Thursday, October 8, 2015

Tugas 1 Suka Duka Pemandu Wisata

Cerita Dari Kota Kembang

ASSALAMMUALAIKUM WR WB .

Puji Syukur kita wajib panjatkan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa , karna tanpa adanya berkah dan curahan kasih dari NYA kita dapat sehat dan dapat berkumpul bersama sama disini .
Yang terhormat bapak dosen kita yang tercinta Bpk. Sobirinur Rasid yang telah membuat kehadiran di tengah - tengah terasa lebih berarti , yang membantu kita juga dalam bidang studi pemanduan wisata dan menyemangati kita setiap saat  , tanpa kehadiran beliau kita tidak bisa ada di pemanduan wisata ini . Dan tidak lupa juga saya berterima kasih kepada bapak - bapak dosen dan ibu - ibu dosen dari program studi Usaha Jasa Pariwisata , yang dapat berkumpul serta bersama - sama kita semua yang dimana tanpa adanya bapak dan ibu dosen disini acara tidak akan berlangsung dan tidak akan berhasil sama sekali .
Dan tidak lupa saya berterima kasih kepada teman - teman saya sekalian yang sudah berpartisipasi dan meluangkan waktu teman - teman sekalian untuk datang dan mendengarkan sepenggal cerita – cerita yang saya akan menceritakan kepada teman – teman saya sekalian ditempat ini , semoga cerita yang akan saya sampaikan berkenan dan masuk dihati dan dipikiran kita semua agar dapat menambah pengetahuan kita dan memperluaskan dimensi pengetahuan kita , serta apabila kita beruntung dimasa yang akan mendatang kita dapat menggunakan ilmu pengetahuan yang kita dapat dan mengembangkan kemampuan kita di bidang sector kepariwisataan . Dengan ini saya akan memulai dan mecoba memandu teman – teman sekalian semua tentang kota kembang atau yang sering dipanggil atau disebut kota bandung .
Ada pepatah mengatakan ,” Tak kenal maka tak sayang “ pepatah tersebut biasa digunakan untuk cara kami yang memperkenalkan diri kami yang menguiding teman – teman sekalian , perkenankan lah saya memperkenalkan diri saya seorang .
Nama saya adalah Filiano Raka Aditya Pembagio , saya adalah anak dari kedua orang tua saya yang terpenting saya adalah anak kandung dari kedua orang tua saya . Agar teman – teman sekalian bisa lebih santai dan lebih dekat dengan saya , karna saya juga ingin lebih dekat tentunya dengan teman – teman sekalian maka teman – teman sekalian dapat memanggil saya dengan nama pendek saya , yaitu Ano atau Fili agar terkesan tidak ada batasan antara saya dan teman – teman sekalian dan akan terasa lebih dekat dan kita terasa lebih akrab seperti saudara . Saya adalah anak pertama dari empat bersaudara , Saya anak laki – laki yng pertama dibuat oleh keluarga saya , setelah saya lahir pada tanggal 18 januari 1996 di rumah sakit di daerah bogor , disusul oleh adik saya yang bernama Kevin margodio baguskuncoro pada bulan febuari 1997 .

Dari kecil saya menyukai yang namanya berpergian dan bertualang sehingga dari kecil saya sudah berkeluyuran ke tempat – tempat yang belum pernah saya sambangi sebelumnya bersama teman – teman sepermainan saya .sayamenyukai yang namanya sebuah petualangan . maka dari itu saya sangat bersemangat sekali menceritakan pada kawan kawan sekalian tentang semua pengalaman saya . saya tinggal didaerah rawasari selatan yang berada di daerah Jakarta pusat kecamatan cempaka putih , apabila teman – teman sekalian ingin berkunjung atau bermain kerumah jangan sungkan – sungkan dikarenakan rumah saya tidak dipungut biaya sama sekali untuk dikunjungi teman – teman sekalian , rumah saya terbuka untuk teman – teman sekalian , apabila hendak datang berkunjung kerumah saya , tidak perlu repot – repot untuk datang , cukup hanya membawa buah dan beras sudah cukup .
Teman – teman saya  sekalian , dulu impian saya adalah menjadi seorang tentara angkatan darat , akan tetapi setelah mengikuti ujian dan takdir telah menentukan , saya tidak dapat berbuat apa – apa , rupanya saya sudah ditakdirkan di hadapan teman – teman sekalian , jadi kita dapat berkumpul disini sebenar sudah suratan takdir yang dituliskan Tuhan Yang Maha Esa untuk kita semua disini .
Untuk teman – teman saya sekalian , Saya berkuliah di Universitas terbaik dijakarta , tepatnya didaerah rawamangun Jakarta timur . Saya menempuh ilmu Kepariwisataan di Universitas Negeri Jakarta atau yang dikenal orang – orag atau msayarakat setempat kenal dengan kampus hijau atau UNJ , kenapa disebut kampus hijau ? dikarenakan di kampus saya berkuliah banyak sekali taman – taman yang hijau dan ditambah lagi dengan almamenter yang sering sekali dipakai oleh mahasiswa – mahasiswa UNJ pakai yaitu warna hijau .
Sebagian masyarakat mungkin banyak yang mengetahui IKIP rawamangun tapi terkadang kebanyakan orang tua jaman dahulu tidak mengetahui bahwa IKIP sudah berganti nama menjadi UNJ atau Universitas Negeri Jakarta  . Saya akan menceritakan sedikit tentang sejarah kampus saya sendiri .

Jadi , dahulu sebelum Universitas Jakarta terbentuk , UNJ dahulu bernama IKIP atau yang lebih sering dikenal dulu Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan . Sejak 4 agustus 1999 IKIP yang sering dikenal masyarakat berganti nama menjadi Universitas Negeri Jakarta , karena adanya keputusan dari menteri untuk perluasan pendidikan yang dimana tidak hanya menciptakan guru saja akan tetapi menciptakan  mahasiswa – mahasiswa yang tidak dari jurusan pendidikan melainkan dari jurusan lain . untuk hari ulang tahun Universitas Negeri Jakarta sendiri itu dirayakan pada 16 mei 1964 . nah pada tanggal tersebut saya harapkan teman – teman membawa kado untuk kampus saya yang tercinta ini .

Saya adalah mahasiswa dari bidang program studi Usaha Jasa pariwisata UNJ , untuk bidang prodi ini tergolong baru dan tidak semua orang – orang banyak tau kalau UNJ sendiri ada bidang kepariwisataan . Pariwisata UNJ ini terbentuk dari dosen – dosen sejarah yang dimana awalnya hanya membuka lab travel untuk sekedar menambah penghasilan , lalu dari situ dibentuk lah pariwisata unj sebagai program studi di UNJ . Saya masuk dalam pariwisata UNJ pada tahun 2014 .
Nah , Pada tanggal 2 desember 2014 saya bersama teman – teman saya serta senior – senior saya yang lainnya dan tidak lupa juga bersama dosen – dosen saya mengadakan acara yaitu ODTW JPB yaitu Observasi Daerah Tempat Wisata Jakarta Puncak Bandung , yang dimana tugas kami yaitu menguiding teman – teman sekelas kami serta menguiding senior – senior kami di perjalanan dan di destinasi wilayah yang sudah ditentukan oleh dosen kami . kebetulan pada saat itu ada 2 pilihan destinasi wisata yaitu museum geologi dan museum asia afrika , pada saat itu saya mendapatkan destinasi wisata ke museum geologi yang dimana saya memandu atau menguiding di destinasi wisata tersebut yang dimana destinasi wilayah tersebut ada didaerah bandung . saya dan teman – teman saya berkumpul di kampus kami UNJ pada pukul 7 pagi , untuk keberangkatan sendiri dari Jakarta menuju bandung bias ditempuh dengan 2 jalur yaitu melalui jalur puncak atau melalui Tol Jakarta - bandung .
Untuk jalur puncak sendiri apabila menggunakan bis kita dapat menempuh 6 – 8 jam perjalanan  .sebelum kami ke destinasi wisata yang ingin dituju kami berhenti sejenak di daerah puncak , lebih tepatnya di Masjid  Atta’Awun . jujur saja , seperjalanan saya di bis , saya merasakan atmosfir yang berbeda sekali , dimana saat itu saya pertama kalinya di pandu atau yang sering kita sebut dengan guiding itu ternyata tidak seperti kelihatannya . Jujur , pada saat di bis saya menganggap guiding itu adalah pekerjaan termudah yang saya ketahui , hanya berbicara dan menjelaskan apa saja destinasi yang akan dikunjungi maupun tempt yang dilewati kita semua . tanpa berpikir panjang tentang bagaimana menguiding , saya menontoni teman – teman saya yang sedang menguiding tanpa berpikir bagaimana cara saya menguiding .


Perjalanan kami lanjutkan dari Masjid Atta’Awun yang dimana masjid itu menjadi tempat singgah kami disana dan kami sempat mengambil gambar di masjid disana untuk menjadi kenangan tersendiri disana . perjalanan kami menuju bandung tidak terasa sama sekali . kami pun sampai di Museum Geologi bandung , yang dimana letaknya sangat berdekatan dengan Gedung Sate yang menjadi icon Kota Bandung sendiri . Kebetulan untuk menguiding di museum geologi , saya mendapatkan bagian menjelaskan sejarah terbentuknya Danau Bandung .
Sejarah Danau Bandung yang mungkin yang masyarakat lain kenal yaitu tangkuban perahu , menurut legenda masyarakat bandung sendiri , terbentuknya danau bandung ini berkaitan erat dengan peristiwa tangkuban perahu yang dimana berkaitan dengan sangkuriang dengan dayang sumbi yang dimana  dayang sumbi yang dulu mengusir sangkuriang yang dimana iya telah membunuh anjingnya sendiri yang rupanya itu bapaknya sangkuriang ,yang dimana saat sangkuriang tumbuh besar iya kembali lagi ke tempat asalnya dan ternyata sangkuriang tidak menyadari bahwa dia telah jatuh cinta kepada ibunya yang dia tidak mengenalinya sekian lama . ternyata sebenarnya terbentuknya danau bandung purba tersebut bukan karna efek tendangan sangkuriang yang mengebalikan kapal tersebut , akan tetapi terbentuknya danau purba tersebut karna adanya pergeseran sedimen yang diakibatkan oleh pembentukan gunung dan proses adanya pelipatan lapisan bumi . secara teori mungkin saya tdak terlalu memahaminya akan tetapi yang saya ketahui terbentuknya itu adanya perubahan lempeng bumi yang berubah dan menyebabkan adanya pelipatan . disitulah saya merasakan adanya yang berbeda , saya sekarang mengerti bahwa menjadi seorang tour guide tidaklah mudah karna harus benar – benar paham betul tentang suatu destinasi wilayah tersebut dan harus mengetahui juga apa dibalik cerita tempat tersebut ataupun sejarah dari barang – barang di tempat tersebut . Jujur menurut saya , seorang tour guide adalah pekerjaan yang berpengetahuan luas , karena beliau belajar banyak di suatu tempat , menyelami sejarah sejarah tempat tersebut dan yang pasti setiap daerah yang beliau bawa pasti membawa kesan yang sangat menarik sekali .

Setelah dari Museum Geologi kami pun pulang ke Jakarta sambil mencoba untuk menjadi tour guide yang  benar . Jujur saja , pengalaman diatas menyadarkan saya untuk mencoba menjadi seorang guide yang bisa dihandalkan  . untuk menjadi seorang guide yang handal , saya mencoba beberapa cara untuk menjadi seorang guide yang handal adalah dengan cara , yaitu : Dengan cara belajar di tempat yang baru di sambangi , dalam arti saat kita datang ke suatu tempat kita  harus mengetahui seluk beluk tempat tersebut dan sejarahnya tempat tersebut . Dengan cara tersebut kita lebih efesien untuk belajar mengetahui tempat yang kita sambangi . Lalu dengan cara , dipandu oleh orang lain terlebih dahulu agar mengetahui sejarah tempat tersebut , akan tetapi kta dapat belajar sendiri juga dengan cara mencari – cari di sebanyak artikel yang ada di perpusatakaan ataupun di internet , kita juga bisa mendatangi dan mempelajari dengan langsung saja ke museumnya .


Saya pernah mempelajari teknik tersebut dan menurut saya teknik tersebut sanagatlah berhasil , contohnya pada saat saya bermagang – magang ria di Trans Studio Bandung . saya menjadi guide yang dimana saya menghantarkan rombongan saya masuk trans hingga menjelaskan beberapa wahana yang ada disana sembari menunjukan kemampuan mengguiding saya di science center dan broadcasting museum di trans studio bandung . menurut saya itu berhasl dan saya berharap dimasa yang akan datang kelak saya bisa mengguiding teman teman saya sekalian dan bisa uga mengguiding wisatawan asing yang datang ke Indonesia , saya ingin mempelajari guiding dan saya ingin mengembangkannya dalam berbagai bahasa juga , karna dijaman yang akan datang tidak mungkin manusia tidak berwisata ke tempat – tempat yang lain , karna disitulah peuang saya sebagai mahasiswa pariwisata melihat adanya peluang tersebut dan saya harus memanfaatkan nya .
Singkat kata saja , menjadi tour guide tidaklah mudah tapi tidaklah susah juga karna menurut saya kalau ada kemauan dari kita sendiri pasti akan lebih mudah dan untuk belajar tidak aka nada batasannya , menjadi guide bisa kita praktekan setiap hari tergantung metode kita yang kita lakukan .
Saya minta maaf apabila saya  mempunyai salah salah kata dan semoga artikel ini dapat membuat anda terbantu dan merasakan bagaimana mana tugas ataupun profesi sebagai guide .

Filiano
Line : FIlifiliano

IG/Path/ask : filianoandreas

No comments:

Post a Comment