Thursday, October 8, 2015

Tugas 1 - Suka Duka Menjadi Pemandu Wisata



PENGALAMAN MEMANDU BANDUNG CITY TOUR

Sebelumnya saya ingin memeperkenalkan diri saya terlebih dahulu, saya Mohammad Shun Farid Al fatih mahasiswa pariwisata angkatan 2014 di Universitas Negeri Jakarta.
Sebenarnya Saya tidak akan menjelaskan mengenai pengalaman pertama saya memandu tetapi lebih tepatnya pengalaman kedua memandu dengan durasi yang lumayan lama, tepatnya pada saat bulan januari 2015 saya mendapat info dari teman saya yang bernama hadi yang sudah lama pindah dan menetap di Palembang Sumatra selatan bahwa dia akan pergi kebandung untuk beberapa hari saja dan dia meminta saya untuk memandu dia keliling kota bandung mungkin karena dia tau kalau saya berkuliah di pariwisata kemudian saya mengiyakan apa yang dia katakan dengan tujuan melatih apa yang sudah saya dapat selama kuliah satu semester dan melatih teknik memandu saya agar lebih baik lagi dari pengalaman pertama saya memandu.  
pada tanggal 20 januari 2015 hadi memberikan info bahwa dia akan tiba di bandung tanggal 22 januari di terminal Leuwipanjang bandung setelah mendengar kabar tersebut saya langsung bersiap-siap untuk pergi kebandung dan menyiapkan lokasi yang akan saya kunjungi di bandung dan materi yang akan saya berikan kepada hadi tentang hal yang unik mengenai bandung maklum hadi baru pertama kali ke bandung, tanggal 23 januari 2015 saya berangkat dari rumah ke terminal kampong rambutan menggunakan trans Jakarta pada pukul 12.45 dan sampai di terminal kampong rambutan sekitar pukul 02.00 dan mencari bis jurusan Jakarta-bandung saat itu di dalam bus masih sepi penumpang jadi saya harus menunggu lumayan lama sekitar 1 jam sampai bus jalan menuju bandung.
Sampai di terminal Leuwipanjang bandung sekitar jam 5 sore kemudian saya menghubungin hadi ternyata bisnya telat karena terkendala masalah pecah ban di tol cipularang jadi hadi kemungkinan sampai di bandung jam 7 malam, sembari menunggu hadi sampai saya melaksanakan sholat, mencari makan sembari bertanya angkot menuju tempat-tempat wisata dan hotel di dekat terminal tersebut. Setelah menunggu cukup lama akhirnya hadi sampai di terminal Leuwipanjang saya langsung menjembut dia dan mengajak hadi untuk langsung mencari hotel di sekitar terminal Leuwipanjang untuk lansung beristirahat karena hari sudah malam dan besok kita akan berwisata di kota bandung. Akhirnya kamipun mendapatkan hotel kelas melati di sekitar terminal dengan harga yang cukup murah yaitu 100 ribu per malam dengan fasilitas yang lumayan lengkap maklum kami tidak membawa uang yang cukup banyak untuk berwisata kesini, setelah deal dengan pemilik hotel kami langsung mandi dan beristirahat di situ.
Pagi harinya kami bangun pagi-pagi pukul 05.00 kami langsung bergegas untuk mandi, sarapan, dan beres-beres untuk siap-siap menuju ke objek wisata, sekitar pukl 06.30 kami pergi kembali ke terminal untuk mencari angkot yang menuju ke alun-alun kota bandung cukup lama kami menunggu angkot tersebut mungkin karena masih pagi jadi angkot belum terlalu lama ngetem di terminal danlangsung jalan untuk mengantar orang-orang ke pasar dan lain-lain, setelah menunggu sekitar 20 menit angkot yang kami tunggu datang dan kami langsung masuk dan berdesakan di angkot lalu kami turun di pemberhentian terakhir yaitu st.hall dari st.hall kami jalan  kaki menuju ke alun-alun kota bandung yang lumayan jauh sekitar 15 menit berjalan dari sini tapi kami sangat menikmati perjalanan ini kami berjalan kemudian melewati pasar baru dan saya mulai bercerita sedikit tentang pasar baru kepada hadi, pasar baru adalah  pusat perbelanjaan yang bersejarah ( sejak 1906) yaitu “ Pasarbaru Trade Center” bukan hanya terkenal sejarahnya saja Pasarbaru Trade Center juga menjadi tujuan wisata belanja dan surga belanja bagi para pelancong yang berkunjung ke kota ini. Selain itu Pasarbaru Trade Center sudah menjadi barometer tempat belanja di Bandung , karena tempatnya yang strategis yaitu di pusat kota tepatnya jalan Otista No.70 .Dengan bangunan nan megah yang dilengkapi fasilitas modern, Pasarbaru Trade Center untuk orang-orang yang ingin berwisata belanja , selain fasilitasnya , komoditi sandang yang tersaji juga sangat lengkap dan murah , mulai dari busana muslim, busana casual, busana pesta, jeans, sepatu, Tas, Tekstil, kosmetik, aksesories, batik, Perlengkapan Bayi, Perlengkapan Haji , seragam sekolah, sprey , bed cover dan masih banyak produk lainnya. Selain kebutuhan sandang , disini juga menyediakan oleh-oleh atau buah tangan makanan khas Jawa barat seperti oncom tempe garing, peuyeum , pisang sale dll. Sebagai pendukung di sini juga ada food center untuk makan bersama keluarga kerabat atau teman.
Penjelasan diatas saya kutip dari http://www.pasarbarutradecenter.co.id/
Karena kami tidak ingin berwisata belanja jadi kami langsung melanjutkan perjalanan menuju alun- alun kota bandung setelah lumayan lelah kami berjalan ke alun-alun akhirnya kami tiba juga dan melihat betapa bagusnya alun-alun kota bandung yang sangat tertata dan sangat ramai  di alun-alun ini saya menceritakan tentang kaa yang pernah berlangsung di bandung. Konferensi Tingkat Tinggi Asia–Afrika (disingkat KTT Asia Afrika atau KAA; kadang juga disebut Konferensi Bandung) adalah sebuah konferensi antara negara-negara Asia dan Afrika, yang kebanyakan baru saja memperoleh kemerdekaan. KAA diselenggarakan oleh Indonesia, Myanmar (dahulu Burma), Sri Lanka (dahulu Ceylon), India dan Pakistan dan dikoordinasi oleh Menteri Luar Negeri Indonesia Sunario. Pertemuan ini berlangsung antara 18 April-24 April 1955, di Gedung Merdeka, Bandung, Indonesia dengan tujuan mempromosikan kerjasama ekonomi dan kebudayaan Asia-Afrika dan melawan kolonialisme atau neokolonialisme Amerika Serikat, Uni Soviet, atau negara imperialis lainnya.
Ada 29 negara yang mewakili lebih dari setengah total penduduk dunia pada saat itu mengirimkan wakilnya. Konferensi ini merefleksikan apa yang mereka pandang sebagai ketidakinginan kekuatan-kekuatan Barat untuk mengkonsultasikan dengan mereka tentang keputusan-keputusan yang memengaruhi Asia pada masa Perang Dingin; kekhawatiran mereka mengenai ketegangan antara Republik Rakyat Tiongkok dan Amerika Serikat; keinginan mereka untuk membentangkan fondasi bagi hubungan yang damai antara Tiongkok dengan mereka dan pihak Barat; penentangan mereka terhadap kolonialisme, khususnya pengaruh Perancis di Afrika Utara dan kekuasaan kolonial perancis di Aljazair; dan keinginan Indonesia untuk mempromosikan hak mereka dalam pertentangan dengan Belanda mengenai Irian Barat.

Gambar 1 saat foto di depan alun-alun Bandung

Gambar 2 saat foto di depaan alun-alun Bandung

Di alun-alun kami hanya menikmati pemandangan dan bermain di rumput sitetis yang berada di tengah alun-alun kota bandung yang tepat berada di sebelah masjid agung kota bandung dank arena kami sama-sama tidak suka berfoto-foto jadi kami hanya berfoto sedikit disini lebih banyak menikmati hembusan angin dan bermain bersama anak-anak taman kanak-kanak yang sedang bermain di alun-alun kota bandung. Setelah puas di alun-alun kami berpindah ke objek wisata yang lain yaitu gedung sate yang menjadi ikon kota bandung juga sebagai kantor pemerintahan dan saya ingat kalau di sekitar gedung sate biasanya ada bis city tour dengan bentuk mobi yang sangat menarik kemudian saya mengajak hadi ke gedung sate dan mencari bis city tour dari alun-alun kami langsung naik angkot berwarna merah kearah gedung sate dan perjalanan menuju ke gedung sate lumayan lama, setelah sampai di gedung sate kami mencoba berjalan-jalan dulu di sekitar gedung sate sembari mencari halte tempat menunggu bus city tour setelah beberapa lama menunggu bis city tour yan kami tunggu tidak kunjung datang karena terlalu lama kamipun memutuskan untuk makan siang dan sholat dulu sebelum melanjutkan perjalanan ke objek selanjutnya pada saat beristirahat saya bercerita sedikit tentang gedung sate, Gedung Sate, dengan ciri khasnya berupa ornamen tusuk sate pada menara sentralnya, telah lama menjadi penanda atau markah tanah Kota Bandung yang tidak saja dikenal masyarakat di Jawa Barat, namun juga seluruh Indonesia bahkan model bangunan itu dijadikan pertanda bagi beberapa bangunan dan tanda-tanda kota di Jawa Barat. Misalnya bentuk gedung bagian depan Stasiun Kereta Api Tasikmalaya. Mulai dibangun tahun 1920, gedung berwarna putih ini masih berdiri kokoh namun anggun dan kini berfungsi sebagai gedung pusat pemerintahan Jawa Barat.
Setelah selesai beristirahat kami melanjutkan perjalanan ke monument perjuangan rakyat bandung yang tidak terlalu jauh jaraknya dengan gedung sate. Di perjalanan saya menjelaskan sedikit tentang monument perjuangan rakyat bandung, Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat - Jl. Dipatiukur - yoshiewafa - Monumen ini juga dikenal dengan istilah "Monju" (Monumen Perjuangan). Disini terdapat koleksi peristiwa-peristiwa bersejarah yang terjadi di wilayah Jawa Barat yang ditata di ruangan pameran tetap. Monju masih belum mengelola koleksi, merawat, serta memublikasikan koleksi dengan optimal.
Lokasi Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat berada di Jalan Dipati Ukur No. 48, Kota Bandung. Berhadapan dengan Gedung Sate dan juga di depan Kampus Universitas Padjadjaran (Unpad). Monumen ini berdiri di atas tanah seluas kurang lebihnya 72.040 meter persegi dengan luas bangunan kurang lebihnya 2.143 meter persegi. Model bangunan ini berbentuk bambu runcing yang berpadu dengan gaya arsitektur modern. Monumen telah diresmikan penggunaanya oleh Gubernur Jawa Barat, R. Nuriana pada tanggal 23 Agustus 1995. 
setelah sampai di monumen perjuangan rakyat jawa barat kami masuk kedalam museum perjuangan rakyat jawa barat dengan melihat berbagai diorama tentang perjuangan masyarakat jawa barat saat berperang melawan penjajah.
Dari monument perjuangan rakyat jawa barat kami menuju ke jalan dago dengan tujuan untuk membeli oleh-oleh dari bandung akses yang waktu itu kami tempuh dengan berjalan kaki dari monument perjuangan rakyat jawa barat ke jalan dago jaraknya tidak terlalu jauh hanya 15 menit jalan kaki dari monument perjuangan rakyat jawa barat di perjalanan sembari berjalan dan mengobrol saya juga memberitaukan sedikit tentang jalan dago, Jalan Dago adalah nama lama jalan Ir. H. Juanda di Bandung. Walaupun saat ini nama jalan tersebut telah diubah secara resmi, penduduk Bandung masih sering merujuk jalan itu dengan nama Dago. Sepanjang jalan ini dapat ditemui berbagai rumah makan, pusat perbelanjaan, butik, toko-toko dan pusat hiburan terkemuka. Selain itu juga terdapat Rumah Sakit Santo Boromaeus dan Institut Teknologi Bandung.
Penjelasan tersebut saya ambil dari https://id.wikipedia.org/wiki/Jalan_Dago
Sesampainya di jalan dago kami mencari factory outlate di sekitar jalan dago belum sempat berjalan-jalan jauh di jalan dago sudah terjadi hujan lebat jadi kami berteduh di depan apotek dan membeli gorengan dan air putih 1,5 liter yang kita makan bersama dan mencari tempat sholat setelah menunggu sekitar 20 menit hujan mulai sedikit reda dan kita tidak jadi membeli oleh2 karena sudah terlalu sore jadi kami memilih pergi ke taman untuk refreshing kami memilih taman yang dekat dengan jalan dago yaitu taman pasopati atau yang sering di sebut dengan taman jomblo jaraknya hanya sekitar 10 menit dengan berjalan kaki kami berfikir di taman tersebut akan banyak pasangan muda mudi yang sedang nongkrong dengan teman-temannya karena bertepatan dengan malam minggu namun ternyata tidak taman pasopati sepi pengunjung hanya ada club skateboard saja yang sedang latihan di lapangan skateboard yang ada di taman pasopati atau taman jomblo jadi disitu kami hanya bisa melihat para muda mudi anggota club skateboard tetapi kami memberanikan diri untuk mencoba belajar skateboard dengan club skateboard tersebut dan ternyata meraka dengan senang hati mau mengajarkan kamipun sangat senang sekali karena kami bisa bermain skateboard dan juga untuk menunggu magrib tiba, setelah magrib tiba kami pun bergegas untuk berjalan ke perkampungan di sekitar taman pasopati setelah menemukan masjid kami sholat dan beristirahat sebentar setelah itu kami menuju jalan raya untuk mencari angkot tapi ternyata tidak ada angkot yang mengarah ke terminal lagi jadi kami memilih untuk naik taxi sampai terminal setelah sampai di terminal kami langsung ke hotel dan langsung istirahat karenakecapean.
Keesokan harinya kami berberes untuk kemudian pulang menuju Jakarta menggunakan bis karena hadi ingin bermain ke rumah saya
Saya rasa itu saja yang bisa ceritakan dan saya harap para pembaca bisa mengerti dan memahaminya bahkan bisa dijadikan referensi atau bahan untuk mengerjakan sesuatu yang berhubungan dengan apa yang saya ceritakan terimakasih.


MOHAMMAD SHUN FARID AL FATIH
4423143930
USAHA JASA PARIWISATA B `14

No comments:

Post a Comment