangan hangat sambil makan siang bersama seperti sudah berteman lama , oranya pun ramah karna orang jawa dikenal dengan keramah-tamahan karna dia sendiri orang asli Surabaya , selesai berbincang-bincang saya langsung masuk ke Museum Fatahillah, saya membeli tiket masuk untuk dapat masuk, saya harus membeli tiket masuk Museum Fatahillah sebesar Rp 2.000 per orang. Karna saya berjumlah 3 orang maka saya harus membayar Rp 6.000 ribu termasuk saya . Museum ini terbuka untuk publik setiap hari Selasa hingga Minggu, mulai dari pukul 9 pagi hingga 3 sore , saat itu saya mulai masuk ke sebuah ruangan lantai 1 saya menjelaskan pertama-tama sejarah singkat tentang Museum Fatahillah tersebut kurang lebih seperti ini “Museum ini adalah bagian yang tak terpisahkan dari riwayat Jakarta itu sendiri, itulah sebab dinamakan sebagai Museum Sejarah Jakarta, atau juga Museum Batavia. Di masa lampau, tepatnya era penjajahan VOC, bangunan museum ini memiliki fungsi sebagai balai kota, ruang pengadilan, dan penjara bawah tanah”. Saya menjelaskan juga “Di bagian luar bangunan museum terdapat lapangan, disebut sebagai lapangan Fatahillah. Lapangan ini dulu adalah tempat mengeksekusi para tahanan.” Setelah itu saya berkeliling ruangan walaupun agak gugup , gemetar , keringat dingin namun saya menjalaninya dengan santai dan bertanggung jawab atas apa yang saya ucap. Saya lanjut menjelaskan  sedikit informasi juga tentang Museum Fatahillah ini yaitu , “Tahukah Anda, museum terbesar di Jakarta ini memiliki 3 lantai dan menyimpan sekitar 25.000 koleksi benda bersejarah, di antaranya prasasti, meriam, patung Dewa-Dewi, koleksi mebel antik, gerabah, dan keramik. Penelusuran jejak sejarah kota Jakarta dari masa pra-sejarah hingga berdirinya kota Jayakarta pada tahun 1527 dapat Anda ketahui di museum ini.” Seperti itulah saya menjelaskan di Museum Fatahillah.

Objek kedua yaitu , Museum Bank Indonesia seperti biasa saya harus membeli tiket , ternyata untuk masuk itu hanya mengambil tiket di loket yang disediakan sebelum masuk kita juga harus menitipkan makanan dan minuman serta tas dan kamera di penitipan barang yang disediakan . langsung saja saya menjelaskan informasi jadwal buka Museum Bank Indonesia terbuka untuk umum setiap hari Selasa hingga Minggu, saat hari besar akan tutup. Mulai dibuka sejak pukul 08.00 – 14.30 (Selasa-Kamis), pukul 08.30 – 11.00 (Jum’at), dan pukul 09.00 – 16.00 (Sabtu-Minggu). Tiket masuk Museum Bank Indonesia adalah gratis. Lanjut saya menjelaskan sejarah singkat Museum tersebut seperti ini “Museum ini dahulu kala adalah rumah sakit Binnen Hospital. Dalam perjalanannya, bangunan ruma sakit dialihfungsikan sebagai sebuah bank yang bernama De Javasche Bank pada tahun 1828. Dalam sejarah perbankan Indonesia, museum ini adalah awal kehadiran Bank Indonesai. Di masa Indonesia baru merdeka, pusat pengendalian ekonomi dan moneter dilakukan di museum ini. Beroperasi sebagai bank sentral di bangunan museum, tahun 1962 kantor Bank Indonesia pindah ke lokasi dan bangunan yang baru.”Disini saya bercanda gurau agar tidak terlalu serius meskipun itu hanya penghibur diri sendiri agar tidak demam panggung langsung saya menjelaskan yang lainya di Museum Bank Indonesia tersebut. Percayalah, Anda akan menemukan banyak sekali pengetahuan sejarah di salah satu spot menarik wisata Museum Indonesia di Jakarta ini.

Objek ketiga merupakan Museum Seni Rupa dan Keramik lokasi Museum Seni Rupa dan Keramik terletak di jantung kawasan wisata Kota Tua Jakarta.  Museum ini terbuka untuk publik setiap hari Selasa hingga Minggu, mulai dari pukul 9 pagi hingga 3 sore. Harga tiket masuk Museum Seni Rupa dan Keramik adalah Rp  5.000 (dewasa), Rp 3.000 (mahasiswa), dan Rp 1.000 (anak-anak dan pelajar). Karna kami seorang mahasiswa jadi dikenakan biaya Rp 3.000 / orang , di Museum ini boleh membawa makanan dan minuman namun tidak mengotori halaman serta ruangan disana , tidak boleh memotret di ruangan yang tertulis dilarang memotret . Singkat kata saya menjelaskan tentang Museum Seni Rupa dan Keramik . Kurang lebih seperti ini “Di museum ini, Anda dapat menyaksikan 350 lukisan dan 1350 jenis keramik, baik dari nusantara, Asia, hingga Eropa. Jika Anda suka, Anda bahkan dapat mempelajari tentang cara membuat keramik di museum ini.”Saya berkeliling ruangan Museum tersebut sambil menjelaskan,  saya kembali terbata-bata dalam menjelaskan itu semua tidak masalah bagi saya karna itu adalah sebuah pembelajaran bagi saya agar bisa lebih baik lagi nanti ke depanya

Objek yang terakhir adalah yaitu suatu Pelabuhan yang tak kalah menarik  sangat bersejarah bagi masyarakat di Jakarta tepatnya , siapa lagi kalau bukan Pelabuhan Sunda Kelapa . Siapa yang tidak kenal dengan pelabuhan ini diluaran sana banyak yang membicarakannya bagaimana tidak disitulah tempat kapal-kapal asing yang berasal Tiongkok, Jepang, India Selatan, dan Timur Tengah merapat di Sunda kelapa dengan membawa barang komoditi seperti porselen, kopi, sutra, dan barang-barang lainnya. Disana saya menjelaskan tentang pelabuhan tersebut “Pelabuhan Sunda Kelapa di Jakarta adalah sebuah pelabuhan yang dahulu telah menghubungkan Indonesia dengan dunia luar. Pelabuhan ini adalah tempat persinggahan banyak kapal mancanegara yang datang untuk perdagangan.” Saya disana meliahat kapal-kapal kayu , aktivitas bongkar muat barang ,dan terakhir saya bersama wisatawan meliahat indahnya matahari saat terbenam . Tidak terasa langit mulai gelap bertanda malam pun akan tiba dan selesai juga tugas saya dalam memandu wisata , itulah kata-kata yang dapat  saya ucapkan saat berakhirnya memandu wisata , sebelum pulang wisatawan tersebut memberi saya sebuah amplop berwarna coklat yang ternyata sedikit kenang-kenangan darinya walaupun tidak seberapa saya tetap mensyukurinya apa yang telah diberikan . 

Banyak sekali pengalaman-pengalaman serta pelajaran yang tak terlupakan yang tersimpan di fikiran saya mulai dari suka maupun duka dalam menjadi seorang pemandu wisata yang bisa dikatakan  junior ini seperti dapat belajar berkomunikasi di khalayak , belajar percaya diri , bersikap ramah terhadap sesama , maka saya harus lebih banyak berlatih lagi lebih giat lagi belajar dalam membiasakan budaya membaca , saya memang harus banyak bersabar karna wisatawan yang saya bawa tersebut selalu bersikap kritis dalam bertanya maupun yang lainnya serta menyiapkan jawaban-jawaban jitu untuk menjawab pertanyaanya tersebut . Semoga saja ini bukan terakhir namun untuk selama-lamanya hingga saya bisa menjadi pemandu wisata professional.
( Gambar 1.1 Bersama Wisatawan , Kota Tua Jakarta )



( Gambar 1.2 Kenang-kenangan yang tak terlupakan , Kota Tua Jakarta )

Sekian pengalaman yang dapat saya bagi , semoga bermanfaat bagi pembaca maupun saya sendiri yang terpenting.

Semoga Bahagia! Semoga Bahagia!

Wassallamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuhu…

 Referensi :  
https://id.wikipedia.org/wiki/Pramuwisata Diakses pada tanggal 5 Oktober 2015 pukul 15.00 WIB
http://akademipariwisatakpg.blogspot.co.id/2012/02/peranan-pramuwisata-dalam-memberikan_16.html Diakses pada tanggal 5 Oktober 2015 pukul 15.20 WIB 


 

Nama  : Muhammad Firza Alafiyata
NIM     : 4423143946
Prodi  : Usaha Jasa Pariwisata  (B) 2014
UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA

No comments:

Post a Comment